Dampaknya hari ini, mata uang Franc Swiss melemah terhadap Dolar AS, yang secara tidak langsung memberikan kekuatan tambahan bagi Indeks Dolar AS (DXY) untuk terus menguat. Kenaikan DXY ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga memicu aksi jual teknikal di bursa berjangka global oleh para trader jangka pendek.
Meredanya inflasi di Swiss juga dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan harga global mungkin mulai mencapai puncaknya di beberapa wilayah. Hal ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap hilangnya daya beli mata uang fiat. Sentimen "risk-on" mulai terlihat di pasar mata uang Eropa, yang seringkali menjadi sinyal negatif bagi pergerakan emas.
Forecast nanti malam: Fokus akan beralih pada rilis data Produksi Industri AS. Jika produksi industri tumbuh positif di atas estimasi, hal ini akan menegaskan kekuatan ekonomi AS dan memberikan tekanan tambahan pada harga emas melalui penguatan Dolar. Namun, angka yang negatif bisa memicu aksi "short covering" untuk mengamankan keuntungan. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id

No comments:
Post a Comment