Thursday, March 4, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Kembali Turun Kamis Pagi, Sempat Uji $1.700 Sesi Rabu



RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Posisi beli emas belum dapat melepaskan tekanannya dengan bergerak turun Kamis petang setelah kontrak berjangka sempat menembus di bawah titik support kunci $1.700 pada perdagangan Rabu.

Saya tidak yakin saya bisa menyebutkan aset keuangan yang lebih dibenci saat ini selain emas,” kata Adam Button, mengomentari ForexLive. “Saya pikir ada alasan bergerak di kisaran $1670-$1700 karena gambaran fundamentalnya berkilau. Tapi saat ini ia menangkap pisau yang jatuh."

Joel Frank sependapat dalam blog yang diposting di FXStreet. "Tren bearish emas kembali memegang kendali," tulisnya. "Risiko mungkin condong ke sisi bawah menuju laporan pasar tenaga kerja resmi hari Jumat."

Harga emas berjangka di Comex New York kembali turun 0,34% ke $1.709,90 per troy ons pukul 09.53 WIB dan sempat menyentuh level terendah di $1.699,95 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga emas Antam (JK:ANTM) kembali turun Rp5.000 dari Rp928.000 pada Rabu menjadi Rp923.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.36 WIB.

Sejak 22 Februari, patokan emas berjangka telah kehilangan hampir $93, atau sekitar 5%. Pada perdagangan Selasa, satu-satunya sesi positif dalam tujuh terakhir, naik hanya sekitar $10, atau sebesar 0,6%. Indeks Dolar AS juga naik tipis 0,07% ke 91,067 pagi ini sehingga menambah tekanan ke bawah bagi emas.

Baik imbal hasil obligasi dan dolar melonjak setelah Presiden Joe Biden menaikkan standar program vaksinasi Covid-19 pada hari Selasa, dengan menyatakan ia berharap semua orang dewasa Amerika dapat diimunisasi dari virus pada akhir Mei - dua bulan lebih cepat dari target sebelumnya. Pemulihan yang lebih cepat dari pandemi akan mendorong minat terhadap target risiko, yang sangat membebani aset safe haven seperti emas.

Analis mengatakan beberapa posisi dalam emas dapat bertahan untuk harapan kenaikan inflasi dari cek dana bantuan Covid-19 yang akan dikirim oleh pemerintahan Biden ke warga Amerika pada pertengahan Maret, jika rencana stimulus presiden senilai $1,9 triliun untuk pandemi disahkan pada minggu depan.

Emas kemungkinan juga mendapat sokongan jika Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan prospek ekonomi yang kurang menguntungkan ketika ia berbicara di acara daring yang diselenggarakan oleh The Wall Street Journal pada hari Kamis.

Tetapi acara besar untuk emas masih akan menjadi hari Jumat, kala Departemen Tenaga Kerja AS merilis angka pekerjaan AS untuk Februari. Konsensus pasar adalah untuk menciptakan pertumbuhan 180.000 pekerjaan bulan lalu, di atas ekspansi 49.000 di bulan Januari. Pertumbuhan yang jauh lebih tinggi lagi dapat membebani logam kuning.

"Angka yang kuat bisa mendorong emas turun di bawah angka yang besar dan berpeluang untuk memperpanjang tren penurunan menuju resistensi di wilayah $1660-70," ungkap Frank dari FXStreet - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com

Tuesday, March 2, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik Tipis, Masih Berada Di Kisaran Terendah Sejak Juni 2020

 
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis setelah kemarin ditutup ke level terendah sejak bulan Juni 2020. Selasa (2/3) pukul 7.27 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.726 per ons troi, naik 0,06% ketimbang penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.725,04 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak April 2021 justru turun lagi ke US$ 1.722 per ons troi dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.723 per ons troi. Harga emas kontrak ini pun mencapai level terendah sejak Juni 2020. 

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya minat risiko di antara investor menjadi pemberat harga emas meski imbal hasil US Treasury turun. "Visi pemulihan ekonomi, dolar rebound dari posisi terendah baru-baru ini, pasar ekuitas berjalan dengan baik menjadi penyebab permintaan emas yang lebih rendah," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Tapi, Meger mengingatkan bahwa masih ada potensi stimulus US$ 1,9 triliun dari pemerintah AS. "Kita berpotensi melihat kenaikan inflasi, di mana emas memiliki kecenderungan untuk bergerak cukup baik," kata dia. 

Indeks dolar melonjak ke level tertinggi tiga minggu. Sementara optimisme atas stimulus ekonomi dan pembaruan yang menjanjikan pada vaksin COVID-19 mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas.

DPR AS menyetujui rencana bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden pada Sabtu pagi. DPR mengirimkan persetujuan ini ke Senat untuk dipertimbangkan.

Analis StoneX, Rhona O'Connell mengatakan, meskipun mungkin didukung oleh stimulus dalam jangka menengah, harga emas akan menghadapi beberapa rintangan. Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi baru-baru ini mengancam status itu karena menimbulkan opportunity cost lebih tinggi untuk memegang emas batangan, yang memiliki yield.

"Di sisi teknis, level psikologis US$ 1.700 sangat signifikan, sedangkan kisaran US$ 1.760-US$ 1.765 merupakan rintangan penting bagi emas untuk naik lebih lanjut," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di perusahaan jasa keuangan Axi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

 

 

Friday, February 26, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Terus Turun, Kini Anjlok 2,2 Persen

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas merosot 2,2 persen karena lonjakan imbal hasil obligasi AS dan data ekonomi Amerika yang lebih baik dari ekspektasi mengurangi permintaan untuk logam safe-haven itu.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,8 persen menjadi 1.772,86 dolar AS per ounce setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 19 Februari di 1.765,06 dolar AS per ounce.

Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup menyusut 1,3 persen menjadi 1.775,40 dolar AS per ounce.

"Kita melihat imbal hasil obligasi bergerak lebih tinggi selama beberapa pekan terakhir dan sekali lagi telah menghilangkan kepercayaan diri di pasar emas," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Kendati emas sering dicari sebagai lindung nilai terhadap inflasi, yield obligasi yang lebih tinggi mengikis status tersebut karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang logam kuning.

Kenaikan suku bunga riil baru-baru ini merupakan tanda meningkatnya optimisme tentang pemulihan dan tidak memerlukan tanggapan dari Federal Reserve, kata Presiden The Fed Kansas City, Esther George, menggemakan kesaksian Chairman Jerome Powell.

"Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah setidaknya merupakan bearish jangka pendek bagi pasar logam mulia," kata analis Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Sementara itu, data menunjukkan lebih sedikit warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu.

Emas telah turun 6 persen sepanjang tahun ini setelah membukukan tahun terbaiknya dalam satu dekade pada 2020 karena kekhawatiran seputar virus corona, suku bunga yang lebih rendah dan langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ada faktor pendukung lain untuk penguatan emas (termasuk) prospek paket stimulus lainnya. Kita belum keluar dari masalah dalam hal pemulihan ekonomi dan The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat," kata Meger lagi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Thursday, February 25, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Sempat Menguat Sepekan, Harga Emas Antam Merosot Lagi


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas produksi Antam kembali mengalami penurunan harga, setelah cukup konsisten menanjak dalam sepekan terakhir. Hari ini, Kamis, harga emas Antam dijual Rp 934 ribu, turun Rp 4.000 dari perdagangan Rabu

Dalam dua pekan ini harga emas di pasar dalam negeri cukup dinamis. Sempat jatuh ke titik terendah dalam beberapa bulan terakhir ke level Rp 922 ribu per gram pada awal pekan lalu, kemudian perlahan naik lagi hingga awal pekan ini, sebelum merosot hari ini. 

Sementara, harga perak justru naik tipis, Rp 100, menjadi Rp 13.500 per gram. Awal Februari ini, harga perak sempat mencatatkan lonjakan tertinggi dalam enam bulan terakhir. Perak sendiri, selain digunakan sebagai instrumen investasi lindung nilai, juga digunakan untuk banyak industri. 

Penurunan harga emas Antam hari ini sejalan dengan kondisi pasar dunia. Dikutip Reuters, harga spot emas turun sebagai respons pernyataan Bank Sentral AS bahwa pemulihan ekonomi berjalan tidak merata. 

Harga spot emas turun 0,4 persen ke level 1.798,10 dolar AS per troi ons. Angka ini makin menjauh di bawah angka psikologis 1.900 dolar AS per troi ons untuk membawa kembali harga emas domestik ke kisaran Rp 1 juta per gram.

Sementara, emas berjangka dijual di level 1.797,90 dolar AS per troi ons. Harga emas di Indonesia memang banyak dipengaruhi pergerakan harga emas dunia yang juga mudah terpengaruh sentimen ekonomi.  

Harga emas sendiri telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020, sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun, tahun 2021 ini, kondisinya bisa berbeda. Peningkatan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan mentah untuk tahun ini. 

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga turun Rp 4.000 ke level Rp 814.000 per gram. Harga jual dan harga buyback yang ditampilkan dalam berita ini merupakan harga resmi di Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung Jakarta, dikutip dari situs resminya.

Emas memang dikenal sebagai safe haven atau instrumen investasi paling aman. Namun, perlu dipahami bahwa bila Anda berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi. Seperti hari ini, ada selisih Rp 120 ribu per gram antara harga jual dan belinya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA 

Sumber : republika.com

Wednesday, February 24, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Menguat Usai Dolar AS Dan Yield US Treasury Kembali Tergelincir

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada perdagangan hari ini, melanjuti penguatan di hari sebelumnya setelah berada di posisi tertinggi dalam 1 minggu. Keperkasaan emas datang setelah


dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa ekonomi AS masih membutuhkan dukungan. 

Harga emas spot naik 0,2% menjadi US$ 1.808,65 per ons troi. Pada sesi sebelumnya, harga emas sempat mencapai level tertinggi sejak 16 Februari di US$ 1.815,63 per ons troi.  

Setali tiga uang, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 naik 0,2% menjadi US$ 1.809,10 per ons troi.

"Powell cukup kredibel atas sikap dovishnya. Ini membuat emas memiliki lebih banyak ruang untuk bernapas," kata Stephen Innes, Chief Global Market Strategist Axi. 

Dia menambahkan bahwa pelemahan dolar AS juga turut mendukung harga komoditas logam mulia tersebut.

Dalam pidatonya di depan Komite Perbankan Senat AS, Powell mengatakan tentang kebijakan moneter masih perlu akomodatif untuk pemulihan ekonomi yang lebih rata dan saat ini masih jauh dari kata pulih.  

Asal tahu saja, kesaksian Powell di depan Kongres masih akan berlanjut hingga nanti pada hari ini. 

Lebih lanjut, the greenback yang melemah terhadap saingannya ikut membatu harga emas. Di saat yang sama pun, yield US Treasury tenir acuan 10 tahun kembali tergelincir dari level tertingginya. 

Dalam waktu dekat, emas akan terus bereaksi terhadap pergerakan dalam imbal hasil obligasi," lanjut Innes.

Kebijakan moneter yang longar cenderung membebani obligasi pemerintah dan meningkatkan daya tarik emas yang merupakan aset lindung nilai. 

Pernyataan Powell menunjukkan bahwa "paket stimulus kemungkinan tidak akan hilang dalam waktu enam bulan ke depan," kata Michael Langford, direktur penasehat perusahaan AirGuide.

Depresiasi dolar AS dan potensi dampaknya inflasi sebagai akibat dari langkah-langkah stimulus akan menjadi pendorong utama bagi emas, tambahnya.

Kini fokus investor pada paket bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun yang diharapkan keluar akhir pekan ini - RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id

Tuesday, February 23, 2021

PT Rifan Financindo - Emas Naik Meskipun Yields AS Naik

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka naik solid pada awal perdagangan sesi AS dan mengalami “rebound” setelah menyentuh level terendah selama delapan bulan pada hari Jumat. Elemen-elemen diluar pasar metal berharga sedang bekerja mendukung pergerakan naik pasar emas pada saat memulai minggu perdagangan yang baru, termasuk di dalamnya turunnya pasar saham, melemahnya indeks dollar AS, dan menguatnya harga minyak mentah. Aksi “short-covering” oleh para trader berjangka juga terlihat pada hari Senin kemarin, dengan terjadinya kerugian belakangan ini di pasar emas.

Harga emas naik menembus $1,800 meskipun yields AS naik tertinggi dalam satu tahun, menunjukkan kemenangan emas dalam pertempuran melawan naiknya inflasi.

Emas berjangka kontrak bulan April naik  $32.10 ke $1,809.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Maret naik $0.216 pada $27.47 per ons.

Pasar saham global kebanyakan melemah pada perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Para trader saham mencatat obligasi pemerintah sebagai “asset class” yang berkompetisi, dengan yield surat berharga Treasury AS 10 tahun saat ini mencapai 1.369%, tertinggi dalam satu tahun.

Meskipun seorang analis pasar saham mengatakan bahwa yields T-Note AS harus naik sampai sekitar 4%, baru bisa menjadi kompetitor dari saham sektor tehnologi dalam hal “return on investment”. Secara keseluruhan sentimen terhadap resiko dari para trader dan investor masih tetap rendah, dengan pemerintah AS sedang bersiap untuk meluncurkan suatu paket stimulus keuangan yang besar yang baru bagi orang – orang Amerika. Selain itu, infeksi Covid – 19 sedang turun sementara vaksinasi terus dipergiat.

Pasar sedang menunggu testimoni dari Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengenai kebijakan moneter AS di depan Komite Perbankan Senat pada hari Selasa.

“Support” terdekat menunggu di $1,778.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,759.00 dan kemudian $1,750.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,810.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,820.37 dan kemudian $1,829.20 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Monday, February 22, 2021

PT Rifan - Perpanjang Penurunan Beruntun Ke Hari Ketujuh, Harga Emas Meluncur Ke Level Terendah

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas memperpanjang penurunan beruntunnya ke hari ketujuh pada Jumat, 19 Februari, meluncur ke level terendah sejak awal Juli tahun lalu, karena imbal hasil US Treasury melanjutkan kenaikannya.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 1.769,61 per ons troi pada pukul 19.07 WIB, setelah mencapai level terendah sejak 2 Juli tahun lalu di posisi US$ 1.759.29 pada awal sesi. 

Harga emas telah tergelincir 2,9% sepanjang minggu ini dan berada di jalur untuk menyamai penurunan harian tujuh hari berturut-turut pada November 2018, terpanjang sejak November 2016.

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 1.766,90 per ons troi.

"Selama imbal hasil bergerak lebih tinggi, pasar hanya akan berjuang untuk menemukan pijakan," kata Analis Saxo Bank Ole Hansen kepada Reuters. 

Dan, menurut dia, jika harga emas gagal untuk menahan level US$ 1.765, maka pergerakan turun lebih lanjut mungkin terjadi.

Imbal hasil US Treasury acuan berada di dekat level tertinggi dalam satu tahun terakhir pada awal pekan ini, mendorong investor ke dalam aset berisiko dan menjauh dari emas batangan.

Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah, yang merusak harapan pemulihan, juga gagal menjaga harga emas tetap bertahan.

Tetapi, analis menyebutkan, emas masih akan mendapat keuntungan dari kebijakan moneter yang longgar dan suku bunga riil yang rendah tahun ini.

Analis Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan, perilaku emas mirip dengan tsunami, dengan harga surut pada fase pertama sebelum kembali dengan lebih keras - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id