Thursday, March 26, 2020

Rifan Financindo - Pemerintah Antisipasi Anjloknya IHSG Tertekan Virus Corona


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan oleh merebaknya Virus Corona. Virus Corona sudah memunculkan berbagai ketidakpastian di seluruh pasar saham.

Karena ini ada efek internasional dengan Corona ketidakpastian meningkat. Kemudian juga ada hal hal yang terkait di dalam negeri," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian.

Pihaknya masih melihat langkah apa yang akan diambil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga agar saham tidak jatuh terlampau dalam. "Kalau regulasi kan bursa punya beberapa tools. Nah itu yang tentu harapannya tools bursa itu bisa katakanlah dirumuskan," jelasnya.

Sementara itu terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar, Mantan Menteri Perindustrian tersebut mengatakan, saat ini tengah terjadi normalisasi usai Rupiah menguat cukup tajam dibanding mata uang negara lainnya. "Kalau Rupiah kan menguatnya kemarin dibanding yang lain kita menguatnya lebih tinggi, sehingga tentu ada normalisasi - RIFAN FINANCINDO

Sumber : merdeka.com 

Friday, March 20, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Tipis Ditengah Tingginya Perburuan Dolar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tipis pada hari Jumat setelah penurunan di sesi sebelumnya, tetapi masih dalam tren penurunan mingguan kedua ditengah meningkatnya perburuan para investor untuk mendapatkan uang tunai Dolar AS di tengah meluasnya dampak ekonomi dari wabah covid-19. 

Menurut data investing.com Jumat pukul 9.30 WIB, Emas Berjangka naik 0.55% menjadi 1,487.50 per ons, dan emas spot XAU/USD naik 0,85% menjadi $ 1,485.62 per ons, emas sempat turun lebih dari 1% pada hari Kamis karena dolar AS melonjak ke level tertinggi dan investor terus menjual aset untuk menimbun uang tunai.

Indeks MSCI dari bursa di kawasan Asia-Pasifik di luar Jepang menguat 0,6%, sementara bursa Australia yang naik 2,9%, dari Amerika Serikat, Federal Reserve membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar guna mencegah epidemi covid-19 menyebabkan kekacauan ekonomi global.

Selain itu, Amerika Serikat memperingatkan warga Amerika pada hari Kamis untuk kembali ke rumah atau tinggal di luar negeri tanpa batas waktu, sementara anggota Senat dari Partai Republik meluncurkan rencana stimulus ekonomi $1 triliun untuk menyediakan dana langsung ke bisnis dan warga Amerika, karena wabah virus di negara itu melonjak melewati 13.000 kasus.

Dari Eropa, Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1% dalam langkah darurat kedua hanya dalam waktu satu minggu untuk mengurangi dampak wabah terhadap ekonomi Inggris.

Saat ini, ekonomi global sudah dalam resesi karena pukulan terhadap aktivitas ekonomi dari virus telah meluas, di tengah serangkaian tindakan stimulus bank sentral minggu ini, sementara Palladium turun 0,5% menjadi $1,644,04 per ons. Platinum naik 1,6% menjadi $595,69 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Thursday, March 19, 2020

Rifan Financindo - Emas Jatuh Hampir 48 dolar AS Karena Investor Himpun Uang Tunai


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas kembali jatuh pada akhir perdagangan kamis pagi, karena investor melepas kepemilikan emas untuk mengumpulkan uang tunai setelah langkah-langkah stimulus tambahan oleh Amerika Serikat gagal menenangkan pasar yang terpukul oleh meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi akibat COVID-19.

Kontrak emas paling aktif di Bursa Comex untuk pengiriman April jatuh 47,9 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi ditutup pada 1.477,9 dolar AS per ounce. Emas berjangka sempat melonjak 39,3 dolar AS atau 2,64 persen menjadi menetap di 1.525,8 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Di pasar spot, emas merosot 2,7 persen menjadi diperdagangkan di 1.486,82 dolar AS per ounce pada pukul 14.28 waktu setempat (18.28 GMT).

Emas terus menderita dari kepanikan penghindaran risiko (risk off) di pasar, diperdagangkan kembali di bawah level psikologis 1.500 dolar AS ketika S&P berjangka menyerahkan keuntungan yang didorong oleh stimulus," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO.

Harga emas telah anjlok lebih dari 12 persen atau lebih dari 200 dolar AS sejak melonjak melewati 1.700 dolar AS per ounce minggu lalu, karena investor melepas emas untuk mendapatkan uang tunai guna memenuhi sebagai imbalan uang tunai dan untuk memenuhi margin calls (kerugian) di aset-aset lainnya.

Logam mulai lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 72,3 sen atau 5,79 persen, menjadi ditutup pada 11,772 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April jatuh 60,3 dolar AS atau 9,06 persen, menjadi menetap pada 605 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com

Wednesday, March 18, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Ini Penyebab Rupiah Terus Melemah


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan sebenarnya dalam data makro ekonomi Indonesia, bisa mengatasi dampak negatif dari pelemahan rupiah.
 
Tapi masalahnya penyebaran covid ini secara masif, membuat instrumen USD Amerika Serikat merupakan salah satu intrumen safe heaven, maka dari itu rupiah belum ada katalis positifnya, “ kata Nafan.

Bahkan, menurutnya Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan mengangkat intervensi di bidang pasar saham. Namun, kinerja tersebut masih membuat kinerja rupiah masih berada di zona positif, karena intrumen USD AS yang safe heaven.

Ia menilai berarti The Fed lebih cenderung memperhatikan resiko dampak sistematis, bagi pasar dari penyebaran Covid-19 ini, karena AS berpotensi bisa mengalami resesi atau kemerosotan, dan memang efeknya dari penyebaran Covid-19 ini, ia memperkirakan akan berakhir Agustus.

Kendati begitu, ancaman resesi masih ada apabila Presiden AS Donald Trump tidak memutuskan suatu kebijakan untuk menangani hal itu, karena ini pemulihannya jangka panjang, tidak bisa temporer.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), yang sempat menembus ke level 15.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) imbas dari penurunan suku bunga The Fed.

Kondisi ini dikatakan sempat terjadi pada saat krisis ekonomi tahun 2008-2009. Selain itu, Bank Sentral AS alias The Fed juga melakukan quantitative easing, yakni salah satu kebijakan moneter guna meningkatkan jumlah uang beredar. Kebijakan ini ikut mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap ekonomi global.

Wacana lockdown terkait antisipasi Virus Corona dan pembatasan akses juga berdampak pada memburuknya perekonomian indonesia. Kondisi surplus perdagangan dinilai semu. Impor bahan baku per Februari turun cukup tajam, dibandingkan bulan Januari.

Indeks Dolar sepekan menguat 1.72 persen menjadi 98. Hal ini menunjukkan Dolar dianggap sebagai safe haven ketika kinerja ekonomi global dibayangi resesi, dengan kondisi yang ada, dia memprediksi rupiah bisa melemah lebih besar lagi ke depan. “Perkiraan rupiah dua pekan ke depan Rp 15.500- Rp 15.700.

Saat ditanya, sampai level berapakah rupiah akan melemah, Bhima mengaku belum bisa memastikan karena kondisi terus memburuk - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6.com

Tuesday, March 17, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Anjlok Rp 18.000



PT RIFAN FINANCIDO BANDUNG - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp801 ribu per gram pada Selasa atau anjlok Rp18 ribu dari Rp819 ribu per gram pada senin. Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) merosot sampai Rp22 ribu dari Rp741 ribu menjadi Rp719 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp425 ribu, 2 gram Rp1,55 juta, 3 gram Rp2,3 juta, 5 gram Rp3,82 juta, 10 gram Rp7,58 juta, 25 gram Rp18,85 juta, dan 50 gram Rp37,63 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp75,2 juta, 250 gram Rp187,75 juta, 500 gram Rp375,3 juta, dan 1 kilogram Rp750,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen. 

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.488,1 per troy ons atau naik 0,11 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot anjlok 1,63 persen ke US$1.489,4 per troy ons pada pagi ini.  

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas kembali tertekan karena persiapan berbagai stimulus yang akan diberlakukan para pejabat negara-negara di dunia. Kemarin, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve secara mengejutkan kembali memangkas tingkat suku bunga acuan ke nol persen.

Selain itu, pemerintah AS juga tengah berdiskusi dengan Senat untuk menggelontorkan paket stimulus yang lebih besar. Begitu pula dengan pemerintah Selandia Baru yang akan merilis paket stimulus bernilai 12,1 miliar dolar Selandia Baru pada hari ini.

Tak ketinggalan, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) juga akan mempersiapkan stimulus moneter baru bagi Negeri Kanguru. Berbagai rencana ini kemudian sedikit berhasil mengangkat kinerja bursa saham pagi ini.
 
Pagi ini, indeks Nikkei bergerak positif, S&P juga. Mungkin berita persiapan kebijakan ini membantu mengangkat sentimen sebagian pelaku pasar, termasuk emas," ujar Ariston, proyeksinya, harga emas akan bergerak di kisaran US$1.450 sampai US$1.550 per troy ons pada hari ini - PT RIFAN FINANCIDO

Sumber : okezone.com

Monday, March 16, 2020

PT Rifan - Fakta Harga Emas, Cetak Rekor Lalu Tekor

 


PT RIFAN BANDUNG - Pergerakan harga emas dunia mulai menunjukkan tren penurunan. Setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi tujuh tahun karena menembus di atas USD1.700 per ounce karena virus korona.

Penguatan harga emas dunia juga mengerek emas Antam. Harga emas Antam pun mencetak rekor tertingginya di level Rp851.000 per gram. Namun kini harga emas melorot juga karena virus korona.

Berikut rangkuman fakta harga emas :

1. Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun

Harga emas melonjak di atas USD1.700 pada perdagangan Senin kemarin, mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun imbas penyebaran virus korona (coronavirus) Covid-19, sehingga investor mencari aset yang lebih aman.Namun, para analisis mengatakan bahwa harga logam mulia akan terus naik ke level ke USD2.000.

2. Harga Emas Antam Sentuh Rp851.000/Gram

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencetak rekor terbaru. Rekor harga emas sebelumnya Rp842.000 gram bergeser menjadi Rp851.000 per gram, dari pantauan di website logammulia, harga emas antam naik Rp9.000 menjadi Rp851.000 per gram. Harga ini merupakan rekor baru harga emas Antam selama ini.

3. Harga Emas Dunia Terus Turun

Harga emas turun 4,5% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menuju penurunan mingguan terbesar sejak 1983 karena investor memulai aksi jual untuk menimbun uang tunai guna menutup margin di pasar lain yang terpukul dampak wabah virus korona atau coronavirus (Covid-19), sementara, paladium turun hampir 11%, sehari setelah terjun 28%, menuju penurunan persentase mingguan terbesar dalam rekor, harga emas di pasar spot turun 4% menjadi USD1.513,11 per ounce. Untuk minggu ini, emas turun lebih dari 9% terbesar sejak 1983. Emas berjangka AS turun 4,6% pada USD1.516,70.

4. Harga Emas Antam Turun 5 Hari Beruntun, Kini Dijual Rp809.000/Gram

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali turun dalam pada perdagangan hari ini. Tercatat harga emas Antam turun Rp3.000 dan mengalami penurunan lima hari berturut-turut sejak Selasa 10 Maret 2020, penurunan harga emas Antam mengikuti pergerakan emas dunia yang anjlok karena investor berburu uang tunai.

Harga emas Antam turun Rp3.000 menjadi Rp809.000 per gram. Sebelumnya, harga emas dibanderol menjadi Rp812.000 per gram. Sementara untuk harga buyback juga turun Rp4.000 menjadi Rp730.000 per gram - PT RIFAN

Sumber : okezone.com

Thursday, March 12, 2020

Rifan Financindo - Emas Menguat Setelah Aksi Jual Untuk Tutup Kerugian di Bursa


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas kembali mengalami kenaikan tipis, setelah pada Selasa malam sempat turun yang dipicu aksi jual para investor untuk menutupi kerugian di Wall Street yang semakin melemah.

Investor emas spot dan berjangka melakukan aksi jual aset safe haven ini pada hari Rabu untuk menutupi kerugian di bursa saham yang ketakutan oleh penyebaran global covid-19, emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX naik $1,60, atau 0,10%, menjadi $1,643.90 per ons. Sementara untuk XAU/USD juga naik $9.27 atau 0.57% menjadi $1.644.20.

Di Wall Street, S&P 500 turun 5%, menghentikan rekor kenaikan selama satu dekade, di tengah kekhawatiran bahwa penyebaran covid-19 masih jauh dari selesai dan dampaknya terhadap ekonomi global bisa lebih buruk daripada yang diprediksi sebelumnya. Bursa juga merosot karena upaya stimulus untuk melindungi pertumbuhan AS gagal meredakan kekhawatiran investor.

Emas April secara singkat mencapai level tertinggi 7-tahun $ 1.703,90 pada hari Senin karena gejolak di pasar global akibat jatuhnya harga minyak, emas masih dalam tahap awal dari kenaikan besar," kata Ed Moya dari platform perdagangan online OANDA. "Emas akan memiliki waktu lebih mudah ke level $ 2.000 per ons daripada imbal hasil obligasi 10-tahun yang berpotensi melemah lagi.
 
Dolar akan menjadi mata uang pendanaan dan emas akan melihat kenaikan luar biasa selama the Fed tidak membuat kesalahan kebijakan," kata Moya, menambahkan bahwa minggu depan akan menjadi kunci bagi logam kuning di tengah taruhan Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com