Wednesday, March 10, 2021

PT Rifan Fianancindo Berjangka - Anggota DPR Dukung Pemerintah Kaji Pembentukan Bank Emas

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pemerintah menyatakan tengah mengkaji pembentukan Bullion Bank atau bank emas. Dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan inisiasi pembentukan bank emas guna meningkatkan konsumsi emas yang tergolong masih rendah. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendukung rencana pengembangan Bullion Bank agar dikaji secara menyeluruh.

Pembentukan bank ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem industri jasa keuangan Tanah Air. Apalagi, kita ketahui bersama, Indonesia menyimpan potensi kekayaan mineral emas yang melimpah yang mencapai 30,2 juta ounces. Sehingga, begitu potensi ini dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut, harapannya bisa memberikan manfaat yang besar,” kata Puteri melalui keterangan tertulisnya yang diterima Parlement.

Untuk diketahui, Bullion Bank merupakan bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia seperti emas, perak, maupun logam mulia lainnya. Dalam paparannya, Menko Perekonomian menjelaskan bahwa pembentukan bank tersebut dapat bermanfaat dalam mendukung pengelolaan emas dalam negeri. Terlebih, selama ini Indonesia juga dikenal sebagai salah satu pemain besar emas dunia dengan produksi emas mencapai 130 juta ton per tahun sepanjang 2020 lalu.

Tahun lalu, ekspor emas mencatat kinerja positif yang mencapai 5.280 juta dolar AS. Tetapi, kita pun juga dihadapkan dengan tren impor emas yang juga meningkat. Sehingga, ketika bank emas ini nantinya dibentuk, kita pun juga harus mendorong industri hilir emas agar dapat mengoptimalkan pengolahan komoditas emas dalam negeri, baik untuk investasi maupun perhiasan misalnya, tutur politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Puteri pun menambahkan agar pemerintah juga mempelajari praktik terbaik atas pengembangan bank emas dari berbagai negara. “Praktik ini sudah lazim di dunia. Sehingga, benchmarking saya kira perlu dilakukan untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman terkait bank emas ini. Mulai dari regulasi, model bisnis, manajemen risiko, kelembagaan, hingga mekanisme pengawasannya. Termasuk mempertimbangkan nilai manfaat yang akan dihasilkan pada pasar, industri, dan masyarakat secara umum,” tegasnya.

Menutup keterangannya, meski investasi pada instrumen emas dinilai relatif aman, legislator dapil Jawa Barat VII itu mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan volatilitas dan pergerakan pasar emas maupun barang berharga lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan pendirian bank emas di Tanah Air.

Meski harga emas cenderung naik selama pandemi, tetapi kita tetap perlu waspada akan fluktuasi harga akibat disrupsi pasar global seiring pergerakan instrumen investasi lain, dinamika geopolitik, serta kondisi pandemi saat ini. Tetap diperlukan kehati-hatian dan kajian menyeluruh dengan melibatkan perspektif berbagai entitas seperti BI, OJK, LPS, pakar, industri, dan masyarakat,” tutup Puteri - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : dpr.go.id

Tuesday, March 9, 2021

PT Rifan Financindo - Ramalan Emas Drop Ke Bawah US$ 1.700

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terus tertekan belakangan ini. Bahkan harga logam mulia tersebut kini sudah berada di bawah level psikologis US$ 1.700/troy ons. Hanya dalam kurun waktu 7 bulan sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, emas langsung ambles. 

Harga emas hanya menguat tipis pada perdagangan pagi hari ini, Selasa. Di arena pasar spot emas dihargai US$ 1.683,45/troy ons atau menguat 0,13% dibanding posisi penutupan kemarin. 

Pemicu utama harga emas jatuh adalah kenaikan yield surat utang pemerintah AS dan penguatan greenback. Imbal hasil nominal surat utang Paman Sam tenor 10 tahun sudah semakin mendekati 1,6%. 

Indeks dolar yang mengukur keperkasaan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang lain juga mengalami apresiasi. Indeks dolar saat ini berada di posisi tertingginya sejak 24 November 2020. 

Baik dolar AS dan US Treasury keduanya adalah aset yang memiliki korelasi negatif dengan emas. Artinya harga emas cenderung berbanding terbalik dengan pergerakan kedua aset keuangan tersebut. 

Emas merupakan salah satu aset yang tak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu minat investor untuk memegang aset ini tentu sangat tergantung pada opportunity costnya dibanding dengan aset lainnya. 

Kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat opportunity cost memegang emas menjadi lebih tinggi sehingga emas kurang begitu menarik di mata para investor. Lagipula pasar juga sudah mulai mengantisipasi adanya pemulihan ekonomi di tahun 2021.

Hal tersebut tercermin dari pasar saham. Saat pandemi Covid-19 dan lockdown marak terjadi rotasi yang sangat kentara dalam berinvestasi di saham. Sektor teknologi menjadi idola dan buruan semua orang karena dinilai lebih resilien. 

Namun saat ada kemungkinan ekonomi pulih, investor kembali melakukan rebalancing dan mengalihkan uangnya ke sektor-sektor tradisional. Itulah mengapa indeks Nasdaq Composite cenderung terkoreksi tajam belakangan ini. 

Ketika ekonomi berada dalam kondisi yang baik maka risk appetite investor juga pulih. Emas bukan lagi menjadi aset yang dilirik walau secara fundamental sebenarnya emas masih kuat didukung dengan kebijakan makro yang akomodatif.

Prospek ekonomi yang lebih cerah juga didukung dengan diloloskannya RUU, Dengan stimulus tersebut ekonomi AS yang sudah bergeliat diharapkan bisa bangkit. 

Analis Wall Street dan investor ritel di mainstreet kompak meramal harga emas akan cenderung turun minggu ini.

Survei yang dilakukan Kitco menunjukkan bahwa 57% analis Wall Street memperkirakan harga emas bakal lebih rendah minggu ini. Sementara bagi responden main street sebanyak 44% menganggap harga emas bakal turun.

Apabila harga emas kembali turun ke bawah US$ 1.700 dan gagal mempertahankan posisinya di US$ 1.675 maka peluang emas untuk anjlok semakin dalam kian terbuka lebar - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Monday, March 8, 2021

PT Rifan - Harga Emas Spot Menguat 0,7% Ke US$ 1.712/Ons Troi Jelang Siang Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bangkit kembali pada perdagangan hari ini setelah menyentuh level terendah dalam sembilan bulan di sesi sebelumnya. Penguatan datang usai dolar Amerika Serikta (AS) melemah, selain itu daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi kembali memancar.  Senin  pukul 09.45 WIB, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 1.712,46 per ons troi, setelah mencapai level terendah sejak 8 Juni di US$ 1.686,40 per ons troi

Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 naik 0,7% menjadi US$ 1.709,90 per ons troi.

Keperkasaan emas datang setelah sentimen paket stimulus US$ 1,9 triliun lewat. Selain itu, penurunan indeks dolar AS turut membantu penguatan harga emas, kata ahli strategi DailyFX Margaret Yang.

Seperti diketahui, Senat AS pada hari Sabtu (6/3) mengesahkan rencana bantuan Covid-19 yang diinisiasi Presiden Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun, dengan tagihan akhir termasuk US$ 400 miliar untuk pembayaran satu kali dan sebesar US$ 1.400 kepada warga AS.

"Inflasi pasti akan naik" karena harga minyak dan logam dasar juga naik, kata Yang, menambahkan bahwa beberapa cek individu juga bisa masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa investasi emas
untuk melindungi nilai terhadap inflasi di masa depan. 

Dolar jatuh terhadap mata uang eksportir komoditas utama yang meningkatkan taruhan pada negara-negara yang mau mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak, logam, dan lainnya
barang.

Serupa, yield US Treasury tenor 10 tahun juga turun dari level puncak-nya lebih dari satu tahun pada hari Jumat, juga memberikan dukungan bagi harga emas.

"Emas telah dilemahkan oleh optimisme ekonomi yang ceria atas prospek pemulihan ekonomi yang kuat dan peningkatan yang lebih cepat dari yang diantisipasi imbal hasil obligasi," ujar Stephen Innes, kepala strategi pasar global Axi, mengatakan dalam sebuah catatan.

Namun," pasar (emas) mungkin telah jatuh terlalu tajam juga dengan cepat," tambahnya - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

PT Rifan - Efek Yield UST Naik, Bikin Harga Emas Ambles


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian kompak melemah pada Sabtu. Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS berbagai satuan, tetapi hanya emas UBS yang menunjukkan perubahan harga.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, emas Antam masih tidak tersedia. Sementara itu, harga emas Antam retro melemah rata-rata 0,37%. Satuan terkecil (0,5 gram) dibanderol Rp 433.000/batang atau turun 0,46%, sementara satuan terbesar (100 gram) naik 0,13% (Rp 315.000) ke Rp 86.499.000/batang,

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018. Emas retro juga menjadi jenis emas Antam yang paling fluktuatif harganya.

Sementara itu, emas Antam batik satuan 0,5 gram dihargai Rp 605.000/batang atau melemah 0,49% dibandingkan harga kemarin. Satuan 8 gram juga turun di Rp 8.416.000/batang. Emas batik merupakan jenis emas Antam yang termahal, dengan satuan 0,5 gram, 1 gram, dan 8 gram,

Terakhir, emas UBS harganya turun rata-rata sebesar 0,37%,

Penguatan harga emas di Pegadaian ini berkebalikan dari harga di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang justru menguat mengikuti kenaikan harga emas di pasar spot dunia. Hal ini wajar terjadi karena harga emas Pegadaian biasanya tertinggal 2 hari dari tren di pasar Antam.

Harga emas Antam sendiri pada Kamis melemah 0,54% ke Rp 923.000 per gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,45% bagi yang pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9% bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Kemerosotan harga emas hari itu terjadi akibat naiknya imbal hasil (yield) obligasi (Treasury) pemerintah Amerika Serikat (AS) atau UST. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 5,54 basis poin ke 1,4704%, sebelumnya bahkan sempat menyentuh level 1,498%.

Terus menanjaknya yield, yang dilatarbelakangi prospek pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi, membuat pasar keuangan global kembali dihantui oleh tapering (pengurangan program pembelian aset atau quantitative easing The Fed) yang dapat memicu taper tantrum.

Taper tantrum juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga emas akan semakin merosot. Sebab saat itu terjadi dolar AS akan menjadi perkasa. Harga emas dunia pernah merasakan keganasan taper tantrum pada periode 2013-2015 - PT RIFAN

Sumber : cncbindonesia.com

Friday, March 5, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Spot Dekati Level Terendah Dalam 9 Bulan Terseret Pidato Jerome Powell

 


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun mendekati level terendah dalam sembilan bulan pada hari ini. Hal tersebut juga membuat minyak berada di jalur pelemahan mingguan ketiga berturut-turut.

Sentimen yang menyeret harga emas datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan yield US Treasury yang perkasa usai pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell.  

Harga emas spot stabil di US$ 1.697,60 per ons troi, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak 8 Juni di US$ 1.686,40 per ons troi. Untuk minggu ini, emas sudah anjlok 2%.

Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 turun 0,5% menjadi US$ 1.692,90 per ons troi. 

Powell kembali menegaskan janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar. Sayangnya, dia juga bilang bahwa The Fed tidak harus campur tangan untuk menjatuhkan yield US Treasury. 

"Jelas, pernyataan Powell tidak cukup dovish untuk pasar semalam dan, dalam beberapa hal, menyoroti yield US Treasury yang lebih tinggi dengan mengatakan dia merasa nyaman dengan itu," kata analis pasar senior OANDA Jeffrey Halley.

"Semua tanda menunjukkan bahwa penguatan obligasi berlanjut," tambah Halley. Hal ini membuat emas diprediksi kembali jatuh ke bawah level saat ini dan memungkinkan menuju wilayah US$ 1.600 per ons troi.

Yield US Treasury tenor 10 tahun bertahan di atas 1,5%, sedangkan dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan. 

"Pernyataan Powell hanya memperkuat kesan bahwa The Fed secara perlahan bergerak ke arah menyesuaikan diri dengan tidak ada dukungan kebijakan lebih lanjut yang substansial untuk pasar," kata ahli strategi mata uang DailyFX Ilya Spivak.

Pasar juga mulai memperhitungkan, dengan meningkatkan vaksinasi, paket fiskal AS yang meningkatkan ekspektasi inflasi, The Fed mungkin mempertimbangkan pengetatan lebih cepat dari yang mereka harapkan, kata Spivak - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.com

Thursday, March 4, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Kembali Turun Kamis Pagi, Sempat Uji $1.700 Sesi Rabu



RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Posisi beli emas belum dapat melepaskan tekanannya dengan bergerak turun Kamis petang setelah kontrak berjangka sempat menembus di bawah titik support kunci $1.700 pada perdagangan Rabu.

Saya tidak yakin saya bisa menyebutkan aset keuangan yang lebih dibenci saat ini selain emas,” kata Adam Button, mengomentari ForexLive. “Saya pikir ada alasan bergerak di kisaran $1670-$1700 karena gambaran fundamentalnya berkilau. Tapi saat ini ia menangkap pisau yang jatuh."

Joel Frank sependapat dalam blog yang diposting di FXStreet. "Tren bearish emas kembali memegang kendali," tulisnya. "Risiko mungkin condong ke sisi bawah menuju laporan pasar tenaga kerja resmi hari Jumat."

Harga emas berjangka di Comex New York kembali turun 0,34% ke $1.709,90 per troy ons pukul 09.53 WIB dan sempat menyentuh level terendah di $1.699,95 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga emas Antam (JK:ANTM) kembali turun Rp5.000 dari Rp928.000 pada Rabu menjadi Rp923.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.36 WIB.

Sejak 22 Februari, patokan emas berjangka telah kehilangan hampir $93, atau sekitar 5%. Pada perdagangan Selasa, satu-satunya sesi positif dalam tujuh terakhir, naik hanya sekitar $10, atau sebesar 0,6%. Indeks Dolar AS juga naik tipis 0,07% ke 91,067 pagi ini sehingga menambah tekanan ke bawah bagi emas.

Baik imbal hasil obligasi dan dolar melonjak setelah Presiden Joe Biden menaikkan standar program vaksinasi Covid-19 pada hari Selasa, dengan menyatakan ia berharap semua orang dewasa Amerika dapat diimunisasi dari virus pada akhir Mei - dua bulan lebih cepat dari target sebelumnya. Pemulihan yang lebih cepat dari pandemi akan mendorong minat terhadap target risiko, yang sangat membebani aset safe haven seperti emas.

Analis mengatakan beberapa posisi dalam emas dapat bertahan untuk harapan kenaikan inflasi dari cek dana bantuan Covid-19 yang akan dikirim oleh pemerintahan Biden ke warga Amerika pada pertengahan Maret, jika rencana stimulus presiden senilai $1,9 triliun untuk pandemi disahkan pada minggu depan.

Emas kemungkinan juga mendapat sokongan jika Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan prospek ekonomi yang kurang menguntungkan ketika ia berbicara di acara daring yang diselenggarakan oleh The Wall Street Journal pada hari Kamis.

Tetapi acara besar untuk emas masih akan menjadi hari Jumat, kala Departemen Tenaga Kerja AS merilis angka pekerjaan AS untuk Februari. Konsensus pasar adalah untuk menciptakan pertumbuhan 180.000 pekerjaan bulan lalu, di atas ekspansi 49.000 di bulan Januari. Pertumbuhan yang jauh lebih tinggi lagi dapat membebani logam kuning.

"Angka yang kuat bisa mendorong emas turun di bawah angka yang besar dan berpeluang untuk memperpanjang tren penurunan menuju resistensi di wilayah $1660-70," ungkap Frank dari FXStreet - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com

Tuesday, March 2, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik Tipis, Masih Berada Di Kisaran Terendah Sejak Juni 2020

 
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis setelah kemarin ditutup ke level terendah sejak bulan Juni 2020. Selasa (2/3) pukul 7.27 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.726 per ons troi, naik 0,06% ketimbang penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.725,04 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak April 2021 justru turun lagi ke US$ 1.722 per ons troi dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.723 per ons troi. Harga emas kontrak ini pun mencapai level terendah sejak Juni 2020. 

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya minat risiko di antara investor menjadi pemberat harga emas meski imbal hasil US Treasury turun. "Visi pemulihan ekonomi, dolar rebound dari posisi terendah baru-baru ini, pasar ekuitas berjalan dengan baik menjadi penyebab permintaan emas yang lebih rendah," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Tapi, Meger mengingatkan bahwa masih ada potensi stimulus US$ 1,9 triliun dari pemerintah AS. "Kita berpotensi melihat kenaikan inflasi, di mana emas memiliki kecenderungan untuk bergerak cukup baik," kata dia. 

Indeks dolar melonjak ke level tertinggi tiga minggu. Sementara optimisme atas stimulus ekonomi dan pembaruan yang menjanjikan pada vaksin COVID-19 mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan yang lebih luas.

DPR AS menyetujui rencana bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden pada Sabtu pagi. DPR mengirimkan persetujuan ini ke Senat untuk dipertimbangkan.

Analis StoneX, Rhona O'Connell mengatakan, meskipun mungkin didukung oleh stimulus dalam jangka menengah, harga emas akan menghadapi beberapa rintangan. Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi baru-baru ini mengancam status itu karena menimbulkan opportunity cost lebih tinggi untuk memegang emas batangan, yang memiliki yield.

"Di sisi teknis, level psikologis US$ 1.700 sangat signifikan, sedangkan kisaran US$ 1.760-US$ 1.765 merupakan rintangan penting bagi emas untuk naik lebih lanjut," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di perusahaan jasa keuangan Axi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com