PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Selasa, setelah diperdagangkan mendatar saat sesi Asia dibuka. Dolar AS juga naik tipis di tengah meningkatnya ekspektasi luas bahwa Federal Reserve AS akan memulai pengurangan aset pada November 2021.
Harga emas berjangka naik 0,17% ke $1.758,65/oz pukul 10.55 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,02% ke 94,343 dan tetap mendekati level tertinggi satu tahun yang disentuh pada bulan September. Lonjakan harga energi dan ekspektasi luas bahwa Federal Reserve AS akan segera memulai pengurangan aset mendorong reli dolar.
Investor juga akan memantau komentar dari Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, yang akan dirilis hari ini, dan risalah pertemuan terbaru Fed, yang akan dirilis pada hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Namun, di seberang Atlantik, nadanya sedikit berbeda. Tingkat inflasi saat ini di zona euro tidak akan memicu tindakan kebijakan moneter karena pertumbuhan harga jasa dan upah tetap lemah, kepala ekonom European Central Bank (ECB) Philip Lane mengatakan pada hari Senin.
Bank of Korea juga mempertahankan suku bunga tidak berubah sebesar 0,75% saat menerbitkan keputusan kebijakan sebelumnya.
Di logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,2%, sementara platinum turun 0,18% pukul 10.57 WIB.
Palladium turun 0,69% setelah mencapai level tertinggi sejak 10 September di $2,182,67 pada hari Senin. Nornickel Rusia, produsen logam terbesar global, memangkas perkiraan defisit untuk pasar palladium global pada 2021 dan hingga 2022 karena pemulihan yang lesu di sektor otomotif, kata seorang eksekutif senior kepada Reuters - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing.com
No comments:
Post a Comment