Showing posts with label pt rifan financindo berjangka. Show all posts
Showing posts with label pt rifan financindo berjangka. Show all posts

Wednesday, December 24, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Akibat Ketegangan Diplomatik Baru di Kawasan Laut Tiongkok Selatan


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan diplomatik di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Insiden maritim terbaru yang melibatkan beberapa negara besar di kawasan tersebut meningkatkan premi risiko geopolitik, mendorong investor untuk mengamankan modal mereka di aset safe-haven.

Emas selalu menjadi aset pilihan utama saat terjadi ketidakpastian politik internasional karena nilainya yang intrinsik dan tidak terkait dengan stabilitas pemerintah manapun. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan gangguan jalur perdagangan global, yang dapat berdampak pada inflasi jangka panjang. Permintaan emas meningkat tajam di bursa berjangka sebagai bentuk lindung nilai terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh aksi beli teknikal setelah harga menembus level resistensi psikologis penting. Sentimen bullish di pasar emas menguat seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di Asia.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan berita di kawasan tersebut. Jika eskalasi terus berlanjut, emas diprediksi akan menguji level tertinggi baru. Investor disarankan untuk memperhatikan pernyataan resmi dari kementerian luar negeri negara-negara terkait. Emas kini didukung oleh meningkatnya premi risiko geopolitik di Asia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Monday, December 15, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Ekspor Jepang yang Melonjak


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data ekspor Jepang yang melonjak tajam, mengindikasikan ketahanan permintaan global dan potensi pemulihan ekonomi Asia yang lebih kuat. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data global yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Prospek pertumbuhan global yang kuat cenderung menekan permintaan safe haven untuk emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa lonjakan ekspor Jepang juga dapat memicu kenaikan harga bahan baku yang diimpor, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi di Asia dan pada akhirnya mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan ekspor dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan global terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 10, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Melemah Setelah Data Lapangan Kerja Sektor Swasta AS Melonjak


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini, dengan harga menurun menyusul rilis data yang menunjukkan lonjakan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja sektor swasta AS. Angka lapangan kerja yang sangat kuat ini mengindikasikan ketahanan yang luar biasa di pasar tenaga kerja, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi upah akan tetap tinggi.

Data lapangan kerja yang kuat meningkatkan optimisme pertumbuhan ekonomi AS, tetapi yang lebih penting, hal itu memperkuat kemungkinan Federal Reserve akan mempertahankan sikap hawkish, termasuk kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mendinginkan pasar tenaga kerja. Prospek kenaikan suku bunga meningkatkan imbal hasil obligasi Treasury AS dan menguatkan dolar, sehingga menekan harga emas.

Penurunan harga emas berjangka, bagaimanapun, terbatas, karena masih ada kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan di Eropa dan Tiongkok. Permintaan fisik emas Tiongkok dan India tetap stabil, memberikan lantai harga. Emas kini menghadapi dilema antara pasar tenaga kerja AS yang kuat dan kekhawatiran resesi global.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap sensitif terhadap data pasar tenaga kerja AS, terutama laporan Non-Farm Payrolls yang akan datang. Jika tren pasar tenaga kerja yang kuat berlanjut, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat dampak data ini pada ekspektasi suku bunga The Fed. Emas kini berjuang melawan indikasi pasar tenaga kerja AS yang terlalu panas. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, December 9, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Mengapa Imbal Hasil Obligasi Jangka Pendek Lebih Penting daripada Jangka Panjang


HARGA EMAS HARI INI
- Meskipun semua pergerakan imbal hasil obligasi AS memengaruhi emas, perubahan pada imbal hasil obligasi jangka pendek (seperti Treasury 2-tahun) seringkali memiliki dampak yang lebih langsung dan signifikan pada harga emas berjangka dibandingkan obligasi jangka panjang (10-tahun atau 30-tahun).

Imbal hasil jangka pendek sangat sensitif terhadap ekspektasi The Fed mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Jika pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif, imbal hasil 2-tahun akan melonjak. Kenaikan ini meningkatkan biaya peluang memegang emas, karena obligasi jangka pendek kini menawarkan pengembalian bebas risiko yang jauh lebih tinggi dalam waktu dekat. Dampaknya, emas cenderung jatuh.

Sebaliknya, imbal hasil jangka panjang lebih dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun imbal hasil jangka panjang yang tinggi menunjukkan inflasi yang diharapkan, yang dapat mendukung emas, kenaikan imbal hasil jangka pendek lebih cepat menekan harga emas karena secara langsung memengaruhi kebijakan moneter dan carrying costs.

Oleh karena itu, memantau pergerakan harian imbal hasil obligasi 2-tahun Treasury AS memberikan petunjuk yang lebih baik mengenai sentimen pasar terhadap kebijakan moneter The Fed dan dampaknya pada harga emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, December 4, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas Daun di Asia Tenggara Meningkat Akibat Ketidakpastian Politik


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapat dukungan dari lonjakan permintaan emas fisik, terutama emas daun dan perhiasan, di beberapa negara Asia Tenggara. Peningkatan permintaan ini didorong oleh ketidakpastian politik domestik dan mata uang yang volatile di kawasan tersebut, mendorong masyarakat untuk mengamankan kekayaan mereka.

Ketidakpastian politik di Asia Tenggara, meskipun regional, mendorong investor dan masyarakat umum untuk beralih ke emas sebagai aset yang tidak terpengaruh oleh gejolak domestik. Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang paling aman di tengah risiko politik.

Laporan dari pedagang emas menunjukkan adanya peningkatan premi harga emas fisik di beberapa ibu kota Asia Tenggara, mengindikasikan tingginya permintaan lokal.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat permintaan Asia Tenggara sebagai faktor pendukung penting. "Ketidakpastian politik dan mata uang di Asia Tenggara menciptakan permintaan emas yang kuat sebagai lindung nilai," kata seorang pakar. "Permintaan ini membantu menjaga harga emas di pasar global tetap stabil." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 3, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Melemah Setelah Data PDB Tiongkok Melampaui Ekspektasi Pasar


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini, dengan harga menurun menyusul rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Angka PDB yang optimis ini memicu sentimen risk-on global, karena Tiongkok adalah mesin pertumbuhan ekonomi Asia dan konsumen komoditas utama.

Data PDB Tiongkok yang kuat meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang cenderung mengarahkan investor menjauh dari aset safe-haven seperti emas dan menuju aset yang lebih berisiko (saham dan komoditas industri). Prospek pertumbuhan global yang lebih cepat mengurangi kebutuhan untuk lindung nilai risiko sistemik, sehingga menekan harga emas berjangka. Sentimen ini diperparah oleh penguatan Dolar AS.

Penurunan harga emas berjangka, bagaimanapun, terbatas, karena masih ada kekhawatiran mengenai sektor properti Tiongkok yang masih rentan dan masalah utang domestik. Permintaan fisik emas Tiongkok tetap stabil, memberikan lantai harga. Emas kini menghadapi dilema antara data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang optimis dan kekhawatiran struktural yang mendasarinya.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap sensitif terhadap data ekonomi Tiongkok yang mencerminkan permintaan riil dan kesehatan sektor properti. Jika tren pertumbuhan kuat berlanjut, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat stimulus kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Tiongkok. Emas kini berjuang melawan indikasi pertumbuhan yang kuat di ekonomi terbesar kedua di dunia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 26, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Korelasi Emas dengan Permintaan Komoditas Industri Lain


HARGA EMAS HARI INI - Meskipun emas dianggap sebagai logam mulia dan aset safe haven, pergerakannya kadang-kadang berkorelasi dengan komoditas industri lainnya, seperti tembaga atau perak, terutama pada periode pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tembaga, yang sering disebut "Dr. Copper" karena kemampuannya memprediksi kesehatan ekonomi, dan perak, yang memiliki aplikasi industri yang signifikan, adalah komoditas siklis.

Pada saat ekonomi global tumbuh pesat, permintaan industri terhadap tembaga dan perak meningkat. Ini menunjukkan sentimen "risk-on" di pasar komoditas. Emas, meskipun terutama aset non-siklis, dapat naik bersama komoditas ini karena faktor likuiditas global yang tinggi dan kenaikan harga komoditas secara umum yang memicu kekhawatiran inflasi.

Korelasi ini menjadi penting ketika pasar mencoba membedakan antara kenaikan harga emas yang didorong oleh risk-off (ketakutan geopolitik atau resesi) dan kenaikan yang didorong oleh risk-on (pertumbuhan, inflasi, dan likuiditas). Jika emas naik bersama dengan tembaga, itu lebih cenderung mencerminkan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan yang tinggi, bukan ketakutan resesi.

Oleh karena itu, menganalisis indeks komoditas industri dapat memberikan wawasan tambahan bagi trader emas berjangka. Korelasi positif atau negatif yang berubah-ubah dengan komoditas lain membantu dalam mengidentifikasi pendorong utama pergerakan harga emas saat ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, November 11, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Korelasi Emas dengan Permintaan Komoditas Industri Lain


HARGA EMAS HARI INI - Meskipun emas dianggap sebagai logam mulia dan aset safe haven, pergerakannya kadang-kadang berkorelasi dengan komoditas industri lainnya, seperti tembaga atau perak, terutama pada periode pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tembaga, yang sering disebut "Dr. Copper" karena kemampuannya memprediksi kesehatan ekonomi, dan perak, yang memiliki aplikasi industri yang signifikan, adalah komoditas siklis.

Pada saat ekonomi global tumbuh pesat, permintaan industri terhadap tembaga dan perak meningkat. Ini menunjukkan sentimen "risk-on" di pasar komoditas. Emas, meskipun terutama aset non-siklis, dapat naik bersama komoditas ini karena faktor likuiditas global yang tinggi dan kenaikan harga komoditas secara umum yang memicu kekhawatiran inflasi.

Korelasi ini menjadi penting ketika pasar mencoba membedakan antara kenaikan harga emas yang didorong oleh risk-off (ketakutan geopolitik atau resesi) dan kenaikan yang didorong oleh risk-on (pertumbuhan, inflasi, dan likuiditas). Jika emas naik bersama dengan tembaga, itu lebih cenderung mencerminkan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan yang tinggi, bukan ketakutan resesi.

Oleh karena itu, menganalisis indeks komoditas industri dapat memberikan wawasan tambahan bagi trader emas berjangka. Korelasi positif atau negatif yang berubah-ubah dengan komoditas lain membantu dalam mengidentifikasi pendorong utama pergerakan harga emas saat ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, November 10, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data PMI Global yang Positif

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) global yang lebih baik dari perkiraan, menunjukkan pemulihan di sektor manufaktur di beberapa negara besar. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data global yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi, karena prospek pertumbuhan global yang lebih baik dapat meningkatkan permintaan dan inflasi.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data global yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga komoditas, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan global dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, October 17, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Berikutnya Bayangi Harga Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, dibayangi oleh sinyal kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menaikkan suku bunga acuannya sekali lagi. Pernyataan dari anggota dewan The Fed yang menegaskan komitmen mereka untuk membawa inflasi kembali ke target telah memperkuat ekspektasi pasar akan kebijakan moneter yang lebih ketat. Suku bunga yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan biaya peluang investasi emas.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Dolar AS naik ke level tertinggi dalam beberapa waktu, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut di berbagai kawasan. Konflik dan ketegangan politik membuat emas tetap relevan sebagai aset safe haven. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga memberikan dukungan fundamental.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang merupakan ukuran inflasi favorit The Fed. Data ini akan menjadi penentu utama apakah The Fed akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunganya. - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, October 6, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Analisis Volume Perdagangan dan Open Interest Kontrak Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Selain harga, dua metrik penting dalam analisis pasar emas berjangka adalah volume perdagangan dan open interest. Volume mengukur jumlah total kontrak yang diperdagangkan dalam periode tertentu, menunjukkan tingkat aktivitas dan likuiditas pasar. Open interest adalah jumlah total kontrak yang belum diselesaikan atau masih "terbuka" pada akhir hari perdagangan. Kedua indikator ini digunakan oleh trader profesional untuk mengonfirmasi kekuatan tren harga.

Peningkatan harga emas yang disertai dengan kenaikan volume dan open interest biasanya dianggap sebagai konfirmasi kuat dari tren naik. Ini menunjukkan bahwa modal baru mengalir ke pasar, dan pemain baru ikut berpartisipasi dalam tren tersebut. Sebaliknya, jika harga naik tetapi volume dan open interest menurun, tren tersebut dianggap lemah dan rentan terhadap pembalikan, karena kenaikan tersebut mungkin hanya didorong oleh spekulator jangka pendek.

Jika harga emas turun, dan hal ini disertai dengan volume yang tinggi, itu mengindikasikan tekanan jual yang kuat. Namun, jika penurunan harga terjadi dengan volume yang rendah, itu bisa menunjukkan bahwa hanya ada sedikit minat jual yang kuat, dan pembalikan harga ke atas mungkin segera terjadi. Kombinasi analisis teknikal ini membantu memverifikasi apakah suatu pergerakan harga mencerminkan keyakinan pasar yang mendalam atau hanya kebisingan sesaat.

Dengan demikian, volume perdagangan dan open interest adalah alat konfirmasi yang sangat penting. Para trader cerdas tidak hanya melihat ke mana harga bergerak, tetapi juga seberapa kuat pergerakan tersebut didukung oleh partisipasi pasar. Memahami interaksi antara harga, volume, dan open interest adalah kunci untuk mengukur kesehatan pasar emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, September 29, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekhawatiran Resesi di Eropa Dukung Permintaan Emas Safe Haven

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka mendapatkan dukungan karena kekhawatiran resesi yang semakin dalam di Eropa. Rilis data manufaktur dan jasa yang lemah di Zona Euro, terutama di Jerman, memicu kekhawatiran bahwa kawasan tersebut sedang menuju resesi. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi yang tinggi, investor cenderung mengalihkan modal ke aset safe haven seperti emas, menggunakannya sebagai perlindungan dari risiko penurunan pasar saham dan komoditas industri.

Kelemahan ekonomi di Eropa juga dapat memengaruhi kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Spekulasi bahwa ECB mungkin menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan mengisyaratkan pelonggaran di masa depan dapat melemahkan Euro. Meskipun pelemahan Euro dapat menyebabkan penguatan relatif pada dolar AS (yang menekan emas), kekhawatiran resesi secara keseluruhan seringkali memiliki efek yang lebih kuat dalam mendorong permintaan safe haven untuk emas.

Namun, penguatan emas tidak terjadi tanpa tantangan. Imbal hasil obligasi AS yang stabil tinggi dan prospek kebijakan The Fed yang hawkish terus memberikan tekanan dari sisi biaya peluang. Dilema ini menciptakan pergerakan yang bergejolak, di mana emas berfluktuasi antara perannya sebagai lindung nilai inflasi dan aset safe haven.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi di Eropa dan bagaimana hal itu memengaruhi sentimen risiko global. Jika tanda-tanda resesi semakin jelas, emas kemungkinan akan mendapatkan momentum yang kuat. Investor perlu memantau data ekonomi Eropa dan pernyataan dari bank sentral global untuk mengukur arah kebijakan dan sentimen pasar. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, September 4, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Volatilitas Pasar Saham AS Dorong Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe-haven, dengan harga yang menguat di tengah meningkatnya volatilitas di pasar saham AS. Kenaikan tajam harga minyak dan kekhawatiran tentang profitabilitas perusahaan di tengah tingginya biaya produksi memicu aksi jual di pasar ekuitas. Investor beramai-ramai mengalihkan dana mereka dari saham berisiko tinggi ke aset yang lebih aman seperti emas.

Beberapa laporan kinerja perusahaan yang mengecewakan, terutama di sektor teknologi, menambah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari beberapa bank sentral bahwa mereka mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama guna mengatasi inflasi, yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Di tengah turbulensi ini, emas menawarkan stabilitas dan perlindungan bagi portofolio investor. Nilai emas tidak terkait langsung dengan kinerja perusahaan atau sektor ekonomi tertentu, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk diversifikasi dan lindung nilai.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut. "Selama pasar saham global menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, permintaan terhadap emas akan tetap tinggi," ujar seorang pakar pasar. "Kami merekomendasikan klien untuk mempertimbangkan alokasi yang lebih besar ke emas sebagai strategi untuk melindungi portofolio mereka dari risiko pasar." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, September 3, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Berkat Keputusan Bank of Japan yang Dovish

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan penguatan signifikan hari ini, didukung oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar. Sikap dovish BOJ ini kontras dengan bank sentral besar lainnya yang cenderung lebih ketat, membuat yen melemah tajam dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe-haven dan lindung nilai. Keputusan BOJ ini memperkuat narasi bahwa beberapa ekonomi utama masih memerlukan dukungan moneter untuk mendorong pertumbuhan, yang pada gilirannya mendukung aset seperti emas.

Melemahnya yen Jepang juga berkontribusi pada sentimen positif terhadap emas secara global. Meskipun emas dihargai dalam dolar AS, pergerakan mata uang utama lainnya dapat memengaruhi aliran modal. Ketika yen melemah, investor di Jepang dan Asia lainnya mungkin mencari diversifikasi ke aset yang lebih stabil seperti emas. Selain itu, kebijakan moneter yang sangat longgar di Jepang juga berkontribusi pada likuiditas global yang melimpah, yang secara historis menjadi faktor pendukung bagi harga emas.

Perkembangan di pasar obligasi global juga mencerminkan dampak dari keputusan BOJ. Meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Eropa menunjukkan fluktuasi, imbal hasil obligasi Jepang tetap rendah, yang mengurangi biaya peluang untuk memegang emas. Kombinasi dari kebijakan BOJ yang dovish, pelemahan yen, dan lingkungan suku bunga yang mendukung menciptakan kondisi yang sangat menguntungkan bagi harga emas di pasar berjangka, memicu minat beli dari para investor yang mencari keuntungan.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tetap tertuju pada kebijakan bank sentral. Jika bank sentral lain juga mulai menunjukkan tanda-tanda sikap dovish, emas dapat mempertahankan momentum kenaikannya. Namun, jika ada pembalikan mendadak dalam sentimen kebijakan moneter, emas mungkin akan menghadapi tekanan jual. Investor disarankan untuk memantau tidak hanya Federal Reserve, tetapi juga bank sentral utama lainnya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah harga emas. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Friday, August 8, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Dekati $3.400, Didukung Harapan Penurunan Suku Bunga


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terus menanjak, mendekati level psikologis krusial $3.400 per troy ons. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar akan penurunan suku bunga oleh bank sentral utama, terutama The Fed, sebagai respons terhadap data ekonomi yang mulai melemah. Harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar membuat biaya kepemilikan emas menjadi lebih rendah, meningkatkan daya tariknya bagi investor.

Selain itu, ketegangan perdagangan global yang kembali memanas juga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Prospek tarif baru dan proteksionisme perdagangan telah memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, mendorong investor untuk mencari aset yang aman. Emas, yang tidak terpengaruh oleh gejolak perdagangan, secara efektif menjadi pilihan utama untuk melindungi portofolio dari risiko-risiko tersebut.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa momentum kenaikan emas berjangka sangat kuat. Harga telah menembus beberapa level resistensi kunci dan terus bergerak naik dengan volume perdagangan yang solid. Banyak analis teknikal yang melihat pola grafik saat ini sebagai sinyal bullish yang jelas, memprediksi bahwa emas memiliki potensi untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi emas. Kenaikan imbal hasil obligasi AS, jika terjadi, bisa menjadi hambatan bagi kenaikan emas. Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset non-imbal hasil seperti emas. Oleh karena itu, investor harus memantau dengan seksama pergerakan suku bunga dan imbal hasil obligasi, di samping faktor-faktor lainnya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang prospek harga emas - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, August 7, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasar Emas Berjangka Menanti Sinyal Kebijakan Bank Sentral Eropa

rifan financindo berjangka

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka global menunjukkan pergerakan yang hati-hati seiring para pelaku pasar menanti keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB). Rapat ECB yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini menjadi fokus utama karena dapat memberikan sinyal tentang arah kebijakan suku bunga di kawasan Euro. Jika ECB memberikan indikasi untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga, hal itu dapat melemahkan Euro dan secara tidak langsung mendukung harga emas, yang dihargai dalam dolar AS.

Kondisi ekonomi di Eropa saat ini sedang menghadapi tantangan, dengan pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang masih tinggi. Situasi ini menempatkan ECB dalam posisi dilematis, di mana mereka harus menyeimbangkan antara menekan inflasi dan menghindari resesi. Setiap pernyataan atau kebijakan yang diambil oleh ECB akan memiliki dampak signifikan pada nilai mata uang dan sentimen pasar secara keseluruhan, termasuk pasar emas.

Di sisi lain, data ekonomi dari AS dan Tiongkok juga terus dipantau. Pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap dinamika global, dan setiap data makroekonomi dari negara-negara besar dapat memicu pergerakan harga. Keterkaitan antara mata uang, suku bunga, dan komoditas seperti emas membuat pasar ini sangat kompleks.

Memantau dengan seksama pengumuman dari ECB. "Keputusan ECB dapat menjadi katalisator bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek," ujar seorang konsultan. "Kami merekomendasikan strategi yang fleksibel, siap beradaptasi dengan perubahan sentimen pasar yang mungkin terjadi setelah pengumuman kebijakan tersebut." - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker

Tuesday, August 5, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data Ketenagakerjaan AS Memberi Sinyal Baru untuk Pasar Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS), terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP), selalu menjadi momen penting yang dinantikan oleh para pelaku pasar emas berjangka. Data ini dianggap sebagai indikator vital untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Angka ketenagakerjaan yang kuat sering kali diartikan sebagai sinyal ekonomi yang solid, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, seperti menaikkan suku bunga. Hal ini, seperti yang diketahui, dapat menekan harga emas.

Sebaliknya, data NFP yang mengecewakan atau menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga atau bahkan beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dalam skenario ini, imbal hasil obligasi AS akan menurun, membuat emas menjadi aset yang lebih menarik. Investor kemudian akan berbondong-bondong membeli emas sebagai alternatif investasi, mendorong harganya naik. Oleh karena itu, setiap rilis data ketenagakerjaan selalu menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar emas berjangka.

Pergerakan pasar emas berjangka tidak hanya dipengaruhi oleh angka utama NFP, tetapi juga oleh data pendukung lainnya, seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah per jam. Pertumbuhan upah yang cepat dapat mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang lebih besar, yang bisa mendorong The Fed untuk bertindak lebih agresif. Sementara itu, tingkat pengangguran yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang juga mendukung kenaikan suku bunga. Investor emas berjangka harus menganalisis seluruh paket data untuk memahami gambaran yang lebih lengkap.

Dengan demikian, pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap setiap detail dari laporan ketenagakerjaan AS. Para trader dan investor profesional telah memasukkan analisis data ini sebagai bagian integral dari strategi mereka. Mengingat pentingnya data ini, pergerakan harga emas sering kali fluktuatif sebelum, saat, dan sesudah rilis. Ini menunjukkan bagaimana kesehatan ekonomi AS secara langsung memengaruhi nilai emas di pasar global - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Sumber : newsmaker.id

Friday, August 1, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Terhambat Suku Bunga Tinggi The Fed


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terbebani oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi para investor dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan bunga, seperti obligasi pemerintah dan deposito. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari emas ke aset-aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil naik ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi permintaan. Data-data ekonomi AS yang solid memberikan sinyal bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi dolar AS dan menekan harga emas.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting yang akan datang, terutama data inflasi dari AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Investor juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, July 31, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Dolar AS Melemah, Beri Dorongan Signifikan untuk Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Pelemahan nilai dolar AS baru-baru ini telah memberikan dorongan signifikan bagi harga emas berjangka, karena logam mulia ini secara historis memiliki hubungan terbalik dengan mata uang AS. Ketika dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan permintaan dan menopang harga. Penurunan nilai dolar ini sebagian besar disebabkan oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS mungkin akan mengadopsi sikap yang lebih dovish dalam kebijakan moneternya di masa mendatang, terutama jika data inflasi terus menunjukkan tren penurunan dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Selain ekspektasi kebijakan moneter, pelemahan dolar juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti defisit anggaran AS yang membengkak atau meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Investor yang mencari diversifikasi dari dolar AS seringkali beralih ke emas sebagai alternatif yang aman. Aliran modal keluar dari dolar dan masuk ke aset safe-haven lainnya, termasuk emas, dapat menciptakan siklus positif bagi harga logam kuning ini. Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko depresiasi mata uang.

Korelasi negatif antara dolar dan emas merupakan prinsip dasar dalam analisis pasar komoditas. Trader emas berjangka secara rutin memantau indeks dolar AS (DXY) untuk mengukur potensi pergerakan harga emas. Jika tren pelemahan dolar berlanjut, kemungkinan besar akan memberikan dukungan berkelanjutan bagi harga emas. Namun, penting untuk dicatat bahwa korelasi ini tidak selalu sempurna dan faktor-faktor lain, seperti sentimen risiko global atau perubahan fundamental penawaran dan permintaan emas, juga dapat memengaruhi harga.

Investor perlu terus memantau data ekonomi AS, termasuk laporan inflasi, data pekerjaan, dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve, karena semua ini dapat memengaruhi arah pergerakan dolar AS. Potensi pembalikan tren pada dolar dapat menciptakan tekanan pada harga emas, sehingga manajemen risiko yang efektif sangat penting. Menggabungkan analisis fundamental dengan analisis teknikal dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih tepat di tengah volatilitas pasar - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, July 30, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Volatilitas Pasar Mata Uang Picu Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Ketidakstabilan di pasar mata uang global menjadi pendorong utama kenaikan harga emas berjangka pada perdagangan hari ini. Pelemahan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, terutama yen Jepang dan euro, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Situasi ini mendorong peningkatan permintaan dan mengangkat harga logam mulia tersebut.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS meliputi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, defisit anggaran AS yang membengkak, dan ketidakpastian seputar hasil pemilihan presiden AS yang akan datang. Investor mencari aset alternatif untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari depresiasi mata uang. Emas, dengan sejarah panjangnya sebagai penyimpan nilai, menjadi pilihan yang populer.

Selain dolar AS, fluktuasi mata uang negara berkembang juga turut mempengaruhi pasar emas. Gejolak politik dan ekonomi di beberapa negara berkembang mendorong investor lokal untuk mengalihkan aset mereka ke emas sebagai lindung nilai. Permintaan yang didorong oleh mata uang ini menambah tekanan beli di pasar berjangka global.

PT Rifan Financindo Bandung menyarankan klien untuk memperhatikan dinamika pasar mata uang global saat melakukan trading emas berjangka. Pemahaman tentang korelasi antara mata uang dan harga emas dapat membantu dalam mengambil keputusan trading yang lebih informatif. Perusahaan ini menyediakan alat analisis dan berita pasar yang relevan untuk membantu klien dalam navigasi pasar yang kompleks ini - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id