Monday, October 6, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Analisis Volume Perdagangan dan Open Interest Kontrak Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Selain harga, dua metrik penting dalam analisis pasar emas berjangka adalah volume perdagangan dan open interest. Volume mengukur jumlah total kontrak yang diperdagangkan dalam periode tertentu, menunjukkan tingkat aktivitas dan likuiditas pasar. Open interest adalah jumlah total kontrak yang belum diselesaikan atau masih "terbuka" pada akhir hari perdagangan. Kedua indikator ini digunakan oleh trader profesional untuk mengonfirmasi kekuatan tren harga.

Peningkatan harga emas yang disertai dengan kenaikan volume dan open interest biasanya dianggap sebagai konfirmasi kuat dari tren naik. Ini menunjukkan bahwa modal baru mengalir ke pasar, dan pemain baru ikut berpartisipasi dalam tren tersebut. Sebaliknya, jika harga naik tetapi volume dan open interest menurun, tren tersebut dianggap lemah dan rentan terhadap pembalikan, karena kenaikan tersebut mungkin hanya didorong oleh spekulator jangka pendek.

Jika harga emas turun, dan hal ini disertai dengan volume yang tinggi, itu mengindikasikan tekanan jual yang kuat. Namun, jika penurunan harga terjadi dengan volume yang rendah, itu bisa menunjukkan bahwa hanya ada sedikit minat jual yang kuat, dan pembalikan harga ke atas mungkin segera terjadi. Kombinasi analisis teknikal ini membantu memverifikasi apakah suatu pergerakan harga mencerminkan keyakinan pasar yang mendalam atau hanya kebisingan sesaat.

Dengan demikian, volume perdagangan dan open interest adalah alat konfirmasi yang sangat penting. Para trader cerdas tidak hanya melihat ke mana harga bergerak, tetapi juga seberapa kuat pergerakan tersebut didukung oleh partisipasi pasar. Memahami interaksi antara harga, volume, dan open interest adalah kunci untuk mengukur kesehatan pasar emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, October 3, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Terhambat Suku Bunga Tinggi The Fed


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terbebani oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi para investor dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan bunga, seperti obligasi pemerintah dan deposito. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari emas ke aset-aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil naik ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi permintaan. Data-data ekonomi AS yang solid memberikan sinyal bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi dolar AS dan menekan harga emas.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting yang akan datang, terutama data inflasi dari AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Investor juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, October 2, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas Fisik di Pasar Ritel Global Mencapai Rekor Tertinggi

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapat dukungan tak terduga dari lonjakan permintaan emas fisik di pasar ritel global. Laporan menunjukkan bahwa penjualan koin dan batangan emas di Amerika Utara dan Eropa mencapai rekor tertinggi, mencerminkan kekhawatiran masyarakat umum tentang inflasi dan ketidakpastian sistem perbankan. Permintaan fisik yang kuat ini menjadi "lantai harga" yang kokoh bagi emas.

Para investor ritel, yang sering disebut sebagai "pembeli terakhir", secara masif beralih ke emas sebagai penyimpan kekayaan di luar sistem perbankan tradisional. Kekhawatiran akan devaluasi mata uang dan stabilitas keuangan global mendorong mereka untuk memegang aset berwujud. Fenomena ini menambah lapisan dukungan fundamental di luar permintaan investasi institusional dan bank sentral.

Meskipun permintaan emas fisik ini tidak secara langsung menggerakkan pasar berjangka secepat aliran dana institusional, volume yang besar dari pembelian ritel ini menunjukkan adanya perubahan sentimen jangka panjang. Ini mengindikasikan bahwa kepercayaan pada emas sebagai penyimpan nilai tidak hanya terbatas pada Wall Street, tetapi juga di kalangan masyarakat luas.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyoroti pentingnya tren ini. "Permintaan ritel yang kuat menunjukkan bahwa emas dilihat sebagai aset pelindung yang tak tergantikan di masa-masa sulit," kata seorang pakar. "Ini adalah faktor struktural yang akan membantu menopang harga di level-level kunci." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, October 1, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Keputusan Krusial dari Pertemuan OPEC+

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat atau konsolidasi tipis hari ini, dengan para investor menunggu hasil dari pertemuan penting organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC+). Keputusan OPEC+ mengenai tingkat produksi minyak mentah memiliki implikasi besar terhadap harga energi global, yang pada gilirannya akan memengaruhi prospek inflasi dan kebijakan moneter bank sentral di seluruh dunia. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" karena pasar berusaha memprediksi dampaknya pada inflasi.

Jika OPEC+ memutuskan untuk memangkas produksi lebih lanjut, harga minyak akan melonjak, yang secara langsung meningkatkan risiko inflasi global. Skenario ini cenderung menguntungkan emas sebagai lindung nilai inflasi. Sebaliknya, jika OPEC+ mengumumkan peningkatan produksi atau melonggarkan pembatasan, harga minyak mungkin jatuh, mengurangi kekhawatiran inflasi dan memberikan tekanan pada harga emas. Ketidakpastian mengenai keputusan ini membuat trader enggan mengambil posisi besar saat ini.

Volume perdagangan yang relatif rendah mencerminkan kehati-hatian ini. Pergerakan harga emas berjangka hanya didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi konsolidasi, emas masih mendapat dukungan dasar dari pembelian fisik bank sentral dan risiko geopolitik yang terus ada di beberapa wilayah utama. Investor jangka panjang mempertahankan posisi mereka, tetapi spekulan jangka pendek menahan diri dari masuk ke pasar yang volatil.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah pengumuman OPEC+. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan dan cepat pasca keputusan tersebut. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari kebijakan produksi minyak global, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek inflasi dan pergerakan harga emas di sisa kuartal ini. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, September 30, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data Ketenagakerjaan AS Memberi Sinyal Baru untuk Pasar Emas


HARGA EMAS HARI INI - Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS), terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP), selalu menjadi momen penting yang dinantikan oleh para pelaku pasar emas berjangka. Data ini dianggap sebagai indikator vital untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Angka ketenagakerjaan yang kuat sering kali diartikan sebagai sinyal ekonomi yang solid, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, seperti menaikkan suku bunga. Hal ini, seperti yang diketahui, dapat menekan harga emas.

Sebaliknya, data NFP yang mengecewakan atau menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga atau bahkan beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dalam skenario ini, imbal hasil obligasi AS akan menurun, membuat emas menjadi aset yang lebih menarik. Investor kemudian akan berbondong-bondong membeli emas sebagai alternatif investasi, mendorong harganya naik. Oleh karena itu, setiap rilis data ketenagakerjaan selalu menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar emas berjangka.

Pergerakan pasar emas berjangka tidak hanya dipengaruhi oleh angka utama NFP, tetapi juga oleh data pendukung lainnya, seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah per jam. Pertumbuhan upah yang cepat dapat mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang lebih besar, yang bisa mendorong The Fed untuk bertindak lebih agresif. Sementara itu, tingkat pengangguran yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang juga mendukung kenaikan suku bunga. Investor emas berjangka harus menganalisis seluruh paket data untuk memahami gambaran yang lebih lengkap.

Dengan demikian, pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap setiap detail dari laporan ketenagakerjaan AS. Para trader dan investor profesional telah memasukkan analisis data ini sebagai bagian integral dari strategi mereka. Mengingat pentingnya data ini, pergerakan harga emas sering kali fluktuatif sebelum, saat, dan sesudah rilis. Ini menunjukkan bagaimana kesehatan ekonomi AS secara langsung memengaruhi nilai emas di pasar global. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, September 29, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekhawatiran Resesi di Eropa Dukung Permintaan Emas Safe Haven

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka mendapatkan dukungan karena kekhawatiran resesi yang semakin dalam di Eropa. Rilis data manufaktur dan jasa yang lemah di Zona Euro, terutama di Jerman, memicu kekhawatiran bahwa kawasan tersebut sedang menuju resesi. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi yang tinggi, investor cenderung mengalihkan modal ke aset safe haven seperti emas, menggunakannya sebagai perlindungan dari risiko penurunan pasar saham dan komoditas industri.

Kelemahan ekonomi di Eropa juga dapat memengaruhi kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Spekulasi bahwa ECB mungkin menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan mengisyaratkan pelonggaran di masa depan dapat melemahkan Euro. Meskipun pelemahan Euro dapat menyebabkan penguatan relatif pada dolar AS (yang menekan emas), kekhawatiran resesi secara keseluruhan seringkali memiliki efek yang lebih kuat dalam mendorong permintaan safe haven untuk emas.

Namun, penguatan emas tidak terjadi tanpa tantangan. Imbal hasil obligasi AS yang stabil tinggi dan prospek kebijakan The Fed yang hawkish terus memberikan tekanan dari sisi biaya peluang. Dilema ini menciptakan pergerakan yang bergejolak, di mana emas berfluktuasi antara perannya sebagai lindung nilai inflasi dan aset safe haven.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi di Eropa dan bagaimana hal itu memengaruhi sentimen risiko global. Jika tanda-tanda resesi semakin jelas, emas kemungkinan akan mendapatkan momentum yang kuat. Investor perlu memantau data ekonomi Eropa dan pernyataan dari bank sentral global untuk mengukur arah kebijakan dan sentimen pasar. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, September 26, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Suku Bunga The Fed yang Tinggi Masih Jadi Momok Bagi Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka kembali melemah hari ini, didominasi oleh kekhawatiran investor terhadap suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan bertahan di level tinggi untuk jangka waktu yang lama. Ekspektasi suku bunga yang tinggi ini membuat dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak, menjadikan emas sebagai investasi yang kurang menguntungkan karena tidak memberikan bunga.

Sentimen risk-on di pasar global, didukung oleh laporan pendapatan perusahaan yang kuat dan ketahanan ekonomi, juga mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Para investor lebih memilih mengalihkan dana mereka ke pasar saham yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar.

Namun, potensi gejolak ekonomi dan geopolitik masih membatasi penurunan harga emas. Ketidakpastian mengenai stabilitas sistem keuangan dan potensi resesi global, meskipun kecil, terus memberikan landasan bagi permintaan emas. Setiap berita buruk terkait kondisi geopolitik dapat memicu permintaan safe haven yang mendadak.

Ke depan, pasar akan terus mencermati petunjuk dari The Fed mengenai lintasan kebijakan moneter. Kunci utama adalah bagaimana The Fed menyeimbangkan antara upaya pengendalian inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Fleksibilitas kebijakan The Fed akan menjadi faktor krusial bagi pergerakan harga emas selanjutnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id