Showing posts with label SAHAM. Show all posts
Showing posts with label SAHAM. Show all posts

Wednesday, August 5, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Penurunan Indeks Manufaktur Jerman Tingkatkan Kekhawatiran Resesi Regional


HARGA EMAS HARI INI
memetik keunggulan dari kenaikan arus modal safe haven setelah rilis data pesanan pabrik dan aktivitas manufaktur Jerman kemarin mencatatkan penurunan di luar ekspektasi para ekonom. Melambatnya mesin penggerak utama ekonomi Eropa ini memperkuat prediksi bahwa kawasan euro akan menghadapi periode stagnasi ekonomi yang lebih panjang. Dampaknya hari ini, investor mulai mengalihkan alokasi modal mereka dari bursa saham Eropa menuju komoditas pelindung nilai seperti emas.

Kenaikan harga emas hari ini juga ditopang oleh penurunan yield surat utang pemerintah Jerman yang terseret oleh prospek suram sektor industri regional. Kondisi ini menurunkan biaya peluang bagi pengelola dana internasional untuk memegang emas sebagai aset penyeimbang portofolio. Permintaan fisik terhadap produk emas batangan dari investor individu di Eropa Barat terpantau mengalami peningkatan secara bertahap sepanjang hari ini.

Namun, penguatan emas ini masih dihambat oleh kekhawatiran bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya. Sikap independen bank sentral AS dalam mempertahankan suku bunga tinggi terus menjaga dominasi dolar di bursa valas global. Pertarungan antara kecemasan resesi Eropa dan keperkasaan moneter AS menciptakan volatilitas harian yang cukup dinamis di bursa komoditas berjangka.

Forecast untuk sesi New York nanti malam menunjukkan bahwa emas memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan terbatas jika rilis data pesanan barang tahan lama AS malam nanti mengonfirmasi penurunan aktivitas manufaktur. Namun, apabila terjadi pembalikan sentimen pada bursa saham Wall Street, keuntungan harga emas bisa terkikis kembali dengan cepat. Disiplin dalam menerapkan batasan risiko kerugian menjadi poin krusial bagi para trader harian malam ini - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, July 29, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Lonjakan Klaim Pengangguran AS Berikan Angin Segar Bagi Logam Mulia


HARGA EMAS HARI INI berfluktuasi di zona hijau setelah laporan klaim tunjangan pengangguran awal Amerika Serikat yang dirilis kemarin malam melonjak melampaui estimasi pasar. Tanda-tanda melambatnya sektor ketenagakerjaan ini memberikan indikasi bahwa kebijakan moneter ketat selama ini mulai memberikan dampak nyata pada roda bisnis riil. Dampaknya hari ini adalah meningkatnya probabilitas bahwa otoritas moneter terpaksa memikirkan pelonggaran likuiditas lebih awal dari jadwal yang direncanakan.

Respons cepat terlihat di pasar obligasi, di mana imbal hasil surat utang AS mengalami penurunan tajam seiring beralihnya ekspektasi suku bunga pasar. Penurunan yield ini berbanding terbalik dengan harga emas, sehingga komoditas ini langsung mendapat suntikan energi untuk bergerak naik menjauhi level terendahnya pekan ini. Para manajer investasi mulai mengalokasikan kembali sebagian dana mereka ke Exchange Traded Funds berbasis emas sebagai langkah diversifikasi portofolio strategis.

Meskipun sentimen makro mendukung kenaikan, pergerakan emas masih harus berhadapan dengan aksi ambil untung cepat dari para spekulan jangka pendek. Begitu harga menyentuh titik tertinggi mingguannya, tekanan jual dalam volume moderat kembali muncul dan sedikit memangkas keuntungan harian. Dinamika tarik-menarik antara pembeli fundamental dan penjual teknikal ini membuat pergerakan harga komoditas menjadi sangat dinamis sepanjang sesi siang.

Memasuki sesi perdagangan New York nanti malam, forecast emas diperkirakan akan mempertahankan momentum positifnya dengan volatilitas yang terjaga. Perhatian pasar akan tertuju pada pidato dari beberapa anggota Federal Reserve yang diharapkan memberikan pandangan mengenai kondisi pasar tenaga kerja terkini. Para trader direkomendasikan untuk menanti koreksi wajar di sekitar level support terdekat sebelum mempertimbangkan pembukaan posisi beli baru - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, July 21, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kebijakan Moneter Global Dan Implikasinya Pada Emas


HARGA EMAS HARI INI - Perbedaan arah kebijakan moneter antara bank sentral utama dunia menjadi faktor penting yang memengaruhi fluktuasi harga emas berjangka pada perdagangan hari ini. Ketika beberapa bank sentral di Eropa dan Asia mulai melonggarkan likuiditas, bank sentral Amerika Serikat masih terus menimbang momentum yang tepat. Ekspektasi akan terjadinya sinkronisasi pemotongan suku bunga global menjadi bahan bakar utama yang menopang laju penguatan emas.

Kemarin, aktivitas perdagangan emas di bursa internasional diwarnai oleh aksi pemindahan portofolio dari pasar mata uang menuju pasar komoditas logam mulia. Kejelasan sinyal melandainya suku bunga di beberapa negara maju membuat emas semakin menarik dibanding memegang mata uang yang imbal hasilnya cenderung menurun. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para manajer investasi untuk terus menambah porsi kepemilikan emas dalam portofolio mereka.

Dampaknya bagi hari ini adalah harga emas diperdagangkan dengan tingkat stabilitas yang sangat baik di sekitar level pivot harian pada sesi perdagangan siang ini. Aktivitas transaksi di bursa berjangka Bandung terlihat kondusif dengan partisipasi aktif dari para pelaku pasar ritel dan institusional. Kehadiran pembeli yang konsisten di lantai bursa memastikan bahwa spread harga tetap berada dalam rentang yang wajar dan kompetitif.

Forecast untuk nanti malam memperkirakan bahwa emas akan terus mempertahankan daya tariknya selama narasi pelonggaran moneter global tetap mendominasi sentimen pasar. Jika terjadi pelemahan nilai tukar Dolar di sesi Amerika, emas berpeluang untuk menguji kembali level tertinggi mingguan yang pernah dicapai sebelumnya. Investor disarankan untuk tetap fokus pada pergerakan indikator makroekonomi utama sebagai petunjuk arah tren - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, June 23, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dinamika Cadangan Emas Bank Sentral Di Bulan Juni


HARGA EMAS HARI INI - Laporan terbaru mengenai aktivitas pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara berkembang tetap menjadi pilar pendukung utama bagi harga emas hari ini. Strategi diversifikasi cadangan devisa menjauh dari ketergantungan mata uang tradisional terus konsisten dilakukan untuk menjaga stabilitas kekayaan nasional. Permintaan institusional berskala besar ini menciptakan lantai harga yang solid, yang secara historis terbukti mampu melindungi emas dari kejatuhan harga yang ekstrem akibat spekulasi pasar.

Kemarin, berita mengenai penambahan cadangan emas oleh salah satu bank sentral besar di Asia memberikan sentimen positif tambahan bagi para pelaku pasar emas berjangka. Kabar ini memperkuat keyakinan investor bahwa emas masih memiliki prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan meskipun sedang menghadapi tekanan mata uang Dolar saat ini. Dukungan dari bank sentral ini memberikan rasa aman bagi para trader untuk terus memegang posisi emas di tengah volatilitas harian.

Dampaknya bagi hari ini adalah harga emas terlihat lebih resilien terhadap penguatan indeks Dolar yang terjadi secara periodik di pasar global. Terlihat adanya daya serap pasar yang tinggi setiap kali harga menyentuh level dukungan teknis, menunjukkan hadirnya pembeli institusional di balik layar. Fenomena ini menciptakan struktur pasar yang stabil di mana emas terus menunjukkan performa yang cukup baik dibandingkan instrumen investasi lainnya di bulan Juni ini.

Forecast nanti malam menunjukkan bahwa emas akan terus diperdagangkan dengan bias positif selama permintaan fisik dari bank sentral tetap terjaga dengan baik. Setiap koreksi harga diprediksi akan menjadi peluang bagi pembeli besar untuk menambah posisi mereka pada tingkat harga yang lebih kompetitif. Trader disarankan untuk terus memperhatikan volume perdagangan sebagai konfirmasi atas kekuatan tren akumulasi yang sedang dilakukan oleh para pemain besar - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, December 17, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga Negatif dan Naikkan Perkiraan Inflasi


HARGA EMAS HARI INI
- Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan yang solid hari ini, didorong oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga negatif, sementara secara bersamaan menaikkan perkiraan inflasi inti mereka. Skenario ini menciptakan lingkungan yang sangat bullish bagi emas, terutama di Jepang.

Keputusan BOJ mempertahankan kebijakan ultra-longgar (suku bunga negatif) menjaga biaya peluang memegang emas tetap rendah. Namun, pada saat yang sama, kenaikan perkiraan inflasi resmi menunjukkan bahwa tekanan harga di Jepang meningkat. Hal ini secara efektif menciptakan lingkungan imbal hasil riil negatif yang lebih dalam, yang merupakan pendorong utama bagi permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa kebijakan ultra-longgar BOJ, meskipun suku bunga AS tinggi, dapat menjaga likuiditas global tetap melimpah, yang cenderung mendukung harga emas. Investor beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman daripada JPY yang tertekan.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap didukung oleh kebijakan moneter divergen ini. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat bagaimana perbedaan imbal hasil antara AS dan Jepang memengaruhi Dolar AS, karena ini akan menjadi penentu utama harga emas. Emas kini didorong oleh lingkungan imbal hasil riil yang sangat negatif di Jepang. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, October 29, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Tiongkok

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi tipis menjelang rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Data ini sangat krusial karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar dan pemain utama dalam rantai pasokan global. Pasar menunggu petunjuk mengenai kesehatan permintaan domestik dan internasional Tiongkok, yang akan memengaruhi sentimen harga emas dan prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Jika neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan angka ekspor yang kuat, hal itu akan meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang dapat menekan emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan penurunan impor dan ekspor yang signifikan, hal itu akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang akan mendorong permintaan safe-haven untuk emas. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka, karena para trader enggan mengambil posisi besar sebelum adanya kejelasan.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data ekonomi utama. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik yang berkelanjutan, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data perdagangan Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data ini, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik emas dan sentimen pertumbuhan global. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang berhati-hati. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Thursday, October 16, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Menekan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan hari ini, setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi baru. Kenaikan tajam imbal hasil obligasi 10-tahun ini dipicu oleh lelang obligasi yang lemah dan sinyal bahwa pemerintah AS mungkin akan meningkatkan penerbitan utang untuk mendanai defisit yang besar.

Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang memegang emas, karena obligasi menawarkan pengembalian yang lebih tinggi tanpa risiko, yang membuatnya lebih menarik bagi investor. Situasi ini mendorong investor untuk mengurangi posisi emas mereka dan beralih ke obligasi AS.

Selain itu, sentimen pasar obligasi yang lesu ini juga diperburuk oleh beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed yang kembali menekankan perlunya menjaga suku bunga tinggi untuk waktu yang lama (higher-for-longer). Kombinasi faktor ini menciptakan angin sakal yang kuat bagi harga emas.

Manajemen RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan dinamika pasar obligasi. "Hubungan terbalik antara imbal hasil riil obligasi dan harga emas sangat jelas saat ini," kata seorang broker. "Selama imbal hasil obligasi terus naik, emas akan berada di bawah tekanan. Trader harus menyesuaikan strategi mereka di sekitar level-level imbal hasil kunci." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Friday, September 19, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Terhambat Suku Bunga Tinggi The Fed

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terbebani oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi para investor dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan bunga, seperti obligasi pemerintah dan deposito. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari emas ke aset-aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil naik ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi permintaan. Data-data ekonomi AS yang solid memberikan sinyal bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi dolar AS dan menekan harga emas.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting yang akan datang, terutama data inflasi dari AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Investor juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik. - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, November 24, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Anjlok Tertekan Data Ekonomi AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam hampir 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas tertekan data aktivitas bisnis AS yang lebih baik dari perkiraan dan hasil uji coba vaksin COVID-19 yang menjanjikan mendorong harapan untuk pemulihan ekonomi lebih cepat. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD34,6 atau 1,85% menjadi ditutup pada USD1.837,80 per ounce. Akhir pekan lalu (20/11/2020), emas berjangka terangkat USD10,9 atau 0,59% menjadi USD1.872,40.  

Emas terpuruk di bawah level penting USD1.850 setelah rilis PMI AS yang luar biasa kuat hanya mengurangi kebutuhan akan stimulus. Tidak ada yang memperkirakan angka yang kuat baik di sektor jasa maupun manufaktur," kata Analis Senior di OANDA Edward Moya dilansir dari Antara.

Data menunjukkan aktivitas bisnis AS pada November berkembang pada tingkat tercepat dalam lebih dari lima tahun, meningkatkan optimisme tentang kesehatan ekonomi AS di kalangan investor. 

Data positif juga datang setelah AstraZeneca, Inggris, mengatakan vaksinnya bisa sekitar 90% efektif tanpa efek samping yang serius.

"Investor beralih kembali ke saham-saham karena fakta hanya ada sedikit ketidakpastian sekarang daripada sebelumnya," kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments Jeffrey Sica.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 73 sen atau 3%, menjadi ditutup pada USD23,633 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD25,5 atau 2,66% menjadi menetap pada USD931,7 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Monday, November 23, 2020

PT Rifan - Emas Turun Meski Menkeu AS Beri Isyarat Pembahasan Stimulus Berlanjut


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak turun tipis pada Senin pagi sejalan dengan tren penurunan mata uang dolar AS dan harapan stimulus AS lanjutan untuk meredam dampak negatif ekonomi akibat pandemi covid-19.

Harga emas berjangka turun tipis 0,02% ke $1.872,05 per ons pukul 09.09 WIB dan XAU/USD naik 0,11% di $1.873,14 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS kembali turun 0,18% di 92,225.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (23/11) pagi, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin pada Jumat silam memberi isyarat bahwa negosiasi langkah-langkah stimulus akan terus berlanjut, bahkan saat itu ia membela keputusannya untuk mengakhiri beberapa program pinjaman pandemi dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve pada 31 Desember.

Petugas kesehatan AS dan lainnya direkomendasikan mendapat suntikan covid-19 pertama di negara itu dalam satu atau dua hari menunggu persetujuan peraturan bulan depan, kata pejabat kesehatan utama pada hari Minggu.

Para pemimpin dari 20 ekonomi terbesar G20 berjanji pada hari Minggu untuk berusaha memasok obat-obatan, tes, dan vaksin covid-19 secara terjangkau dan adil untuk "semua orang".

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level Rp 977.000 pagi ini dari hari Minggu menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.54 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Tuesday, March 17, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Anjlok Rp 18.000



PT RIFAN FINANCIDO BANDUNG - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp801 ribu per gram pada Selasa atau anjlok Rp18 ribu dari Rp819 ribu per gram pada senin. Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) merosot sampai Rp22 ribu dari Rp741 ribu menjadi Rp719 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp425 ribu, 2 gram Rp1,55 juta, 3 gram Rp2,3 juta, 5 gram Rp3,82 juta, 10 gram Rp7,58 juta, 25 gram Rp18,85 juta, dan 50 gram Rp37,63 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp75,2 juta, 250 gram Rp187,75 juta, 500 gram Rp375,3 juta, dan 1 kilogram Rp750,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen. 

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.488,1 per troy ons atau naik 0,11 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot anjlok 1,63 persen ke US$1.489,4 per troy ons pada pagi ini.  

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas kembali tertekan karena persiapan berbagai stimulus yang akan diberlakukan para pejabat negara-negara di dunia. Kemarin, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve secara mengejutkan kembali memangkas tingkat suku bunga acuan ke nol persen.

Selain itu, pemerintah AS juga tengah berdiskusi dengan Senat untuk menggelontorkan paket stimulus yang lebih besar. Begitu pula dengan pemerintah Selandia Baru yang akan merilis paket stimulus bernilai 12,1 miliar dolar Selandia Baru pada hari ini.

Tak ketinggalan, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) juga akan mempersiapkan stimulus moneter baru bagi Negeri Kanguru. Berbagai rencana ini kemudian sedikit berhasil mengangkat kinerja bursa saham pagi ini.
 
Pagi ini, indeks Nikkei bergerak positif, S&P juga. Mungkin berita persiapan kebijakan ini membantu mengangkat sentimen sebagian pelaku pasar, termasuk emas," ujar Ariston, proyeksinya, harga emas akan bergerak di kisaran US$1.450 sampai US$1.550 per troy ons pada hari ini - PT RIFAN FINANCIDO

Sumber : okezone.com

Thursday, June 27, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Minim Sentimen Positif, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan


RIFANFINANCINDO BANDUNGIHSG ditutup menguat di level 6,310.49 (-0.16%), Pelemahan didorong oleh Agriculture (-1.24%) dan Misc-Ind (-1.05%). Pelemahan diakibatkan oleh ketidakpastian setelah investor mencerna pernyataan dari The Fed yang akan kembali mengkaji penurunan suku bunga. Dari dalam negeri masih minim sentimen yang bisa mendorong penguatan IHSG.

Wednesday, June 26, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS bangkit di tengah pelemahan pound sterling


RIFAN FINANCINDO BANDUNGNilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (AS) rebound pada akhir perdagangan pada Selasa, di tengah pelemahan pound sterling Inggris, karena investor semakin khawatir atas ketidaksepakatan Brexit akhir tahun ini.

Tuesday, June 25, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Lagi Tinggi, Beli Atau Jual?


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga emas beberapa waktu terakhir terus mengalami kenaikan. Hari ini harga emas batangan di PT Aneka Tambang naik hingga Rp 10.500 dibandingkan hari sebelumnya. Antam kini menjual emas batangan Rp 713.000/gram

Monday, June 24, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Harga Emas di Awal Pekan Kembali Naik Rp3.500 Menjadi Rp702.500 per Gram


RIFANFINANCINDO BANDUNGHarga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp3.500 pada perdagangan hari ini, Senin (24/6) menjadi Rp702.500 per gram dari penutupan perdagangan kemarin Rp699.000 per gram. Emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Naik Lagi, Dolar AS Kini Parkir di Rp 14.140


RIFANFINANCINDO BANDUNGNilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.140. Angka ini lebih tinggi dibanding posisi pada Jumat (21/6) lalu yang sempat turun hingga ke level Rp 14.065, namun lebih rendah dibanding posisi pembukaan hari ini.

Wednesday, June 19, 2019

Tuesday, June 18, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS Mereda ke Rp 14.315


RIFAN FINANCINDO BERJANGKANilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.315. Mata uang Paman Sam cenderung melemah dibandingkan kemarin di level Rp 14.345.

Friday, June 14, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Lagi Rp 6.000 per Gram


RIFANFINANCINDO BERJANGKAHarga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam naik Rp 6.000 per gram menjadi di Rp 681 ribu per gram pada perdagangan Jumat (14/6/2019). Kemarin, harga emas Antam juga dibanderol Rp 675 ribu per gram.

Thursday, June 13, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga minyak jatuh ke tingkat terendah dalam hampir lima bulan


RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga minyak mentah jatuh sekitar empat persen ke posisi terendah dalam hampir lima bulan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan oleh kenaikan tak terduga lain dalam persediaan minyak mentah AS dan prospek suram untuk permintaan minyak global.