RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Penurunan belanja ritel pada Oktober berpotensi menjadi tanda awal perlambatan perekonomian karena konsumen AS terbebani oleh biaya pinjaman yang lebih tinggi dan mereka terus menumpuk utang kartu kredit.
Penurunan penjualan beberapa barang bernilai besar membantu mendorong penurunan pada Oktober. Penjualan mobil turun 1,1% di bulan Oktober dari bulan September, sementara penjualan furnitur turun 2% pada periode yang sama. Barang tahan lama atau produk yang dimaksudkan untuk bertahan setidaknya tiga tahun sering kali dibeli dengan menggunakan kredit.
Masyarakat AS masih mempertahankan belanja pada tingkat yang layak di restoran dan supermarket, masing-masing meningkat sebesar 0,3% dan 0,7% di bulan Oktober.
Diketahui, The Federal Reserve telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali sejak Maret 2022 dalam upaya memerangi tingginya inflasi, yang telah melambat secara signifikan dari puncaknya dalam empat dekade tahun lalu.
Setelah ekonomi kuat di musim panas, Ketua The Fed Jerome Powell dan pejabat bank sentral lainnya mengatakan perekonomian perlu melakukan pendinginan lebih lanjut untuk memastikan bahwa inflasi berada pada jalur menuju target 2%.
Laporan penjualan ritel pada hari Rabu menjadi pertanda baik bagi The Fed, karena laporan tersebut menunjukkan bahwa belanja tidak mengalami percepatan kembali atau tetap kuat. Penurunannya juga tidak terlalu besar, sehingga belum ada indikasi pelemahan ekonomi yang parah - RIFAN FINANCINDO
Sumber : cnbcindonesia

No comments:
Post a Comment