Tuesday, April 2, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas berjangka turun tertekan kenaikan ekuitas AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGEmas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena logam mulia terus berada di bawah tekanan kenaikan indeks-indeks saham AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 4,30 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.294,20 dolar AS per ounce.

Saham-saham AS berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin (1/4), dengan Dow naik 1,27 persen menjadi 26.258,42 poin, S&P 500 naik 1,16 persen menjadi 2.867,19 poin dan Nasdaq naik 1,29 persen menjadi 7.828,91 poin.

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun karena investor tidak perlu mencari aset-aset  safe haven  seperti emas.

Namun penurunan emas lebih lanjut tertahan oleh laporan konsultan Metals Focus pada Senin (1/4) yang memprediksi bahwa permintaan emas global tahun ini akan naik ke tingkat tertinggi dalam empat tahun, karena konsumsi yang lebih tinggi oleh perhiasan mengimbangi penurunan pembelian oleh bank-bank sentral.
Dunia akan mengonsumsi 4.370 ton emas tahun ini, terbesar sejak 2015 dan naik sedikit dari 4.364 ton pada 2018, konsultan Metals Focus menyebutkan dalam laporan Gold Focus 2019, seperti dikutip oleh Reuters

Metals Focus memperkirakan harga emas akan mencapai rata-rata 1.310 dolar AS per ounce tahun ini, naik dari 1.268 dolar AS pada 2018 dan tertinggi sejak 2013. 

Emas saat ini diperdagangkan di sekitar 1.300 dolar AS per ounce. Konsumsi emas untuk perhiasan akan naik tiga persen tahun ini menjadi 2.351 ton, didorong oleh kenaikan tujuh persen India dan tiga persen di China - dua pasar terbesar - yang akan menandingi permintaan yang lebih rendah di Timur Tengah, kata Metals Focus. 
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 1,10 sen AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 15,099 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 1,20 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi 855,30 dolar AS per ounce.

sumber : antaranew.com

baca juga : 
PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu 
RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK 
RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

No comments:

Post a Comment