Wednesday, November 29, 2023

PT Rifan Financindo - Emas Didukung Oleh Ekspektasi Pivot Fed, Siap Naik November

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Para pejabat Fed mengatakan dalam komentar terpisah semalam bahwa bank perlu lebih berhati-hati dalam mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, dan landainya inflasi dapat memacu bank untuk melonggarkan kebijakan lebih awal dari yang diharapkan.

Gubernur Fed dan tokoh hawkish Christopher Waller mengatakan bahwa suku bunga yang tinggi telah cukup menekan inflasi tahun ini, dan penurunan lebih lanjut dalam tekanan harga kemungkinan akan membuat bank mulai memangkas suku bunga.

Komentarnya membuat traders memperkirakan setidaknya 40% peluang bahwa The Fed akan memangkas suku bunga paling cepat Maret 2024, dan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember. Waller dan pejabat Fed lainnya baru saja minggu ini menawarkan lebih banyak isyarat tentang kebijakan moneter, sebelum masa tenang menjelang rapat Fed pertengahan Desember. Ketua Jerome Powell juga akan berbicara pekan ini.

Potensi pergeseran dalam sikap hawkish the Fed mendorong peningkatan kuat emas hingga November, di mana logam kuning sekarang akan menguat lebih dari 3% untuk bulan ini. Setiap potensi penurunan suku bunga oleh the Fed kemungkinan akan menguntungkan pasar emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.

Tony Sycamore, analis di IG Markets menyebut tren ini sebagai "lingkungan yang sempurna untuk emas" dalam sebuah wawancara dengan Ausbiz - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Tuesday, November 28, 2023

PT Rifan - Data Ekonomi AS Dan Fed Speakers Akan Hadir

PT RIFAN BANDUNG - Pasar saat ini tengah menunggu data ekonomi utama minggu ini, terutama Indeks harga PCE - pengukur inflasi pilihan Fed. Selain itu, PMI untuk bulan November AS, ditambah dengan revisi data PDB kuartal ketiga juga akan terbit di minggu ini.

Setiap tanda-tanda pendinginan ekonomi AS memberi Fed lebih sedikit ruang untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi lebih lama - skenario yang menguntungkan harga emas. Kekhawatiran akan memburuknya kondisi ekonomi global juga cenderung mendorong arus safe haven ke dalam logam mulia.

Kemudian pada Selasa, sejumlah pejabat Fed, termasuk Christopher Waller dan Michelle Bowman akan berbicara, berpotensi memberikan lebih banyak sinyal dari kebijakan moneter sebelum masa tenang sebelum rapat Fed dimulai.

Bank sentral saat ini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember, dengan pasar saat ini mencari lebih banyak isyarat tentang kapan bank berencana untuk mulai memangkas suku bunga pada tahun 2024.

Setiap perubahan pada prospek Fed yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama kemungkinan akan menguntungkan harga emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi mendorong biaya peluang untuk berinvestasi dalam emas - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, November 24, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Berjuang Untuk Mengkapitalisir Keuntungan Harian

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjuang untuk bisa mengkapitalisir keuntungan hariannya dalam jam perdagangan sesi AS hari Kamis, diperdagangkan di bawah $2,000 namun masih di atas $1,990 di sekitar $1,992 per troy ons.

Para trader menahan diri untuk menaruh posisi yang agresif ditengah sepinya perdagangan karena liburan hari Thanksgiving Amerika Serikat.

Tekanan turun terhadap harga emas tertahan dengan meningkatnya kesepakatan bahwa Federal Reserve AS (the Fed) tidak akan menaikkan tingkat bunganya lagi. Bahkan perhitungan harga pasar sekarang ini menunjukkan probabilita lebih dari 50% the Fed akan memangkas tingkat bunganya pada pertemuan 30 April – 1 Mei 2024.

Hal ini membuat yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun turun mendekati kerendahan selama dua bulan yang melemahkan dolar AS dan mendorong naik harga emas. Indeks dolar AS turun 0.18% ke 103.639.

Ekspektasi dovish-nya the Fed mengatasi data pasar tenaga kerja AS dan data sentimen konsumen yang keluar lebih baik daripada yang diperkirakan pada hari Rabu.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk benefit pengangguran yang baru turun ke 209.000, level terendah dalam lebih dari satu bulan dan lebih rendah daripada yang diperkirakan.

Sementara ekspektasi inflasi konsumen AS bulan November dari Universitas Michigan naik untuk bulan kedua.

Data lain dari AS menunjukkan bahwa order untuk barang-barang manufaktur yang tahan lama pada bulan Oktober turun lebih daripada yang diperkirakan yang menunjukkan permintaan ekonomi melambat.

Volume trading yang kecil karena hari liburan Thanksgiving AS dan kegagalan harga emas untuk menembus level $2,010 yang berkali-kali membuat para trader emas menjadi berhati-hati.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,988 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,978 dan kemudian $1,967.

Resistance” terdekat menunggu di $2,000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,010 dan kemudian $2,022 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Thursday, November 23, 2023

Rifan Financindo - Dolar Beranjak Naik Pasca Klaim Pengangguran Dan Durable Goods Turun

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS menguat pada Rabu hingga pagi ini setelah data ekonomi beragam yang mengindikasikan ketahanan ekonomi AS di tengah tantangan global. Klaim pengangguran secara tak terduga turun ke mid 200.000-an, sementara klaim yang terus berlanjut berkurang ke pertengahan 1,8 juta, menandakan kuatnya di pasar tenaga kerja. Namun, durable goods orders mengalami penurunan yang cukup besar pada pertengahan 0,05%, mencerminkan potensi kehati-hatian dalam investasi bisnis.

Sentimen konsumen juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan revisi naik ke level rendah hingga pertengahan 60-an. Ini menyarankan bahwa konsumen mungkin masih bersedia untuk berbelanja meskipun ada ketidakpastian ekonomi. Indeks Dolar merespons positif perkembangan ini, naik dan mencapai puncaknya di level 104-an sebelum ditutup sedikit lebih rendah.

Di pasar mata uang, berbagai pair mata uang bereaksi terhadap berita tersebut dengan berbagai tingkat volatilitas. GBP/USD naik secara moderat setelah data ekonomi AS dan Pernyataan Musim Gugur Inggris, yang mengusulkan pemotongan asuransi nasional. Sementara itu, USD/JPY menguat sebagai respons terhadap peningkatan Treasury yields, yang mengindikasikan respons pasar terhadap stimulus fiskal.

Mata uang komoditas menunjukkan pergerakan yang beragam; NZD/USD terlihat momentum positif, tetap berada di atas ambang batas 0,60 bahkan setelah mundur dari indikator Simple Moving Average (SMA) utama. USD/CAD mengisyaratkan potensi penurunan setelah gagal melawan resistance SMA dan turun di bawah level 0,13. Di sisi lain, AUD/USD stabil di atas support penting di zona bawah-pertengahan .65-an, dengan resistance yang diantisipasi di dekat SMA utama tepat di bawah level pertengahan .66-an.

Emas melanjutkan tren naiknya namun mundur dari $2.000 ke kisaran atas-pertengahan $1.900-an di tengah penyesuaian dinamika pasar. Harga minyak menghadapi sedikit kerugian di tengah volatilitas yang secara singkat dipicu oleh ditundanya pertemuan OPEC+ yang mempengaruhi sentimen pasar.

Ke depan, para pelaku pasar mengalihkan perhatian ke Eropa untuk menunggu rilis awal PMI November dan notulen rapat ECB pada Kamis. Hal ini terjadi bersamaan dengan antisipasi untuk data PMI Judo Bank dari Australia pada Jumat sebagai bagian dari evaluasi ekonomi yang lebih luas - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, November 22, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - EUR/USD Tertekan Ke Bawah 1.0950

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - EUR/USD tertekan turun ke bawah 1.0950 dan diperdagangkan di sekitar 1.0920 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa.

Sentimen pasar yang berbalik menjadi berhati-hati telah membantu dolar AS membatasi kerugiannya. Kerugian dolar AS menjadi berkurang menjelang akhir perdagangan sesi AS dengan penurunan indeks dolar AS menjadi tinggal 0.01% dari sebelumnya turun 0.18%. Dengan demikian, meskipun masih di teritori merah, indeks dolar AS telah naik dari 103.137 ke 103.320.

Sebelumnya pada hari Senin, pasar keuangan dikuasai sentimen yang positip dengan Wall Street membukukan keuntungan yang besar dan EUR/USD sempat naik mendekati batas psikologis di 1.1000. Kondisi ini berlanjut sampai kepada jam perdagangan sesi Asia hari Selasa pagi, dengan saham – saham memperpanjang keuntungannya.

Namun pasar berbalik menjadi berhati-hati pada hari Selasa setelah memasuki jam perdagangan sesi London menjelang keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed pada jam perdagangan sesi AS.

Dari kalender ekonomi makro, Eropa tidak mengeluarkan data ekonomi yang signifikan. Sementara Amerika Serikat mempublikasikan data Existing Home Sales. data home sales AS yang mengecewakan.

Sementara itu, menurut National Association of Realtors (NAR), Existing Home Sales AS bulan Oktober turun 4.1% dengan tingkat penjualan tahunan sebanyak 3.790.000 unit dibandingkan dengan bulan September sebanyak 3.950.000 rumah. Angka ini meleset secara signifikan dari yang diperkirakan pasar sebanyak 3.900.000 unit.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0890 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0840 dan kemudian 1.0800. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0960  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1005 dan kemudian 1.1045 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Tuesday, November 21, 2023

PT Rifan Financindo - Dolar AS Senin Bergerak Turun Mendekati Level Terendah 2 Bulan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS bergerak melemah mendekati level terendah dalam dua bulan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin, di tengah sentimen bahwa suku bunga AS telah mencapai puncaknya.

Terpantau indeks dolar AS bergerak turun 0,20% pada 103,60.

Indeks dolar AS telah jatuh hampir 2% pada minggu lalu, penurunan mingguan tertajam sejak bulan Juli, setelah serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan khususnya, angka inflasi yang berada di bawah perkiraan, telah meningkatkan sentimen The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Fokus saat ini beralih pada seberapa cepat penurunan suku bunga pertama dapat dilakukan, dengan perkiraan di masa depan ada kemungkinan 30% bahwa The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga pada awal Maret mendatang, menurut alat CME FedWatch.

Euro berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terhadap dolar AS pada hari Jumat dan terakhir dibeli $1.0900, bertahan stabil di $1.09235 menjelang pembacaan flash PMI di zona euro yang akan dirilis akhir pekan ini.

Penurunan dolar AS membawa kenaikan bagi yen Jepang, yang bergerak naik di 148,37 per dolar.

Poundsterling bergerak datar pada $1.24678,tidak jauh dari level tertinggi dua bulan di $1,2506 yang dicapai minggu lalu.

Dolar Australia, bergerak naik 0,47% menjadi $0,6546.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS diperkirakan bergerak turun dengan sentimen The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga AS selanjutnya. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 103,30-103,16. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 103,98-104,10 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Monday, November 20, 2023

PT Rifan - Minggu Pesta Buat Emas! Harganya Selangit Karena 3 Faktor Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kembali terbang pekan ini meskipun melemah pada perdagangan kemarin. Harga emas di pasar spot pada perdagangan kemarin, Jumat ditutup di posisi US$ 1.979,86 per troy ons. Harganya melemah tipis 0,05%.

Secara keseluruhan, harga emas melambung 2,23%. Penguatan ini menjadi pembalikan arah setelah emas ambruk dalam dua pekan sebelumnya,
Kenaikan emas sebesar 2,23% dalam sepekan juga menjadi yang terbaik dalam empat pekan terakhir.

Ada potensi besar emas terus rally ke depan tetapi saat ini emas memang perlu melemah sedikit sebelum rally berikutnya. Emas sedang mencoba melewati level US$ 2.000 per troy ons," tutur Everett Millman, analis dari Gainesville Coins, kepada Reuters.

Harga emas terbang ditopang sejumlah faktor mulai dari melandainya inflasi Amerika Serikat (AS), perayaan Dilwali di India, serta tingginya permintaan dari China.

1. Inflasi AS
Seperti diketahui, inflasi AS melandai ke 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, dari 3,7% (yoy) pada September 2023.

Melandainya inflasi diikuti dengan melemahnay sejumlah indikator ekonomi lainnya mulai dari indeks harga produsen (PPI), penjualan ritel, hingga naikya klaim pengangguran.
Indeks harga produsen AS terkontraksi 0,5% (month to month/mtm) pada Oktober 2023. Kontraksi ini adalah yang pertama sejak Mei dan terbesar sejak April 2020.

Secara tahunan (yoy), harga produsen naik 1,3% dari Oktober 2022, melandai dari 2,2% pada September 2023 dan menjadi kenaikan terkecil sejak Juli.

Data penjualan ritel AS juga menunjukkan tren pelemahan. Secara bulanan (mtm), penjualan ritel AS terkontraksi 0,1% pada Oktober 2023, menjadi kontraksi pertama dalam tujuh bulan terakhir.

Secara tahunan, penjualan ritel juga melandai menjadi 2,5% pada Oktober 2023, terendah dalam empat bulan terakhir.

Pengajuan tunjangan pengangguran naik 13.000 menjadi 231.000 untuk pekan yang berakhir 11 November, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Rabu waktu Indonesia. Angka tersebut merupakan tertinggi dalam tiga bulan.

Data-data tersebut semakin menegaskan jika inflasi AS memang sudah mendingin sehingga membawa harapan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan segera melunak.

Perangkat CME FedWatch tool menunjukkan 100% pelaku pasar melihat The Fed masih akan menahan suku bunga pada Desember mendatang. Artinya, hingga akhir tahun suku bunga masih berada di level 5,25-5,50%.

Emas sangat sensitive terhadap sentimen suku bunga. Jika suku bunga ditahan maka dolar AS dan imbal hasil US Treasury akan melandai.

Keduanya berimbas positif ke emas karena membuat emas semakin terjangkau dibeli. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga melemahnya imbal hasil US Treasury akan membuat emas semakin menarik.

2. Perayaan Dilwali
India merayakan Diwali pada Minggu yang melambungkan permintaan emas menjelang setelah perayaan.
"Permintaan emas terus naik munggu ini. Permintaan sebaik tahun lalu tetapi harganya mampu mencetak rekor," tutur Harshad Ajmera, analis dari JJ Gold House, dikutip dari Reuters.

Harga emas lokal India dibanderal 60.900 rupee atau sekitar Rp 11,4 juta per 10 gram. Emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di posisi 61.914 ruppee atau Rp 11,52 juta per 10 gram.

3. Permintaan tinggi China
Harga emas di China juga naik menjadi US$ 43-58 per troy ons, dari US$ 40-50 per troy ons.  
"Konsumen China terus melakukan pembelian besar-besaran selama 12 bulan beruntun yang membuat harga emas naik," ujar Bernard Sin, analis dari MKS PAMP - PT RIFAN

Sumber : cnbc