HARGA EMAS HARI INI mendapatkan dorongan positif dari lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh gangguan pasokan di jalur pelayaran internasional. Kenaikan harga energi ini membangkitkan kembali kekhawatiran para pelaku pasar terhadap ancaman inflasi "cost-push" yang dapat menghambat upaya bank sentral untuk menstabilkan harga-harga. Emas, yang dikenal sebagai instrumen lindung nilai inflasi yang paling andal, segera merespons dengan kenaikan permintaan dari para investor yang ingin melindungi daya beli aset mereka dari potensi penurunan nilai mata uang.
Korelasi positif antara komoditas energi dan emas kembali terlihat nyata saat biaya logistik global meningkat tajam. Investor melihat bahwa inflasi yang dipicu oleh kenaikan biaya produksi akan jauh lebih sulit dikendalikan daripada inflasi yang dipicu oleh permintaan. Kondisi makroekonomi seperti ini biasanya sangat menguntungkan bagi emas karena aset ini tidak memiliki risiko pihak lawan dan tetap mempertahankan nilainya di tengah gejolak biaya hidup global. Aliran dana masuk ke kontrak emas berjangka tercatat meningkat signifikan sejak sesi pembukaan pasar pagi ini.
Secara fundamental, kekuatan kenaikan emas kali ini didukung oleh ekspektasi bahwa inflasi yang persisten akan memaksa suku bunga riil tetap rendah meskipun suku bunga nominal tinggi. Para pengelola dana mulai merebalancing portofolio mereka dengan menambah bobot pada logam mulia untuk mengompensasi risiko penurunan di pasar obligasi yang terdampak oleh ekspektasi inflasi yang membubung. Emas kembali menunjukkan perannya sebagai jangkar stabilitas dalam portofolio investasi modern di tengah ketidakpastian rantai pasok dunia.
Estimasi untuk perdagangan sesi malam nanti di bursa New York memperkirakan emas akan terus mencoba mempertahankan momentum kenaikannya. Fokus utama para trader adalah pada rilis data inflasi sektor jasa yang akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai penyebaran tekanan harga. Jika data tersebut menunjukkan kenaikan, maka emas diprediksi akan mencoba menembus level resistensi psikologis baru. Namun, investor tetap diingatkan untuk memantau pergerakan dolar AS yang mungkin akan ikut menguat sebagai respons terhadap data inflasi yang tinggi - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id






