Thursday, August 11, 2022

Rifan Financindo - Bursa Saham Eropa Naik, Inflasi AS Lemah Dorong Sentimen Pasar

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa akan dibuka naik pada Kamis petang, didorong oleh kenaikan kuat di Wall Street semalam setelah inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi tekanan bagi Federal Reserve AS untuk secara agresif memperketat kebijakan moneter.

Pukul 13.00 WIB, kontrak DAX futures di Jerman naik 0,3%, CAC 40 futures Prancis naik 0,3% dan FTSE 100 futures Inggris naik 0,2%.

Ekuitas Eropa ditutup positif pada hari Rabu dan diperkirakan akan terus menguat pada hari Kamis menyusul tren positif dari Wall Street, setelah indeks bluechip Dow Jones Industrial Average ditutup naik lebih dari 500 poin, atau sebesar 1,6%.

Dorongan penguatan ini berasal dari berita utama indeks harga konsumen AS naik 8,5% tahun ke tahun di bulan Juli dan flat sebulan dibandingkan dengan Juni, di bawah perkiraan kenaikan 8,7% dan 0,2%, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih lambat tahun ini.

Investor kini memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh Fed pada bulan September, turun dari ekspektasi sebelumnya untuk kenaikan 75 basis poin.

Musim pendapatan berlanjut di Eropa Kamis. Deutsche Telekom (OTC:DTEGY) menjadi sorotan setelah raksasa komunikasi itu meningkatkan prospek tahunannya untuk kedua kalinya dan membukukan laba inti kuartalan di atas perkiraan pada hari Kamis, didukung oleh kinerja optimis dari unit AS T-Mobile.

Siemens (ETR:SIEGn) melaporkan pendapatan baik dari perkiraan untuk kuartal III pada hari Kamis, tetapi penurunan nilai di Siemens Energy mendorong kelompok teknik dan teknologi ini ke zona merah untuk pertama kalinya dalam hampir 12 tahun.

Daimler Truck (OTC:DDAIF) DDAIF (ETR:DTGGe) melaporkan kenaikan besar pendapatan pada kuartal II karena permintaan yang kuat, sementara laba operasi kuartal III Thyssenkrupp (ETR:TKAG) hampir bertambah tiga kali lipat didukung oleh harga baja yang tinggi.

Zurich Insurance (ENAM:ZURN) melaporkan kenaikan laba operasional 25% yang lebih baik dari perkiraan menjadi $3,39 miliar pada semester I, karena ditopang bisnis asuransi properti dan jiwa yang berkinerja baik.

Harga minyak turun tipis pada hari Kamis setelah cadangan minyak AS naik besar dan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan.

Cadangan minyak mentah AS naik 5,5 juta barel dalam minggu terakhir, menurut data dari Badan Informasi Energi (EIA) AS, lebih besar dari perkiraan peningkatan 73.000 barel.

Ini adalah minggu kedua berturut-turut kenaikan besar tak diduga dari stok minyak AS, yang mengindikasikan melemahnya permintaan di negara konsumen terbesar dunia itu.

Yang juga membebani yakni dimulainya kembali aliran pasokan gas melalui pipa utama Eropa, dari Rusia di sepanjang jaringan pipa Druzhba selatan, ketika perselisihan pembayaran diselesaikan.

Pukul 13.00 WIB, harga minyak AS turun 0,1% di $91,80 per barel, sedangkan kontrak Brent turun 0,1% ke $97,34.

Selain itu, harga emas berjangka turun 0,7% di $1,801.50/oz, sementara EUR/USD melemah 0,1% ke 1,0285 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Wednesday, August 10, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Stabil Cenderung Turun Fokus Inflasi AS, Tembaga Melemah Pasca Inflasi China

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas stabil pada hari Rabu saat permintaan safe haven naik menjelang data inflasi utama AS, sementara harga tembaga jatuh setelah inflasi pabrik China yang lemah menunjukkan permintaan yang lambat untuk logam industri itu.

Pukul 09.46 WIB, harga emas spot berada di sekitar $1.793,99/oz, sementara emas berjangka turun 0,1% di $1,809,95. Harga emas telah naik pada hari Selasa, mengikuti sesi yang bergejolak di Wall Street.

Pembelian logam kuning telah bertambah minggu ini oleh antisipasi data inflasi AS, dijadwalkan terbit pukul 19.30 WIB pada Rabu malam. Meski angkanya diperkirakan sedikit menurun dari bulan lalu ke tingkat tahunan sebesar 8,7% di bulan Juli, inflasi masih diperkirakan akan tetap berjalan di level tertinggi 40 tahun.

Ini, ditambah dengan laporan ketenagakerjaan bulan Juli yang besar, dapat membuka peluang untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan dari Federal Reserve bulan depan.

Skenario seperti ini tampaknya akan negatif untuk emas, namun investor juga memperkirakan bahwa meningkatnya risiko resesi di seluruh dunia akan mendorong permintaan safe haven untuk logam tersebut.

Amerika Serikat mencatat kontraksi ekonomi dua kuartal berturut-turut, sementara China nyaris mengalami kontraksi pada kuartal II. Zona Euro juga bersiap untuk menghadapi potensi resesi.

Data pada hari Rabu menunjukkan inflasi China tumbuh lebih rendah dari estimasi pada bulan Juli. Ini menunjukkan bahwa negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih bermasalah dengan dampak pembatasan COVID.

Hasil data - yang mengindikasikan penurunan aktivitas pabrik China yang berkepanjangan - sangat menekan harga logam industri. Indeks harga produsen China tumbuh 4,2% per tahun di bulan Juli, turun dari 6,1% di bulan Juni dan di bawah ekspektasi 4,8%.

Tembaga turun 0,5%, begitu pula nikel turun 0,7% setelah data tersebut, dan timah turun 0,63% ke 24.300,00 di ICE London pada penutupan Senin.

Pelemahan yang berkepanjangan dalam aktivitas pabrik China telah sangat membebani logam industri tahun ini, meskipun impor logam ke negara itu tetap stabil.

Sementara Karet naik 1,11% ke 154,40 pada penutupan Senin di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London berakhir di level 361,00 dalam perdagangan Jumat lalu, dan Kakao AS naik 0,56% di 2.353,00 Rabu dini hari - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, August 9, 2022

PT Rifan Financindo - Emas Naik Di Tengah Melemahnya USD Dan Turunnya Yield

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, dengan para trader memandang kepada aspek bullish harian dari melemahnya dollar AS dan jatuhnya yields obligasi AS memulai minggu perdagangan yang baru.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $11.00 ke $1,787.40 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan September naik $0.418 ke $20.255 per ons.

Pasar saham global bervariasi dan mengarah sedikit naik. Indeks saham AS mengarah sedikit naik pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Laporan penghasilan perusahaan akan menjadi fokus para trader saham pada minggu ini.

Para trader masih menggali laporan pekerjaan Non-Farm Payrolls AS bulan Juli yang keluar pada hari Jumat minggu lalu yang menunjukkan kenaikan yang kuat sebesar 528.000 di dalam Non-Farm Payrolls. Sementara pasar hanya memperkirakan kenaikan sebesar 260.000.

Setelah keluarnya angka pekerjaan AS yang kuat, pendapat bahwa Federal Reserve AS akan melonggarkan pengetatan kebijakan moneternya jadi mentah. Akibatnya kebanyakan di pasar sekarang masih melihat kenaikan tingkat bunga sebesar 0.75% oleh the Fed pada bulan September.

Cina masih melakukan latihan militernya di dekat Taiwan. Hal ini juga memberikan dorongan beli safe – haven di pasar emas.

Hal kunci di luar pasar emas adalah tetap rendahnya harga minyak mentah Nymex di sekitar $87.50 per barel. Indeks dollar AS melemah pada awal perdagangan sesi AS.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,776 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,769 dan kemudian $1,750.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,794 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,805 dan kemudian $1,825 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

 

Monday, August 8, 2022

PT Rifan - Bursa AS Buka Merah, Hasil Data Pekerjaan Perbesar Peluang Hike Rate Fed

PT RIFAN BANDUNG - Bursa saham AS dibuka turun setelah laporan pekerjaan Juli ternyata jauh lebih besar dari estimasi sehingga menimbulkan peringatan bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga agresifnya.

Pukul 20.42 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 125 poin, atau 0,4%, sedangkan S&P 500 turun 0,6% dan NASDAQ Composite jatuh 1%.

Ketenagakerjaan nonpertanian Juli meningkat 528.000, naik dua kali lipat dari perkiraan 250.000, sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5% dari 3,6%, sejak bulan April.

Biasanya laporan pekerjaan yang kuat akan menjadi alasan untuk optimis, dan investor telah menguatkan saham-saham dalam beberapa pekan terakhir bersamaan positifnya laporan pendapatan. Tetapi peluang ekspektasi Wall Street sekarang mendukung kenaikan suku bunga 75 bps lagi pada bulan September, ketika beberapa orang memperkirakan dalam beberapa hari terakhir bahwa Fed mungkin akan melangkah mundur.

Para pengambil kebijakan bank sentral akan bertemu pada bulan ini dalam konferensi tahunan dan kemudian mengadakan rapat kebijakan pada bulan September. Fed akan memiliki kesempatan untuk melihat lebih banyak data ekonomi, termasuk data inflasi, sebelum itu.

Saham Expedia Inc (NASDAQ:EXPE) naik hampir 3% setelah situs pemesanan perjalanan ini melaporkan permintaan perjalanan yang kuat, membantunya mengalahkan ekspektasi. Pendapatan penginapan naik hampir 60%.

Saham LYFT Inc (NASDAQ:LYFT) melonjak 6% usai aplikasi berbagi ekonomi tersebut mengatakan jumlah penumpangnya mencapai angka tertinggi sejak sebelum pandemi, tanda positif lain dari rutinitas orang yang kembali normal.

Saham Warner Bros Discovery Inc (NASDAQ:WBD) anjlok 16%. Perusahaan media yang baru merger ini melaporkan kerugian $3,4 miliar untuk kuartal tersebut. Biaya restrukturisasi dan transaksi membebani keuangan. Pertumbuhan streaming juga melambat.

Minyak turun. Harga Minyak WTI turun 0,5% di $88,22 per barel, sementara harga minyak Minyak Brent turun 0,4%, ke $93,72 per barel. Harg emas turun 1,1%, ke $1.786/oz - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Thursday, August 4, 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Labil Usai Komentar Hawkish The Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia bergerak labil pada perdagangan hari Rabu, tertekan penguatan dolar dan imbal asil US Treasury karena komentar hawkish  dari pejabat Federal Reserve menarik logam lebih jauh dari level tertinggi satu bulan pada sesi terakhir.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.761,76 per ounce berfluktuasi di kisaran USD20, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,7 persen menjadi USD1.776,4.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,2 persen membuat emas yang dihargakan dalam greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu.

"Beberapa pejabat The Fed mengulangi sikap agresif, yang menjaga arus masuk (dalam emas) terbatas," ujar Edward Moya, analis OANDA.

Namun, ketakutan resesi global akan mengakhiri kenaikan suku bunga agresif ini, jadi emas bakal mempertahankan tren bullish," tambahnya.

Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, Rabu, mengatakan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan depan akan masuk akal, jika ekonomi berkembang seperti ekspektasi.

Lingkungan suku bunga yang tinggi membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu memburuknya hubungan antara Washington dan Beijing atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan mendorong emas ke level tertinggi sejak 5 Juli pada sesi Selasa di USD1.787,79.

Emas dianggap sebagai investasi yang aman di tengah ketidakpastian geo-politik dan ekonomi.

Angka ketenagakerjaan Jumat sepertinya akan menawarkan kejelasan lebih lanjut tentang apa yang kemungkinan terjadi pada jalur pengetatan The Fed, dengan kejutan sisi atas kemungkinan akan memperkuat ekspektasi bank sentral yang lebih hawkish dan karenanya membebani emas," kata Ricardo Evangelista, analis ActivTrades.

Sementara itu harga perak di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD20,00 per ounce, platinum menguat 0,5 persen menjadi USD898,21, sementara paladium merosot 1,8 persen menjadi USD2.024,73 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

 

 

Wednesday, August 3, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - ECB Bertaruh Pada CBDC Dari Pada Bitcoin Untuk Pembayaran Lintas Batas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) tentang mengidentifikasi media pembayaran lintas batas utama yang dinobatkan sebagai mata uang digital bank sentral (CBDC) sebagai pemenang melawan pesaing, termasuk perbankan, Bitcoin (BTC) dan stablecoin, antara lain.

Ketertarikan ECB dalam mengidentifikasi solusi pembayaran lintas batas terbaik berasal dari fakta bahwa ECB berfungsi sebagai bank sentral dari 19 negara Uni Eropa yang telah mengadopsi euro. Studi, “Menuju Cawan Suci Pembayaran Lintas Batas,” menyebut Bitcoin sebagai aset kripto yang paling menonjol tanpa jaminan.

Pendapat EBC tentang Bitcoin sebagai sistem pembayaran lintas batas yang buruk bermuara pada mekanisme penyelesaian aset yang sangat fluktuatif, menambahkan bahwa:

“Karena penyelesaian di jaringan Bitcoin hanya terjadi sekitar setiap sepuluh menit, efek penilaian sudah terwujud pada saat penyelesaian, membuat pembayaran Bitcoin sebenarnya lebih rumit.”

Sementara studi tersebut menyoroti masalah penskalaan dan kecepatan yang melekat pada Bitcoin, studi tersebut gagal mempertimbangkan peningkatan yang tepat waktu, Taproot dan Lightning Network, yang meningkatkan kinerja jaringan, menyimpulkan bahwa “Teknologi yang mendasarinya (dan khususnya lapisan ‘proof-of-work’) pada dasarnya mahal dan boros.”

Di sisi lain, ECB mengakui CBDC lebih cocok untuk pembayaran lintas batas karena kompatibilitas yang lebih besar dengan konversi pertukaran valas (FX). Dua keuntungan utama yang disorot dalam hal ini adalah pelestarian kedaulatan moneter dan kemudahan pembayaran instan melalui perantara seperti bank sentral.

Bertentangan dengan ketergantungan ECB pada CBDC, Gubernur bank sentral Australia Phillip Lowe percaya bahwa solusi pribadi “akan lebih baik” untuk cryptocurrency selama risiko dimitigasi melalui regulasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : inforexnews.com

Tuesday, August 2, 2022

PT Rifan Financindo - Bursa Berjangka Eropa Turun Ketegangan Geopolitik Meningkat


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa diperkirakan akan dibuka turun pada Selasa petang, di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik serta potensi perlambatan ekonomi global.

Pukul 13.00 WIB, kontrak DAX futures di Jerman melemah 0,6%, CAC 40 futures di Prancis turun 0,4%, dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,3%. Dari Indonesia, IHSG melemah 0,63% di 6.924,53 pukul 14.11 WIB dan rupiah turun tipis 0,17% ke 14.896,0 per dolar AS.

Pasar saham di Eropa telah melanjutkan tren negatif dari Asia menyusul laporan media di Taiwan yang menunjukkan bahwa Ketua DPR AS Nancy Pelosi akan mengunjungi wilayah yang diklaim oleh Beijing tersebut.

Langkah seperti itu akan meningkatkan ketegangan antara dua negara adidaya ekonomi dunia. Jjuru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menyatakan pada hari Senin bahwa itu akan mengarah pada "perkembangan dan konsekuensi yang sangat serius".

Selain itu, Amerika Serikat menuding Rusia menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar Ukraina sebagai "perisai nuklir" dengan menempatkan pasukan di sana, yang berisiko menimbulkan kecelakaan nuklir.

Perkembangan ini muncul usai data PMI manufaktur dari Amerika Serikat, Eropa dan Asia, yang dirilis selama beberapa hari terakhir, menunjukkan perlambatan aktivitas pabrik di bulan Juli, yang menambah kekhawatiran atas resesi.

Juga, Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 1,85% pada hari Selasa dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut, serta melanjutkan pengetatan agresif yang telah diadopsi banyak bank sentral untuk memerangi inflasi, dengan timbulnya risiko perlambatan ekonomi global.

Di sisi perusahaan, rilis pendapatan utama hari Selasa akan datang dari BP (LON:BP), di mana raksasa energi Inggris itu diperkirakan akan menyusul pesaingnya Shell (LON:SHEL) memimpin perolehan hasil kuartalan yang kuat karena harga minyak dan gas yang tinggi lebih dari mengimbangi dampak negatif keluar perusahaan dari Rusia.

Data ekonomi Eropa sebagian besar kosong pada hari Selasa, dan Tingkat Pengangguran Spanyol satu-satunya rilis hari ini.

Harga minyak turun pada hari Selasa, melanjutkan aksi jual sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran penurunan manufaktur global akan memukul permintaan menjelang pertemuan produsen utama untuk membahas produksi di masa depan.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada hari Rabu untuk membahas pasokan di masa depan.

Kelompok itu baru-baru ini membatalkan pemotongan pasokan minyak era pandemi, dan sekarang diperkirakan akan menjaga produksi tetap stabil meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi.

Pada pukul 13.00 WIB, harga minyak WTI turun 0,8% di $93,19 per barel, sedangkan kontrak Brent turun 0,9% di $99,09 per barel.

Adapun, harga Karet sentuh 159,00 pada penutupan Jumat di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London ditutup di level 407,90, dan Kakao AS berakhir naik 0,82% ke 2.342,00 hingga Selasa dini hari.

Nikel jatuh 2,14% di 23.822,00 pukul 14.22 WIB, Timah mencapai 25.047,00 di ICE London pada penutupan Jumat lalu. Selain itu, harga emas berjangka naik 0,1% ke $1.788,35/oz, sementara EUR/USD diperdagangkan naik 0,1% di 1,0268 dan tren kripto, Bitcoin terus turun 2,38% ke 22.775,1 pukul 14.29 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com