Monday, September 25, 2023

PT Rifan - Pasar Debat Soal Kapan Kenaikan Fed Berikutnya

PT RIFAN BANDUNG - Indeks Dolar mencapai level tertinggi enam bulan pada hari Jumat, membatasi pembelian komoditas berdenominasi dolar oleh para pemegang mata uang lainnya. Mengimbangi beberapa kuatnya dolar adalah penurunan obligasi AS, yang diukur dengan Treasury note 10 tahun, yang mencapai level tertinggi sejak 2007 sebelum akhirnya turun.

Yields dan dolar melonjak minggu ini setelah The Fed memproyeksi 0,25 bps untuk kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, meskipun membiarkan suku bunga tidak berubah untuk bulan September dalam rapat kebijakan hari Rabu.

"Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, jika diperlukan," kata Ketua Fed Jerome Powell sat konferensi pers pada Rabu. "Fakta bahwa kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan dalam rapat ini tidak berarti kami telah memutuskan bahwa kami telah atau belum mencapai sikap kebijakan moneter yang kami cari."

The Fed telah menaikkan suku bunga 11 kali antara Februari 2022 dan Juli 2023, menambahkan total 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar sebelumnya yang hanya 0,25%. Bank sentral telah memperkirakan bahwa suku bunga AS akan berada di kisaran 5,1% hingga 2024.

The Fed masih memiliki dua rapat kebijakan lagi untuk tahun ini - pada bulan November dan Desember. Pasar mencoba menebak bulan mana yang akan dipilih bank sentral untuk kenaikan terakhirnya di tahun 2023 - PT RIFAN

Sumber : investing

Thursday, September 21, 2023

Rifan Financindo - Fed Jeda, Tapi Peringatkan Setidaknya Satu Kali Lagi Kenaikan Suku Bunga Sebelum Akhir Tahun

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - The Fed, seperti yang diharapkan secara luas, mempertahankan suku bunga AS di akhir rapat dua harinya dini hari tadi. Namun, Fed juga indikasikan bahwa mereka berencana naikkan suku bunga sebelum akhir tahun dalam upaya untuk mengembalikan inflasi ke target yang telah lama diinginkan yaitu 2% per tahun dari level saat ini di atas 3%.

"Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan," kata Powell dalam sebuah konferensi pers setelah mengumumkan keputusan suku bunga terbaru the Fed. "Fakta bahwa kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada rapat ini tidak berarti kami telah memutuskan bahwa kami telah atau belum mencapai sikap kebijakan moneter yang kami cari."

The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali antara Februari 2022 dan Juli 2023, menambahkan total 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar sebelumnya yang hanya 0,25%.

Selain The Fed, keputusan suku bunga Inggris dan Jepang juga akan diumumkan minggu ini.

People's Bank of China mempertahankan loan prime rates/LPR di tingkat rekor terendah pada hari Rabu, seperti yang diperkirakan secara luas. Namun bank sentral juga terlihat mempertahankan langkah likuiditasnya, saat bergerak untuk mendukung pemulihan ekonomi yang melambat - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, September 20, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Keputusan Suku Bunga Bank Sentral

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasar global menyesuaikan dengan prospek baru untuk kenaikan suku bunga setelah European Central Bank (ECB) pada hari Kamis menaikkan suku bunga ke tingkat rekor 4% meskipun sinyal bahwa kenaikan tersebut adalah yang terakhir.

Para pengambil kebijakan The Fed diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga saat bertemu pada 20 September, tidak setelah 11 kali kenaikan yang menambah 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar yang hanya 0,25% pada Februari 2022.

Tetapi apa yang dikatakan Ketua Jerome Powell dalam konferensi pers Rabu setempat atau dini hari nanti akan sangat diawasi untuk mencari petunjuk mengenai pemikiran Fed untuk sisa tahun ini, terutama dengan dua rapat kebijakan lagi yang dijadwalkan untuk November dan Desember.

Namun, dengan kenaikan Fed yang tampaknya tidak akan terjadi untuk saat ini, investor dolar tidak banyak ambil posisi sementara yang lain mengambil keuntungan dari reli greenback selama delapan minggu terakhir.

Harga konsumen AS naik dua bulan berturut-turut di Agustus, mencapai pertumbuhan year-on-year sebesar 3,7% dari 3,2% di bulan Juli, akibat tingginya harga bensin yang menyumbang lebih dari setengah kenaikan - sebuah fenomena yang bisa memberikan tekanan baru bagi para pejuang inflasi di The Fed.

Inflasi yang diinginkan oleh bank sentral tetap berada di level maksimal 2% per tahun dan bank sentral telah berjanji untuk mencapai level tersebut dengan menyediakan lebih banyak kenaikan suku bunga jika perlu - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, September 19, 2023

PT Rifan Financindo - Fed Akan Tahan Suku Bunga, Tapi Inflasi Tinggi Bangkit Prospek Hawkish

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Federal Reserve diperkirakan akan menahan suku bunga pada akhir rapat dua hari pada Rabu setempat.

Namun pasar tetap mewaspadai pandangan bank sentral, mengingat bahwa peningkatan inflasi dan ketahanan ekonomi AS baru-baru ini memberikan lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Terlepas dari kenaikan lainnya, The Fed diperkirakan akan menjaga tingkat suku bunga di level tertinggi selama lebih dari 20 tahun sampai setidaknya pertengahan 2024. Tren ini telah membebani harga emas selama setahun terakhir, dan kemungkinan akan membatasi penguatan besar logam mulia ini.

Kenaikan suku bunga meningkatan biaya peluang berinvestasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga memberikan prospek yang lemah untuk pasar logam.

Selain the Fed, keputusan bank sentral China, Inggris dan Jepang juga akan hadir minggu ini, meskipun hanya Bank of England yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, September 18, 2023

PT Rifan - Kepada Pemilik Emas, Hati-Hati Pekan Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas diperkirakan akan mengalami volatile pekan ini karena pelaku pasar menunggu pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Harga emas di pasar spot pada perdagangan hari ini, Senin (18/9/2023), ada di posisi US$ 1.922,96 per troy ons. Harganya melemah 0,03%

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 0,69% pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (15/9/2023).

Secara keseluruhan, harga emas menguat 0,30% pada pekan lalu. Penguatan berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya di mana emas ambruk 1,08%.

Berbeda dengan pekan lalu yang menguat, harga emas diperkirakan akan volatile pekan ini.
Seperti diketahui, The Fed akan menggelar Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa dan Rabu pekan ini (19-20 September). 
Selain menunggu hasil kebijakan suku bunga, pelaku pasar juga menunggu sinyal kebijakan ke depan atau setelah September.

Perangkat CME Fedwatch menunjukkan 99% investor yakin The Fed akan menahan suku bunga acuan di 5,25%-5,5% dalam pertemuan pekan depan.

Namun, sebagain pelaku pasar memproyeksi The Fed akan kembali mengerek suku bunga pada November. Pasalnya, data-data ekonomi AS masih panas.

Seperti diketahui, AS mengeluarkan sejumlah data penting pekan lalu mulai dari inflasi hingga indeks harga produsen (IPP) Agustus serta klaim pengangguran bulanan.

AS mengumumkan inflasi sebesar 3,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Agustus 2023, naik dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,2% YoY. Inflasi tersebut adalah yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir dan hampir dua kali lipat lebih tinggi dari target bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Namun, inflasi inti melandai sesuai ekspektasi ke 4,3% YoY dibandingkan periode bulan sebelumnya sebesar 4,7%.

Data klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 9 September 2023 naik ke 220.000 dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 217.000. Nilai tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar yang proyeksi bisa naik ke 225.000.

Kemudian ada data penjualan ritel AS untuk periode Agustus 2023 tumbuh 0,6% secara bulanan (MoM) dibandingkan sebelumnya sebesar 0,5% MoM.

Sementara itu data inflasi untuk produsen atau producer price index (PPI) periode Agustus 2023 naik 1,2% (yoy), lebih panas dibandingkan konsensus sebesar 1,2% dan bulan sebelumnya sebesar 0,8%.

Analis dari High Ridge Futures, David Meger, mengingatkan emas masih rawan melemah ke depan. Pasalnya, data terbaru juga menunjukkan ekonomi AS masih kuat.

"Kita lihat data ekonomi masih panas dibandingkan ekspektasi. Ini membuat imbal hasil US Treasury naik sehingga menekan harga emas. Ada kekhawatiran jika The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga sehingga ini menekan pasar emas," tutur Meger, dikutip dari Reuters.

Imbal hasil US Treasury menguat ke posisi 4,32% atau tertinggi sejak 21 Agustus 2023. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kalah saing - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia

 

 

 

Friday, September 15, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Berhasil Naik Tipis Setelah Jeblok Ke Harga Terendah Dalam Tiga Pekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mencatat kenaikan pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (15/9/2023) pagi WIB. Ini menghentikan kerugian dua sesi berturut-turut, sehari setelah menetap di level terendah tiga minggu terakhir. Namun, penguatan dolar AS setelah kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) membatasi kenaikan lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 1.932,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.934,50 dolar AS dan terendah di 1.921,70 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 2,60 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.932,50 dolar AS pada Rabu (13/9/2023), setelah merosot 12,10 dolar AS atau 0,62 persen menjadi 1.935,10 dolar AS pada Selasa (12/9/2023), dan bertambah 4,50 dolar AS atau 0,23 persen menjadi 1.947,20 dolar AS pada Senin (11/9/2023).

“Emas mendekati posisi terendah pada Agustus, namun selama imbal hasil obligasi pemerintah tidak mengalami kenaikan besar, level 1.900 dolar AS dapat bertahan,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Imbal hasil obligasi pemerintah, yang ditandai dengan obligasi 10-tahun AS, mencapai 4,30 pada Kamis (14/9/2023), masih di bawah level tertinggi multi-tahun pada Agustus di 4,366 persen.

Investor juga mencermati beberapa data inflasi AS yang baru untuk mencari petunjuk mengenai keputusan suku bunga Federal Reserve AS, menjelang pertemuan bank sentral minggu depan.

Para pedagang menggambarkan kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada Kamis (14/9/2023) sebagai tindakan yang dovish berpotensi meningkatkan daya tarik emas dengan menyatakan bahwa imbal hasil obligasi global mungkin tidak perlu naik jauh lebih tinggi.

"ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin hari ini, menjadikan suku bunga simpanan 4,00 persen yang dapat dikategorikan sebagai kenaikan dovish," kata tim analis makro di TD Securities.

"Ini adalah tanda yang jelas bahwa jika tidak ada kejutan kenaikan lebih lanjut terhadap inflasi dan faktor-faktor pemicunya, maka mereka sudah selesai menaikkan suku bunga."

Kenaikan suku bunga ECB melemahkan euro, dan pada gilirannya meningkatkan dolar AS, yang membatasi pertumbuhan emas.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (14/9/2023) bahwa indeks harga produsen AS meningkat dengan penyesuaian musiman sebesar 0,7 persen pada Agustus, lebih tinggi dari perkiraan 0,4 persen dan merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2022.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa permohonan klaim pengangguran di AS meningkat sebesar 3.000 menjadi 220.000 untuk pekan yang berakhir 9 September. Rata-rata pergerakan klaim dalam empat minggu, ukuran yang tidak terlalu fluktuatif, turun sebesar 5.000 menjadi 224.500.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,6 persen lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus, jauh di atas perkiraan 0,1 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 18,70 sen atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 22,994 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 5,90 dolar AS atau 0,65 persen, menjadi menetap pada 911,10 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : republika

 

 

Thursday, September 14, 2023

Rifan Financindo - Fed Kemungkinan Tidak Akan Membuat Perubahan Dalam Keputusan Suku Bunga Minggu Depan

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Untuk memerangi inflasi, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 5,25% dari basis 0,25% pada Maret 2022. The Fed dijadwalkan untuk memutuskan suku bunga dalam rapat kebijakan berikutnya pada 20 September.

Proyeksi ekonom setelah rilis data IHK terbaru menyarankan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah kenaikan 25 basis poin di bulan Juli. Namun, para ekonom berpendapat bahwa bank sentral akan memilih setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun, baik dalam rapat kebijakan bulan November atau pertemuan di bulan Desember.

Setelah rilis data IHK, "peluang kenaikan pada bulan September turun menjadi 5%, namun untuk bulan Desember tetap stabil di angka 53%," ujar ekonom Adam Button di forum ForexLive.

Tingginya harga minyak dunia, dan dampaknya pada biaya bensin di stasiun bensin AS, dapat mendorong the Fed untuk kembali bertindak agresif dengan kenaikan suku bunga, karena bank sentral tampaknya berniat untuk membiarkan kenaikan suku bunga yang telah dinaikkan selama 18 bulan terakhir untuk menurunkan inflasi.

Harga minyak global Brent mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir di $92,83 Dan $89,64 untuk minyak WTI AS pada hari Rabu, merespons pembatasan produksi oleh eksportir-eksportir minyak mentah utama, yaitu Arab Saudi dan Rusia - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing