HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak menyamping (
sideways) hari ini merespons rilis data revisi produksi industri Jepang yang menunjukkan angka lebih buruk dari estimasi awal pemerintah. Kondisi manufaktur Jepang yang masih tertekan ini memberikan sinyal campuran bagi pasar global, di mana pelemahan ekonomi memberikan dukungan
safe-haven, namun penguatan Dolar tetap menjadi beban berat bagi harga emas fisik maupun berjangka.
Dampaknya hari ini, volume perdagangan di bursa berjangka terpantau relatif stabil dengan fluktuasi harga yang sangat minim. Investor tampaknya masih mencerna dampak pelemahan industri di Asia terhadap permintaan logam mulia secara keseluruhan, terutama permintaan industri perhiasan. Emas saat ini dipandang sebagai aset "tunggu dan lihat" (wait and see) karena belum ada katalis yang cukup kuat untuk mendorong harga keluar dari kisaran saat ini.
Pelemahan industri di Jepang juga memberikan tekanan bagi mata uang Yen, yang pada gilirannya memberikan keunggulan kompetitif bagi Dolar AS di pasar keuangan global. Indeks Dolar yang tetap kuat menjadi penghalang utama bagi emas untuk menembus level resistensi psikologisnya di sesi Asia. Para pelaku pasar kini lebih fokus pada data konsumsi domestik di negara maju sebagai indikator kesehatan ekonomi yang lebih akurat.
Forecast nanti malam: Rilis data Penjualan Ritel Inti AS akan menjadi penggerak utama pasar malam ini. Jika penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan yang kuat, emas diprediksi akan mengalami tekanan jual yang intens karena pasar akan berekspektasi Federal Reserve tetap pada kebijakan suku bunga tinggi. Namun, jika konsumsi AS mulai melesu, emas berpeluang besar untuk bangkit kembali menuju level $2,025 per ons. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id