Tuesday, July 11, 2023
PT Rifan Financindo - Potensi Pelunakan Sikap The Fed Dapat Dukung XAU/USD
Monday, July 10, 2023
PT Rifan - Fed Mencari Lebih Banyak Bukti Melambatnya Inflasi, Satu laporan Pekerjaan Saja Tidak Akan Cukup
PT RIFAN BANDUNG - Tingkat pengangguran tetap tidak berubah di bulan Juni sebesar 3,6% sementara upah meningkat 0,4% dari 0,3% di bulan Mei. Para pejabat Fed mengatakan bahwa pertumbuhan lapangan kerja dan upah harus mendingin signifikan untuk terus menahan inflasi terburuk yang pernah dialami Amerika Serikat dalam empat dekade terakhir.
Inflasi, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen, atau IHK, tumbuh 4% yoy di bulan Mei, turun dari level tertinggi 40 tahun sebesar 9,1% pada Juni 2022.
Namun, toleransi Fed untuk inflasi hanya 2% per tahun. Sejak Maret 2022, bank sentral telah menaikkan suku bunga sebanyak 10 kali, menambah total 5% dari suku bunga era pandemi sebelumnya yang hanya sebesar 0,25%. Sementara Fed berhenti sejenak dari siklus kenaikan suku bunganya bulan lalu, ada spekulasi bahwa Fed dapat melanjutkannya ketika bertemu pada 26 Juli untuk peninjauan suku bunga berikutnya.
Yang pasti, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan kepada CNBC pada hari Jumat bahwa seseorang tidak boleh "terlalu berharap terlalu banyak pada angka pekerjaan dalam satu bulan".
Jelas bahwa pasar tenaga kerja masih sangat kuat namun melambat,"
tambahnya. "Saya belum melihat apapun yang mengatakan bahwa kenaikan
suku bunga sebanyak 1 atau 2 kali lagi tahun ini adalah salah - PT RIFAN
Sumber : investing.com
Friday, July 7, 2023
Rifan Financindo Berjangka - Pasar Tenaga Kerja Dan Kekhawatiran Suku Bunga Guncang Emas
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bank sentral telah menaikkan suku bunga sebesar 5% sejak akhir wabah virus corona pada Maret 2022, membawanya ke tingkat puncak 5,25% dalam upaya untuk mengembalikan inflasi ke level yang ditargetkan. The Fed melewatkan kenaikan suku bunga pada bulan Juni untuk pertama kalinya selama lebih dari satu tahun, tetapi diperkirakan akan melanjutkan pengetatan moneter pada keputusan suku bunga 26 Juli dengan kenaikan 0,5%.
Pasar tenaga kerja merupakan raksasa ekonomi AS, menambahkan ratusan ribu pekerjaan setiap bulan selama tiga tahun terakhir setelah awalnya kehilangan 20 juta pekerjaan akibat pandemi COVID-19.
Sementara para pengambil kebijakan di seluruh dunia biasanya merayakannya dengan melihat angka pekerjaan yang baik, The Fed berada dalam situasi yang berbeda. Bank sentral ingin melihat pelonggaran kondisi yang sedikit "terlalu baik" sekarang untuk kebaikan ekonomi sendiri - dalam hal ini, pengangguran di posisi terendah lebih dari 50 tahun dan rata-rata upah bulanan yang telah tumbuh tanpa henti sejak Maret 2021.
Keamanan pekerjaan dan pendapatan seperti itu telah melindungi banyak warga Amerika dari tekanan harga terburuk sejak 1980-an dan mendorong mereka untuk terus berbelanja, yang selanjutnya mendorong inflasi.
The Fed memiliki mandat untuk memastikan "lapangan kerja maksimum" melalui tingkat pengangguran sebesar 4% atau di bawahnya, dan menjaga inflasi tetap "terkendali". Yang terakhir adalah tugas yang mudah dicapai sebelum COVID-19 meletus, ketika harga-harga naik kurang dari 2% per tahun. Namun, pandemi dan triliunan dolar dana bantuan pemerintah, memicu inflasi yang tak terkendali sejak pertengahan 2021 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing.com
Thursday, July 6, 2023
Rifan Financindo - EUR/USD Menyentuh Kerendahan Baru Setelah Keluar Risalah FOMC
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - EUR/USD turun lebih jauh ke area 1.0850, di sekitar 1.0852, mencapai kerendahan harian yang baru. Dolar AS mendapatkan momentum setelah keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed, yang menunjukkan bahwa beberapa pejabat the Fed menghendaki kenaikan tingkat suku bunga. Indeks dolar AS (DXY) naik 0.38% ke atas 103.00 di sekitar 103.040.
Sebelumnya, memburuknya sentimen pasar telah mendorong permintaan terhadap dolar AS menjelang rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) the Fed. Indeks dolar AS telah naik 0.26% ke 102.919, mengarah ke 103.00, sebelum keluarnya risalah pertemuan FOMC.
Memburuknya sentimen pasar disebabkan antara lain karena meningkatnya ketegangan antara AS dengan Cina. Beijing mengumumkan bahwa mulai 1 Agustus akan merestriksi ekspor metal yang kritikal bagi industri chip yakni gallium dan germanium.
Sementara pemerintah Joe Biden dikabarkan bisa merestriksi perusahaan-perusahaan Cina yang menggunakan jasa cloud computing sebagai respon atas keputusan Cina untuk mengkontrol ekspor dari sebagian metal yang biasa digunakan di dalam kendaraan listrik dan semi konduktor.
Selain itu keprihatinan pasar juga berputar di sekitar melemahnya pertumbuhan sektor jasa lebih daripada yang diperkirakan. S&P Global merilis perkiraan final dari PMI jasa bulan Juni yang kebanyakan mengalami revisi penurunan diantaranya PMI jasa Cina, Australia dan zona Euro.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di 1.0820 yang apabila berhasil dilewati
akan lanjut ke 1.0790 dan kemudian 1.0770. “Resistance” terdekat
menunggu di 1.0890 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0920
dan kemudian 1.0960 - RIFAN FINANCINDO
Sumber : vibiznews.com
Wednesday, July 5, 2023
PT Rifan Financindo Berjangka - Risalah Fed Jadi Fokus Saat Pasar Pantau Kenaikan Suku Bunga Bulan Juli
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Fokus saat ini tertuju pada risalah rapat Fed bulan Juni, untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga AS. Meskipun bank sentral telah mempertahankan suku bunga bulan lalu, bank sentral AS juga mengisyaratkan setidaknya ada dua kali kenaikan lagi tahun ini, mengingat inflasi masih tetap tinggi.
Ketua Fed Jerome Powell juga menegaskan hal tersebut dalam serangkaian kesaksian dan pidato selama dua minggu terakhir.
Pasar memperkirakan dengan kemungkinan 88% lebih tinggi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Juli. Sementara data terbaru menunjukkan inflasi AS secara keseluruhan menurun, inflasi inti masih tetap tinggi dan jauh di atas kisaran target Fed.
Tren ini menyiratkan ada lebih banyak tekanan pada emas dalam beberapa bulan mendatang, kendati ekspektasi potensi resesi AS juga telah mendorong beberapa permintaan safe haven untuk logam mulia.
Analis di IG mengatakan bahwa mereka akan beralih ke bias positif untuk emas spot jika dapat kembali menembus level resistance antara $1.925 hingga $1.935/oz - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing.com
Tuesday, July 4, 2023
PT Rifan Financindo - Emas Bergerak Tipis Menjelang Rilis Notulen Fed Dan Data Payroll Minggu Ini
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar mayoritas tetap mewaspadai emas menjelang sinyal lanjutan dari The Fed minggu ini, dimulai dengan notulen rapat bank sentral bulan Juni, yang akan dirilis pada Rabu setempat. Meskipun bank sentral AS ini mempertahankan suku bunga stabil, bank tersebut juga isyarat setidaknya ada dua kenaikan lagi tahun ini.
Kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat bahwa kenaikan tersebut meningkatkan biaya peluang untuk memiliki logam mulia.
Data nonfarm payroll untuk bulan Juni juga akan terbit pada hari Jumat, dan diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam keputusan suku bunga The Fed di bulan ini.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 88% bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Juli, mengingat inflasi masih berada di atas kisaran target bank sentral. Prospek suku bunga yang tinggi sangat membebani emas selama dua bulan terakhir, dan diperkirakan akan membatasi pemulihan besar pada logam mulia tahun ini.
Logam mulia lainnya juga tidak banyak bergerak minggu ini. Platinum naik 0,2%, sementara perak flat. Komoditas nikel naik 0,62% pada penutupan dini hari, timah naik 2,64% Jumat di ICE London, bijih besi turun 1,51% dan tembaga naik tipis 0,04% pukul 09.02 WIB - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com
Monday, July 3, 2023
PT Rifan - Emas Naik 5% Di Semester Pertama, Tetapi Prospeknya Masih Suram
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik 5% pada paruh pertama tahun 2023, setelah diuntungkan oleh beberapa permintaan safe haven karena kondisi ekonomi global yang memburuk.
Meskipun logam kuning juga naik ke rekor tertinggi pada bulan Mei, sejak saat itu sebagian besar dari kenaikan tersebut telah dilepaskan imbas prospek kenaikan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk membeli aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Tanda-tanda ketahanan dalam ekonomi AS juga telah mengurangi daya tarik safe haven dari logam mulia, karena revisi naiknya produk domestik bruto kuartal pertama membuat pasar memangkas ekspektasi untuk resesi AS tahun ini.
Sejumlah data ekonomi AS, termasuk data nonfarm payroll dan aktivitas bisnis, akan dirilis minggu ini, dan diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk untuk tren emas. Notulen rapat Fed bulan Juni juga akan terbit pada hari Rabu.
Sementara The Fed mempertahankan suku bunga stabil pada bulan Juni,
Ketua Jerome Powell masih isyaratkan setidaknya dua kenaikan suku bunga
lagi tahun ini - PT RIFAN
Sumber : investing.com






