Dampaknya hari ini, emas berjangka mendapatkan dukungan tambahan dari pelemahan selera risiko di pasar keuangan global. Investor melihat kenaikan harga di negara yang biasanya stabil seperti Swiss sebagai sinyal bahwa tekanan inflasi masih menjadi ancaman nyata bagi ekonomi dunia. Hal ini memicu permintaan pada kontrak emas berjangka sebagai bentuk asuransi portofolio di tengah ketidakpastian jalur kebijakan suku bunga bank sentral global.
Kenaikan harga emas juga didorong oleh pelemahan moderat pada bursa saham global yang merespons prospek inflasi yang persisten. Emas kembali menunjukkan korelasi negatif yang kuat dengan aset berisiko hari ini. Di bursa komoditas, terlihat adanya lonjakan volume perdagangan pada posisi beli, menunjukkan bahwa para pelaku pasar mulai memasang posisi untuk mengantisipasi gejolak inflasi yang mungkin terjadi di bulan-bulan mendatang.
Forecast nanti malam: Rilis data Indeks Harga Ekspor dan Impor AS akan menjadi katalis utama malam nanti. Jika data tersebut menunjukkan kenaikan harga yang tajam, emas diprediksi akan semakin menguat karena pasar akan mengantisipasi kebijakan The Fed yang tetap ketat namun dengan inflasi yang tinggi (stagflasi). Sebaliknya, jika harga impor AS menurun, emas mungkin akan kehilangan momentum penguatannya di sesi New York. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id

No comments:
Post a Comment