Showing posts with label berita mancanegara. Show all posts
Showing posts with label berita mancanegara. Show all posts

Wednesday, March 11, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat di Tengah Penurunan Output Energi Norwegia


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan kenaikan moderat hari ini setelah pemerintah Norwegia melaporkan penurunan output energi dan gas alam kemarin akibat pemeliharaan fasilitas yang tidak terencana. Mengingat peran vital Norwegia sebagai penyokong energi bagi daratan Eropa, potensi lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran akan kembali meningkatnya inflasi di sisi produsen, sehingga mendorong investor untuk menambah posisi mereka pada emas sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.

Dampaknya hari ini, harga emas berjangka mendapatkan dukungan beli karena korelasi positifnya dengan ekspektasi inflasi jangka pendek. Meskipun Dolar AS bergerak cukup stabil, kenaikan harga komoditas energi secara tidak langsung memberikan sentimen positif bagi logam mulia. Investor melihat bahwa gangguan pada sisi penawaran energi global akan membuat kebijakan moneter bank sentral menjadi lebih kompleks, di mana emas seringkali diuntungkan dalam situasi ketidakpastian kebijakan seperti ini.

Secara teknis, emas hari ini bergerak dalam pola "ascending channel" yang menunjukkan tren naik yang terjaga. Volume perdagangan sedikit di atas rata-rata harian, mengindikasikan partisipasi aktif dari trader institusional. Level pivot harian berhasil dipertahankan, yang memberikan kepercayaan diri bagi para pembeli untuk mendorong harga lebih tinggi. Fokus utama pasar saat ini adalah memantau apakah kenaikan harga energi ini akan bersifat permanen atau hanya fluktuasi jangka pendek.

Forecast nanti malam: Fokus investor malam nanti adalah rilis data Stok Minyak Mentah dari EIA. Jika stok minyak AS turun drastis (mendorong harga minyak naik), harga emas diprediksi akan melanjutkan penguatan karena ancaman inflasi energi. Namun, jika stok minyak melimpah, emas mungkin akan bergerak mendatar karena tekanan inflasi dari sektor energi akan mereda. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, October 4, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Bostic Dari The Fed Ubah Nada Suku Bunga Hawkish, Membantu Emas, Intervensi Jepang Batasi Rally Dolar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pernyataan dari pejabat Federal Reserve, seperti Raphael Bostic dari Fed Atlanta, memengaruhi pasar finansial. Bostic mencatat bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, meskipun kebijakan moneter yang ketat tetap diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Pernyataan ini memberikan dorongan bagi pasar finansial, terutama aset-aset berisiko seperti komoditas dan ekuitas, yang telah mengalami tekanan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat. Ini juga mempengaruhi pergerakan dolar AS dan yields obligasi AS. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam 11 bulan dan yields obligasi AS meningkat, yang telah menekan harga emas dan aset-aset lain yang dianggap sebagai lindung nilai.

Pernyataan Bostic dan komentar dari pejabat-pejabat Federal Reserve lainnya akan terus dipantau oleh pasar finansial karena mereka mencari petunjuk tentang arah kebijakan moneter AS. Kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan tetap menjadi fokus utama bagi para investor.

Harga emas telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi sejak mencapai level terendah 7 bulan, telah menunjukkan beberapa tanda perlawanan. Namun, masih banyak ketidakpastian di pasar saat ini, dan harga emas akan terus dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan kebijakan moneter AS dan dinamika pasar global - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Wednesday, April 27, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Ledakan Inflasi Jadi Penyulut Harga Emas Dunia Rebound

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia kembali pulih pada perdagangan Selasa, dari level terendah lebih dari satu bulan di sesi sebelumnya, karena investor mencari perlindungan dari kekhawatiran terhambatnya pertumbuhan ekonomi global dan melonjaknya inflasi.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.899,91 per ounce. Emas muncul kembali di atas level kunci USD1.900, setelah jatuh ke posisi USD1.890,20 pada sesi Senin - harga terendah sejak 29 Maret.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi USD1.904,1 per ounce.

Beberapa aksi beli muncul kembali dalam produk-produk safe-haven  seperti emas setelah berita tentang penguncian Covid baru-baru ini di China," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Dia juga mengaitkan kenaikan itu dengan bargain hunting setelah kejatuhan cukup dalam.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, seperti perang di Ukraina, membatasi penguatannya adalah ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang cepat, yang meningkatkan opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Membantu mengimbangi tekanan untuk emas dari kenaikan dolar--pesaing safe-haven--imbal hasil US Treasury tergelincir karena ketidakpastian seputar perang dan rencana pengetatan The Fed membuat investor tetap waspada

Logam mulia itu didorong dan ditarik oleh dinamika yang bersaing, tetapi seluruh kompleks tersebut mendekati wilayah jenuh jual," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.

Ini akan menjadi kunci untuk melihat apakah level USD1.900 masih dipandang sebagai kesempatan membeli emas," Cooper menambahkan 

Paladium, yang digunakan dalam sistem pembuangan kendaraan untuk mengekang emisi, melonjak 1,1 persen menjadi USD2.167,90 per ounce, sehari setelah kekhawatiran atas berkurangnya permintaan karena penguncian di China menyeretnya jatuh sebanyaknya 12,9 persen.- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com