
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas
sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Hal
ini didorong beberapa aksi buru harga murah setelah mengalami kerugian
selama empat hari berturut-turut hingga berada di bawah USD1.800,
sebagian dipicu juga oleh data ekonomi agak suram dan dolar yang lebih
rendah.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi
COMEX New York Exchange, terangkat USD2,2 atau 0,12 persen menjadi
ditutup pada USD1.775 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu
emas berjangka terpuruk USD26,2 atau 1,46 persen menjadi USD1.772,80.
Harga emas berjangka anjlok USD24,2 atau 1,33 persen menjadi USD1.799
pada Selasa, setelah turun USD3,6 atau 0,2 persen menjadi
USD1.823,20 pada Jumat (12/2/2021), setelah jatuh USD15,9 atau 0,86
persen menjadi USD1.826,80 pada Kamis (11/2/2021).
Data ekonomi AS baru-baru ini, termasuk angka manufaktur dari
Federal Reserve New York sangat kuat dan menunjukkan "banyak hal mulai
pulih dari kemerosotan Virus Corona," kata Ahli Strategi Pasar Senior
RJO Futures, Bob Haberkorn.
Namun data ekonomi terpisah dari Federal Reserve Philadelphia
menempatkan indeks manufaktur pada 23,1 pada Februari, turun dari 26,5
pada Januari.
Beberapa aksi berburu harga murah, mengingat penurunan harga emas
di bawah USD1.800 dan greenback yang lebih rendah, juga mendorong
kenaikan awal emas dari posisi terendah baru-baru ini, kata Haberkorn.
Selain itu memberikan dorongan untuk harga emas, Federal Reserve AS
pada Rabu menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan
suku bunga mendekati nol sampai inflasi dan lapangan kerja meningkat.
Reaksi emas terhadap peningkatan tak terduga dalam klaim
pengangguran mingguan pada Kamis juga relatif teredam,
karena imbal hasil obligasi AS naik di tengah tanda-tanda kenaikan
ekonomi.
Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis melaporkan bahwa
861.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang
berakhir 13 Februari, tertinggi dalam empat minggu.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pembangunan rumah baru turun
ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,58 juta
pada Januari, turun 6,0 persen dari angka yang direvisi pada Desember
2020.
Imbal hasil yang lebih tinggi telah mengikis daya tarik emas sebagai
lindung nilai inflasi akhir-akhir ini, karena meningkatkan peluang
kerugian untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Emas mengalami kesulitan untuk mencoba memenangkan investor
sebagai lindung nilai inflasi, karena aset lain lebih disukai, kata
Analis Pasar FXTM, Han Tan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 23,7 sen
atau 0,87 persen menjadi ditutup pada USD27,078 per ounce. Platinum
untuk pengiriman April naik USD17 atau 1,35 persen menjadi menetap di
USD1.274,70 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : okezone.com