Tuesday, October 12, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hancur Hancuran, Menyamai Titik Terendah Pada 1 April 2021

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas acuan kembali jatuh ke angka Rp 855 ribu per gram, Dipantau dari laman resmi Pegadaian.co.id harga emas kembali anjlok ke titik terendah sejak Mei 2021. Angka itu turun lagi dibandingkan kemarin, Senin Rp 856 ribu per gram.

Harga emas hari ini menyamai titik terendah 2021 pada 1 April 2021, yakni Rp 855 ribu per gram,
Sementara itu di gerai Pegadaian emas cetakan Antam 0,5-1 gram belum tersedia. Harga emas 24 karat cetakan UBS dibanderol dengan harga Rp 483 ribu dan Rp 905 ribu.

Kemudian, harga emas Antam cetakan terkecil yakni dua gram dibanderol Rp 1.837.000, sementara cetakan UBS Rp 1.795.000. Harga emas cetakan Antam ukuran lima gram dihargai Rp 4.515.000 dan emas UBS Rp 4.434.000

Lalu, harga emas cetakan Antam ukuran 10 gram dijual Rp 8.971.000 dan cetakan UBS Rp 8.821.000, Harga emas batangan 24 karat ukuran 25 gram cetakan Antam Rp 22.297.000 dan UBS Rp 22.007.000. Sementara itu, harga emas batangan 50 gram cetakan Antam dihargai Rp 44.512.000 dan UBS Rp 43.923.000. Lalu, emas batangan cetakan Antam ukuran 100 gram dihargai Rp 88.942.000 dan UBS Rp 87.810.000 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com

Monday, October 11, 2021

PT Rifan - Kabar Gembira, Harga Emas Terkini Meroket

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas acuan hari ini terpantau meroket hingga Rp 49 ribu per gram,

Dipantau dari laman Pegadaian.co.id, harga emas hari ini mencapai Rp 905.000 per gram. Harga itu membaik setelah kemarin anjlok dengan harga Rp 856 000 per gram.

Kemudian, untuk harga di outlet hari ini emas ukuran 0,5-1 gram cetakan Antam belum tersedia.
Harga emas UBS ukuran 0,5-1 gram dibanderol Rp 483.000 dan Rp 906.000. Harga emas Antam ukuran dua gram dibanderol Rp 1.837.000 dan Rp 1.796.000.

Kemudian, harga emas 24 karat cetakan UBS ukuran dua gram Rp 1.796.000. Harga emas 24 karat cetakan Antam ukuran lima gram Rp 4.515.000 dan UBS dibanderol Rp 4.437.000.

Lalu, harga emas batangan 10 gram dibanderol Rp 8.971.000 dan UBS dihargai Rp 8.826.000,
Harga emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp 22.297.000 dan cetakan UBS 25 gram Rp 22.021.000. Harga emas batangan 50 gram cetakan Antam dihargai Rp 44.512.000. Harga emas batangan cetakan UBS ukuran 50 gram dibanderol Rp 43.949.000 - PT RIFAN

Sumber : jpnn.com

Friday, October 1, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Data Ketenagakerjaan AS Anjlok, Harga Emas Dunia Meroket

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia meroket lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis, setelah dolar AS jatuh karena data ketenagakerjaan mingguan Amerika yang anjlok.

Harga emas di pasar spot melonjak 1,7 persen menjadi USD1.755,56 per ounce setelah melesat 2,2 persen ke level tertinggi satu pekan di awal sesi.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melejit 2 persen menjadi USD1.757 per ounce.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat pekan lalu, data menunjukkan pada Kamis, yang dapat mendorong kekhawatiran perlambatan pasar tenaga kerja.

Ini juga menyebabkan ketidakpastian tentang tapering The Fed, karena mereka ingin pasar tenaga kerja yang solid untuk mengumumkan tapering ," kata konsultan independent, Robin Bhar, menambahkan penundaan apapun bisa berdampak positif bagi emas.

Emas juga "bergerak menuju beberapa pembelian fisik baru, dengan sejumlah investor mencari lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, kenaikan inflasi," ucap Bhar.

Tetapi meningkatnya prospek tapering The Fed, yang secara luas diperkirakan dimulai pada November, dan peluang imbal hasil US Treasury terus menguat, diprediksi menambah lebih banyak tekanan pada emas yang tidak memberikan bunga, papar Han Tan, Kepala Analis Exinity.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil surat utang pemerintah lebih tinggi, meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi adalah kombinasi beracun bagi emas," kata Commerzbank dalam sebuah catatan - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  suara.com

 

 

 

Monday, September 27, 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Pasca Isyarat Fed Naikkan Bunga Acuan Lebih Cepat

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Kamis pagi di Asia setelah Federal Reserve AS memberi sinyal pengurangan aset dapat dimulai pada tahun 2021 dan kenaikan suku bunga juga bisa terjadi lebih cepat daripada yang diharapkan.

Harga emas berjangka terus turun 0,79% di $1.764,80/oz pukul 11.10 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun tipis 0,11% di 93,358 setelah mengalami kenaikan sebelumnya mendekati level tertinggi satu bulan.

The Fed merilis keputusan kebijakan terbaru pada Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB dan mengatakan pengurangan aset dapat segera dimulai pada bulan November. Fed juga bisa menaikkan suku bunga pada tahun 2022 untuk mengatasi kenaikan inflasi.

Bank of England dan Norges Bank akan memberikan keputusan kebijakan masing-masing hari ini.

Di Asia Pasifik, Bank of Japan mempertahankan suku bunganya tidak berubah sebesar -0,10% saat mengeluarkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu.

Sementara, China Evergrande Group (HK:3333) pada hari Rabu untuk sementara dapat meredakan kekhawatiran dari kejutan pasar yang akan segera terjadi akibat masalah krisis utangnya. Perusahaan pengembang properti itu mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan pembayaran bunga obligasi domestik dan People's Bank of China juga menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan.

Investor dengan gugup menunggu apakah perusahaan dapat membayar bunga senilai $83,5 juta untuk obligasi luar negeri, yang jatuh tempo pada hari Kamis, serta liabilitas mencapai $300 miliar.

Sementara itu, Rusia memproduksi 173,99 ton emas periode antara Januari dan Juli, turun dari 176,30 ton yang diproduksi pada periode yang sama tahun 2020, Kementerian Keuangan negara itu mengatakan pada hari Rabu.

Di logam mulia lainnya, perak jatuh 1,34% ke 22,600 dan platinum turun0,23% di 993,70 pukul 11.09 WIB. Palladium stagnan di level 2.018,50 tetapi harga telah melonjak 6,2% pada hari Rabu, kenaikan satu hari terbesar sejak Maret 2020 - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Monday, September 20, 2021

PT Rifan - Ada Aksi Jual Tajam, Harga Emas Terpuruk Tiga Hari Beruntun


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kembali menurun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu Pagi). Penurunan emas memperpanjang kerugian tiga hari beruntun.

Harga emas turun di tengah aksi jual yang tajam karena USD menguat dan fokus investor tertuju pada kebijakan tapering The Fed. Dikutip dari Antara, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh lagi USD 5,3 atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada USD 1.751,40 per ounce.

Emas berjangka kehilangan 2,3 persen untuk minggu ini dan ditutup pada level terendah sejak 10 Agustus, 
 
Harga emas berjangka anjlok USD 38,1 atau 2,12 persen menjadi USD 1.756,70 pada Kamis (16/9), setelah merosot USD 12,3 atau 0,68 persen menjadi USD 1.794,8 dolar AS pada Rabu (15/9/2021), dan menguat USD 12,7 dolar AS atau 0,71 persen menjadi USD 1,807,10 dolar AS pada Selasa (14/9). Namun, kenaikan penjualan ritel AS pada Agustus menghidupkan kembali ketakutan tapering atau pengurangan pembelian aset lebih awal oleh The Fed.
 
Hal itu mendorong USD lebih tinggi dan mendorong penurunan tajam emas pada Kamis (16/9). Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Daniel Pavilonis menilai pasar sudah percaya bahwa Fed akan mengurangi pembelian obligasi, dan itu akan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi.

Pavilonis menambahkan USD diuntungkan dari permintaan safe-haven dari perkembangan di China seputar pengembang properti Evergrande. USD naik ke puncak tiga minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah juga naik. Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 45,7 sen atau 2,00 persen, menjadi ditutup pada USD 22,337 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD 7,3 atau 0,79 persen, menjadi ditutup pada USD 930,6 per ounce - PT RIFAN

Sumber : jpnn.com

Friday, September 17, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Anjlok 38,1 Dolar, Terpukul Menguatnya Penjualan Ritel AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas mempercepat penurunannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi, WIB), ketika data penjualan ritel Amerika Serikat yang kuat mendorong dolar AS lebih tinggi dan memberi amunisi untuk sepekulasi bahwa Federal Reserve dapat mempercepat pengurangan pembelian asetnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 38,1 dolar AS atau 2,12 persen menjadi ditutup pada 1.756,70 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (15/9/2021), emas berjangka juga merosot 12,3 dolar AS atau 0,68 persen menjadi 1.794,8 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 12,7 dolar AS atau 0,71 persen menjadi 1,807,10 dolar AS pada hari Selasa setelah naik 2,3 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.794,40 dolar AS pada hari Senin, dan melemah 7,9 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.792,10 dolar AS pada hari Jumat.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari Kamis (16/9/2021) bahwa penjualan ritel AS naik 0,7 persen yang disesuaikan secara musiman pada bulan Agustus, menyusul penurunan 1,8 persen pada bulan Juli. Data tersebut mendorong dolar dan imbal hasil obligasi AS lebih tinggi sehingga mengurangi permintaan emas.

Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan bahwa emas telah mendapat pukulan yang cukup besar dengan kenaikan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah dan data yang lebih kuat.

Kecuali ada beberapa peristiwa geopolitik atau kejutan dari Fed, menurut Haberkorn, lintasan emas tidak mungkin berubah menjelang pertemuan FOMC.

Emas juga menemukan sedikit dukungan dari kelesuan pasar tenaga kerja, dengan klaim pengangguran awal datang sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan minggu lalu.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran awal naik 20.000 menjadi 332.000 dalam pekan yang berakhir pada tanggal 11 September.
 

Angka penjualan ritel yang kuat menunjukkan sentimen konsumen mulai kembali, indikator yang baik bagi The Fed untuk membawa ekspektasi pada kenaikan suku bunga berikutnya," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Fokus sekarang beralih ke pertemuan Fed 21—22 September.

Ada banyak anggota di FOMC yang mendukung dimulainya pengurangan pembelian obligasi tahun ini. Oleh karena itu, prospek emas tidak positif," kata analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig.

Penghentian langkah-langkah dukungan ekonomi tidak hanya meredupkan status emas sebagai tempat berlindung yang aman—yang dipicu oleh pandemi—, tetapi kenaikan suku bunga berikutnya berarti peningkatan peluang kerugian untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Desember turun 1,007 dolar AS atau 4,23 persen menjadi ditutup pada 22,794 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 7,2 dolar AS atau 0,77 persen menjadi ditutup pada 923,3 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Tuesday, September 14, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hari Ini Bikin Deg Degan

 


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), menjelang rilis data ekonomi utama Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui AS akan merilis sejumlah data termasuk angka inflasi yang dapat menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve (Fed), saat ini investor juga khawatir tentang penyebaran COVID-19. Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, terangkat USD 2,3 atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada USD 1.794,4 per ounce.
 
Namun, harga emas berjangka masih berada di bawah level psikologis USD 1.800 untuk hari kedua berturut-turut, harga emas berjangka merosot USD 7,9 per ounce atau 0,44 persen menjadi USD 1.792,10 per ounce, setelah terangkat USD 6,5 per ounce atau 0,36 persen menjadi USD 1.800 per ounce pada Kamis (9/9/2021), dan jatuh USD 5 atau 0,28 persen menjadi USD 1.793,50 per ounce pada Rabu (8/9/2021). Fokus akan berada pada indeks harga konsumen bulanan AS, ukuran inflasi pilihan Fed, yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat. Angka penjualan dan produksi ritel Agustus juga akan dirilis dalam minggu ini.
 
Penekanan The Fed adalah pada lapangan kerja dan tidak terlalu khawatir tentang inflasi, mengandaikan sikap akomodatif yang positif untuk emas, kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek. Namun demikian, Melek mengatakan akan "sulit bagi emas untuk lepas landas" karena USD tetap kuat, menjaga perhatian pasar pada apa yang akan dilakukan Fed pada pertemuan berikutnya dari 21-22 September - PT RIFAN FINANCINDO
 
Sumber : jpnn.com