Friday, August 4, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Raih Sedikit Dorongan Setelah Downgrade AS, Dolar Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Logam mulia terima sedikit permintaan safe haven, bahkan ketika downgrade utang AS oleh Fitch mendorong risk aversion di pasar keuangan lainnya.

Namun analis mengatakan bahwa langkah ini akan berdampak kecil pada pasar keuangan, dan lebih didorong oleh kekhawatiran akan pengeluaran fiskal yang membengkak dan perdebatan politik mengenai kebijakan.

Dolar naik setelah downgrade Fitch, mendapat dukungan dari data payrolls yang jauh lebih kuat oleh ADP. Angka tersebut mengikuti data awal pekan ini yang menunjukkan beberapa tanda pemulihan manufaktur dan konstruksi AS.

Data juga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang ekonomi yang cukup untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya di sana - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi pasar emas dan logam.

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk menyimpan emas, dan juga membuat investor lebih memilih dolar sebagai aset safe haven daripada emas.

Pasar juga menunggu peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Bank of England hari ini.

Komoditas pagi ini, nikel jatuh 3,49% pada penutupan dini hari, timah jatuh 3,19% Selasa di ICE London, dan bijih besi jatuh 3,68% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Thursday, August 3, 2023

Rifan Financindo - Emas Raih Sedikit Dorongan Setelah Downgrade AS, Dolar Menguat

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Logam mulia terima sedikit permintaan safe haven, bahkan ketika downgrade utang AS oleh Fitch mendorong risk aversion di pasar keuangan lainnya.

Namun analis mengatakan bahwa langkah ini akan berdampak kecil pada pasar keuangan, dan lebih didorong oleh kekhawatiran akan pengeluaran fiskal yang membengkak dan perdebatan politik mengenai kebijakan.

Dolar naik setelah downgrade Fitch, mendapat dukungan dari data payrolls yang jauh lebih kuat oleh ADP. Angka tersebut mengikuti data awal pekan ini yang menunjukkan beberapa tanda pemulihan manufaktur dan konstruksi AS.

Data juga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang ekonomi yang cukup untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya di sana - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi pasar emas dan logam.

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk menyimpan emas, dan juga membuat investor lebih memilih dolar sebagai aset safe haven daripada emas.

Pasar juga menunggu peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Bank of England hari ini.

Komoditas pagi ini, nikel jatuh 3,49% pada penutupan dini hari, timah jatuh 3,19% Selasa di ICE London, dan bijih besi jatuh 3,68% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, August 2, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka -Emas Lepas Level Kunci $2.000

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sedikit pada hari Rabu setelah alami kerugian di sesi sebelumnya membuat emas berjangka kehilangan level bullish kunci, sementara penguatan dolar terus menekan harga logam lebih luas.

Harga tembaga juga stabil pada hari Rabu setelah kehilangan level kunci di sesi sebelumnya, berada di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat dan rentetan data manufaktur yang lemah dari seluruh dunia.

Namun beberapa tanda pemulihan di sektor manufaktur AS dan belanja konstruksi mendorong dolar saat pasar khawatir bahwa ketahanan ekonomi AS akan memberikan ruang yang cukup bagi the Fed untuk terus menaikkan suku bunga.

Hal ini membebani emas dan sebagian besar harga logam lainnya, yang akan merugi dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.

Emas spot stabil di $1,949.88/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada bulan Desember flat di $1.986,35/oz cenderung naik pada pukul 07.23 WIB. Kedua instrumen turun antara 0,6% dan 1% pada hari Selasa, dengan emas berjangka juga kehilangan level kunci $2.000/oz - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, August 1, 2023

PT Rifan Financindo - Emas Berjangka Berakhir Sedikit Lebih Tinggi

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas berjangka menetap lebih tinggi pada hari Senin (31/7) di tengah optimisme bahwa bank sentral utama mendekati akhir siklus pengetatan.

Data menunjukkan pada hari Jumat bahwa pengukur inflasi favorit Fed melambat ke level terendah dua tahun pada bulan Juni, sehingga meredam kekhawatiran mengenai prospek suku bunga.

Dolar yang kuat membatasi sisi atas logam kuning. Indeks dolar, yang turun ke 101,53 sekitar pertengahan pagi, pulih ke 101,82 di sesi selanjutnya, naik hampir 0,2%.

Emas berjangka untuk bulan Desember berakhir lebih tinggi $9,30 pada level $2.009,20 per ons.

Sementara kontrak berjangka perak untuk bulan September berakhir naik $0,472 pada level $24,972 per ons, sementara kontrak berjangka Tembaga untuk bulan September berakhir di $4,0080 per pon, naik $0,0815.

"Harga emas mencoba menembus bullish karena optimisme tumbuh bahwa bank sentral utama mendekati akhir dari siklus pengetatan mereka," kata Edward Moya, yang merupakan analis pasar senior di OANDA. Dan BOE mungkin selesai setelah beberapa kenaikan lagi. The Fed jelas menunggu data, tetapi mereka mungkin selesai jika inflasi berjalan baik."

Moya menambahkan bahwa reli emas dapat berlanjut jika prospek pertumbuhan memburuk. "Jika Wall Street memulai penurunan suku bunga secara agresif pada kuartal pertama 2024, emas dapat dengan mudah menemukan pijakan di atas level $2000,"tambahnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber: FX.co

Monday, July 31, 2023

PT Rifan - Data Nonfarm Payrolls AS Menjadi Fokus Minggu Ini

PT RIFAN BANDUNG - Fokus minggu ini mayoritas akan tertuju pada data utama nonfarm payrolls AS yang akan terbit pada hari Jumat dan diharapkan bisa memberikan lebih banyak wawasan tentang pasar tenaga kerja yang kuat.

Sementara The Fed telah menargetkan beberapa pendinginan dalam ruang tenaga kerja dengan kenaikan suku bunganya, ketenagakerjaan AS sebagian besar tetap kuat tahun ini - sebuah skenario yang dapat menimbulkan sikap hawkish dari bank sentral.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada hari Minggu bahwa kenaikan suku bunga di masa depan akan sangat bergantung pada data, dan pasar tenaga kerja akan mengalami pendinginan tahun ini. Ia juga mengatakan bahwa prospek inflasi tampak positif.

Setiap potensi jeda dalam siklus kenaikan suku bunga the Fed menjadi pertanda positif bagi emas, mengingat kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk memiliki emas. Tetapi data ekonomi AS yang kuat minggu lalu telah menekan emas, di tengah kekhawatiran bahwa kekuatan ekonomi AS memberi ruang yang cukup bagi The Fed untuk terus menaikkan suku bunga.

Komoditas lain, nikel naik 2,7% pada penutupan Sabtu lalu, timah naik 0,21% Jumat di ICE London, bijih besi turun 0,19% dan tembaga turun 0,25% pukul 10.45 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, July 28, 2023

Rifan Financindo Berjangka - EUR/USD Berhasil Naik Ke 1.1100 Setelah Keputusan The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pada jam perdagangan sesi Asia hari Kamis pagi, EUR/USD berhasil naik ke 1.1100 setelah pengumuman keputusan the Fed yang keluar sesuai dengan yang diperkirakan.

The Fed pada hari Kamis dinihari menaikkan tingkat bunga kuncinya sebesar 25 bps menjadi 5.25% – 5.50%, level  tertinggi dalam 22 tahun, sesuai dengan yang diperkirakan dengan alasan karena masih tingginya tingkat inflasi.

Kekuatiran akan potensi ECB menjadi dovish bersamaan dengan melemahnya dolar AS menahan kenaikan EUR/USD lebih lanjut.

Sebelum pengumuman keputusan FOMC the Fed, EUR/USD bertahan di keuntungan harian yang diperolehnya di atas 1.1050 di sekitar 1.1065 dengan aksi perdagangan masih sepi.

Menjelang keputusan tingkat bunga Federal Reserve’s AS, keputusan tingkat bunga Federal Reserve AS (the Fed) yang paling penting, dolar AS menemukan kesulitan untuk mengumpulkan kekuatannya sehingga membuat pasangan matauang ini tetap tinggal di warna hijau.

EUR/USD memperoleh daya tariknya pada pertengahan minggu dan stabil di atas 1.1050 dengan para investor menahan diri dari mengambil posisi yang besar sebelum Federal Reserve AS (the Fed) mengambil keputusan kebijakan moneternya pada pagi hari sekitar jam 02.00 hari Kamis.

Membaiknya sentimen terhadap resiko menyebabkan minat terhadap dolar AS hilang pada paruh ke dua perdagangan hari Selasa, membantu EUR/USD membalikkan arahnya. Data Consumer Confidence Index yang dipublikasikan oleh Conference Board menarik arus terhadap resiko dan indeks saham utama di Bursa Berjangka tetap ditutup dalam teritori yang positip.

The Fed diperkirakan akan menaikkan tingkat bunganya sebesar 25 bps ke rentang 5.25 – 5.5%. Karena keputusan ini sudah diperhitungkan di dalam harga, bahasa di dalam pernyataan kebijakan dan komentar dari ketua FOMC the Fed Jerome Powell akan outlook kebijakan ke depannya menggerakkan valuasi dari dolar AS.

Walaupun dotplot bulan Juni menunjukkan kebanyakan pembuat kebijakan melihat pantas untuk menaikkan tingkat bunga paling sedikit dua kali lagi dalam tahun 2023, angka inflasi yang rendah untuk bulan Juni membangkitkan optimisme bahwa the Fed telah mencapai tingkat bunga terminatl dengan kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli ini.

Namun dengan keluarnya data makro ekonomi baru – baru ini dari AS yang meneguhkan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat dan aktifitas ekonomi yang relatip sehat, investor

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.1050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1000 dan kemudian 1.0980. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1100  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1160 dan kemudian 1.1200 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Thursday, July 27, 2023

Rifan Financindo - Fed Naikkan Suku Bunga 0,25% Untuk Terus Tekan Inflasi Setelah Lewatkan Bulan Juni

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada dini hari tadi dan mengisyaratkan perlunya menekan inflasi tinggi lebih lanjut setelah melewatkan kenaikan bulan lalu.

Federal Open Market Committee, atau FOMC, komite penetapan suku bunga The Fed, menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 5,25% hingga 5,5%.Ini adalah kenaikan suku bunga kesebelas dalam siklus ini, membawa suku bunga ke level tertinggi dalam 22 tahun terakhir, ketua Federal Reserve Powell sangat ingin menjaga opsi kebijakan moneter bank sentral tetap fleksibel, dengan mengatakan bahwa kenaikan atau jeda akan dilakukan pada bulan September.

"Tentu saja ada kemungkinan kami akan menaikkan suku bunga lagi pada rapat September jika data mendukung, kata Powell. Ada kemungkinan bahwa kami akan memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada rapat tersebut... kami akan membuat penilaian yang cermat dalam rapat saya."

Pernyataan ini membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lagi di tahun ini, memberikan ruang yang cukup bagi The Fed untuk menyesuaikan kebijakan jika inflasi meningkat.

"Rapat The Fed kali ini adalah tentang fleksibilitas maksimum, memberi mereka kemampuan untuk melakukan kenaikan 25 bps lagi, tetapi tidak lebih dari itu," kata Phillip Colmar, ahli strategi global di MRB Partners kepada Yasin Ebrahim dari Investing.com dalam wawancara pada hari Rabu.

"Fed telah merevisi pernyataan resesi, yang menurut saya sudah tepat, tetapi Fed menyatakan bahwa inflasi tidak akan turun ke target 2% hingga 2025, yang memberikan mereka fleksibilitas dalam beberapa bulan ke depan," tambah Colmar.

Keengganan Powell untuk memberikan petunjuk lain tentang laju kenaikan suku bunga, membuat perkiraan pasar untuk kenaikan suku bunga bulan November hampir tidak berubah dari sebelum rapat di sekitar 40%, Jefferies mengatakan dalam sebuah catatan hari Rabu

Kami menduga Powell mungkin cukup senang dengan hal itu," tambahnya - - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing