Wednesday, April 3, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Terkoreksi Ke Bawah $2,240 Dari Ketinggian $2,260

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Senin terkoreksi, turun ke bawah $2,240 di sekitar $2,239 per troy ons, menghapus sebagian besar dari keuntungan hariannya. Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun naik lebih dari 2% pada hari itu di atas 4.3% sehingga menekan turun harga emas.

Harga emas sebelumnya sempat masuk ke fase konsolidasi yang bullish pada jam perdagangan sesi Eropa dan bergerak di dalam rentang harga yang sempit di sekitar $2,260 – $2,265, rekor ketinggian yang baru.

Para investor kelihatannya sekarang percaya bahwa Federal Reserve AS (the Fed) akan mulai menurunkan tingkat bunganya pada bulan Juni. Pertaruhan ini diteguhkan oleh keluarnya angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.

Hal ini, bersamaan dengan resiko geopolitik yang muncul dari perang Rusia melawan Ukraina dan konflik di Timur Tengah telah ikut mendorong naik harga emas yang safe – haven.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aktifitas manufaktur Cina di bulan Maret berkembang untuk pertama kalinya dalam enam bulan sehingga mendorong naik keyakinan investor.

Lingkungan yang positip terhadap resiko ditambah lagi dengan kenaikan harga emas yang sudah sangat “over bought” di grafik harian, ikut membebani harga emas.

Selain itu, menguatnya dolar AS dengan indeks dolar AS naik 0.40% ke 104.750 juga ikut membatasi kenaikan dari harga emas, meskipun latar belakang yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa arah pergerakan harga emas tetap naik.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $2,223 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,210 dan kemudian $2,200. “Resistance” terdekat menunggu di $2,250 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,275 dan kemudian $2,300 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Tuesday, April 2, 2024

PT Rifan Financindo - Emas Terkoreksi Ke Bawah $2,240 Dari Ketinggian $2,260

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Senin terkoreksi, turun ke bawah $2,240 di sekitar $2,239 per troy ons, menghapus sebagian besar dari keuntungan hariannya. Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun naik lebih dari 2% pada hari itu di atas 4.3% sehingga menekan turun harga emas.

Harga emas sebelumnya sempat masuk ke fase konsolidasi yang bullish pada jam perdagangan sesi Eropa dan bergerak di dalam rentang harga yang sempit di sekitar $2,260 – $2,265, rekor ketinggian yang baru.

Para investor kelihatannya sekarang percaya bahwa Federal Reserve AS (the Fed) akan mulai menurunkan tingkat bunganya pada bulan Juni. Pertaruhan ini diteguhkan oleh keluarnya angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.

Hal ini, bersamaan dengan resiko geopolitik yang muncul dari perang Rusia melawan Ukraina dan konflik di Timur Tengah telah ikut mendorong naik harga emas yang safe – haven.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aktifitas manufaktur Cina di bulan Maret berkembang untuk pertama kalinya dalam enam bulan sehingga mendorong naik keyakinan investor.

Lingkungan yang positip terhadap resiko ditambah lagi dengan kenaikan harga emas yang sudah sangat “over bought” di grafik harian, ikut membebani harga emas.

Selain itu, menguatnya dolar AS dengan indeks dolar AS naik 0.40% ke 104.750 juga ikut membatasi kenaikan dari harga emas, meskipun latar belakang yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa arah pergerakan harga emas tetap naik.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $2,223 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,210 dan kemudian $2,200. “Resistance” terdekat menunggu di $2,250 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,275 dan kemudian $2,300 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Monday, April 1, 2024

PT Rifan - Emas Mingguan 1 – 5 April 2024: Berada Di Ketinggian “All-Time High”

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu, naik tajam dan duduk di ketinggan “All-time High” yang baru di $2,233 per ons di tengah perdagangan yang sepi pada hari libur merayakan kebangkitan dari Tuhan Yesus Kristus. Kebanyakan pasar utama dunia masih tutup meskipun Amerika Serikat tetap mempublikasikan data makro, Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dipakai sebagai alat ukur inflasi oleh Federal Reserve AS.

Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.

 

Investor mendapatkan keyakinan di dalam emas dengan mereka mengantisipasikan tiga kali penurunan bunga oleh the Fed pada bulan – bulan yang akan datang dan juga penurunan bunga oleh bank – bank utama dunia lainnya.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, cenderung mengambil sikap dovish, memperkirakan ada tiga kali penurunan bunga oleh the Fed meskipun demikian dia menekankan perlunya bukti – bukti bahwa inflasi telah mulai mereda sebelum mengimplementasikan Tindakan apapun juga.

Sementara itu, pembuat kebijakan di European Central Bank (ECB), Francois Villeroy, mengatakan bahwa mencapai goal inflasi ECB sebesar 2% adalah mungkin, meskipun dia memperingatkan meningkatnya resiko turun apabila ECB cenderung tidak mau menurunkan tingkat bunga. Sementara anggota dewan eksekutif ECB Fabio Panetta menyatakan bahwa kondisi untuk memulai pelonggaran kebijakan moneter sudah mulai muncul.

Di Eropa, Swiss National Bank, tanpa diduga menurunkan Tingkat bunganya pada pertemuan bulan Maret, sehingga memicu spekulasi bahwa bank – bank sentral utama dunia lainnya kemungkinan juga akan mengambil langkah – langkah yang sama.  Sementara itu, meskipun Bank of Japan menghentikan kebijaksanaan tingkat bunga negatipnya, BoJ diperkirakan akan tetap mempertahankan sikap yang akomodatif dalam jangka pendek.

Ketangguhan emas yang mengesankan terlihat dengan harga emas tetap naik meskipun dolar AS terus menguat. Dolar AS sedang dalam tren naik dengan mencetak keuntungan selama empat hari berturut-turut menjelang dan setelah keluarnya data inflasi AS, Personal Consumption Expenditures (PCE). Indeks dolar AS naik 0.20% ke 104.270.

Minggu ini, fokus pasar berada pada pasar tenaga kerja AS, dengan laporan Nonfarm Payrolls bulan Maret disoroti pada hari Jumat. Selain itu dinantikan juga para pembicara dari bank sentral – bank sentral utama dunia.

Angka employment yang lebih kuat diikuti dengan angka inflasi yang keras kepala akan bisa memaksa Federal Reserve AS untuk menunda dimulainya siklus pelonggaran yang semakin mendekat.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $2,202 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,170 dan kemudian $2,075.

“Resistance” terdekat menunggu di $2,251 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,268 dan kemudian $2,300 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

 

Thursday, December 28, 2023

Rifan Financindo - Emas Dunia Tembus Rekor

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Kamis di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung menguat sebesar Rp4.000 menjadi Rp1.141.000.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.039.000 per gram, naik Rp4.000.

Harga emas Antam terdorong kenaikan harga emas dunia yang melonjak setelah emas dunia mencetak rekor baru.

Pada perdagangan Rabu harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,51% di posisi US$ 2077,16 per troy ons. Harga tersebut menjadi rekor baru dan menumbangkan catatan sebelumnya di harga US$ 2.070,9 pada 1 Desember lalu. Dengan demikian, harga emas sudah mencetak rekor dua kali bulan ini.

Emas mencapai level tertingginya dalam tiga minggu pada perdagangan Rabu sejalan dengan meningkatnya optimisme pasar mengenai kebijakan dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (Teh Fed) pada tahun depan. Optimisme itu membuat dolar jeblok dan imbal hasil US Treasury AS jatuh.

Pada perdagangan Rabu indeks dolar AS anjlok 0,47% d level 100,98. Indeks dolar mencapai level terendah dalam lima bulan, dan mencatat penurunan tahunan pertama sejak tahun 2020, membuat emas batangan lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Patokan imbal hasil Treasury AS 10 tahun juga menyentuh level terendah sejak 24 Juli berada di level 3,79%.

Patokan harga emas London naik ke level tertinggi sepanjang masa di level US$2,069.40 per troy ounce, melampaui rekor sebelumnya yang dicatat pada Agustus 2020, menurut London Bullion Market Association - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbc

 

Wednesday, December 27, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Sideways Di Tengah Perdagangan Sepi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sideways di tengah sepinya perdagangan pada hari Liburan Natal. Pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam, harga emas bergerak stabil di rentang perdagangan yang sempit di sekitar $2,058 per troy ons.

Setelah melanjutkan kenaikannya ke sekitar $2,060 pada jam perdagangan sesi Asia  hari Selasa, karena turunnya yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun ke teritori negatip di bawah 3.9% setelah keluarnya data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang lemah, harga emas bergerak sideways di sekitar $2,058, sampai kepada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam.

Melemahnya dolar AS sebagai akibat dari melemahnya inflasi AS, setelah keluarnya data inflasi PCE AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan, memberikan dukungan naik terhadap harga emas.

Core PCE price index tahunan turun ke 3.2% dari yang diperkirakan konsensus di 3.3% dan lebih rendah daripada angka sebelumnya pada bulan Oktober di 3.5%. Secara basis bulanan, inflasi ukuran Federal Reserve AS (the Fed) ini naik 0.1% dibandingkan dengan yang diperkirakan di 0.2%.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $2,045 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,027 dan kemudian $2,000.

Resistance terdekat menunggu di $2,072 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,100 dan kemudian $2,150 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Tuesday, December 26, 2023

PT Rifan Financindo - Januari, Emas Bersinar Karena The Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas mengawali perjalanan tahun ini di posisi US$ 1.839,494 per troy ons dan langsung menguat tajam sebesar 1,6% dalam dua hari.

Penguatan disebabkan oleh kekhawatiran resesi serta kebijakan suku bunga The Fed yang hanya menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Desember setelah mengerek suku bunga 75 bps pada empat pertemuan sebelumnya.

Kebijakan suku bunga yang dovish menekan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS yang membuat emas semakin menarik.

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga penurunan yield membuat emas semakin dicari investor. Pelemahan dolar AS juga membuat emas semakin terjangkau sehingga meningkatkan permintaan.

Memasuki pertengahan Januari, harga emas terbang 1,1% di posisi US$ 1.896,86 per troy ons pada 12 Januari 2023. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 26 April 2022 atau hampir sembilan bulan terakhir - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

Friday, December 22, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Kamis Berakhir Turun, Data Ekonomi AS Berikan Sinyal Dovish Kebijakan The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Kamis setelah PDB AS dan laporan Fed Philadelphia yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sinyal dovish bagi kebijakan Fed. Selain itu, penguatan saham pada hari Kamis mengurangi permintaan likuiditas terhadap dolar AS.

Indeks dolar AS berakhir turun 0,63% pada 101,75.

Berita ekonomi AS pada hari Kamis memberikan dampak yang beragam terhadap dolar. Di sisi bearish, survei prospek bisnis Philadelphia Fed bulan Desember secara tak terduga turun -4,6 hingga -10,5, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan ke -3,0. Selain itu, laporan PDB AS Kuartal 3 direvisi turun sebesar -0,3 menjadi 4,9% (kuartalan tahunan), lebih lemah dari ekspektasi sebesar 5,2%. Selain itu, indikator-indikator utama bulan November turun -0,5% m/m, indikator-indikator tersebut mengalami penurunan selama dua puluh bulan berturut-turut. Sebaliknya, klaim pengangguran awal mingguan naik +2.000 menjadi 205.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dibandingkan ekspektasi kenaikan menjadi 215.000.

Pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar -25bp sebesar 14% pada pertemuan FOMC berikutnya pada 30-31 Januari dan sebesar 94% pada pertemuan berikutnya pada 19-20 Maret.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak lemah dengan perlambatan ekonomi AS memberikan sinyal dovish bagi kebijakan The Fed. Juga jika malam nanti data PCE Price Index November terealisir turun, akan menekan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,51-101,26. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,22-102,68 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews