PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa, Emas menguat lebih dari satu persen lantaran terimbas berkurangnya imbal hasil obligasi pemerintah AS pascadata inflasi AS meroket ke tertinggi 40 tahun. Inflasi AS diprediksi akan menurunkan kemungkinan pengetatan kebijakan agresif jangka panjang oleh Federal Reserve (The Fed).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New
York Exchange, melonjak USD 27,9 atau 1,43 persen menjadi ditutup pada
USD 1.976,10 per ounce.
Harga emas berjangka terdongkrak USD 2,6 atau 0,13 persen menjadi USD
1.948,20 pada Senin, setelah terangkat USD 7,8 atau 0,4
persen menjadi USD 1.945,60 pada Jumat.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen AS dan ukuran inflasi melonjak 8,5 persen dari tahun lalu.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan
tergelincir setelah data menunjukkan inflasi meningkat pada Maret.
Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, kenaikan harga-harga dapat
menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga, mendorong imbal hasil
obligasi dan meningkatkan peluang kerugian memegang emas dengan imbal
hasil nol.
Jika kita akan terus melihat inflasi inti tidak melonjak pada
tingkat yang sama (seperti inflasi utama), The Fed mungkin tidak
seagresif ketika inti bergerak lebih tinggi," kata Kepala strategi
komoditas di TD Securities Bart Melek
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan upaya gabungan
pemangkasan neraca dan serangkaian kenaikan suku bunga akan membantu
menurunkan inflasi.
Menurut analis pasar senior di OANDA Edward Moya, The Fed masih
diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan depan
untuk menjinakkan inflasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : jpnn.com
No comments:
Post a Comment