Wednesday, May 22, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Usai Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin. Maklum, sang logam mulia telah menjalani reli panjang yang membawa harga ke titik tertinggi sepanjang masa.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.421,7/troy ons. Turun 0,19% dibandingkan hari sebelumnya.

Koreksi ini terjadi setelah harga emas menanjak hingga membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ketika reli panjang terjadi, maka koreksi sehat adalah sebuah keniscayaan.

Dalam seminggu terakhir, harga emas masih membukukan kenaikan 2,8% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga naik 3,77%.

Meski turun, tetapi secara umum pelaku pasar menilai emas masih atraktif. “Gambaran umumnya belum berubah sejak Maret. Kondisi makro ekonomi global dan lingkungan geopolitik masih membuat emas sangat menarik,” kata Nikos Kavalis, Direktur Pelaksana Metal Focus, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Perlambatan laju inflasi di Amerika Serikat (AS) mendukung bagi Bank Sentral Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga. Sejumlah pejabat teras The Fed memang menegaskan pemangkasan suku bunga masih terlampau dini, tetapi setidaknya tidak ada kenaikan lagi.

Sementara di China, pemerintahan Presiden Xi Jinping terus berupaya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan berbagai stimulus. Tensi geopolitik di Timur Tengah maupun Ukraina juga masih tinggi. Semuanya menjadi faktor pemicu bagi investor untuk terus memburu emas.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih menghuni area bullish. Terbukti dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 66,19. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun perlu menjadi perhatian bahwa indikator Stochastic RSI berada di 92,98. Sudah di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, sepertinya emas masih akan menjalani fase konsolidasi. Target support terdekat ada di US$ 2.405/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.373/troy ons kemungkinan menjadi target berikutnya.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.428/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga emas naik ke arah US$ 2.438/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Tuesday, May 21, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Dipicu Beragam Faktor

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada hari Senin (20/5) didorong oleh berbagai faktor.

Mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga AS, langkah stimulus China, hingga ketegangan geopolitik.

Momentum ini turut mengangkat perak ke level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun.

Emas spot (XAU=) naik 0,9% menjadi $2.435,96 per ounce pada pukul 2:26 sore ET (18:26 GMT) setelah menyentuh rekor tertinggi $2.449,89 di awal sesi. 

Emas berjangka AS (GCcv1) menetap 0,9% lebih tinggi di $2.438,50.

"Inflasi masih alot, kita mungkin melihat beberapa fluktuasi dalam data inflasi, tetapi juga beban hutang yang memberatkan di AS, ada alasan untuk melakukan diversifikasi dari itu juga.

Jadi ini badai yang sempurna yang membuat emas tetap tinggi," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Data pekan lalu menunjukkan bahwa harga konsumen AS naik kurang dari yang diperkirakan pada bulan April, menunjukkan bahwa inflasi melanjutkan tren penurunannya, meningkatkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga pada bulan September. 

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan bunga, yang juga diuntungkan dari ketidakpastian di pasar.

Pavilonis dari RJO memperkirakan emas akan melonjak mendekati $2.500 dalam jangka pendek karena ada ketakutan ketinggalan reli emas.

"Ada banyak non-trader yang menelepon pialang untuk membeli kontrak berjangka atau mengambil pengiriman fisik." 

Emas juga didukung oleh peningkatan kepemilikan di bank sentral China. Menambah kenaikan emas adalah peningkatan keengganan risiko menyusul tewasnya Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter, tulis analis Kitco Metals dalam sebuah catatan.

Sementara itu, beberapa analis juga menunjukkan lonjakan emas ke pengumuman China tentang langkah "bersejarah" untuk menstabilkan sektor properti yang dilanda krisis. China adalah konsumen utama emas dan logam industri lainnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co

 

 

 

Monday, May 20, 2024

PT Rifan - Penyebab Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi Hari Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia menanjak dan menyentuh rekor tertinggi. Apa pendorong kenaikan harga sang logam mulia?

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.430,01/troy ons. Naik 0,62% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 3,54% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 3,74%.

Penyebab utama kenaikan harga emas adalah ekspektasi penurunan suku bunga acuan, terutama di Amerika Serikat (AS). Mengutip CME FedWatch, Federal Reserve diperkirakan mulai menurunkan suku bunga pada September mendatang. Peluang penurunan 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% adalah 49%, lebih tinggi dibandingkan sepekan lalu yaitu 48,6% dan sebulan lalu yang sebesar 45,8%.

Optimisme ini datang dari rilis data inflasi. Pekan lalu, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan inflasi Negeri Adikuasa pada April berada di 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 0,4%.

Kemudian inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada April tercatat 3,4%. Juga melambat ketimbang Maret yang 3,5% yoy.

Lalu inflasi inti tahunan ada di 3,6% yoy. Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 3,8% yoy sekaligus jadi yang terendah sejak April 2021 atau 3 tahun terakhir.

“Data ini bisa menjadi indikasi bahwa tekanan inflasi akan mereda dan The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral AS) bisa menurunkan suku bunga acuan,” tegas Phillip Streble, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Penurunan suku bunga akan menjadi kabar baik bagi emas, yang berstatus sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas lebih menguntungkan dalam iklim suku bunga rendah.

Dinamika geopolitik juga turut mengatrol harga emas. Tensi meningkat setelah pesawat tanpa awak (drone) Ukraina menyerang kilang minyak milik Rusia, kemarin. 

Sementara kapal tanker China diserang oleh misil di Laut Merah, Sabtu lalu. Milisi Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven). Permintaan emas cenderung naik saat terjadi ketidakpastian, termasuk friksi geopolitik - PT RIFAN

Sumber : bloomberg

 

 

Friday, May 17, 2024

Rifan Financindo Berjangka - The Fed Seret Emas Ke Zona Bearish

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin. Sentimen arah suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) masih menjadi faktor utama penggerak harga sang logam mulia.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.377,8/troy ons. Turun 0,59% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas masih belum banyak bergerak. Pada pukul 07:07 WIB, harga naik tipis 0,04% ke US$ 2.378,7.

Dalam seminggu terakhir, harga emas naik 1,37% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 0,46%.

Kabar soal arah suku bunga acuan masih menjadi faktor dominan penentu harga emas. Sejumlah pejabat teras Bank Sentral AS Federal Reserve menegaskan suku bung acuan masih perlu bertahan di level tinggi, tidak perlu terburu-buru diturunkan.

Informasi yang ada mengindikasikan butuh waktu lama untuk mendapatkan keyakinan (penurunan suku bunga). Mempertahankan posisi restriktif lebih lama adalah langkah yang pruden,” tegas Loretta Mester, Gubernur The Fed Cleveland, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Sementara Gubernur The Fed New York John Williams menyatakan dirinya belum melihat alasan untuk mengubah suku bunga untuk saat ini. Dalam wawancara bersama Reuters, Williams menegaskan perlu bank sentral perlu mendapatkan keyakinan bahwa inflasi benar-benar mengarah ke target 2%.

Saya tidak memperkirakan untuk mendapat keyakinan bahwa inflasi menuju 2% dalam waktu dekat,” tuturnya.

Sementara Gubernur The Fed Richmond Richard Barkin mengatakan inflasi perlu turun lebih lanjut untuk menuju target bank sentral. “Untuk menuju (target) 2%, saya rasa butuh waktu sedikit lebih lama,” ujarnya kepada CNBC.

Saat ini, Federal Funds Rate berada di 5,25-5,5%. Ini adalah yang tertinggi dalam 22 tahun terakhir.

Pernyataan dari para pejabat The Fed tersebut menjadi beban harga emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48,63. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 52,4. Berada di area beli (long), tetapi masih cenderung netral.

Oleh karena itu, sepertinya harga emas hanya bisa bergerak di rentang sempit. Target resisten terdekat ada di US$ 2.378-2.382/troy ons. Sedangkan target support adalah US$ 2.376-2.362/troy ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Thursday, May 16, 2024

Rifan Financindo - Kabar Dari Amerika Lambungkan Harga Emas

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Rilis data inflasi di Amerika Serikat (AS) berperan dalam mengerek harga sang logam mulia.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.391,24/troy ons. Naik 1,5% dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam seminggu terakhir, harga emas sudah naik 3,57% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 0,58%.

Perlambatan laju inflasi di AS menjadi sentimen positif bagi emas. Malam tadi waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan inflasi Negeri Adikuasa pada April berada di 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 0,4%.

Kemudian inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada April tercatat 3,4%. Juga melambat ketimbang Maret yang 3,5% yoy.

Lalu inflasi inti tahunan ada di 3,6% yoy. Lebih rendah dibandingkan Maret yang sebesar 3,8% yoy sekaligus jadi yang terendah sejak April 2021 atau 3 tahun terakhir.

“Data ini bisa menjadi indikasi bahwa tekanan inflasi akan mereda dan The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral AS) bisa menurunkan suku bunga acuan,” tegas Phillip Streble, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Penurunan suku bunga akan menjadi kabar baik bagi emas, yang berstatus sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas lebih menguntungkan dalam iklim suku bunga rendah.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 68. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun perlu diperhatikan bahwa indikator Stochastic RSI berada di 94,78. Di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Alhasil, risiko koreksi harga emas masih terbuka. Target support terdekat ada di US$ 2.388/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.382/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sementara target resisten terdekat adalah US$ 2.394/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik ke arah US$ 2.395/troy ons. Terlihat bahwa potensi kenaikan harga sudah kian terbatas - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

 

Wednesday, May 15, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - PPI, inflasi CPI Ditunggu Untuk Isyarat Suku Bunga Lebih Lanjut

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Data indeks harga produsen AS akan dirilis pada hari Selasa, sementara pembacaan indeks harga konsumen yang lebih dekat akan dirilis pada hari Rabu.

Kedua data tersebut kemungkinan akan menjadi faktor yang mempengaruhi prospek suku bunga AS, setelah data inflasi yang terlalu tinggi selama kuartal pertama membuat pasar sebagian besar memperkirakan sebagian besar taruhan pada penurunan suku bunga tahun ini.

Sementara perdagangan ini menunjukkan lebih banyak hambatan untuk emas, logam mulia ini diuntungkan oleh meningkatnya permintaan safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, beberapa de-eskalasi, khususnya antara Iran dan Israel, membuat emas rentan terhadap tekanan dari suku bunga.

Suku bunga yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat bahwa mereka meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.

Logam mulia lainnya juga menguat pada hari Selasa. Platinum futures naik 0,1% menjadi $ 1.011,05 per ons, sementara silver futures naik 0,9% menjadi $ 28,688 per ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, May 14, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Ambruk 1% Lebih! Amerika Bisa Buat Investor Makin Jantungan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat tipis pada perdagangan hari ini, Selasa setelah ambruk. Harga emas bergerak labil seiring adanya aksi ambil untung dan investor menantikan data inflasi utama minggu ini untuk petunjuk mengenai kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS tahun ini.

Mengutip Refinitiv, harga emas spot ditutup di posisi US$2.336,05 per troy ons pada perdagangan Senin. Harganya ambruk 1,02%. Ambruknya emas berbanding terbalik dengan penguatan pada Kamis dan Jumat pekan lalu dengan penguatan mencapai 2,2%.

Harga emas mulai membaik pada hari ini. Harga sang logam mulia naik 0,09% menjadi US$2,338,09 per troy ons pada Selasa pukul 06.15 WIB. 

Pelaku emas tengah menunggu data-data dari Amerika Serikat (AS) mulai dari indeks harga produsen dan data inflasi April 2024.

Data indeks harga produsen (PPI) akan diumumkan hari ini sementara data inflasi pada Rabu pekan ini.

AS akan mengumumkan data indeks harga produsen (PPI) pada hari ini, Selasa periode April 2024. 

Data PPI AS diperkirakan naik sebesar 0,3% pada April 2024 setelah kenaikan 0,2% pada bulan Maret. PPI inti, tidak termasuk biaya energi dan pangan, diperkirakan meningkat sebesar 0,2%, sama seperti pada bulan Maret.

PPI secara tahunan diperkirakan sebesar 2,2% pada April 2024, meningkat dibanding periode Maret yang menyentuh 2,1%. Sedangkan, PPI inti diperkirakan konsensus sebesar 2,4% secara tahunan setara dengan periode Maret.

Ukuran inflasi PPI mencerminkan laju inflasi pada tingkat grosir - harga yang dibayarkan oleh pelaku usaha untuk barang dan jasa yang kemudian mereka jual kepada konsumen.

Selain data-data ekonomi AS, petinggi bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) juga bakal membuat pemilik emas cemas.  Jerome Powell selaku Ketua Bank Sentral AS, The Fed, akan berpidato pada malam ini pukul 21.00 WIB pada acara Annual General Meeting, Foreign Bankers' Association, Amsterdam. Publik menunggu apakah Powell akan memberi sinyal kebijakan ke depan.

Jika pidato Powell masih hawkish maka siap-siap saja harga emas akan merana.

"Ini mungkin merupakan aksi keluar dari pasar emas sebelum beberapa peristiwa berisiko seperti pidato Ketua Fed Jerome Powell, data Indeks Harga Produsen (PPI), dan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang semuanya akan keluar minggu ini," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures yang dikutip dari Reuters.

"[Fase] bull emas memiliki alasan kuat untuk khawatir bahwa Federal Reserve membutuhkan data inflasi yang lebih lemah, tidak hanya data ketenagakerjaan yang lebih lemah, untuk membenarkan penurunan suku bunga," kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Logam mulia ini telah naik lebih dari 1% minggu lalu, menyusul data pekerjaan yang lemah, yang mendukung taruhan penurunan suku bunga AS tahun ini.

Mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters sekarang memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan dua kali tahun ini, dimulai pada bulan September.

Para pedagang saat ini memperkirakan sekitar 63% kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September, menurut CME FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas yang tidak menghasilkan bunga.

Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis pada hari Selasa pukul 19.30 WIB, diikuti oleh data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada hari Rabu - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia