Friday, February 6, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pemulihan Penjualan Rumah Amerika Serikat Membebani Harga Emas

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka kembali diuji kekuatannya setelah data penjualan rumah tertunda atau pending home sales amerika serikat kemarin mencatatkan kenaikan yang tidak terduga. Pulihnya sektor properti ini memberikan sinyal bahwa daya beli masyarakat amerika masih cukup kuat untuk menggerakkan roda ekonomi meskipun biaya pinjaman berada di level tertinggi dalam beberapa dekade.

Dampaknya pada hari ini permintaan terhadap emas sebagai aset perlindungan menurun karena optimisme ekonomi kembali meningkat di kalangan pasar modal internasional. Penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah juga ikut mempengaruhi pergerakan harga emas di pasar lokal bandung yang cenderung mengikuti pola pelemahan di pasar spot dunia pagi ini.

Walaupun sektor properti menunjukkan perbaikan, kekhawatiran akan keberlanjutan utang publik amerika serikat masih menjadi faktor penghambat bagi kejatuhan harga emas yang lebih dalam. Investor melihat emas sebagai satu-satunya alternatif yang paling masuk akal saat sistem keuangan global sedang menghadapi tantangan dari sisi defisit anggaran negara-negara besar.

Nanti malam pasar akan mencermati rilis data chicago pmi yang akan memberikan indikasi awal mengenai aktivitas manufaktur di wilayah tengah amerika serikat. Jika data tersebut menunjukkan ekspansi maka harga emas kemungkinan besar akan kembali tertekan namun jika menunjukkan kontraksi maka harga emas diprediksi akan kembali menguat menuju level empat ribu delapan ratus dolar - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id



Thursday, February 5, 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga Emas Berjangka Konsolidasi Menanti Data Klaim Pengangguran Malam Ini

HARGA EMAS HARI INI - Pergerakan harga emas berjangka terpantau stabil dalam kisaran konsolidasi pada perdagangan hari ini. Pasar cenderung bersikap hati-hati setelah mencerna dua data besar kemarin dan kini memilih untuk menunggu kepastian dari laporan klaim pengangguran mingguan yang dijadwalkan rilis malam nanti pukul 20.30 WIB.

Kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap wait and see para trader institusional. Dampak dari data tenaga kerja ADP kemarin sudah cukup terserap, sehingga pasar memerlukan pemicu baru untuk mendorong emas keluar dari rentang perdagangan saat ini.

Forecast untuk sesi Amerika malam nanti menunjukkan potensi volatilitas yang tinggi. Jika angka klaim pengangguran keluar lebih tinggi dari estimasi pasar, emas diprediksi akan melakukan breakout ke atas karena ekspektasi perlambatan ekonomi yang semakin nyata.

Manajemen RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan strategi antisipasi. Malam ini adalah ujian bagi ketahanan support emas. Kami merekomendasikan klien untuk memperhatikan level harga sebelum pembukaan sesi New York malam nanti, ujar seorang konsultan investasi. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, February 4, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan Akibat Kenaikan Tak Terduga Inflasi Produsen Jepang

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan penurunan hari ini sebagai reaksi atas data Indeks Harga Korporat (CGPI) Jepang kemarin yang naik lebih tinggi dari estimasi. Kenaikan inflasi di tingkat produsen Jepang ini memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang (BoJ) akan segera mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya, yang secara global dapat menyebabkan pengetatan likuiditas dan menekan aset-aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas.

Dampaknya hari ini, terjadi penguatan pada mata uang Yen yang kemudian diikuti oleh kenaikan imbal hasil obligasi global secara umum. Meskipun emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, namun prospek kenaikan suku bunga global dari salah satu bank sentral utama dunia menjadi faktor pemberat yang lebih kuat. Investor mulai mengantisipasi berakhirnya era uang murah di Asia, yang memicu aksi jual pada kontrak emas di bursa berjangka.

Kenaikan biaya modal di tingkat produsen juga dipandang sebagai ancaman bagi margin keuntungan perusahaan global, yang bisa memicu perlambatan ekonomi. Namun, pasar saat ini lebih fokus pada respons kebijakan moneter daripada dampak pertumbuhan jangka panjang. Harga emas berjangka terlihat terus merosot di sesi Asia dan Eropa seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap normalisasi kebijakan moneter oleh otoritas keuangan di Tokyo.

Forecast nanti malam: Perhatian akan beralih pada rilis data Indeks Harga Ekspor dan Impor Amerika Serikat. Jika data ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang diimpor dari luar negeri, maka Federal Reserve kemungkinan akan tetap hawkish, yang akan semakin menekan harga emas. Sebaliknya, penurunan harga impor akan memberikan sedikit ruang bagi emas untuk bernapas dan mencoba pulih di sesi perdagangan Amerika nanti malam. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, February 3, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dampak Penguatan Dolar Terhadap Daya Beli Emas Global

HARGA EMAS HARI INI - Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan tanda-tanda penguatan tipis pada perdagangan hari ini, yang memberikan tantangan bagi kenaikan harga emas berjangka lebih lanjut. Sebagai komoditas yang dihargai dalam Dolar, penguatan mata uang Amerika membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini sering kali memicu penurunan permintaan fisik di pasar internasional, terutama dari wilayah Asia dan Eropa.

Kemarin, Dolar AS sempat melemah secara signifikan setelah data manufaktur menunjukkan kontraksi, yang memberikan dorongan besar bagi emas untuk menguat. Namun, memasuki hari ini, Dolar tampak mulai pulih karena pasar mempertimbangkan risiko bahwa ekonomi AS tetap menjadi yang paling tangguh dibandingkan negara maju lainnya. Pemulihan Dolar ini bertindak sebagai rem bagi momentum bullish emas yang sempat terjadi di awal pekan.

Dampaknya hari ini adalah harga emas mengalami sedikit koreksi di sesi perdagangan siang. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung jangka pendek di tengah penguatan mata uang Dolar. Kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap hati-hati, di mana pelaku pasar tidak ingin terlalu agresif dalam melakukan pembelian emas sebelum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari rilis data ekonomi nanti malam.

Forecast nanti malam memprediksi bahwa emas akan bergerak sangat fluktuatif mengikuti arah Dolar AS. Jika data ekonomi malam nanti memperlemah posisi Dolar, emas berpeluang besar untuk kembali ke jalur kenaikannya. Sebaliknya, jika Dolar terus menguat sebagai respon terhadap data yang solid, harga emas berjangka kemungkinan akan mengalami tekanan jual lebih lanjut dan mencoba mencari titik dukungan baru di sesi New York. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, January 29, 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Persediaan Minyak AS Turun Kemarin, Emas Berjangka Dapat Sentimen Positif Hari Ini

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka hari ini ikut terangkat oleh laporan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah AS yang dirilis kemarin malam. Penurunan pasokan energi ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi dari sisi energi mungkin akan tetap persisten di awal tahun 2026, yang pada gilirannya memperkuat permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.

Dampaknya hari ini terlihat dari penguatan komoditas secara umum, di mana emas memimpin kenaikan di pasar logam mulia. Investor melihat hubungan antara kenaikan biaya energi dan potensi inflasi jangka panjang sebagai alasan kuat untuk terus mengakumulasi emas.

Forecast malam nanti memperkirakan emas akan terus bergerak selaras dengan sentimen inflasi. Jika data harga barang modal malam nanti juga menunjukkan kenaikan, maka emas diprediksi akan mendapatkan momentum tambahan untuk terus naik di sesi Amerika.

Analis RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG berpendapat bahwa faktor inflasi energi mulai kembali ke permukaan. Emas tetap menjadi pelindung terbaik saat biaya energi mulai merangkak naik. Kami melihat tren kenaikan yang stabil untuk perdagangan malam nanti, jelas seorang pakar komoditas. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, January 28, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Akibat Penurunan Cadangan Devisa di Beberapa Negara Timur Tengah

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan penguatan hari ini menyusul laporan mengenai penurunan cadangan devisa di beberapa negara produsen minyak di Timur Tengah. Penurunan cadangan ini memicu spekulasi bahwa bank sentral di wilayah tersebut mungkin akan melakukan diversifikasi lebih lanjut ke dalam aset emas untuk memperkuat posisi cadangan nasional mereka di tengah fluktuasi harga energi.

Dampaknya hari ini, terjadi peningkatan minat beli spekulatif pada kontrak berjangka emas sebagai antisipasi terhadap permintaan institusional yang lebih besar. Emas dianggap sebagai aset yang paling stabil untuk menggantikan posisi mata uang asing dalam cadangan devisa negara, terutama di saat ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut masih sangat tinggi. Sentimen ini memberikan dorongan positif bagi harga emas di bursa komoditas.

Langkah diversifikasi oleh bank sentral selalu dipandang sebagai dukungan fundamental jangka panjang bagi pasar emas. Investor ritel cenderung mengikuti jejak langkah institusi besar, yang menyebabkan volume perdagangan meningkat cukup signifikan di sesi Asia dan berlanjut ke sesi Eropa. Emas saat ini memimpin kenaikan di sektor logam mulia mengungguli perak dan platinum.

Forecast nanti malam: Rilis data Indeks Harga Impor AS akan menjadi perhatian. Jika harga barang impor meningkat, hal ini menandakan inflasi yang diimpor akan tetap menjadi masalah bagi Federal Reserve, yang dapat menekan harga emas melalui penguatan Dolar. Investor disarankan untuk memantau pergerakan imbal hasil obligasi 10-tahun sebagai indikator utama sensitivitas harga emas malam ini. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Tipis Dipicu Ketidakpastian Pemilu di Beberapa Negara Berkembang

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan kenaikan tipis hari ini didorong oleh meningkatnya risiko politik di beberapa negara berkembang yang sedang melangsungkan pemilihan umum. Ketidakpastian mengenai stabilitas kebijakan fiskal pasca-pemilu di wilayah tersebut memicu permintaan emas fisik sebagai asuransi terhadap potensi devaluasi mata uang lokal.

Dampaknya hari ini, terlihat adanya peningkatan arus modal masuk ke pasar emas internasional dari investor di kawasan regional yang sedang bergejolak. Emas kembali membuktikan perannya sebagai penyimpan nilai yang paling aman ketika kepercayaan terhadap stabilitas politik domestik mulai goyah. Meskipun kenaikannya belum signifikan, sentimen ini memberikan fondasi yang cukup kuat bagi harga emas di tengah gempuran data ekonomi AS yang kuat.

Risiko geopolitik dari negara-negara berkembang seringkali menjadi faktor yang kurang diperhatikan namun memiliki dampak kumulatif yang besar bagi harga emas global. Investor cenderung melakukan diversifikasi ke emas untuk memitigasi risiko sistemik yang mungkin timbul dari transisi kekuasaan. Hal ini menjaga harga emas tetap bertahan di atas level dukungan kritisnya meskipun tekanan dari pasar obligasi tetap ada.

Forecast nanti malam: Fokus investor akan tertuju pada pidato pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan bicara nanti malam. Jika mereka memberikan sinyal bahwa suku bunga telah mencapai puncaknya meskipun inflasi masih ada, emas bisa mengalami reli kenaikan. Sebaliknya, nada bicara yang sangat hawkish akan memadamkan harapan pemulihan harga emas di akhir pekan ini. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id