Monday, January 16, 2023

PT Rifan - Harga Emas Berjangka Diprediksi Naik Awal Pekan, Ini Penopangnya

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka diprediksi menguat pada awal pekan depan menyusul sejumlah sentimen global sepanjang minggu lalu. Pada akhir pekan ini, harga emas di pasar Amerika Serikat berada di level USD1.920,67 per troyounce. 

Perdagangan Senin depan harga emas dunia akan menguat di rentang USD1.910 per troyounce hingga USD1.930 per troyounce," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi

Ibra mengamati harga emas terdongkrak karena inflasi yang surut membuat imbal hasil / yield obligasi dan dolar menjadi lebih rendah, sehingga membuat logam kuning menjadi lebih digemari.  

Peluang kenaikan harga emas juga hadir di tengah ekspektasi bahwa bank sentral AS / Federal Reserve dapat mengurangi laju suku bunga mereka.

Diketahui inflasi AS naik 6,5% yoy di periode Desember. Angka itu lebih rendah sejak Oktober 2021, sebagaimana tersaji dalam laporan Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada akhir pekan lalu, dolar merosot ke level terendah tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang lainnya. Tren inflasi yang melunak berpeluang menggeser retorika hawkish The Fed.

Penutupan harga emas di USD1.920 per troyounce menjadi sinyal penguatan di akhir bulan ini. Bisa saja harga emas akan menuju level tertinggi di USD1.985 per troyounce apabila tembus di level USD1.947 per troyounce," kata Presiden dan Founder Astronacci, Gema Merdeka Goeryadi - PT RIFAN

Sumber : 

 

Friday, January 13, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melonjak Setelah Inflasi AS Sesuai Ekspektasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tajam mendekati level psikologis 1.900 dolar pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencatat keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut setelah pertumbuhan harga konsumen AS pada Desember melambat seperti yang diperkirakan, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga yang lebih kecil. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 19,90 dolar AS atau 1,06 persen menjadi ditutup pada 1.898,80 dolar AS per ounce, setelah menembus tertinggi sesi di 1.906,50 dolar AS, level tertinggi sejak Mei, ketika mencapai puncak 1.910,20 dolar AS. 

Emas berjangka terkerek 2,40 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.878,90 dolar AS pada Rabu (11/1/2023), merosot 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.876,50 dolar AS pada Selasa (10/1/2023), setelah terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.877,80 dolar AS

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (12/1/2023) bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran biaya hidup AS, turun 0,1 persen pada Desember, sesuai dengan perkiraan penurunan oleh para ekonom. Tingkat tahunan indeks turun untuk bulan keenam berturut-turut menjadi 6,5 persen dari 7,1 persen, level terendah dalam lebih dari setahun.

Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Oktober 2021,” kata Departemen Tenaga Kerja dalam rilis berita. 

Analis pasar mencatat penurunan tersebut mungkin mengindikasikan bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya. Untuk keputusan suku bunga berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral mengumumkan kenaikan yang lebih kecil lagi sebesar 25 basis poin.  

Berbicara secara virtual dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bankir Wisconsin pada Kamis (12/1/2023), Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen secepatnya untuk memastikan tekanan harga ditundukkan.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun setelah data inflasi dirilis, memberikan dukungan terhadap emas.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/1/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 1.000 ke penyesuaian musiman 205.000 di pekan yang berakhir 7 Januari. Data yang lebih baik dari perkiraan membatasi kenaikan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 52,3 sen atau 2,23 persen, menjadi menetap pada 24,004 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, ditutup pada 1.084,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

Thursday, January 12, 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Melonjak Jelang Laporan Inflasi AS

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya menjadi bertengger di level tertinggi delapan bulan di tengah spekulasi bahwa laporan inflasi AS yang akan dirilis dalam 24 jam ke depan akan mendorong Federal Reserve memperlambat kenaikan suku bunganya. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange terkerek 2,40 dolar AS atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 1.878,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.890,90 dolar AS dan terendah sesi di 1.870,90 dolar AS. 

Emas berjangka merosot 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.876,50 dolar AS pada Selasa (10/1), setelah terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.877,80 dolar AS pada Senin (9/1), dan melonjak 29,10 dolar AS atau 1,58 persen menjadi 1.869,70

Kontrak berjangka emas pada Rabu (11/1) ditutup pada penyelesaian tertinggi sejak 6 Mei, dan telah meningkat sekitar 3,0 persen sejak awal tahun, memperpanjang kenaikan hampir 4,0 persen dari Desember dan reli 7,0 persen dari November.  

Reli emas bertepatan dengan kenaikan saham di Wall Street karena para pedagang di seluruh pasar bertaruh pada penurunan angka inflasi yang cukup besar dari laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. 

Pembacaan IHK Desember akan menentukan apakah Federal Reserve akan terus menurunkan kenaikan suku bunganya pada pertemuan kebijakan 1 Februari. Para pedagang memperkirakan nada kurang hawkish dari Federal Reserve dalam kebijakan moneternya.

"Reli emas baru-baru ini telah mencapai level tertinggi delapan bulan dan dapat berlanjut lebih jauh jika tren disinflasi tetap kuat," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

Emas juga mendapat dukungan, karena pencabutan pembatasan COVID-19 China dan pembukaan kembali ekonomi dapat meningkatkan permintaan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,4 sen atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 23,481 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 4,2 dolar atau 0,39 persen, menjadi menetap pada 1.084,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

Wednesday, January 11, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Saham AS Naik, Investor Tunggu Data Inflasi & Langkah Suku Bunga Fed Berikutnya


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham AS naik pada Selasa malam dan investor menantikan data inflasi minggu ini dan langkah suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve.

Pukul 21.43 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 70 poin atau 0,2%, S&P 500 naik 0,1% dan NASDAQ Composite naik 0,1%.

Ketua Fed Jerome Powell berpidato sebelum bel pembukaan perdagangan dari sebuah konferensi di Swedia, di mana para pejabat berkumpul untuk berbicara mengenai independensi bank sentral. Powell mengatakan para pengambil kebijakan membutuhkan kebebasan dari pengaruh politik saat mereka membuat keputusan soal kebijakan moneter, yang seringkali tidak populer.

The Fed telah mencoba meredam inflasi dengan menaikkan suku bunga stabil selama setahun terakhir, yang telah membebani sektor saham teknologi dan menyebabkan penurunan di pasar saham umumnya. The Fed juga mengakui bahwa tingkat pengangguran, sekarang ada di level terendah 50 tahun, akan naik saat mencoba mendinginkan ekonomi.

Namun, jatuhnya pasar saham dan meningkatnya pengangguran merupakan tema sensitif bagi para politisi. Para presiden sering kali marah pada tindakan Fed di masa lalu yang tampaknya tidak meningkatkan modal politik mereka.

"Tidak adanya kontrol politik langsung atas keputusan kami memungkinkan kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan ini tanpa mempertimbangkan faktor politik jangka pendek," kata Powell dalam sambutan yang disiapkan, Reuters melaporkan.

Powell tidak secara langsung membahas pemikiran Fed saat ini tentang ke mana arah suku bunga di AS, meskipun pasar tampaknya setuju bahwa peluang lebih banyak kenaikan suku bunga. Trader mengharapkan kenaikan 25 bps ketika Fed bertemu berikutnya pada bulan Februari.

Minggu ini menampilkan rilis data inflasi untuk bulan Desember yang dapat memberi The Fed lebih banyak pembenaran untuk menaikkan suku bunga sebesar jumlah tersebut, yang akan menjadi langkah yang lebih lambat dari kenaikan sebelumnya tatkala harga menunjukkan tanda-tanda pendinginan.

Laba bank besar akan menutup minggu ini pada hari Jumat. Bank-bank seharusnya dapat menunjukkan keuntungan dari kenaikan suku bunga, yang membantu mereka mendapatkan lebih banyak keuntungan dari pinjaman. Tetapi pasar modal dan aktivitas tercapainya kesepakatan dapat menghasilkan pendapatan yang diredam dari beberapa perusahaan terbesar di Wall Street.

Saham Bed Bath & Beyond Inc (NASDAQ:BBBY) naik 11% meskipun kerugian dan pendapatan kuartalannya lebih buruk dari perkiraan laba. Peritel perlengkapan rumah tangga ini telah mengindikasikan sedang menjajaki opsi strategis, termasuk kemungkinan pengajuan kepailitan.

Minyak WTI naik 0,9% di $75,31 per barel, sementara minyak Brent naik 0,7% ke $80,23 per barel. Emas berjangka naik 0,2% menjadi $1.880 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, January 10, 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Bukan Main, Investor Wajib Mencermati Data Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada Senin (9/1) menuju ke level tertinggi tujuh bulan setelah tanda-tanda pasar pekerjaan yang mendingin.

Perdagangan pasar Eropa jam 19.30 WIB, Senin (9/1) harga emas dunia di level di USD 1873,58 per troyounce. Sedangkan dalam perdagangan di hari Selasa harga emas Dunia akan di perdagangkan menguat di rentang USD 1863,36 per troyounce – USD 1888,70 per troyounce. Data pekerjaan Amerika Serikat (AS) mendorong harapan untuk pembacaan inflasi AS yang lebih lembut pada minggu ini.

Hal itu berpengaruh besar dan akhirnya mengubah retorika hawkish Federal Reserve (The Fed). Harga logam kuning pun melonjak pada hari Jumat setelah data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan nonfarm payrolls AS tumbuh pada laju paling lambat dalam setahun pada Desember 2022. Pembacaan untuk dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah, sementara pertumbuhan upah juga mereda.

Pembacaan tersebut meredakan kekhawatiran bahwa pasar pekerjaan AS yang terlalu panas akan mencegah pelonggaran inflasi lebih lanjut tahun ini. Keadaan itu mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melunakkan sikap hawkishnya lebih cepat dari yang diperkirakan, membiarkan tekanan pada emas dan aset non-yielding lainnya.

Fokus pasar beralih ke data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Kamis untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur suku bunga AS," ungkap President and Founder at Astronacci Aviatio Gema Merdeka Goeyardi dalam catatan hariannya. Menurut Gema, inflasi CPI diperkirakan akan turun ke level terendah pada Desember 2022. Hal itu menunjukkan bahwa serangkaian kenaikan suku bunga yang tajam oleh Fed pada 2022 memiliki efek yang diharapkan.
 
Kenaikan suku bunga ini memukul harga emas tahun lalu, karena mendorong biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, logam kuning mengalami kebangkitan minat selama sebulan terakhir, dengan permintaan safe haven juga kembali bermain di tengah kekhawatiran potensi resesi pada 2023. The Fed sekarang diharapkan untuk lebih memperlambat laju kenaikan suku bunga, dengan mayoritas pedagang memperkirakan kenaikan hanya 25 basis poin pada bulan Februari. "Tetapi bank sentral telah memperingatkan bahwa itu dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com

Monday, January 9, 2023

PT Rifan - Dolar Jatuh Setelah Laporan Data NFP AS

PT RIFAN BANDUNG - Dolar jatuh pada hari Jumat setelah data pekerjaan AS menunjukkan gambaran ketenagakerjaan yang kuat, tetapi bukan blockbuster pada bulan Desember, sementara laporan terpisah menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa AS berkontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2-1/2 tahun pada bulan itu.

Pengusaha menambahkan 223.000 pekerjaan pada bulan Desember, lebih dari perkiraan ekonom sebesar 200.000.

Upah juga tumbuh 0,3% bulan lalu, kurang dari 0,4% di bulan November dan di bawah perkiraan 0,4%. Itu menurunkan kenaikan upah tahun-ke-tahun menjadi 4,6% dari 4,8% di bulan November.

Ada sedikit ketakutan bahwa ini bisa menjadi cetak blockbuster dalam hal pertumbuhan pekerjaan,” yang merupakan risiko karena penyesuaian musiman yang umum terjadi pada bulan Desember, kata Mazen Issa, ahli strategi valuta asing senior di TD Securities di New York.

Pelonggaran pertumbuhan upah juga “menggembirakan,” tambah Issa, meskipun ia mencatat elemen hawkish dalam data.

Tingkat pengangguran turun, yang tidak diharapkan, dan peningkatan tingkat partisipasi,” kata Issa. “Angka ini tidak membantu siapa pun dalam menentukan apakah Fed perlu melakukan 25 atau 50 pada pertemuan berikutnya.”

Dolar turun 1,17% hari ini terhadap sekeranjang mata uang menjadi 103,88, setelah mencapai 105,63, tertinggi sejak 7 Desember.

Euro naik 1,19% menjadi $1,0645 dan berada di jalur untuk persentase kenaikan harian terbesar sejak 11 November. Dolar turun 1,03% terhadap yen Jepang menjadi 132,07.

Greenback memperpanjang kerugian setelah Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI non-manufakturnya turun menjadi 49,6 bulan lalu dari 56,5 pada November. Ini adalah pertama kalinya sejak Mei 2020 PMI jasa turun di bawah ambang batas 50, yang menunjukkan kontraksi di sektor yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS.

Departemen Perdagangan juga mengatakan pada hari Jumat bahwa pesanan pabrik turun 1,8% pada bulan November, setelah naik 0,4% pada bulan Oktober. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pesanan turun 0,8%.

Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Jumat bahwa data pekerjaan AS terbaru adalah tanda lain bahwa ekonomi secara bertahap melambat dan jika hal itu terus berlanjut, Fed dapat turun ke kenaikan suku bunga seperempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Presiden Fed Richmond Thomas Barkin juga mengatakan langkah bank sentral AS untuk menurunkan kenaikan suku bunga akan membantu membatasi kerusakan ekonomi.

The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Desember, setelah membuat empat kenaikan 75-bp berturut-turut.

Pedagang berjangka dana Fed meningkatkan taruhan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir pertemuan dua hari pada 1 Februari setelah data hari Jumat. Kenaikan 25 bp sekarang dilihat sebagai probabilitas 73%, dibandingkan dengan 54% sebelum laporan pekerjaan, dengan kenaikan 50 bp sekarang dilihat sebagai probabilitas 27%.

Data harga konsumen yang sangat dinantikan pada 12 Januari dapat memengaruhi kebijakan bank sentral AS.

Diharapkan untuk menunjukkan bahwa harga utama tidak berubah pada bulan Desember sementara harga inti naik 0,3% - PT RIFAN

Sumber : inforexnews.com

Thursday, January 5, 2023

Rifan Financindo - Emas Terangkat 12,90 Dolar Didorong Greenback Yang Lebih Lemah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berhasil menembus level psikologis 1.850 dolar AS dan memperpanjang keuntungannya untuk hari keempat berturut-turut didorong dolar AS yang lebih lemah setelah para pelaku pasar mencerna risalah pertemuan terbaru Federal Reserve.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat 12,90 dolar AS atau 0,70 persen menjadi ditutup pada 1.859,00 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menembus tertinggi sesi di 1.871,30 dolar AS dan terendah di 1.842,00 dolar AS.


Emas berjangka melonjak 19,9 dolar AS atau 1,09 persen menjadi 1.846,10 dolar AS pada Selasa (3/1/2024), setelah menguat 0,20 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.826,20 dolar AS pada Jumat (30/12/2022), dan terangkat 10,20 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.826,00 dolar AS pada Kamis


Bursa Comex ditutup pada Senin (2/1/2023) untuk hari libur Tahun Baru.
Dolar AS merosot pada perdagangan Rabu (4/1/2023) dengan indeks dolar, yang mengukur greenback  terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,25 persen menjadi 104,2430 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT), setelah risalah pertemuan Fed Desember tidak memberikan kejutan atau informasi baru tentang ukuran kenaikan suku bunga yang diharapkan pada Februari.


Emas menemukan dukungan tambahan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun. Para analis pasar juga mengaitkan kenaikan emas dalam beberapa pekan terakhir dengan risiko resesi yang meningkat, karena memegang emas menguntungkan selama masa ketidakpastian


Investor sekarang sedang menunggu laporan pekerjaan bulanan besar yang akan keluar pada Jumat
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 27,2 sen atau 1,12 persen, menjadi ditutup pada 23,964 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun satu dolar AS atau 0,09 persen, menjadi menetap pada 1.092,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com