Showing posts with label RIFANFINANICNDO. Show all posts
Showing posts with label RIFANFINANICNDO. Show all posts

Tuesday, January 6, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pengaruh Data Retail Sales Amerika Serikat pada Pergerakan Emas


HARGA EMAS HARI INI - Laporan penjualan ritel (retail sales) Amerika Serikat adalah indikator utama pengeluaran konsumen, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi di AS. Bagi pasar emas berjangka, data ini menjadi indikator penting mengenai potensi inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa depan.

Data penjualan ritel yang lebih kuat dari ekspektasi menunjukkan ekonomi yang sedang memanas, yang biasanya memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS karena pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi ini umumnya bersifat bearish bagi emas. Sebaliknya, jika belanja konsumen melambat, hal itu menandakan potensi kelesuan ekonomi yang mendorong investor untuk mencari perlindungan pada emas.

Trader menggunakan data ini untuk mengukur kekuatan daya beli masyarakat. Dalam jangka panjang, konsumsi yang kuat dapat memicu inflasi, yang pada akhirnya menguntungkan emas, namun dalam jangka pendek, pengaruhnya terhadap nilai tukar Dolar AS tetap menjadi faktor dominan yang menentukan arah harga emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, December 23, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Fenomena Golden Cross dan Death Cross pada Grafik Emas


HARGA EMAS HARI INI - Dalam perdagangan emas berjangka, perpotongan antara dua Moving Average utama, yaitu rata-rata 50 hari dan 200 hari, sering dianggap sebagai sinyal perubahan tren jangka panjang. Fenomena Golden Cross terjadi ketika Moving Average 50 hari memotong ke atas Moving Average 200 hari, yang menandakan dimulainya tren bullish yang kuat.

Sebaliknya, Death Cross terjadi ketika Moving Average 50 hari memotong ke bawah Moving Average 200 hari. Ini dianggap sebagai sinyal bearish yang menunjukkan bahwa momentum harga sedang melemah dan penurunan lebih lanjut mungkin terjadi. Sinyal-sinyal ini sangat diperhatikan oleh investor institusional dan pengelola dana besar untuk menentukan alokasi portofolio mereka.

Penting bagi trader untuk menyadari bahwa sinyal ini bersifat lagging atau tertinggal, yang berarti mereka mengonfirmasi tren yang sudah mulai terbentuk. Namun, keandalan sinyal ini dalam sejarah pasar emas menjadikannya salah satu indikator teknikal paling berpengaruh dalam menentukan arah harga untuk beberapa bulan ke depan. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, December 18, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ketegangan Maritim di Jalur Perdagangan Utama Dongkrak Permintaan Safe Haven


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka bergerak naik tajam merespons meningkatnya ketegangan maritim di beberapa jalur perdagangan utama dunia. Insiden keamanan yang mengancam arus distribusi komoditas global ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gangguan rantai pasokan yang bisa memicu kenaikan inflasi secara mendadak.

Investor bereaksi dengan mencari perlindungan pada aset yang kebal terhadap risiko geopolitik, dan emas kembali membuktikan perannya sebagai safe haven yang paling diandalkan. Kenaikan harga minyak yang menyertai konflik ini juga turut memberikan tekanan inflasi tambahan yang mendukung kenaikan harga emas.

Situasi di lapangan yang masih belum menentu membuat volatilitas pasar tetap tinggi. Selama risiko eskalasi militer atau hambatan perdagangan tetap ada, minat investor terhadap kontrak berjangka emas diperkirakan akan tetap berada di level yang sangat tinggi.

Pakar pasar di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menilai bahwa emas adalah aset wajib dalam kondisi darurat global. Ketika risiko geopolitik meningkat, emas seringkali menjadi satu-satunya aset yang mampu mempertahankan nilainya di tengah gejolak pasar keuangan lainnya. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 17, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga Negatif dan Naikkan Perkiraan Inflasi


HARGA EMAS HARI INI
- Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan yang solid hari ini, didorong oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga negatif, sementara secara bersamaan menaikkan perkiraan inflasi inti mereka. Skenario ini menciptakan lingkungan yang sangat bullish bagi emas, terutama di Jepang.

Keputusan BOJ mempertahankan kebijakan ultra-longgar (suku bunga negatif) menjaga biaya peluang memegang emas tetap rendah. Namun, pada saat yang sama, kenaikan perkiraan inflasi resmi menunjukkan bahwa tekanan harga di Jepang meningkat. Hal ini secara efektif menciptakan lingkungan imbal hasil riil negatif yang lebih dalam, yang merupakan pendorong utama bagi permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa kebijakan ultra-longgar BOJ, meskipun suku bunga AS tinggi, dapat menjaga likuiditas global tetap melimpah, yang cenderung mendukung harga emas. Investor beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman daripada JPY yang tertekan.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap didukung oleh kebijakan moneter divergen ini. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat bagaimana perbedaan imbal hasil antara AS dan Jepang memengaruhi Dolar AS, karena ini akan menjadi penentu utama harga emas. Emas kini didorong oleh lingkungan imbal hasil riil yang sangat negatif di Jepang. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, December 9, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Mengapa Imbal Hasil Obligasi Jangka Pendek Lebih Penting daripada Jangka Panjang


HARGA EMAS HARI INI
- Meskipun semua pergerakan imbal hasil obligasi AS memengaruhi emas, perubahan pada imbal hasil obligasi jangka pendek (seperti Treasury 2-tahun) seringkali memiliki dampak yang lebih langsung dan signifikan pada harga emas berjangka dibandingkan obligasi jangka panjang (10-tahun atau 30-tahun).

Imbal hasil jangka pendek sangat sensitif terhadap ekspektasi The Fed mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Jika pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif, imbal hasil 2-tahun akan melonjak. Kenaikan ini meningkatkan biaya peluang memegang emas, karena obligasi jangka pendek kini menawarkan pengembalian bebas risiko yang jauh lebih tinggi dalam waktu dekat. Dampaknya, emas cenderung jatuh.

Sebaliknya, imbal hasil jangka panjang lebih dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun imbal hasil jangka panjang yang tinggi menunjukkan inflasi yang diharapkan, yang dapat mendukung emas, kenaikan imbal hasil jangka pendek lebih cepat menekan harga emas karena secara langsung memengaruhi kebijakan moneter dan carrying costs.

Oleh karena itu, memantau pergerakan harian imbal hasil obligasi 2-tahun Treasury AS memberikan petunjuk yang lebih baik mengenai sentimen pasar terhadap kebijakan moneter The Fed dan dampaknya pada harga emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, November 28, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor Bersiap Hadapi Tahun Baru, Emas Bergerak Mendatar


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pergerakan mendatarnya hari ini, seiring dengan investor yang bersiap untuk liburan akhir tahun dan mengurangi aktivitas perdagangan. Pasar cenderung mencari kejelasan mengenai prospek ekonomi tahun 2026 sebelum mengambil posisi baru yang signifikan.

Prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang tinggi untuk waktu yang lama tetap menjadi sentimen negatif utama. Suku bunga yang tinggi terus meningkatkan biaya peluang investasi emas. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, ketidakpastian yang selalu ada saat pergantian tahun, terutama terkait risiko geopolitik dan potensi krisis utang, memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran risiko sistemik membuat emas tetap relevan sebagai aset perlindungan.

Para pelaku pasar akan mencermati pidato akhir tahun dari pejabat bank sentral yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan di tahun 2026. Kejelasan ini akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas selanjutnya saat pasar kembali aktif.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, November 27, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas Daun di Asia Tenggara Meningkat Akibat Ketidakpastian Politik


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapat dukungan dari lonjakan permintaan emas fisik, terutama emas daun dan perhiasan, di beberapa negara Asia Tenggara. Peningkatan permintaan ini didorong oleh ketidakpastian politik domestik dan mata uang yang volatile di kawasan tersebut, mendorong masyarakat untuk mengamankan kekayaan mereka.

Ketidakpastian politik di Asia Tenggara, meskipun regional, mendorong investor dan masyarakat umum untuk beralih ke emas sebagai aset yang tidak terpengaruh oleh gejolak domestik. Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang paling aman di tengah risiko politik.

Laporan dari pedagang emas menunjukkan adanya peningkatan premi harga emas fisik di beberapa ibu kota Asia Tenggara, mengindikasikan tingginya permintaan lokal.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat permintaan Asia Tenggara sebagai faktor pendukung penting. "Ketidakpastian politik dan mata uang di Asia Tenggara menciptakan permintaan emas yang kuat sebagai lindung nilai," kata seorang pakar. "Permintaan ini membantu menjaga harga emas di pasar global tetap stabil." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Friday, November 21, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ekspektasi Suku Bunga Puncak The Fed Menahan Kenaikan Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, dibayangi oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin telah mendekati atau mencapai suku bunga puncaknya, namun akan mempertahankannya di level tinggi untuk waktu yang lama. Prospek 'tinggi lebih lama' ini secara signifikan meningkatkan biaya peluang investasi emas.

Pelemahan ini diperparah oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, memberikan The Fed keyakinan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, potensi perlambatan ekonomi global akibat kebijakan moneter ketat di banyak negara memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran resesi dapat memicu permintaan safe haven kembali. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga terus memberikan dukungan.

Para pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan dari pejabat The Fed yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai durasi suku bunga tinggi. Kejelasan ini akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas selanjutnya - PT RIFINDO FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 5, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Tiongkok


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi tipis menjelang rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Data ini sangat krusial karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar dan pemain utama dalam rantai pasokan global. Pasar menunggu petunjuk mengenai kesehatan permintaan domestik dan internasional Tiongkok, yang akan memengaruhi sentimen harga emas dan prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Jika neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan angka ekspor yang kuat, hal itu akan meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang dapat menekan emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan penurunan impor dan ekspor yang signifikan, hal itu akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang akan mendorong permintaan safe-haven untuk emas. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka, karena para trader enggan mengambil posisi besar sebelum adanya kejelasan.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data ekonomi utama. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik yang berkelanjutan, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data perdagangan Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data ini, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik emas dan sentimen pertumbuhan global. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang berhati-hati. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Monday, November 3, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Keyakinan Bisnis Zona Euro yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data keyakinan bisnis Zona Euro yang lebih kuat dari perkiraan. Angka yang positif di Eropa memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan mengambil sikap yang lebih hawkish, meningkatkan prospek perbedaan kebijakan moneter dengan AS. Ironisnya, hal ini menyebabkan pelemahan Euro terhadap Dolar AS, yang pada gilirannya menekan harga emas.

Penguatan dolar AS menunjukkan bahwa pasar masih fokus pada kekuatan relatif mata uang. Selama ada kekhawatiran tentang kebijakan bank sentral di luar AS, dolar AS cenderung menguat, menekan harga emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data keyakinan bisnis yang kuat juga dapat mengurangi kekhawatiran resesi global, yang dapat memengaruhi sentimen risiko pasar secara keseluruhan dan menstabilkan permintaan safe haven untuk emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal ekonomi dari berbagai kawasan. Jika ECB mengadopsi sikap yang lebih hawkish, dolar AS mungkin melemah, yang akan menguntungkan emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, October 31, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Risiko Resesi Global Redup, Emas Kehilangan Daya Tarik Safe Haven

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka kembali melemah hari ini, karena risiko resesi global semakin meredup di mata investor. Optimisme terhadap ketahanan ekonomi AS dan prospek pemulihan di negara-negara maju lain mengurangi permintaan untuk emas sebagai aset perlindungan di masa sulit. Investor cenderung beralih ke aset berisiko dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Pelemahan ini diperkuat oleh penguatan dolar AS dan yield obligasi AS yang melonjak. Kenaikan yield obligasi mencerminkan ekspektasi bahwa bank sentral global, dipimpin oleh Federal Reserve (The Fed), akan terus fokus pada pengetatan moneter untuk memerangi inflasi yang membandel.

Meskipun demikian, potensi gejolak di pasar energi dan pangan akibat ketegangan geopolitik masih memberikan alasan bagi investor untuk mempertahankan emas sebagai lindung nilai inflasi. Emas secara historis berfungsi sebagai penyimpan nilai yang baik saat harga-harga komoditas melonjak.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati rilis notulen pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Notulen ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pandangan The Fed terhadap inflasi dan prospek suku bunga di masa mendatang, yang akan sangat memengaruhi pergerakan harga emas - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, October 30, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas Berjangka Meningkat Akibat Penurunan Kinerja Pasar Saham Global


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka menguat hari ini, seiring investor mengalihkan dana dari pasar saham global yang lesu. Laporan kinerja perusahaan yang mengecewakan di beberapa sektor teknologi dan kekhawatiran tentang valuasi yang terlalu tinggi memicu aksi jual di bursa saham, yang mendorong arus modal ke aset yang lebih aman.

Pasar ekuitas global menghadapi tantangan berupa biaya pinjaman yang tinggi, inflasi biaya, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang melambat. Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan risiko dan mendorong investor untuk mengurangi eksposur mereka di saham yang berisiko.

Emas, dengan statusnya sebagai tempat berlindung di tengah krisis, diuntungkan dari peningkatan sentimen "risk-off". Hubungan terbalik antara pasar saham yang volatile dan harga emas kembali terlihat jelas dalam sesi perdagangan ini.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG memperkirakan tren ini akan berlanjut. "Selama prospek pasar saham global tetap suram dan penuh tantangan, permintaan untuk emas akan terus meningkat sebagai lindung nilai portofolio," kata seorang pakar pasar. "Emas adalah asuransi yang dibutuhkan investor saat ini." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, October 29, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Tiongkok

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi tipis menjelang rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Data ini sangat krusial karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar dan pemain utama dalam rantai pasokan global. Pasar menunggu petunjuk mengenai kesehatan permintaan domestik dan internasional Tiongkok, yang akan memengaruhi sentimen harga emas dan prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Jika neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan angka ekspor yang kuat, hal itu akan meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang dapat menekan emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan penurunan impor dan ekspor yang signifikan, hal itu akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang akan mendorong permintaan safe-haven untuk emas. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka, karena para trader enggan mengambil posisi besar sebelum adanya kejelasan.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data ekonomi utama. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik yang berkelanjutan, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data perdagangan Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data ini, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik emas dan sentimen pertumbuhan global. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang berhati-hati. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, October 28, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pengaruh Valuasi Mata Uang Lain Selain Dolar AS pada Harga Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Meskipun Dolar AS adalah mata uang utama yang menentukan harga emas secara langsung, pergerakan mata uang utama lainnya seperti Euro, Yen Jepang, dan Yuan Tiongkok juga secara tidak langsung memengaruhi pasar emas berjangka. Fluktuasi nilai mata uang-mata uang ini terhadap Dolar AS dapat mengubah dinamika permintaan dan penawaran emas di kawasan yang berbeda.

Ketika mata uang utama selain Dolar AS menguat, seperti Euro atau Yen, hal itu membuat Dolar AS melemah. Dolar AS yang lebih lemah secara umum membuat emas menjadi lebih murah bagi investor non-AS, sehingga mendorong permintaan global dan mendukung kenaikan harga emas. Hubungan korelasi terbalik ini seringkali menjadi sinyal kuat untuk beli atau jual.

Selain itu, kebijakan moneter dari bank sentral besar lainnya (seperti Bank Sentral Eropa atau Bank of Japan) juga penting. Jika bank-bank sentral ini mengadopsi kebijakan yang sangat longgar (seperti suku bunga rendah atau program pembelian aset), hal ini dapat memicu kekhawatiran akan devaluasi mata uang tersebut. Emas, sekali lagi, berfungsi sebagai lindung nilai dari devaluasi mata uang, sehingga meningkatkan permintaannya di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, menganalisis indeks Dolar AS (DXY) saja tidak cukup. Trader emas berjangka perlu mempertimbangkan gambaran yang lebih luas tentang pasar valuta asing global. Pergeseran kekuatan ekonomi dan kebijakan moneter di Eropa dan Asia dapat menjadi pendorong tersembunyi yang memengaruhi harga emas. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, October 27, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekhawatiran Resesi Global Dukung Emas Pasca Rilis Data Manufaktur Lemah

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka mendapatkan dukungan signifikan karena rilis data aktivitas manufaktur yang lemah dari beberapa negara maju. Angka Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang menunjukkan kontraksi, terutama di Asia dan Eropa, memicu kekhawatiran resesi global. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi yang tinggi, emas cenderung dicari sebagai aset safe haven untuk melindungi modal dari risiko pasar yang lebih luas.

Kelemahan di sektor manufaktur global menunjukkan bahwa dampak dari kenaikan suku bunga telah mulai terasa, yang dapat memicu spekulasi bahwa bank sentral akan segera mengakhiri pengetatan moneter mereka. Prospek kebijakan yang lebih dovish akan mengurangi biaya peluang memegang emas, menguntungkan harganya.

Namun, penguatan emas dibatasi oleh data pekerjaan AS yang masih menunjukkan ketahanan. Pasar tenaga kerja yang kuat dapat memberikan Federal Reserve alasan untuk mempertahankan sikap hawkish-nya.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada keseimbangan antara kekhawatiran resesi dan kebijakan moneter bank sentral. Jika tanda-tanda perlambatan ekonomi global terus menumpuk, emas kemungkinan akan mendapatkan momentum yang kuat. Investor perlu memantau dengan cermat serangkaian indikator ekonomi global. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, October 24, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Berikutnya Bayangi Harga Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, dibayangi oleh sinyal kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menaikkan suku bunga acuannya sekali lagi. Pernyataan dari anggota dewan The Fed yang menegaskan komitmen mereka untuk membawa inflasi kembali ke target telah memperkuat ekspektasi pasar akan kebijakan moneter yang lebih ketat. Suku bunga yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan biaya peluang investasi emas.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Dolar AS naik ke level tertinggi dalam beberapa waktu, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut di berbagai kawasan. Konflik dan ketegangan politik membuat emas tetap relevan sebagai aset safe haven. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga memberikan dukungan fundamental.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang merupakan ukuran inflasi favorit The Fed. Data ini akan menjadi penentu apakah The Fed akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunganya PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, October 23, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sentimen Investor Emas Berjangka Membaik di Tengah Krisis Utang AS

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan sentimen yang membaik, di tengah kekhawatiran yang kembali meningkat tentang batas utang dan krisis fiskal di Amerika Serikat. Ketidakmampuan politik di Washington untuk mencapai konsensus mengenai anggaran dan peningkatan batas utang menimbulkan risiko ketidakpastian fiskal, yang mendorong investor untuk mencari aset yang tidak memiliki risiko default.

Meningkatnya defisit fiskal AS dan potensi penurunan peringkat kredit utang negara (debt rating downgrade) bertindak sebagai katalisator kuat bagi harga emas. Emas, sebagai aset yang tidak memiliki kewajiban dan tidak bergantung pada janji pemerintah, dianggap sebagai lindung nilai utama terhadap risiko utang negara.

Investor juga mencermati dampak jangka panjang dari peningkatan utang terhadap nilai Dolar AS. Jika utang AS terus menumpuk, hal itu akan mengikis kepercayaan pada mata uang AS, yang merupakan skenario yang sangat bullish bagi emas.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menekankan bahwa masalah utang AS adalah pendukung struktural bagi emas. "Krisis utang di negara maju adalah pengingat akan kerapuhan sistem keuangan saat ini," ujar seorang pakar. "Emas adalah pelindung portofolio yang ideal terhadap risiko fiskal ini." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, October 21, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Korelasi Emas dengan Permintaan Komoditas Industri Lain

 

HARGA EMAS HARI INI - Meskipun emas dianggap sebagai logam mulia dan aset safe haven, pergerakannya kadang-kadang berkorelasi dengan komoditas industri lainnya, seperti tembaga atau perak, terutama pada periode pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tembaga, yang sering disebut "Dr. Copper" karena kemampuannya memprediksi kesehatan ekonomi, dan perak, yang memiliki aplikasi industri yang signifikan, adalah komoditas siklis.

Pada saat ekonomi global tumbuh pesat, permintaan industri terhadap tembaga dan perak meningkat. Ini menunjukkan sentimen "risk-on" di pasar komoditas. Emas, meskipun terutama aset non-siklis, dapat naik bersama komoditas ini karena faktor likuiditas global yang tinggi dan kenaikan harga komoditas secara umum yang memicu kekhawatiran inflasi.

Korelasi ini menjadi penting ketika pasar mencoba membedakan antara kenaikan harga emas yang didorong oleh risk-off (ketakutan geopolitik atau resesi) dan kenaikan yang didorong oleh risk-on (pertumbuhan, inflasi, dan likuiditas). Jika emas naik bersama dengan tembaga, itu lebih cenderung mencerminkan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan yang tinggi, bukan ketakutan resesi.

Oleh karena itu, menganalisis indeks komoditas industri dapat memberikan wawasan tambahan bagi trader emas berjangka. Korelasi positif atau negatif yang berubah-ubah dengan komoditas lain membantu dalam mengidentifikasi pendorong utama pergerakan harga emas saat ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, October 16, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Menekan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan hari ini, setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi baru. Kenaikan tajam imbal hasil obligasi 10-tahun ini dipicu oleh lelang obligasi yang lemah dan sinyal bahwa pemerintah AS mungkin akan meningkatkan penerbitan utang untuk mendanai defisit yang besar.

Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang memegang emas, karena obligasi menawarkan pengembalian yang lebih tinggi tanpa risiko, yang membuatnya lebih menarik bagi investor. Situasi ini mendorong investor untuk mengurangi posisi emas mereka dan beralih ke obligasi AS.

Selain itu, sentimen pasar obligasi yang lesu ini juga diperburuk oleh beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed yang kembali menekankan perlunya menjaga suku bunga tinggi untuk waktu yang lama (higher-for-longer). Kombinasi faktor ini menciptakan angin sakal yang kuat bagi harga emas.

Manajemen RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan dinamika pasar obligasi. "Hubungan terbalik antara imbal hasil riil obligasi dan harga emas sangat jelas saat ini," kata seorang broker. "Selama imbal hasil obligasi terus naik, emas akan berada di bawah tekanan. Trader harus menyesuaikan strategi mereka di sekitar level-level imbal hasil kunci." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Monday, October 13, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekhawatiran Defisit Anggaran AS Dukung Permintaan Emas Safe Haven

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka mendapatkan dukungan karena kekhawatiran yang meningkat mengenai defisit anggaran dan utang publik AS yang terus membengkak. Prospek ketidakstabilan fiskal dan peningkatan risiko kredit AS seringkali memicu permintaan untuk aset safe haven seperti emas. Investor mencari perlindungan pada emas untuk mengantisipasi potensi erosi nilai dolar AS atau gejolak di pasar obligasi pemerintah.

Ketidakpastian fiskal ini diperparah oleh dinamika politik di Washington. Semakin besar ketidakpastian politik dan fiskal, semakin kuat peran emas sebagai penyimpan nilai yang stabil. Kekhawatiran terhadap peningkatan defisit anggaran dan utang publik AS juga menambah daya tarik emas.

Namun, penguatan emas dibatasi oleh data ekonomi AS yang masih kuat, yang mendukung ekspektasi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Dilema ini menciptakan pergerakan yang bergejolak, di mana risiko fiskal memberikan dukungan, sementara prospek kebijakan moneter yang ketat memberikan tekanan.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada perkembangan di Capitol Hill terkait anggaran dan utang. Jika risiko fiskal meningkat, emas kemungkinan akan mendapatkan momentum yang kuat. Investor perlu mempertimbangkan risiko politik dan sentimen pasar saat mengambil keputusan investasi. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id