Showing posts with label SAHAM. Show all posts
Showing posts with label SAHAM. Show all posts

Wednesday, December 17, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Bank of Japan Pertahankan Suku Bunga Negatif dan Naikkan Perkiraan Inflasi


HARGA EMAS HARI INI
- Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan yang solid hari ini, didorong oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga negatif, sementara secara bersamaan menaikkan perkiraan inflasi inti mereka. Skenario ini menciptakan lingkungan yang sangat bullish bagi emas, terutama di Jepang.

Keputusan BOJ mempertahankan kebijakan ultra-longgar (suku bunga negatif) menjaga biaya peluang memegang emas tetap rendah. Namun, pada saat yang sama, kenaikan perkiraan inflasi resmi menunjukkan bahwa tekanan harga di Jepang meningkat. Hal ini secara efektif menciptakan lingkungan imbal hasil riil negatif yang lebih dalam, yang merupakan pendorong utama bagi permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa kebijakan ultra-longgar BOJ, meskipun suku bunga AS tinggi, dapat menjaga likuiditas global tetap melimpah, yang cenderung mendukung harga emas. Investor beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman daripada JPY yang tertekan.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap didukung oleh kebijakan moneter divergen ini. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat bagaimana perbedaan imbal hasil antara AS dan Jepang memengaruhi Dolar AS, karena ini akan menjadi penentu utama harga emas. Emas kini didorong oleh lingkungan imbal hasil riil yang sangat negatif di Jepang. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, October 29, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Tiongkok

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi tipis menjelang rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Data ini sangat krusial karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar dan pemain utama dalam rantai pasokan global. Pasar menunggu petunjuk mengenai kesehatan permintaan domestik dan internasional Tiongkok, yang akan memengaruhi sentimen harga emas dan prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Jika neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan angka ekspor yang kuat, hal itu akan meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang dapat menekan emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan penurunan impor dan ekspor yang signifikan, hal itu akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang akan mendorong permintaan safe-haven untuk emas. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka, karena para trader enggan mengambil posisi besar sebelum adanya kejelasan.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data ekonomi utama. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik yang berkelanjutan, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data perdagangan Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data ini, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik emas dan sentimen pertumbuhan global. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang berhati-hati. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Thursday, October 16, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Menekan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan hari ini, setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) melonjak ke level tertinggi baru. Kenaikan tajam imbal hasil obligasi 10-tahun ini dipicu oleh lelang obligasi yang lemah dan sinyal bahwa pemerintah AS mungkin akan meningkatkan penerbitan utang untuk mendanai defisit yang besar.

Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang memegang emas, karena obligasi menawarkan pengembalian yang lebih tinggi tanpa risiko, yang membuatnya lebih menarik bagi investor. Situasi ini mendorong investor untuk mengurangi posisi emas mereka dan beralih ke obligasi AS.

Selain itu, sentimen pasar obligasi yang lesu ini juga diperburuk oleh beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed yang kembali menekankan perlunya menjaga suku bunga tinggi untuk waktu yang lama (higher-for-longer). Kombinasi faktor ini menciptakan angin sakal yang kuat bagi harga emas.

Manajemen RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan dinamika pasar obligasi. "Hubungan terbalik antara imbal hasil riil obligasi dan harga emas sangat jelas saat ini," kata seorang broker. "Selama imbal hasil obligasi terus naik, emas akan berada di bawah tekanan. Trader harus menyesuaikan strategi mereka di sekitar level-level imbal hasil kunci." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Friday, September 19, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Terhambat Suku Bunga Tinggi The Fed

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terbebani oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi para investor dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan bunga, seperti obligasi pemerintah dan deposito. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari emas ke aset-aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil naik ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi permintaan. Data-data ekonomi AS yang solid memberikan sinyal bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi dolar AS dan menekan harga emas.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting yang akan datang, terutama data inflasi dari AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Investor juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik. - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, November 24, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Anjlok Tertekan Data Ekonomi AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam hampir 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas tertekan data aktivitas bisnis AS yang lebih baik dari perkiraan dan hasil uji coba vaksin COVID-19 yang menjanjikan mendorong harapan untuk pemulihan ekonomi lebih cepat. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD34,6 atau 1,85% menjadi ditutup pada USD1.837,80 per ounce. Akhir pekan lalu (20/11/2020), emas berjangka terangkat USD10,9 atau 0,59% menjadi USD1.872,40.  

Emas terpuruk di bawah level penting USD1.850 setelah rilis PMI AS yang luar biasa kuat hanya mengurangi kebutuhan akan stimulus. Tidak ada yang memperkirakan angka yang kuat baik di sektor jasa maupun manufaktur," kata Analis Senior di OANDA Edward Moya dilansir dari Antara.

Data menunjukkan aktivitas bisnis AS pada November berkembang pada tingkat tercepat dalam lebih dari lima tahun, meningkatkan optimisme tentang kesehatan ekonomi AS di kalangan investor. 

Data positif juga datang setelah AstraZeneca, Inggris, mengatakan vaksinnya bisa sekitar 90% efektif tanpa efek samping yang serius.

"Investor beralih kembali ke saham-saham karena fakta hanya ada sedikit ketidakpastian sekarang daripada sebelumnya," kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments Jeffrey Sica.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 73 sen atau 3%, menjadi ditutup pada USD23,633 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD25,5 atau 2,66% menjadi menetap pada USD931,7 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Monday, November 23, 2020

PT Rifan - Emas Turun Meski Menkeu AS Beri Isyarat Pembahasan Stimulus Berlanjut


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak turun tipis pada Senin pagi sejalan dengan tren penurunan mata uang dolar AS dan harapan stimulus AS lanjutan untuk meredam dampak negatif ekonomi akibat pandemi covid-19.

Harga emas berjangka turun tipis 0,02% ke $1.872,05 per ons pukul 09.09 WIB dan XAU/USD naik 0,11% di $1.873,14 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS kembali turun 0,18% di 92,225.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (23/11) pagi, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin pada Jumat silam memberi isyarat bahwa negosiasi langkah-langkah stimulus akan terus berlanjut, bahkan saat itu ia membela keputusannya untuk mengakhiri beberapa program pinjaman pandemi dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve pada 31 Desember.

Petugas kesehatan AS dan lainnya direkomendasikan mendapat suntikan covid-19 pertama di negara itu dalam satu atau dua hari menunggu persetujuan peraturan bulan depan, kata pejabat kesehatan utama pada hari Minggu.

Para pemimpin dari 20 ekonomi terbesar G20 berjanji pada hari Minggu untuk berusaha memasok obat-obatan, tes, dan vaksin covid-19 secara terjangkau dan adil untuk "semua orang".

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level Rp 977.000 pagi ini dari hari Minggu menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.54 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Tuesday, March 17, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Anjlok Rp 18.000



PT RIFAN FINANCIDO BANDUNG - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp801 ribu per gram pada Selasa atau anjlok Rp18 ribu dari Rp819 ribu per gram pada senin. Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) merosot sampai Rp22 ribu dari Rp741 ribu menjadi Rp719 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp425 ribu, 2 gram Rp1,55 juta, 3 gram Rp2,3 juta, 5 gram Rp3,82 juta, 10 gram Rp7,58 juta, 25 gram Rp18,85 juta, dan 50 gram Rp37,63 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp75,2 juta, 250 gram Rp187,75 juta, 500 gram Rp375,3 juta, dan 1 kilogram Rp750,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen. 

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.488,1 per troy ons atau naik 0,11 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot anjlok 1,63 persen ke US$1.489,4 per troy ons pada pagi ini.  

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas kembali tertekan karena persiapan berbagai stimulus yang akan diberlakukan para pejabat negara-negara di dunia. Kemarin, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve secara mengejutkan kembali memangkas tingkat suku bunga acuan ke nol persen.

Selain itu, pemerintah AS juga tengah berdiskusi dengan Senat untuk menggelontorkan paket stimulus yang lebih besar. Begitu pula dengan pemerintah Selandia Baru yang akan merilis paket stimulus bernilai 12,1 miliar dolar Selandia Baru pada hari ini.

Tak ketinggalan, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) juga akan mempersiapkan stimulus moneter baru bagi Negeri Kanguru. Berbagai rencana ini kemudian sedikit berhasil mengangkat kinerja bursa saham pagi ini.
 
Pagi ini, indeks Nikkei bergerak positif, S&P juga. Mungkin berita persiapan kebijakan ini membantu mengangkat sentimen sebagian pelaku pasar, termasuk emas," ujar Ariston, proyeksinya, harga emas akan bergerak di kisaran US$1.450 sampai US$1.550 per troy ons pada hari ini - PT RIFAN FINANCIDO

Sumber : okezone.com

Thursday, June 27, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Minim Sentimen Positif, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan


RIFANFINANCINDO BANDUNGIHSG ditutup menguat di level 6,310.49 (-0.16%), Pelemahan didorong oleh Agriculture (-1.24%) dan Misc-Ind (-1.05%). Pelemahan diakibatkan oleh ketidakpastian setelah investor mencerna pernyataan dari The Fed yang akan kembali mengkaji penurunan suku bunga. Dari dalam negeri masih minim sentimen yang bisa mendorong penguatan IHSG.

Wednesday, June 26, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS bangkit di tengah pelemahan pound sterling


RIFAN FINANCINDO BANDUNGNilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (AS) rebound pada akhir perdagangan pada Selasa, di tengah pelemahan pound sterling Inggris, karena investor semakin khawatir atas ketidaksepakatan Brexit akhir tahun ini.

Tuesday, June 25, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Lagi Tinggi, Beli Atau Jual?


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga emas beberapa waktu terakhir terus mengalami kenaikan. Hari ini harga emas batangan di PT Aneka Tambang naik hingga Rp 10.500 dibandingkan hari sebelumnya. Antam kini menjual emas batangan Rp 713.000/gram

Monday, June 24, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Harga Emas di Awal Pekan Kembali Naik Rp3.500 Menjadi Rp702.500 per Gram


RIFANFINANCINDO BANDUNGHarga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp3.500 pada perdagangan hari ini, Senin (24/6) menjadi Rp702.500 per gram dari penutupan perdagangan kemarin Rp699.000 per gram. Emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Naik Lagi, Dolar AS Kini Parkir di Rp 14.140


RIFANFINANCINDO BANDUNGNilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.140. Angka ini lebih tinggi dibanding posisi pada Jumat (21/6) lalu yang sempat turun hingga ke level Rp 14.065, namun lebih rendah dibanding posisi pembukaan hari ini.

Wednesday, June 19, 2019

Tuesday, June 18, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS Mereda ke Rp 14.315


RIFAN FINANCINDO BERJANGKANilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.315. Mata uang Paman Sam cenderung melemah dibandingkan kemarin di level Rp 14.345.

Friday, June 14, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Lagi Rp 6.000 per Gram


RIFANFINANCINDO BERJANGKAHarga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam naik Rp 6.000 per gram menjadi di Rp 681 ribu per gram pada perdagangan Jumat (14/6/2019). Kemarin, harga emas Antam juga dibanderol Rp 675 ribu per gram.

Thursday, June 13, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga minyak jatuh ke tingkat terendah dalam hampir lima bulan


RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga minyak mentah jatuh sekitar empat persen ke posisi terendah dalam hampir lima bulan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan oleh kenaikan tak terduga lain dalam persediaan minyak mentah AS dan prospek suram untuk permintaan minyak global.

Wednesday, June 12, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar melemah di tengah data ekonomi AS yang tidak memuaskan


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGKurs dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mencerna data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) yang tidak memuaskan.

Tuesday, June 11, 2019

RIFANFINANCINDO BERJANGKA - Harga Emas Antam Turun Tajam Rp8.000 Jadi Rp673.000 per Gram


RIFANFINANCINDO BANDUNGHarga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam turun Rp8.000 menjadi Rp673.000 per gram pada perdagangan Selasa (11/6). Kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp681.000 per gram.

Monday, June 10, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Rupiah Senin pagi menguat 56 poin


RIFAN FINANCINDO BANDUNGNilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat 56 poin menjadi Rp14.213 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.269 per dolar AS.

sumber : antaranews.com

baca juga : 
PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu 
RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK 
RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Friday, May 31, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - IHSG Dibuka Menghijau di Hari Terakhir Sebelum Lebaran


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKAIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau pagi ini. IHSG menguat 23,998 poin (0,39%) ke 6.128,104 di hari terakhir sebelum libur Lebaran.
Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.364.