Monday, November 30, 2020

PT Rifan - Harga Emas Melorot Ke Bawah US$ 1.800, Dipicu Aksi Jual Imbas Harapan Vaksin Corona


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melorot dipicu aksi jual di tengah harapan vaksin corona yang lebih cepat dan transisi mulus pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot berada di US$ 1.782,59 per ons troi, turun 1,83% ketimbang harga kemarin pada US$ 1.815,80 per ons troi. 

Harga emas spot ini merupakan level terendah sejak 7 Juli hampir lima bulan terakhir. Bahkan, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari 2021 mencapai level terendah sejak 22 Juni lalu. Malam ini, harga emas berjangka yang diperdagangkan di Commodity Exchange tersebut berada di US$ 1.785,10 per ons troi, turun 1,44% ketimbang harga Rabu.

Harga emas spot merosot 4,72% dalam sepekan ini dari US$ 1.870,99 per ons troi pada Jumat pekan lalu. Penurunan harga emas ini merupakan penurunan terbesar sejak pekan tanggal 13 Maret. 

Begitu harga menyentuh di bawah level kunci $ 1.800, itu memicu aksi jual. Kemungkinan harga akan menguji level $ 1.750 karena kita memiliki alasan fundamental yang kuat seperti vaksin

Makin menekan emas, indeks saham AS naik tipis karena optimisme vaksin dan karena investor bertaruh pada hubungan perdagangan global yang lebih tenang di bawah Presiden terpilih Joe Biden. Diyakini bahwa Biden akan mengambil pendekatan yang lebih tenang terhadap perdagangan dengan negara lain seperti China dan itu tercermin di pasar saham. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih. Ini membuka jalan bagi Biden untuk mengambil alih kursi kepresidenan. Namun, dengan suku bunga yang sangat rendah dan prospek stimulus ekonomi yang lebih besar, emas terlihat kuat dalam jangka panjang. 

Dampak ekonomi dari pandemi virus telah membuat bank sentral global menekan suku bunga. Bersamaan dengan itu, stimulus dalam jumlah besar ke dalam perekonomian telah menimbulkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan melejitkan harga emas lebih dari 17% sepanjang tahun ini - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Friday, November 27, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Tipis, Pasar Soroti Perkembangan Vaksin


RIFAN FINANCINDO FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis pada Jumat kendati pasar masih mengolah potensi cara pendistribusian vaksinasi global. Namun, peningkatan minat beli pasar dapat mendorong harga komoditas ini ke arah yang berlawanan.

Harga emas berjangka naik tipis 0,07% ke $1.807,20 per ons pukul 13.13 WIB menurut data Investing.com dan XAU/USD naik tipis 0,01% ke $1.809,32 pukul 13.23 WIB. Volume perdagangan menipis karena investor utama di AS absen dari pasar untuk menjalani libur Thanksgiving.

Kekhawatiran atas pendistribusian program vaksinasi global mendorong kenaikan harga emas karena beberapa ilmuwan menyatakan skeptismenya mengenai seberapa efektif program semacam itu untuk jangka pendek hingga menengah. Presiden petahana AS Donald Trump mengatakan vaksin dapat dirilis ke publik pada minggu depan, namun ekspektasi untuk saat ini yaitu pada pertengahan Desember.

Transisi kekuasaan antara Biden dan pemerintahan AS Trump sekarang berjalan lancar dan ini bisa mengurangi ketidakpastian yang mendorong gerak aset safe haven naik.

Sentimen positif untuk emas, kepala ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) Phillip Lane mendesak stimulus ekonomi lanjutan untuk kawasan euro.

Memberikan toleransi atas inflasi rendah untuk waktu lama ... daripada yang dibayangkan semula akan mahal dan berisiko.

Pertama, ini akan menyiratkan pemulihan konsumsi dan investasi yang lebih lemah, sebagai akibat dari tingkat suku bunga riil yang diharapkan lebih tinggi. Kedua, itu akan berkontribusi pada penurunan ekspektasi inflasi yang kemungkinan mengakar.

Pernyataan tersebut memberikan dorongan untuk emas karena suku bunga yang lebih rendah dan euro yang lemah membuat pembelian emas lebih murah untuk mata uang selain euro. Namun, harga emas lebih dipengaruhi oleh pergerakan dolar - RIFAN FINANCINDO FINANCINDO

Sumber : investing.com

Thursday, November 26, 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Ditutup Stabil Usai Lonjakan Klaim Pengangguran AS Di Pekan Lalu

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bertahan stabil akhir perdagangan Rabu setelah Wall Street melemah dari rekor penutupan sepanjang masa akibat kenaikan tak terduga pada klaim pengangguran Amerika Serikat (AS). Hal tersebut akhirnya berhasil membuat harga emas rebound setelah sempat meluncur menuju US$ 1.800 per ons troi. 

Harga emas spot ditutup stabil ke level US$ 1,807,56 per ons troi. Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga emas sempat berada di posisi terendahnya sejak 17 Juli saat ada di US$ 1.800,01 per ons troi.  

Di sisi lain, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Februari 2021 ditutup naik tipis menjadi US$ 1.811,20 per ons troi.   

Dorongan bagi harga emas datang setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim pengangguran untuk pekan lalu meningkat menjadi 778.000 dari 748.000 di minggu sebelumnya.

Data pengangguran yang tiba-tiba melonjak ini mendukung emas. "Hanya berdasarkan gagasan bahwa kita masih memiliki masa yang sangat kelam di depan sebelum kita berbalik akibat pandemi ini," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff

Kenaikan mengejutkan dalam klaim pengangguran mingguan di tengah lonjakan infeksi Covid-19 mengurangi selera pasar terhadap aset berisiko. Hal ini akhirnya menghentikan reli di Wall Street yang sempat ditopang oleh harapan vaksin.

Emas, yang merupakan aset safe-haven telah kehilangan hampir US$ 160 sejak Pfizer's mengumumkan efektivitas dari vaksin Covid-19 yang menjanjikan. Hal ini meningkatkan harapan investor untuk pemulihan ekonomi yang cepat dan mendorong pergeseran investasi ke arah yang lebih berisiko.

Di saat yang sama, dolar AS juga melemah di saat bersamaan dengan harga emas yang menuju US$ 1.800, membuat beberapa investor memilih untuk berhenti menjual dan memperoleh kembali posisi beli," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies TD Securities. 

Dalam risalah FOMC Meeting di awal bulan November lalu juga menambah dorongan bagi harga emas. Di mana Federal Reserve menyetujui pembelian aset untuk menyediakan akomodasi bagi perekonomian setelah kondisi pasar stabil. 

Beberapa peserta di FOMC mengatakan,  mereka mengharapkan The Fed pada akhirnya memperpanjang jatuh tempo obligasi yang dibeli, sesuai musyawarah - RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id

Wednesday, November 25, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Pilihan Investasi Di Tahun Depan, Jangan Lupakan Emas


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Perekonomian Indonesia sedang dilanda resesi akibat tak mampu menahan serangan virus corona sejak Maret 2020 lalu. Akibatnya, terdapat sekelompok orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan atau usahanya bangkrut. Bahkan, pengelolaan keuangan pun menjadi sangat dibutuhkan saat ini. Namun, tentunya krisis tersebut tak menimpa semua orang. Masih ada beberapa lainnya yang merasa hidupnya lebih beruntung ketika wabah ini membuat kelesuan ekonomi seluruh negara.

Salah satu contohnya adalah mereka yang bekerja di sektor teknologi dan kesehatan. Selain itu, yakni para pengusaha yang pintar mengambil peluang dari sebuah musibah, yakni menjalani bisnisnya secara daring.

Bagi mereka yang tak terkena imbas akibat gejolak ekonomi ini pastinya masih mempunyai cadangan uang yang cukup berlimpah. Sehingga, supaya jumlah uang yang Anda miliki bertambah, maka sebaiknya tak hanya ditabung, melainkan dilarikan ke dalam produk investasi. 

Lalu, di tengah situasi ekonomi yang masih tak bisa diprediksi seperti sekarang ini, jenis investasi apa yang aman dimiliki? Pasalnya, hingga kini belum ada yang mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengimbau agar Anda memilih instrumen investasi yang relatif risikonya rendah dan mudah untuk dicairkan.

Pilihannya seperti deposito, obligasi atau sukuk ritel, ataupun reksadana berbasis pendapatan tetap atau berbasis pasar uang. Selain itu logam mulia juga bisa menjadi alternatif yang menarik

Selain itu, berinvestasi ke ranah properti juga bisa menjadi alternatif Anda. Namun, perlu diingat karena produk investasi tersebut bukan merupakan instrumen yang keuntungannya dapat diraih dalam waktu yang singkat.

Property juga dapat menjadi alternatif yang menguntungkan untuk investasi jangka panjang semisal di atas 5 tahun. Namun bagi yang berkarakter agresif, bisa memilih reksadana campuran atau reksadana pasar saham karena ada kemungkinan nilai aktiva bersihnya sudah mulai naik lagi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber  : okezone.com

Tuesday, November 24, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Anjlok Tertekan Data Ekonomi AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam hampir 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas tertekan data aktivitas bisnis AS yang lebih baik dari perkiraan dan hasil uji coba vaksin COVID-19 yang menjanjikan mendorong harapan untuk pemulihan ekonomi lebih cepat. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD34,6 atau 1,85% menjadi ditutup pada USD1.837,80 per ounce. Akhir pekan lalu (20/11/2020), emas berjangka terangkat USD10,9 atau 0,59% menjadi USD1.872,40.  

Emas terpuruk di bawah level penting USD1.850 setelah rilis PMI AS yang luar biasa kuat hanya mengurangi kebutuhan akan stimulus. Tidak ada yang memperkirakan angka yang kuat baik di sektor jasa maupun manufaktur," kata Analis Senior di OANDA Edward Moya dilansir dari Antara.

Data menunjukkan aktivitas bisnis AS pada November berkembang pada tingkat tercepat dalam lebih dari lima tahun, meningkatkan optimisme tentang kesehatan ekonomi AS di kalangan investor. 

Data positif juga datang setelah AstraZeneca, Inggris, mengatakan vaksinnya bisa sekitar 90% efektif tanpa efek samping yang serius.

"Investor beralih kembali ke saham-saham karena fakta hanya ada sedikit ketidakpastian sekarang daripada sebelumnya," kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments Jeffrey Sica.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 73 sen atau 3%, menjadi ditutup pada USD23,633 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD25,5 atau 2,66% menjadi menetap pada USD931,7 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Monday, November 23, 2020

PT Rifan - Emas Turun Meski Menkeu AS Beri Isyarat Pembahasan Stimulus Berlanjut


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak turun tipis pada Senin pagi sejalan dengan tren penurunan mata uang dolar AS dan harapan stimulus AS lanjutan untuk meredam dampak negatif ekonomi akibat pandemi covid-19.

Harga emas berjangka turun tipis 0,02% ke $1.872,05 per ons pukul 09.09 WIB dan XAU/USD naik 0,11% di $1.873,14 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS kembali turun 0,18% di 92,225.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (23/11) pagi, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin pada Jumat silam memberi isyarat bahwa negosiasi langkah-langkah stimulus akan terus berlanjut, bahkan saat itu ia membela keputusannya untuk mengakhiri beberapa program pinjaman pandemi dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve pada 31 Desember.

Petugas kesehatan AS dan lainnya direkomendasikan mendapat suntikan covid-19 pertama di negara itu dalam satu atau dua hari menunggu persetujuan peraturan bulan depan, kata pejabat kesehatan utama pada hari Minggu.

Para pemimpin dari 20 ekonomi terbesar G20 berjanji pada hari Minggu untuk berusaha memasok obat-obatan, tes, dan vaksin covid-19 secara terjangkau dan adil untuk "semua orang".

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level Rp 977.000 pagi ini dari hari Minggu menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.54 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Friday, November 20, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Jatuh Lagi, Amblas 12,4 Dolar Dipicu Harapan Ekonomi Pulih


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), catatan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, terseret oleh peningkatan dolar AS dan kemajuan dalam pengembangan vaksin COVID-19 mendorong harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat serta spekulasi kuat untuk paket bantuan Virus Corona AS

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember divisi COMEX New York Exchange, tergelincir 12,4 dolar AS atau 0,66 persen menjadi ditutup pada 1.861,50 dolar AS per ons, emas berjangka jatuh 11,2 dolar AS atau 0,59 persen menjadi 1.873,90 dolar AS.

Harga emas berjangka juga terpangkas 2,7 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1,885,10 dolar AS pada Selasa, setelah naik 1,60 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1,887,80 dolar AS per pada Senin, dan melonjak 12,90 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1,886,20 dolar AS pada Jumat.

Harga emas jatuh 11,2 dolar AS, tertekan kabar positif kemajuan vaksin Dolar yang lebih kuat dan ketidakpastian atas stimulus ekonomi lebih lanjut, kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica.

Meskipun ada antisipasi untuk lebih banyak (stimulus), beberapa orang yang memilih untuk mengambil keuntungan sampai ada lebih banyak kejelasan. Dolar, mata uang yang aman, naik 0,2 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, saat kasus Virus Corona melonjak secara global.  

Optimisme atas kemajuan dalam pengembangan vaksin Virus Corona, yang bisa siap untuk diotorisasi AS dalam beberapa minggu, juga telah mengurangi daya tarik emas

Vaksin menghilangkan beberapa ketidakpastian jangka panjang yang berkaitan dengan virus. Jadi, meskipun ada yang didasarkan pada implikasi jangka pendek dari lonjakan tersebut, dalam jangka panjang, orang-orang yang jauh lebih optimis, mungkin akan terjadi kita melihat sedikit kemunduran pada harga emas," Sica.  

Kenaikan tak terduga dalam klaim baru pengangguran AS juga tidak banyak membantu harga emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (19/11/2020) bahwa klaim pengangguran mingguan meningkat sebesar 31.000 menjadi 742.000 dalam pekan yang berakhir 14 November, lebih buruk dari yang diperkirakan.

Kami mengalami benturan ketakutan atas kondisi COVID-19 saat ini dan kemudian kami memiliki harapan vaksin datang dalam beberapa bulan, jadi itu semacam yang menarik pasar bolak-balik," kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff

Pedagang emas sekarang fokus pada beberapa bulan ke depan, dengan musim dingin yang suram di tengah pandemi yang dapat mempengaruhi permintaan konsumen untuk emas

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 40 sen atau 1,64 persen menjadi ditutup pada 24.048 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik 0,6 dolar AS atau 0,06 persen menjadi menetap pada 951,5 dolar AS per ons -
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews,com