PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka sedikit melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Naiknya yields obligasi pemerintah AS adalah elemen bearish bagi pasar emas yang safe-haven. Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $3.00 ke $1794.00 per troy ons. Sementara perak Comex turun $0.59 ke $22.35 per ons.
Naiknya yields obligasi AS ditengah kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral – bank sentral utama dunia menjadi salah satu sumber yang mendorong turunnya harga emas dunia.
Pada hari Jumat minggu lalu Bureau of Labor Statistics AS mengeluarkan publikasi bulanan dari Non-Farm Payrolls bulan Desember yang hanya menambah pekerjaan sebanyak 199.000, jauh di bawah dari yang diperkirakan sebesar 400.000 pekerjaan. Walaupun dollar AS menghadapi tekanan jual yang baru karena angka NFP yang mengecewakan ini, yields obligasi treasury AS 10 tahun lompat ke level terkuat sejak bulan Januari 2020 mendekati 1.8%, mengakibatkan naiknya dollar AS yang pada gilirannya menekan harga emas turun.
Minggu lalu, Federal Reserve mengatakan akan menaikkan tingkat bunga AS paling sedikit sebanyak 3 kali pada tahun 2022, dalam rangka untuk menekan kenaikan inflasi yang telah menjadi problematik.
Partisipan pasar memperkirakan the Fed tetap pada jalur pengetatannya karena inflasi dari upah yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan rendahnya tingkat pengangguran.
Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko dari para trader dan investor tidak tinggi pada awal minggu ini, namun minat terhadap resiko juga tidak ada.
Support” terdekat menunggu di $1,785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750
Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,811 dan kemudian $1,825 - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : vibiznews.com
No comments:
Post a Comment