Tuesday, April 26, 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Juga Jatuh Seiring Meningkatnya Ekspektasi Kebijakan Hawkish Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Senin di sesi Asia, mencapai titik terendah dalam lebih dari dua minggu. Federal Reserve AS diperkirakan akan mengambil pendekatan yang semakin hawkish terhadap kebijakan moneternya. Ini mendorong dolar dan memberi tekanan pada logam kuning.

Harga emas berjangka jatuh 0,93% di $1.916,30/oz pukul 13.17 WIB, capai level terendah sejak 7 April.

Meskipun imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun mendekati 3% dan secara teoritis itu akan menjadi titik kritis untuk emas, ini lebih mengenai imbal hasil riil yang mulai mengejar dan yang akan membebani emas, Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes mengatakan kepada Reuters.

Investor telah memperkirakan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga 50 bps saat The Fed mengumumkan keputusan kebijakannya pada Mei 2022 dan meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan yang lebih besar di bulan-bulan berikutnya.

Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, menguat 0,38% di 101,605 pukul 13.22 WIB pada hari Senin dan mendekati level tertinggi dalam dua tahun.

Emas masih memiliki beberapa nilai intrinsik kala perekonomian melambat saat bank tidak mau menaikkan suku bunga, menurut Innes. “Pasar menetapkan harga dalam tarif, tarif, tarif. Tapi apa yang terjadi jika ekonomi mulai melemah dengan sangat agresif?” ia menambahkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin tiba di ibukota Ukraina Kyiv pada hari Minggu dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy, menurut anggota bantuan kepada pemimpin Ukraina. Perang di Ukraina berlanjut kala konflik yang dipicu oleh invasi Rusia pada 24 Februari memasuki bulan ketiga.

Dalam berita bank sentral, Bank of Japan akan menerbitkan keputusan kebijakannya pekan ini dan European Central Bank (ECB) akan menerbitkan buletin ekonominya pada hari Kamis.

Pada logam mulia lainnya, perak turun 1%, platinum turun 0,4% menjadi $927.00, dan palladium turun 2,9% - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, April 25, 2022

PT Rifan - Emas Kemana Arah Emas Dilihat Dari Pola Pergerakan Harga Terakhir?

PT RIFAN BANDUNG - Setelah menyentuh $2,000 per ons pada permulaan minggu lalu, emas tumbang, jatuh lebih dari $70 karena naiknya dollar AS bersamaan dengan yields treasury AS. Namun dilihat dari pola pergerakan harga emas terbaru, kelihatannya ada signal bullish yang tidak dapat disangkali.

Setelah naik dari $1,946 ke $1,974 pada 2 minggu lalu, pada minggu lalu harga emas semula meneruskan kenaikannya pada awal perdagangan minggu yang baru dan sempat hampir menyentuh $2,000 di $1,998 pada hari Senin. Namun pada hari – hari selanjutnya pada minggu lalu, harga emas terus mengalami penurunan yang tajam dan akhirnya menyentuh $1,931 pada hari Jumat malam.

Harga emas naik solid dan menyentuh ketinggian 5 minggu pada awal perdagangan sesi AS hari Senin karena permintaan safe-haven dan pembelian dari para trader berjangka yang berdasarkan analisa grafik. Harga emas berjangka bahkan sempat naik hampir menyentuh $2,000 ke $1,998 per troy ons, sebelum akhirnya terkoreksi normal ke $1,984.

Keengganan terhadap resiko tetap tinggi di tengah perang Rusia – Ukraina yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir segera dan juga di tengah kenaikan kasus Covid yang baru di Cina yang mengakibatkan diberlakukannya lockdown di kota-kota utama di Cina.

Harga emas mulai berbalik turun pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa. Setelah naik ke ketinggian selama 5 minggu pada hari Senin, harga emas mengalami tekanan jual secara tehnikal yang merupakan koreksi harga secara normal setelah mengalami kenaikan tajam baru-baru ini. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $26.40 ke $1,952.30 per troy ons.

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, karena koreksi turun normal setelah mengalami keuntungan yang besar baru-baru ini. Rally indeks saham AS selama dua hari yang lalu juga menjadi elemen bearish bagi emas yang safe-haven. Namun melemahnya dollar AS membatasi penurunan harga emas dan membuat emas diperdagangkan di teritori positip. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $1.30 ke $1,951.40 per troy ons

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, sebagian tertekan oleh rally di kebanyakan pasar saham global dalam perdagangan semalam dan sebagian karena aksi ambil untung dari para trader berjangka jangka pendek. Membaiknya postur grafik dari indeks saham AS pada minggu ini telah menarik sebagian uang keluar dari assets safe-haven emas. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $11.90 ke $1,940.80 per troy ons.

Pada hari Kamis malam, para trader mendapatkan retorika kebijakan moneter AS yang hawkish kembali dari kepala the Fed Jerome Powell yang menunjukkan bahwa the Fed sedang dalam jalur pengetatan yang agresif dalam rangka mengerem inflasi harga yang telah menjadi problematik.

Yields treasury AS segera naik dan saham-saham langsung jatuh setelah Powell di dalam pidatonya pada pertemuan IMF/World Bank pada hari Kamis sore mengulangi kecenderungan akan kenaikan tingkat bunga yang kuat pada bulan-bulan yang akan datang. Para trader dan investor sekarang memperkirakan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan FOMC  di bulan Mei dan Juni dan bahkan mungkin Juli. Sementara itu pasar memperhitungkan kenaikan tingkat bunga sebesar 25 basis poin dalam pengumuman tingkat bunga ECB pada bulan Juli dan September.

Harga emas tetap tertekan pada awal perdagangan sesi AS hari Jumat, tertekan oleh naiknya yields obligasi AS yang mendorong naik dollar AS dan selain itu tertekan karena turunnya harga minyak mentah. Pernyataan beberapa pejabat the Fed pada hari Kamis malam yang mengingatkan pasar akan hawkish-nya bank sentral AS ini juga menambah tekanan turun terhadap harga emas. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik turun $9.40 ke $1,931.50 per troy ons.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat minggu lalu, emas berjangka Comex kontrak bulan Juni diperdagangkan di $1,931.50, turun sekitar $70 dari ketinggian pada awal hari Senin minggu lalu.

Pola pergerakan harga emas seperti ini sudah cukup dominan beberapa bulan yang lalu.

Setiap kali emas menyentuh level resistance di atas, emas cenderung mengalami aksi jual yang berat. Dinamika yang serupa terjadi juga pada saat harga emas turun tajam ke level support-nya. Dengan minggu lalu harga emas telah turun signifikan, maka kemungkinan harga emas akan bangkit kembali, mengikuti pola pergerakan harga selama beberapa bulan sebelumnya.

Namun ada satu tanda yang sangat memberikan keyakinan pada saat ini yaitu emas bisa bertahan di atas $1,900 per ons bahkan pada saat yang sama dimana dollar AS dan yields obligasi AS mengalami kenaikan yang kuat secara persisten. Setiap kali yields obligasi naik, emas seharusnya menjadi kurang menarik. Fakta bahwa emas tetap menarik sekalipun yields obligasi pada minggu lalu mengalami kenaikan, merupakan pertanda yang bagus untuk naiknya harga emas selanjutnya.

Aksi jual yang terjadi atas saham belakangan ini juga diperkirakan akan bisa mendorong naik harga emas dengan semakin banyaknya investor yang mendiversifikasikan assets-nya. Investor mulai melihat bagaimana dampak kenaikan tingkat bunga yang agresif dari the Fed terhadap ekonomi.

Kepala Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan pesan akan kenaikan tingkat bunga sebesar 0.5 poin sebanyak dua kali atau lebih pada bulan – bulan yang akan datang. Hal ini menambah tekanan turun terhadap harga emas pada akhir minggu lalu.

Namun sekali lagi, berita yang memberikan semangatnya adalah bahwa retorika dari the Fed yang hawkish ini bisa memberikan bank sentral AS untuk menjadi kurang agresif pada saat tiba pada pelaksanaannya nanti, ketika benar-benar akan menaikkan tingkat bunga dan mengurangi neraca.

Angka inflasi inti yang terbaru muncul sedikit di bawah daripada yang diperkirakan. Hal ini bisa membuat the Fed tidak bergerak se-agresif seperti yang diantisipasikan oleh orang-orang. Pasar sudah memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps pada bulan Mei. Ini sudah pasti. Dan mungkin juga kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps berikutnya setelah itu. Dan kemudian the Fed akan berhenti sejenak untuk melihat apakah inflasi mulai turun.

Dan bahkan sekalipun the Fed melakukan enam kali kenaikan bunga lagi, berdasarkan “the dot plot”, besarnya kenaikan tingkat bunga tersebut akan masih tetap kecil dibandingkan dengan ketinggian angka inflasi itu sendiri. Itulah sebabnya pasar mulai meragukan seberapa serius the Fed untuk menjadi benar – benar restriktif.

Dari data makro ekonomi yang harus diperhatikan minggu ini, salah satu rilis data kunci adalah data GDP AS kuartal pertama yang akan dipublikasikan pada hari Kamis. Konsensus pasar memperkirakan GDP AS kuartal pertama 2022 ini akan muncul di angka 1% setelah membukukan pertumbuhan GDP kuartal ke empat 2021 di 6.9%.

Meskipun demikian, melambatnya pertumbuhan ekonomi yang diukur oleh GDP AS kuartal pertama 2022 ini kemungkinan tidak akan mengurangi niat dari the Fed untuk menaikkan tingkat bunganya sebanyak 50 basis poin pada bulan Mei.

Pasar juga akan tertarik untuk mengamati data GDP kuartal pertama lebih detil untuk melihat apakah yang akan terjadi dengan PCE inti yang menjadi alat ukur inflasi yang dipilih oleh the Fed. Inflasi di AS sudah terlalu tinggi, itulah sebabnya mengapa the Fed akan menjadi lebih ketat dalam kebijakan moneternya, tidak perduli apapun lagi. Cara satu-satunya memerangi inflasi yang sudah bukan lagi transitory adalah dengan mengurangi aktifitas ekonomi dalam arti agregat demand .

Selain itu data makro ekonomi yang akan keluar minggu ini adalah U.S. durable goods orders, CB consumer confidence, new home sales pada hari Selasa. Pending home sales pada hari Rabu. Jobless claims mingguan pada hari Kamis, dan PCE price pada hari Jumat.

Support” terdekat menunggu di $1,923 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,915 dan kemudian $1,900.

Resistance” terdekat menunggu di $1,950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,964 dan kemudian $1,980 -  PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Friday, April 22, 2022

Rifan Financindo Berjangka - Emas Jatuh Tertekan Penguatan Dolar Dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, namun permintaan safe-haven dari perang yang sedang berlangsung di Ukraina dan potensi dampaknya terhadap ekonomi global menahan penurunan lebih lanjut.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, jatuh 7,4 dolar AS atau 0,38 persen, menjadi ditutup pada 1.948,20 dolar AS per ounce.


Emas berjangka tergelincir 3,4 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1.955,60 dolar AS pada Rabu, setelah anjlok 27,4 dolar AS atau 1,4 persen menjadi 1.959,00 dolar AS pada Selasa, dan meningkat 11,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.986,40 dolar AS per ounce pada Senin


Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun kembali pada tren naik setelah jatuh dari tertinggi tiga tahun pada Rabu (20/4/2022). Imbal hasil obligasi AS telah menguat di atas ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan secara agresif menaikkan suku bunga.


Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Kamis selama diskusi yang diselenggarakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., "pantas dalam pandangan saya untuk bergerak sedikit lebih cepat (pada kenaikan suku bunga).

Karena level kritis 2.000 dolar AS tidak tertembus, orang mungkin memutuskan untuk mengambil keuntungan...dan memindahkan dana ke ekuitas atau bahkan surat utang jangka pendek," direktur pelaksana GoldSilver Central Brian Lan mengatakan kepada Reuters.


Emas akan terlihat berkonsolidasi dalam waktu dekat dan saat ini melakukannya di sekitar 1.940-1.960 dolar AS per ounce, Lan menambahkan.


Logam kuning mendekati angka 2.000 dolar AS awal pekan ini, karena kekhawatiran seputar perang di Ukraina yang dipicu oleh invasi Rusia pada 24 Februari dan meningkatnya tekanan inflasi yang memberikan dorongan pada aset-aset safe-haven
 

Risiko geopolitik dan tekanan inflasi saat ini menjadi dua pendorong utama pasar emas. Kenaikan suku bunga Fed yang agresif sebesar 75 basis poin dapat menjadi peredam harga jangka pendek, sementara peningkatan inflasi karena guncangan pasokan dapat mengurangi dampak negatifnya," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.


Sementara itu, data ekonomi yang dirilis pada Kamis juga mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS di 184.000 dalam pekan yang berakhir 16 April, turun 2.000 dari minggu sebelumnya.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 65 sen atau 2,57 persen, menjadi ditutup pada 24,621 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 19,2 dolar AS atau 1,95 persen, menjadi ditutup pada 967,8 dolar per ounce -  RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  antaranews.com

Thursday, April 21, 2022

Rifan Financindo - Pelemahan Dolar AS Serta Kenaikan Inflasi Bikin Harga Emas Dunia Bangkit Lagi


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia bangkit lagi pada Rabu dari sesi sebelumnya yang bergerak melemah, karena didorong pelemahan dolar serta kekhawatiran atas inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat perang di Ukraina, sementara potensi kenaikan suku bunga Amerika membatasi penguatan.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.952,09 per ounce, pulih dari level terendah hampir dua minggu yang disentuh sebelumnya.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,2 persem menjadi USD1.955,60 per ounce.

Kita semakin dekat dengan peluang beli pada emas. Kita mendapati sedikit aksi jual korektif yang bagus dan ada peluang di sini untuk bergerak lebih tinggi," kata Daniel Pavilonis, analis RJO Futures.

Emas jatuh sebanyaknya 1,8 persen karena komentar  hawkish dari pejabat The Fed mendorong dolar dan imbal hasil US Treasury 10-tahun ke level tertinggi multi-tahun.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan  opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, Rabu, memperkirakan inflasi akan mulai turun dan berada dalam target 2 persen Fed dalam lima tahun.

Pasar memperkirakan suku bunga acuan naik menjadi 1,32 persen pada Juni, dan menjadi 2,80 persen pada Februari, dari 0,33 persen saat ini.

Harga emas berkinerja relatif baik, melonjak sekitar 7 persen tahun ini, meski imbal hasil riil meningkat dan dolar menguat," tutur analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Sementara itu harga logam mulia lainnya perak ditutup turun 0,1 persen menjadi USD25,13 per ounce, platinum melemah 0,6 persen menjadi USD984,67.

Sedangkan paladium melanjutkan reli dan naik menjadi USD2.476,05, setelah melambung sebanyaknya 4,8 persen di sesi tersebut -  RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

 

 

 

Wednesday, April 20, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Tertekan Naiknya Dolar Dan Imbal Hasil Obligasi AS


 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas merosot lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik melemah dari sesi sebelumnya karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menghalangi arus masuk safe-haven  ke logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok 27,4 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi ditutup di 1.959,00 dolar AS per ounce. Emas berjangka meningkat 11,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.986,40 dolar AS per ounce pada Senin

Emas berjangka tergelincir 9,8 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Kamis menjelang libur Paskah, setelah terangkat 8,6 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.984,70 dolar AS pada Rabu, dan melonjak 27,9 dolar AS atau 1,43 persen menjadi 1.976,10 dolar AS pada Selasa

Indeks dolar mencapai puncaknya selama lebih dari dua tahun, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya, karena peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya.

Presiden Fed St Louis,James Bullard pada Senin  mengulangi pernyataannya untuk meningkatkan suku bunga menjadi 3,5 persen pada akhir tahun untuk mengendalikan inflasi.Komentar-komentar hawkish dari para pejabat Fed mendorong suku bunga nominal dan riil di AS naik, sehingga membebani emas," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Namun, "inflasi tinggi jangka pendek dan risiko geopolitik kemungkinan masih mendukung arus masuk ke produk emas dan kemungkinan akan mempertahankan perdagangan emas di sekitar level saat ini selama beberapa minggu mendatang," tambah Staunovo.
Rusia meluncurkan serangan habis-habisan di Ukraina timur pada Selasa
Tapi sementara emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama krisis politik dan ekonomi, serta kenaikan inflasi, suku bunga yang lebih tinggi diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam waktu dekat, kita mungkin melihat beberapa penurunan emas. Mungkin akan turun hingga 1.920 dolar AS," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Dia menambahkan bahwa emas juga tertekan oleh imbal hasil riil yang berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com 

Tuesday, April 19, 2022

PT Rifan Financindo - Emas Capai Tertinggi 1 Bulan Karena Inflasi Naik Dan Perang Ukraina

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas menguat ke level tertinggi satu bulan akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), hanya sedikit dari level 2.000 dolar AS per ounce, karena kekhawatiran seputar konflik Rusia-Ukraina dan meningkatnya tekanan inflasi mengangkat permintaan terhadap aset aman logam mulia.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, bertambah 11,5 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.986,40 dolar AS per ounce. Emas berjangka tergelincir 9,8 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Kamis menjelang libur Paskah.


Berakhirnya konflik Rusia-Ukraina tampaknya semakin jauh, setelah tenggelamnya kapal utama Armada Laut Hitam Rusia pekan lalu, mendorong investor untuk memburu aset-aset aman.
Kenaikan emas tertahan di akhir sesi oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun dan kenaikan lebih lanjut dolar, yang memperlemah selera terhadap emas di antara pembeli luar negeri.

Peningkatan kecil dalam ketegangan karena perang Rusia-Ukraina bersama tekanan inflasi meningkatkan permintaan safe-haven untuk emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.


Kekhawatiran atas pukulan ekonomi dari pembatasan yang diakibatkan COVID di China juga mendukung logam mulia, kata Meger.


Meskipun kekhawatiran kenaikan inflasi meningkatkan daya tarik safe-haven emas, kenaikan suku bunga untuk meredam harga yang lebih tinggi dapat menekan permintaan logam karena peluang yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.


Federal Reserve AS diperkirakan akan mempercepat laju pengetatan kebijakannya ketika bertemu berikutnya, dengan kenaikan 50 basis poin yang diharapkan pada pertemuan Mei dan Juni.


Logam mulia lainnya, p​​​​​​Perak untuk pengiriman Mei naik 45 sen atau 1,75 persen, menjadi ditutup pada 26,15 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 26,3 dolar atau 2,65 persen, menjadi ditutup pada 1.020,5 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : anataranews.com


 

Monday, April 18, 2022

PT Rifan - Harga Emas Turun Tapi Naik Minggu Ini Dalam Kekhawatiran Inflasi Dan Perang Ukraina

PT RIFAN BANDUNG  - Harga emas turun pada Kamis (14/04) di Asia. Namun, logam kuning akan mengalami kenaikan mingguan kedua berturut-turut kala perang di Ukraina dan meluasnya tekanan inflasi memberikan logam safe haven dorongan.

Harga emas berjangka turun 0,53% menjadi $1.974,10/oz pukul 13.09 WIB, atau naik sekitar 1,7% sejauh ini dalam minggu ini. Pasar AS, Australia, dan Hong Kong akan ditutup libur pada hari Jumat. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, terus turun 0,29% di 99,620 pada hari Kamis dan turun dari level tertinggi Mei 2020.

Imbal hasil acuan Treasury 10 tahun turun pada hari Rabu, menyusul kenaikan stabil di awal bulan saat investor memperkirakan Federal Reserve AS akan agresif memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi yang tinggi.

Di Asia Pasifik, People's Bank of China (PBOC) diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun pada hari Jumat, kedua kalinya melakukannya pada tahun 2022 hingga saat ini. PBOC juga diperkirakan akan segera menurunkan rasio persyaratan cadangan.

Bank of Korea menaikkan suku bunganya menjadi 1,5% dalam keputusan kebijakan terbarunya. Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan European Central Bank, yang akan dirilis hari ini.

Sementara itu, perang di Ukraina, yang berlangsung sejak invasi Rusia pada 24 Februari, terus berlanjut. AS pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka akan mengirim bantuan militer tambahan senilai $800 juta ke Ukraina, menjelang serangan Rusia yang diperkirakan di bagian timur negara itu.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) naik 1% menjadi 1.104,42 ton pada hari Rabu. Pada logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,05% di 26,017, platinum turun tipis 0,04% ke 987,45 dan palladium melonjak 2,07% di 2.359,02 - PT RIFAN

Sumber : investing.com