Friday, June 21, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Wall Street menguat di tengah data ekonomi AS dan keputusan The Fed


RIFAN FINANCINDO BANDUNGSaham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mencerna sejumlah data ekonomi terbaru yang beragam dan keputusan Federal Reserve (Fed) menahan suku bunga acuannya tak berubah.

Thursday, June 20, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga minyak turun meski persediaan minyak mentah AS jatuh


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKAHarga minyak dunia sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), meskipun data menunjukkan terjadi penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS), karena dukungan dari kejatuhan stok AS diimbangi oleh kenaikan di pasar ekuitas.

Wednesday, June 19, 2019

Tuesday, June 18, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS Mereda ke Rp 14.315


RIFAN FINANCINDO BERJANGKANilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.315. Mata uang Paman Sam cenderung melemah dibandingkan kemarin di level Rp 14.345.

Friday, June 14, 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Lagi Rp 6.000 per Gram


RIFANFINANCINDO BERJANGKAHarga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam naik Rp 6.000 per gram menjadi di Rp 681 ribu per gram pada perdagangan Jumat (14/6/2019). Kemarin, harga emas Antam juga dibanderol Rp 675 ribu per gram.

Thursday, June 13, 2019

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga minyak jatuh ke tingkat terendah dalam hampir lima bulan


RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga minyak mentah jatuh sekitar empat persen ke posisi terendah dalam hampir lima bulan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan oleh kenaikan tak terduga lain dalam persediaan minyak mentah AS dan prospek suram untuk permintaan minyak global.

Wednesday, June 12, 2019

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar melemah di tengah data ekonomi AS yang tidak memuaskan


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGKurs dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mencerna data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) yang tidak memuaskan.