Monday, October 23, 2023

PT Rifan Bandung - Meningkatnya Eskalasi Konflik Israel-Palestina Bikin Harga Emas Melambung

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melanjutkan penguatannya pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, dan menuju kenaikan mingguan kedua berturut-turut, karena kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dalam konflik Timur Tengah menambah daya tarik emas sebagai aset safe-haven. Berdasarkan data Blomberg, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange ditutup naik US$13,90 atau 0,70% ke level US$1.994,40 per troy ounce. Sedangkan harga emas spot naik 0,35% ke level US$1.981,40 per troy ounce.

Israel meratakan distrik Gaza utara setelah memberikan peringatan setengah jam kepada keluarga-keluarga untuk melarikan diri, dan menyerang sebuah gereja Kristen Ortodoks di mana orang lain berlindung, karena jelas bahwa perintah untuk menyerang Gaza diperkirakan akan segera diberikan.

Orang-orang beralih ke emas dan menemukan rasa aman di tengah risiko geo-politik. Jika terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah, harga emas akan menembus US$2.000,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, sebagaimana dikutip Reuters.

Emas telah naik 2,5% minggu ini, dan bertambah hampir US$160 sejak awal konflik. Dari sisi teknis, “kegagalan untuk memicu konsolidasi dan koreksi kembali ke US$1.946 yang sudah lama tertunda dapat menyebabkan harga bergerak lebih tinggi dan pada akhirnya menantang resistensi di sekitar US$2.075, rekor tertinggi nominal dari tahun 2020,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, tulisnya dalam sebuah catatan.

Di pasar fisik, pedagang emas di India terpaksa menawarkan diskon lebih besar karena lonjakan harga domestik memperlambat permintaan menjelang hari raya besar. Sementara logam mulia lainnya seperti perak telah naik 1,4% menjadi US$23,35 per ounce, platinum juga naik 0,7% menjadi US$896,47. Keduanya ditetapkan untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Paladium naik 0,9% menjadi $1,104.18, namun menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut - PT RIFAN

Sumber : bisnis.com

Friday, October 20, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Sinar Emas Bikin Silau, Harganya Terbang Hampir 3%

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kembali terbang di tengah memanasnya perang Israel vs Hamas serta pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang mulai dovish.

Harga emas di pasar spot pada perdagangan Kamis, ditutup di posisi US$ 1.973,71 per troy ons. Harganya melesat 1,34%. Penguatan ini membawa emas ke level tertingginya sejak 19 Juli 2023 atau 2,5 bulan terakhir.

Penguatan sebesar juga memperpanjang tren positif emas menjadi tiga hari. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, harga emas bahkan terbang 2,82%. Penguatan signifikan emas ini membuat sang logam mulia mendekati level US$ 2.000.

Harga emas melemah tipis pada hari ini. Pada perdagangan Jumat (20/10/2023) pukul 06:05 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.973,21 per troy ons. Harganya turun tipis -0,03%.

Harga emas melonjak di tengah memanasnya perang Israel vs Hamas. Pernyataan Chairman The Fed yang dinilai lebih dovish ikut menopang sang logam mulia.

"Perang membuat orang ramai-ramai membeli emas dengan segera. Pembelian secara besar-besaran ini bisa dimengerti selama perang," tutur Daniel Ghali, analis dari TD Securities, dikutip dari Reuters.

Eskalasi perang sepertinya bisa meluas dan perang bisa berlangsung lama. Dalam perkembangan terbaru,Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengingatkan jika perang Israel vs Hamas akan berlangsung lama.

"Ini akan menjadi perang yang lama dan kami membutuhkan dukungan anda," tutur Netanyahu saat bertemu dengan PM Inggris Rishi Sunak, dikutip dari CNBC International.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden dan Presiden MesirAbdel Fatah el-Sissi sepakat untuk membuka bantuan kemanusiaanke Jalur Gaza - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

 

Thursday, October 19, 2023

Rifan Financindo - Komentar Fed Disorot

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Inflasi konsumen AS tercatat lebih tinggi dari perkiraan untuk bulan September, data menunjukkan minggu lalu. Ini menambah kekhawatiran bahwa The Fed akan tetap hawkish lebih lama, untuk menurunkan inflasi yang tinggi.

Sejumlah pejabat Fed juga akan berbicara minggu ini, terutama Ketua Fed Jerome Powell pada hari Kamis. Komentar Powell akan sangat diawasi setelah data inflasi yang kuat, mengingat bahwa Ketua Fed telah isyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi pada rapat Fed sebelumnya.

Suku bunga yang lebih tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, pasalnya ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia. Perdagangan ini telah memukul emas sepanjang tahun lalu, dan diperkirakan akan membatasi penguatan besar hingga the Fed mulai menurunkan suku bunga - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, October 16, 2023

PT Rifan - Potensi Suku Bunga AS Yang Tinggi Membatasi Daya Tarik Emas

 

PT RIFAN BANDUNG - Data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan rilis minggu lalu menyiratkan sikap hawkish yang berkelanjutan dari Federal Reserve, yang kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Gagasan ini telah memukul harga emas selama setahun terakhir, dan dengan suku bunga AS yang akan tetap tinggi, kemungkinan akan membatasi peningkatan besar pada logam mulia.

Meskipun emas alami kenaikan yang kuat karena permintaan safe haven, dolar masih tetap menjadi pilihan utama. Inflows ke greenback mendekati level puncak 10 bulan minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi menjadi tanda buruk bagi emas, mengingat ini meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia. Gagasan ini telah membatasi peningkatan besar pada logam mulia, bahkan ketika kondisi ekonomi global yang memburuk membuat permintaan safe haven meningkat - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, October 13, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Pergerakan Harga Emas Hari Ini Kala Dolar AS Jauh Lebih Seksi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun karena dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (treasury) menguat setelah inflasi naik lebih dari ekspektasi. Data terbaru indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan September 2023 meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk beberapa waktu. Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$1.868,79 per troy ounce pada akhir perdagangan Kamis (12/10/2023) waktu setempat , setelah mencapai level tertinggi sejak 27 September pada awal sesi perdagangan. Adapun harga emas berjangka AS ditutup melemah 0,2% pada US$1.883 per troy ounce. Mengutip Reuters, Jumat (13/10/2023), indeks harga konsumen AS meningkat 0,4% bulan lalu setelah kenaikan 0,3% pada bulan Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja. Namun, harga konsumen secara tahunan telah turun dari puncaknya sebesar 9,1% pada Juni 2022.

CPI yang hangat mungkin cukup untuk memperlambat reli emas menuju konsolidasi namun tidak akan memicu aksi jual yang serius, terutama mengingat tingginya ketegangan geopolitik,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York. Para pedagang sekarang melihat kemungkinan sebesar 38% dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember oleh The Fed, menurut alat CME Fedwatch, dibandingkan dengan sekitar 28% kemungkinan yang terlihat sebelum laporan tersebut.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan indeks dolar naik setelah data CPI dirilis. Meningkatnya konflik antara Israel dan kelompok Islam militan Palestina Hamas, yang menawarkan dukungan terhadap emas sebagai aset safe-haven, telah membuat para investor gelisah. Emas digunakan sebagai investasi yang aman pada saat terjadi ketidakpastian politik dan keuangan, namun suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. “Masih ada tanda-tanda perlambatan ekonomi AS, hal ini akan menguntungkan emas. Saya mengantisipasi harga dapat diperdagangkan pada kisaran US$1.860-US$1.920 dalam waktu dekat,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. Di tempat lain, harga perak spot turun 1,2% menjadi US$21,79 per ounce, platinum turun 2,2% menjadi US$865,87, sementara paladium turun 2,9% menjadi US$1.132,75 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bisnis.com

Thursday, October 12, 2023

Rifan Financindo - Emas Naik Tipis Di Tengah Turunnya Imbal Hasil Treasury

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas sedikit menguat di pagi hari sesi Asia di tengah penurunan imbal hasil Treasury, yang meningkatkan daya tarik logam mulia yang tanpa bunga.

Beberapa tanda yang menggembirakan telah muncul untuk emas dan perak, seperti pembalikan tajam imbal hasil obligasi jangka panjang AS baru-baru ini dan melemahnya USD, kata Ole Hansen, kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, dalam komentarnya. Saxo Bank mempertahankan pandangan bullish terhadap emas serta perak dan platinum, didukung oleh pandangan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut karena perekonomian mulai melemah, Hansen menambahkan.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% pada $1,875.34 per on - RIFAN FINANCINDO
 
Sumber : reuteurs

Wednesday, October 11, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Bertahan Di Ketinggian Sekitar $1,861

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas sempat memasuki tahapan koreksi tehnikal dan jatuh ke arah $1,850 setelah kenaikan yang mengesankan pada hari Senin, namun berhasil bangkit dan naik kembali dan diperdagangkan di sekitar $1,861 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa.

Harga emas membukukan keuntungan yang kuat lebih dari 1% pada hari Senin dan ditutup di atas $1,850 karena eskalasi konflik Israel dengan Palestina. Emas yang safe-haven yang cenderung mendapatkan keuntungan apabila ada kekacauan politik dan ekonomi, selanjutnya mendapatkan keuntungan dari berbalik turunnya yields obligasi treasury AS secara berkelanjutan.

Turunnya yields obligasi treasury AS disebabkan karena berkurangnya pertaruhan mengenai kenaikan tingkat bunga oleh Federal Reserve AS lebih lanjut. Hal ini ditambah lagi dengan melemahnya dolar AS mendorong naik harga emas untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa ke ketinggian lebih dari satu minggu.

Harga emas telah naik lebih dari $50 dari kerendahan tujuh bulan yang tersentuh pada hari Jumat minggu lalu, walaupun kelihatannya harus berjuang untuk bisa mengkapitalisir momentum kenaikannya.

Namun, pernyataan yang dovish dari pejabat the Fed telah mendorong keyakinan dari para investor yang terlihat dari positipnya pasar saham, membatasi kenaikan dari harga emas. Ditambah lagi para investor kelihatannya lebih memilih menunggu dikeluarkannya risalah pertemuan FOMC pada hari Rabu dan angka inflasi konsumen pada hari Kamis.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,834 dan kemudian $1,810.

Resistance terdekat menunggu di $1,865 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885 dan kemudian $1,900 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews