Showing posts with label rifan. Show all posts
Showing posts with label rifan. Show all posts

Wednesday, January 7, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Oleh Kekhawatiran Gangguan Jalur Pasokan di Terusan Panama


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan hari ini dipicu oleh laporan mengenai kendala operasional yang berkepanjangan di Terusan Panama akibat kekeringan ekstrem. Gangguan pada jalur logistik global ini meningkatkan biaya pengiriman dan memicu kekhawatiran inflasi biaya (cost-push inflation).

Keterlambatan pengiriman barang-barang komoditas dan industri melalui jalur vital ini diprediksi akan menaikkan harga barang di tingkat konsumen. Emas, sebagai instrumen lindung nilai inflasi, mendapatkan permintaan tambahan dari investor yang mengantisipasi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) global. Sentimen ini memberikan dorongan bagi kontrak emas berjangka untuk menembus level resistensi harian.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa gangguan logistik ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global, sehingga meningkatkan daya tarik safe-haven emas. Emas kembali menunjukkan kekuatannya di tengah ancaman kemacetan rantai pasok dunia.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan sangat dipengaruhi oleh laporan cuaca dan tingkat air di wilayah terusan tersebut. Investor disarankan untuk memantau harga komoditas energi yang juga terdampak gangguan ini. Emas kini didukung oleh ancaman inflasi dari sektor logistik global. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, December 30, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pengaruh Data Retail Sales Amerika Serikat pada Pergerakan Emas


HARGA EMAS HARI INI - Laporan penjualan ritel (retail sales) Amerika Serikat adalah indikator utama pengeluaran konsumen, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi di AS. Bagi pasar emas berjangka, data ini menjadi indikator penting mengenai potensi inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa depan.

Data penjualan ritel yang lebih kuat dari ekspektasi menunjukkan ekonomi yang sedang memanas, yang biasanya memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS karena pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi ini umumnya bersifat bearish bagi emas. Sebaliknya, jika belanja konsumen melambat, hal itu menandakan potensi kelesuan ekonomi yang mendorong investor untuk mencari perlindungan pada emas.

Trader menggunakan data ini untuk mengukur kekuatan daya beli masyarakat. Dalam jangka panjang, konsumsi yang kuat dapat memicu inflasi, yang pada akhirnya menguntungkan emas, namun dalam jangka pendek, pengaruhnya terhadap nilai tukar Dolar AS tetap menjadi faktor dominan yang menentukan arah harga emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, December 29, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Harga Emas Berjangka Stabil Menanti Rilis Data PDB Amerika Serikat


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka bergerak dalam rentang terbatas dan cenderung stabil seiring dengan sikap hati-hati para pelaku pasar menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat. Data ini dianggap sangat krusial karena akan memberikan gambaran nyata mengenai kekuatan ekonomi AS dan akan menjadi acuan bagi Federal Reserve dalam menentukan langkah kebijakan moneter selanjutnya.

Investor saat ini sedang melakukan konsolidasi posisi, sehingga aktivitas perdagangan emas terpantau lebih moderat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebagian besar pelaku pasar memilih untuk menunggu kejelasan arah ekonomi sebelum melakukan transaksi dalam volume besar di pasar berjangka.

Kondisi pasar yang relatif tenang ini juga dipengaruhi oleh kurangnya berita fundamental besar lainnya dari kawasan Eropa dan Asia. Emas tetap dipandang sebagai aset cadangan yang aman sembari pasar mencari petunjuk baru mengenai prospek pertumbuhan ekonomi global di tengah tantangan inflasi.

Masa depan harga emas berjangka akan segera mendapatkan arah yang lebih jelas setelah data PDB dipublikasikan. Jika ekonomi AS tumbuh melampaui ekspektasi, emas mungkin akan mengalami tekanan, namun jika pertumbuhan melambat, emas bisa mendapatkan momentum kenaikan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 24, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Akibat Ketegangan Diplomatik Baru di Kawasan Laut Tiongkok Selatan


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan diplomatik di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Insiden maritim terbaru yang melibatkan beberapa negara besar di kawasan tersebut meningkatkan premi risiko geopolitik, mendorong investor untuk mengamankan modal mereka di aset safe-haven.

Emas selalu menjadi aset pilihan utama saat terjadi ketidakpastian politik internasional karena nilainya yang intrinsik dan tidak terkait dengan stabilitas pemerintah manapun. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan gangguan jalur perdagangan global, yang dapat berdampak pada inflasi jangka panjang. Permintaan emas meningkat tajam di bursa berjangka sebagai bentuk lindung nilai terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh aksi beli teknikal setelah harga menembus level resistensi psikologis penting. Sentimen bullish di pasar emas menguat seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di Asia.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan berita di kawasan tersebut. Jika eskalasi terus berlanjut, emas diprediksi akan menguji level tertinggi baru. Investor disarankan untuk memperhatikan pernyataan resmi dari kementerian luar negeri negara-negara terkait. Emas kini didukung oleh meningkatnya premi risiko geopolitik di Asia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Friday, December 19, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sinyal Pemulihan Ekonomi Eropa Menekan Permintaan Safe Haven Emas


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, dibayangi oleh sinyal pemulihan ekonomi yang mulai terlihat di kawasan Euro. Data yang menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis dan kepercayaan konsumen di Eropa mengurangi kekhawatiran resesi dan menekan permintaan safe haven terhadap emas.

Pelemahan ini diperparah oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, memberikan Federal Reserve (The Fed) keyakinan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, potensi perlambatan ekonomi global akibat kebijakan moneter ketat di banyak negara memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran resesi dapat memicu permintaan safe haven kembali. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga terus memberikan dukungan.

Para pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan dari pejabat bank sentral Eropa (ECB) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter di kawasan tersebut. Kejelasan ini akan memengaruhi sentimen risiko global dan harga emas.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, December 18, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ketegangan Maritim di Jalur Perdagangan Utama Dongkrak Permintaan Safe Haven


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka bergerak naik tajam merespons meningkatnya ketegangan maritim di beberapa jalur perdagangan utama dunia. Insiden keamanan yang mengancam arus distribusi komoditas global ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gangguan rantai pasokan yang bisa memicu kenaikan inflasi secara mendadak.

Investor bereaksi dengan mencari perlindungan pada aset yang kebal terhadap risiko geopolitik, dan emas kembali membuktikan perannya sebagai safe haven yang paling diandalkan. Kenaikan harga minyak yang menyertai konflik ini juga turut memberikan tekanan inflasi tambahan yang mendukung kenaikan harga emas.

Situasi di lapangan yang masih belum menentu membuat volatilitas pasar tetap tinggi. Selama risiko eskalasi militer atau hambatan perdagangan tetap ada, minat investor terhadap kontrak berjangka emas diperkirakan akan tetap berada di level yang sangat tinggi.

Pakar pasar di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menilai bahwa emas adalah aset wajib dalam kondisi darurat global. Ketika risiko geopolitik meningkat, emas seringkali menjadi satu-satunya aset yang mampu mempertahankan nilainya di tengah gejolak pasar keuangan lainnya. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 17, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga Negatif dan Naikkan Perkiraan Inflasi


HARGA EMAS HARI INI
- Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan yang solid hari ini, didorong oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga negatif, sementara secara bersamaan menaikkan perkiraan inflasi inti mereka. Skenario ini menciptakan lingkungan yang sangat bullish bagi emas, terutama di Jepang.

Keputusan BOJ mempertahankan kebijakan ultra-longgar (suku bunga negatif) menjaga biaya peluang memegang emas tetap rendah. Namun, pada saat yang sama, kenaikan perkiraan inflasi resmi menunjukkan bahwa tekanan harga di Jepang meningkat. Hal ini secara efektif menciptakan lingkungan imbal hasil riil negatif yang lebih dalam, yang merupakan pendorong utama bagi permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa kebijakan ultra-longgar BOJ, meskipun suku bunga AS tinggi, dapat menjaga likuiditas global tetap melimpah, yang cenderung mendukung harga emas. Investor beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman daripada JPY yang tertekan.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap didukung oleh kebijakan moneter divergen ini. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat bagaimana perbedaan imbal hasil antara AS dan Jepang memengaruhi Dolar AS, karena ini akan menjadi penentu utama harga emas. Emas kini didorong oleh lingkungan imbal hasil riil yang sangat negatif di Jepang. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, December 12, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Sinyal Pemulihan Ekonomi Eropa Menekan Permintaan Safe Haven Emas


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, dibayangi oleh sinyal pemulihan ekonomi yang mulai terlihat di kawasan Euro. Data yang menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis dan kepercayaan konsumen di Eropa mengurangi kekhawatiran resesi dan menekan permintaan safe haven terhadap emas.

Pelemahan ini diperparah oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, memberikan Federal Reserve (The Fed) keyakinan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, potensi perlambatan ekonomi global akibat kebijakan moneter ketat di banyak negara memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran resesi dapat memicu permintaan safe haven kembali. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga terus memberikan dukungan.

Para pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan dari pejabat bank sentral Eropa (ECB) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter di kawasan tersebut. Kejelasan ini akan memengaruhi sentimen risiko global dan harga emas - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, December 9, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Mengapa Imbal Hasil Obligasi Jangka Pendek Lebih Penting daripada Jangka Panjang


HARGA EMAS HARI INI
- Meskipun semua pergerakan imbal hasil obligasi AS memengaruhi emas, perubahan pada imbal hasil obligasi jangka pendek (seperti Treasury 2-tahun) seringkali memiliki dampak yang lebih langsung dan signifikan pada harga emas berjangka dibandingkan obligasi jangka panjang (10-tahun atau 30-tahun).

Imbal hasil jangka pendek sangat sensitif terhadap ekspektasi The Fed mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Jika pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif, imbal hasil 2-tahun akan melonjak. Kenaikan ini meningkatkan biaya peluang memegang emas, karena obligasi jangka pendek kini menawarkan pengembalian bebas risiko yang jauh lebih tinggi dalam waktu dekat. Dampaknya, emas cenderung jatuh.

Sebaliknya, imbal hasil jangka panjang lebih dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun imbal hasil jangka panjang yang tinggi menunjukkan inflasi yang diharapkan, yang dapat mendukung emas, kenaikan imbal hasil jangka pendek lebih cepat menekan harga emas karena secara langsung memengaruhi kebijakan moneter dan carrying costs.

Oleh karena itu, memantau pergerakan harian imbal hasil obligasi 2-tahun Treasury AS memberikan petunjuk yang lebih baik mengenai sentimen pasar terhadap kebijakan moneter The Fed dan dampaknya pada harga emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 3, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Melemah Setelah Data PDB Tiongkok Melampaui Ekspektasi Pasar


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini, dengan harga menurun menyusul rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Angka PDB yang optimis ini memicu sentimen risk-on global, karena Tiongkok adalah mesin pertumbuhan ekonomi Asia dan konsumen komoditas utama.

Data PDB Tiongkok yang kuat meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang cenderung mengarahkan investor menjauh dari aset safe-haven seperti emas dan menuju aset yang lebih berisiko (saham dan komoditas industri). Prospek pertumbuhan global yang lebih cepat mengurangi kebutuhan untuk lindung nilai risiko sistemik, sehingga menekan harga emas berjangka. Sentimen ini diperparah oleh penguatan Dolar AS.

Penurunan harga emas berjangka, bagaimanapun, terbatas, karena masih ada kekhawatiran mengenai sektor properti Tiongkok yang masih rentan dan masalah utang domestik. Permintaan fisik emas Tiongkok tetap stabil, memberikan lantai harga. Emas kini menghadapi dilema antara data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang optimis dan kekhawatiran struktural yang mendasarinya.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap sensitif terhadap data ekonomi Tiongkok yang mencerminkan permintaan riil dan kesehatan sektor properti. Jika tren pertumbuhan kuat berlanjut, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat stimulus kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Tiongkok. Emas kini berjuang melawan indikasi pertumbuhan yang kuat di ekonomi terbesar kedua di dunia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Monday, December 1, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Produksi Kapal AS yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data produksi kapal dan peralatan maritim AS yang lebih kuat dari perkiraan. Angka produksi yang tinggi mengindikasikan ketahanan sektor industri tertentu dan optimisme tentang belanja modal. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data AS yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat cenderung menekan permintaan safe haven untuk emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa produksi yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga baja dan komoditas input lainnya, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan industri dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, November 28, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor Bersiap Hadapi Tahun Baru, Emas Bergerak Mendatar


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pergerakan mendatarnya hari ini, seiring dengan investor yang bersiap untuk liburan akhir tahun dan mengurangi aktivitas perdagangan. Pasar cenderung mencari kejelasan mengenai prospek ekonomi tahun 2026 sebelum mengambil posisi baru yang signifikan.

Prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang tinggi untuk waktu yang lama tetap menjadi sentimen negatif utama. Suku bunga yang tinggi terus meningkatkan biaya peluang investasi emas. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, ketidakpastian yang selalu ada saat pergantian tahun, terutama terkait risiko geopolitik dan potensi krisis utang, memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran risiko sistemik membuat emas tetap relevan sebagai aset perlindungan.

Para pelaku pasar akan mencermati pidato akhir tahun dari pejabat bank sentral yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan di tahun 2026. Kejelasan ini akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas selanjutnya saat pasar kembali aktif.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, November 24, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Penjualan Mobil AS yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data penjualan mobil AS yang lebih kuat dari perkiraan. Angka penjualan yang tinggi mengindikasikan ketahanan belanja konsumen dan optimisme terhadap ekonomi AS. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data AS yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat cenderung menekan permintaan safe haven untuk emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa permintaan mobil yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga suku cadang dan input industri, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan konsumsi dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, November 21, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ekspektasi Suku Bunga Puncak The Fed Menahan Kenaikan Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, dibayangi oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin telah mendekati atau mencapai suku bunga puncaknya, namun akan mempertahankannya di level tinggi untuk waktu yang lama. Prospek 'tinggi lebih lama' ini secara signifikan meningkatkan biaya peluang investasi emas.

Pelemahan ini diperparah oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, memberikan The Fed keyakinan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, potensi perlambatan ekonomi global akibat kebijakan moneter ketat di banyak negara memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran resesi dapat memicu permintaan safe haven kembali. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga terus memberikan dukungan.

Para pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan dari pejabat The Fed yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai durasi suku bunga tinggi. Kejelasan ini akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas selanjutnya - PT RIFINDO FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, November 17, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Produksi Kendaraan AS yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data produksi kendaraan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Angka produksi yang tinggi mengindikasikan ketahanan sektor manufaktur AS dan optimisme tentang belanja konsumen. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data AS yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat cenderung menekan permintaan safe haven untuk emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa produksi yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga komoditas input, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan manufaktur dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 12, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan oleh Peningkatan Tajam Persediaan Emas di Shanghai Gold Exchange

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini, dengan harga menurun menyusul laporan peningkatan tajam dalam persediaan emas yang tercatat di Shanghai Gold Exchange (SGE). Peningkatan persediaan ini mengindikasikan bahwa permintaan fisik di Tiongkok, konsumen emas terbesar, mungkin tidak sekuat yang diperkirakan atau bahwa pasokan yang mengalir melalui bursa telah meningkat secara tiba-tiba. Surplus pasokan ini memberikan sentimen bearish ke pasar global.

Meskipun Tiongkok adalah konsumen emas fisik utama, peningkatan mendadak dalam persediaan SGE seringkali diinterpretasikan sebagai indikasi kelemahan jangka pendek dalam permintaan ritel atau pemindahan pasokan strategis. Reaksi pasar berjangka di Barat terhadap data ini menunjukkan bahwa trader sedang menimbang kembali optimisme mereka terhadap permintaan fisik Tiongkok. Pelemahan permintaan fisik ini memperburuk tekanan yang ada dari imbal hasil obligasi AS yang tinggi.

Penurunan harga emas berjangka, bagaimanapun, terbatas, karena laporan persediaan SGE harus diimbangi dengan pembelian bank sentral yang kuat dan ketidakpastian geopolitik. Permintaan pembelian strategis oleh bank sentral Asia, khususnya, membantu mencegah penurunan harga yang lebih parah. Emas kini menghadapi dilema antara data pasokan/permintaan fisik Tiongkok dan faktor-faktor makroekonomi dan geopolitik yang lebih luas.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap sensitif terhadap data persediaan dan arus masuk/keluar di bursa fisik utama seperti SGE. Jika persediaan terus meningkat, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat permintaan perhiasan dan batangan Tiongkok. Emas kini berjuang melawan indikasi potensi kelemahan dalam permintaan fisik terbesar di dunia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Monday, November 10, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data PMI Global yang Positif

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) global yang lebih baik dari perkiraan, menunjukkan pemulihan di sektor manufaktur di beberapa negara besar. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data global yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi, karena prospek pertumbuhan global yang lebih baik dapat meningkatkan permintaan dan inflasi.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data global yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga komoditas, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan global dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 5, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Tiongkok


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi tipis menjelang rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Data ini sangat krusial karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar dan pemain utama dalam rantai pasokan global. Pasar menunggu petunjuk mengenai kesehatan permintaan domestik dan internasional Tiongkok, yang akan memengaruhi sentimen harga emas dan prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Jika neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan angka ekspor yang kuat, hal itu akan meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang dapat menekan emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan penurunan impor dan ekspor yang signifikan, hal itu akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang akan mendorong permintaan safe-haven untuk emas. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka, karena para trader enggan mengambil posisi besar sebelum adanya kejelasan.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data ekonomi utama. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik yang berkelanjutan, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data perdagangan Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data ini, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik emas dan sentimen pertumbuhan global. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang berhati-hati. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Monday, November 3, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Keyakinan Bisnis Zona Euro yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data keyakinan bisnis Zona Euro yang lebih kuat dari perkiraan. Angka yang positif di Eropa memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan mengambil sikap yang lebih hawkish, meningkatkan prospek perbedaan kebijakan moneter dengan AS. Ironisnya, hal ini menyebabkan pelemahan Euro terhadap Dolar AS, yang pada gilirannya menekan harga emas.

Penguatan dolar AS menunjukkan bahwa pasar masih fokus pada kekuatan relatif mata uang. Selama ada kekhawatiran tentang kebijakan bank sentral di luar AS, dolar AS cenderung menguat, menekan harga emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data keyakinan bisnis yang kuat juga dapat mengurangi kekhawatiran resesi global, yang dapat memengaruhi sentimen risiko pasar secara keseluruhan dan menstabilkan permintaan safe haven untuk emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal ekonomi dari berbagai kawasan. Jika ECB mengadopsi sikap yang lebih hawkish, dolar AS mungkin melemah, yang akan menguntungkan emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, October 31, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Risiko Resesi Global Redup, Emas Kehilangan Daya Tarik Safe Haven

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka kembali melemah hari ini, karena risiko resesi global semakin meredup di mata investor. Optimisme terhadap ketahanan ekonomi AS dan prospek pemulihan di negara-negara maju lain mengurangi permintaan untuk emas sebagai aset perlindungan di masa sulit. Investor cenderung beralih ke aset berisiko dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Pelemahan ini diperkuat oleh penguatan dolar AS dan yield obligasi AS yang melonjak. Kenaikan yield obligasi mencerminkan ekspektasi bahwa bank sentral global, dipimpin oleh Federal Reserve (The Fed), akan terus fokus pada pengetatan moneter untuk memerangi inflasi yang membandel.

Meskipun demikian, potensi gejolak di pasar energi dan pangan akibat ketegangan geopolitik masih memberikan alasan bagi investor untuk mempertahankan emas sebagai lindung nilai inflasi. Emas secara historis berfungsi sebagai penyimpan nilai yang baik saat harga-harga komoditas melonjak.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati rilis notulen pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Notulen ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pandangan The Fed terhadap inflasi dan prospek suku bunga di masa mendatang, yang akan sangat memengaruhi pergerakan harga emas - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id