Thursday, January 26, 2023

Rifan Financindo - Emas Naik Tipis Di High 9 Bulan, Dolar Terus Turun Fokus Beralih Ke Data AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas naik tipis pada hari Rabu (26/01) dan dolar melemah saat investor terus menyoroti data ekonomi AS yang akan datang yang dapat mempengaruhi rapat kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.

Emas spot turun tipis 0,05% di $1.940,49/oz pukul 08.44 WIB. Emas berjangka AS ditutup naik 0,17% di $1.945,95/oz menurut data Investing.com. Harga telah turun hingga 0,6% di awal sesi kemarin dan berakhir turun 0,2%.

Beberapa pergerakan harga korektif dan aksi ambil untung dari trader adalah alasan atas sedikit mundurnya emas hari ini, yang "dapat dikatakan sehat untuk memperpanjang tren naik," tegas Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals seperti yang dilansir Reuters Kamis pagi ini.

Harga emas naik ke level tertinggi sembilan bulan pada hari Selasa. Pasalnya, kekhawatiran atas resesi global dan harapan seputar kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari bank sentral AS meningkatkan daya pikatnya.

Dolar AS kembali turun 0,06% di 1.945,95, setelah ditutup melemah 0,26% dari sesi sebelumnya sehingga membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang asing.

Departemen Perdagangan AS diperkirakan akan mengumumkan perkiraan awal produk domestik bruto (PDB) kuartal IV pada hari Kamis, yang dapat mengatur nada kebijakan rapat Fed pada 31 Januari - 1 Februari mendatang.

Klaim pengangguran awal mingguan AS, penjualan rumah baru, dan pesanan barang tahan lama juga masuk radar untuk hari Kamis.

Trader melihat tingkat kebijakan bisa mencapai puncaknya sebesar 4,91% pada bulan Juni, meskipun pengambil kebijakan Fed telah berulang kali mendukung pengambilan tingkat di atas tingkat 5%.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Thursday, January 19, 2023

Rifan Financindo - Reli Emas Awal Tahun Goyah Jelang Isyarat Fed Dan Rilis Data Ekonomi

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Reli tahun baru harga emas tampaknya telah kehabisan tenaga, dan logam kuning bergerak di bawah level tertinggi delapan bulan pada hari Rabu sebelum banyak pejabat Federal Reserve tampil dan data ekonomi AS yang akan dirilis minggu ini.

Kendati ekspektasi Fed yang kurang hawkish dan potensi resesi mendorong kenaikan kuat dalam emas selama dua minggu terakhir, trader kini menunggu lebih banyak sinyal untuk mengonfirmasi tren ini. Pidato dari beberapa pejabat Fed akan dirilis minggu ini, yang paling penting Wakil Ketua Lael Brainard pada hari Kamis.

Rentetan rilis data ekonomi AS juga hadir untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana kinerja ekonomi terbesar di dunia itu sepanjang Desember, dimulai dengan data inflasi indeks harga produsen, penjualan ritel dan produksi industri yang akan dirilis pada hari Rabu.

Harga emas spot datar di $1.908,74/oz, sementara emas berjangka naik 0,1% di $1.911,30/oz pukul 07.19 WIB. Kedua instrumen turun 0,5% pada hari Selasa.

Pelemahan dolar, ditambah dengan meningkatnya kekhawatiran resesi tahun ini membuat emas melesat ke level tertinggi lebih dari delapan bulan minggu lalu. Logam kuning kini diperdagangkan sekitar $160 di bawah rekor tertinggi, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih lambat tahun ini.

Dolar mendapatkan kembali kekuatannya terhadap sejumlah mata uang minggu ini, pulih dari level terendah lebih dari tujuh bulan. Tetapi keuntungan greenback terbatas karena pasar juga menunggu rapat kebijakan Bank of Japan.

Setiap sinyal hawkish dari bank sentral dapat mengguncang dolar dan memberikan lebih banyak dukungan untuk emas, utamanya saat pengetatan kebijakan moneter ultra-longgar BOJ menentukan lebih banyak hambatan ekonomi global.

Logam mulia lainnya juga terus berada dalam kisaran ketat pada hari Rabu.

Di antara logam industri, harga tembaga turun tipis setelah reli tajam pada hari Selasa di tengah tanda-tanda ketahanan ekonomi di China, negara importir tembaga terbesar di dunia.

Tembaga turun 0,2% di $4,2272, setelah reli lebih dari 2% di sesi sebelumnya.

Meski data pada hari Selasa menunjukkan pertumbuhan ekonomi China melambat secara substansial pada tahun 2022 dari tahun sebelumnya, pertumbuhan membaik dari perkiraan pada kuartal IV, terutama pada bulan Desember, meningkatkan harapan bahwa negara tersebut akhirnya akan mengalami pemulihan tahun ini setelah pelonggaran sebagian besar pembatasan anti-COVID.

Perkembangan komoditas sore, nikel jatuh 2,28% hingga dini hari tadi, timah turun 0,18% di ICE London pada penutupan Rabu, dan tembaga naik 0,85% pukul 14.47 WIB.

Sementara, karet melonjak 3,22% pada Rabu di Singapura, batubara Newcastle ICE London di 370,00, kakao AS turun 0,11% pada dini hari.

Selain itu, kopi robusta di London berada di 1.896,00 dan gas alam jatuh 2,76% pukul 14.50 WIB.

Kabar mata uang, USD/JPY melonjak 1,86%, GBP/JPY melonjak 2,14%, GBPUSD naik 0,28%, EURUSD naik 0,37%, dan AUD/USD naik 0,52%.

Kripto bitcoin menguat 0,8% pukul 14.52 WIB BTC/USD dan ethereum naik 1,22% (ETH/USD). Lainnya, ETC/USD turun 1,43% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

 

Wednesday, January 18, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - EUR/USD Tertekan Turun Karena Rumor ECB

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasangan matauang EUR/USD menghadapi tekanan jual sementara berusaha naik ke atas 1.0800 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0787 pada awal jam perdagangan sesi Asia hari Rabu.

EUR/USD turun pada jam perdagangan sesi AS meskipun dollar AS mengalami penurunan yang luas. Turunnya Euro disebabkan adanya pembicaraan pasar yang mengatakan bahwa para pejabat European Central Bank (ECB) sedang mempertimbangkan untuk memperlambat kecepatan pengetatan moneter.

Rumor yang beredar mengatakan bahwa Presiden ECB, Christine Lagarde dan teman-temannya akan cenderung menaikkan 50 bps tingkat bunga pada bulan Februari, mengurangi kenaikan tingkat bunga sebesar 25 bps mulai bulan Maret.

Tekanan turun atas EUR/USD karena rumor ini lebih kuat daripada melemahnya USD.

Dolar AS mengalami tekanan jual ditengah turunnya yields obligasi pemerintah setelah keluar rumor dari European Central Bank (ECB). Yields obligasi 10 tahun Itali turun lebih dari 15% dalam sehari, mendorong tingkat bunga obligasi 10 tahun AS ke 3.52% dari ketinggian intraday di 3.58%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di 1.0745 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0690 dan kemudian 1.0640. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0825 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0870 dan kemudian 1.0910 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Tuesday, January 17, 2023

PT Rifan Financindo - Bursa Eropa Alami Penguatan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa mengalami penguatan pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,46 persen, di saat bursa saham di Amerika Serikat tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Hari Martin Luther King Jr.

Seperti dilaporkan Reuters, angka indeks naik ke level tertinggi sejak April 2022 berkat melonjaknya saham sektor keuangan dan kesehatan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 16 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 7.860,07. Indeks DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 47,52 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 15.134,04.

Indeks IBEX 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 10,60 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 8.871,10. Indeks CAC 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 19,81 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 7.043,31.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,221 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,01 persen menjadi 1,1280 euro per pound.

Harga Emas Berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2023 turun 0,1 persen menjadi US$1.919,10 per ons. Indeks dolar AS naik 0,2 persen - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, January 16, 2023

PT Rifan - Harga Emas Berjangka Diprediksi Naik Awal Pekan, Ini Penopangnya

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka diprediksi menguat pada awal pekan depan menyusul sejumlah sentimen global sepanjang minggu lalu. Pada akhir pekan ini, harga emas di pasar Amerika Serikat berada di level USD1.920,67 per troyounce. 

Perdagangan Senin depan harga emas dunia akan menguat di rentang USD1.910 per troyounce hingga USD1.930 per troyounce," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi

Ibra mengamati harga emas terdongkrak karena inflasi yang surut membuat imbal hasil / yield obligasi dan dolar menjadi lebih rendah, sehingga membuat logam kuning menjadi lebih digemari.  

Peluang kenaikan harga emas juga hadir di tengah ekspektasi bahwa bank sentral AS / Federal Reserve dapat mengurangi laju suku bunga mereka.

Diketahui inflasi AS naik 6,5% yoy di periode Desember. Angka itu lebih rendah sejak Oktober 2021, sebagaimana tersaji dalam laporan Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada akhir pekan lalu, dolar merosot ke level terendah tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang lainnya. Tren inflasi yang melunak berpeluang menggeser retorika hawkish The Fed.

Penutupan harga emas di USD1.920 per troyounce menjadi sinyal penguatan di akhir bulan ini. Bisa saja harga emas akan menuju level tertinggi di USD1.985 per troyounce apabila tembus di level USD1.947 per troyounce," kata Presiden dan Founder Astronacci, Gema Merdeka Goeryadi - PT RIFAN

Sumber : 

 

Friday, January 13, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melonjak Setelah Inflasi AS Sesuai Ekspektasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tajam mendekati level psikologis 1.900 dolar pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencatat keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut setelah pertumbuhan harga konsumen AS pada Desember melambat seperti yang diperkirakan, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga yang lebih kecil. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 19,90 dolar AS atau 1,06 persen menjadi ditutup pada 1.898,80 dolar AS per ounce, setelah menembus tertinggi sesi di 1.906,50 dolar AS, level tertinggi sejak Mei, ketika mencapai puncak 1.910,20 dolar AS. 

Emas berjangka terkerek 2,40 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.878,90 dolar AS pada Rabu (11/1/2023), merosot 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.876,50 dolar AS pada Selasa (10/1/2023), setelah terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.877,80 dolar AS

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (12/1/2023) bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran biaya hidup AS, turun 0,1 persen pada Desember, sesuai dengan perkiraan penurunan oleh para ekonom. Tingkat tahunan indeks turun untuk bulan keenam berturut-turut menjadi 6,5 persen dari 7,1 persen, level terendah dalam lebih dari setahun.

Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Oktober 2021,” kata Departemen Tenaga Kerja dalam rilis berita. 

Analis pasar mencatat penurunan tersebut mungkin mengindikasikan bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya. Untuk keputusan suku bunga berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral mengumumkan kenaikan yang lebih kecil lagi sebesar 25 basis poin.  

Berbicara secara virtual dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bankir Wisconsin pada Kamis (12/1/2023), Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen secepatnya untuk memastikan tekanan harga ditundukkan.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun setelah data inflasi dirilis, memberikan dukungan terhadap emas.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/1/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 1.000 ke penyesuaian musiman 205.000 di pekan yang berakhir 7 Januari. Data yang lebih baik dari perkiraan membatasi kenaikan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 52,3 sen atau 2,23 persen, menjadi menetap pada 24,004 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, ditutup pada 1.084,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

Thursday, January 12, 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Melonjak Jelang Laporan Inflasi AS

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya menjadi bertengger di level tertinggi delapan bulan di tengah spekulasi bahwa laporan inflasi AS yang akan dirilis dalam 24 jam ke depan akan mendorong Federal Reserve memperlambat kenaikan suku bunganya. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange terkerek 2,40 dolar AS atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 1.878,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.890,90 dolar AS dan terendah sesi di 1.870,90 dolar AS. 

Emas berjangka merosot 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.876,50 dolar AS pada Selasa (10/1), setelah terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.877,80 dolar AS pada Senin (9/1), dan melonjak 29,10 dolar AS atau 1,58 persen menjadi 1.869,70

Kontrak berjangka emas pada Rabu (11/1) ditutup pada penyelesaian tertinggi sejak 6 Mei, dan telah meningkat sekitar 3,0 persen sejak awal tahun, memperpanjang kenaikan hampir 4,0 persen dari Desember dan reli 7,0 persen dari November.  

Reli emas bertepatan dengan kenaikan saham di Wall Street karena para pedagang di seluruh pasar bertaruh pada penurunan angka inflasi yang cukup besar dari laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. 

Pembacaan IHK Desember akan menentukan apakah Federal Reserve akan terus menurunkan kenaikan suku bunganya pada pertemuan kebijakan 1 Februari. Para pedagang memperkirakan nada kurang hawkish dari Federal Reserve dalam kebijakan moneternya.

"Reli emas baru-baru ini telah mencapai level tertinggi delapan bulan dan dapat berlanjut lebih jauh jika tren disinflasi tetap kuat," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

Emas juga mendapat dukungan, karena pencabutan pembatasan COVID-19 China dan pembukaan kembali ekonomi dapat meningkatkan permintaan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,4 sen atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 23,481 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 4,2 dolar atau 0,39 persen, menjadi menetap pada 1.084,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com