Tuesday, June 18, 2024

PT Rifan Financindo - Cek Target Harga Emas Hari Ini Sebelum Putuskan Jual Atau Beli

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia masih minim dinamika pada perdagangan pagi ini. Bagaimanakah prospek harga sang logam mulia untuk hari ini?

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.322,08/troy ons. Naik tipis 0,06% dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 0,24% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang, harga masih turun 4,35%.

Sebelum memutuskan jual atau beli, bagaimana pembacaan terhadap arah harga emas hari ini? Apakah ada peluang naik atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih menghuni zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 47,91. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

Friday, June 14, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Rendah Pada Masa Dagang Asia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia pada Kamis, pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 1,28%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.304,20 dan resistance pada USD2.406,70.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,19% dan diperdagangkan pada USD104,42.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Juli jatuh 3,53% dan diperdagangkan pada USD29,20 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Juli jatuh 0,53% dan diperdagangkan pada USD4,51 per pon - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, June 13, 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Pupus, Kecewa The Fed Hanya Gunting Bunga Sekali Saja

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia tersungkur pasca keputusan Federal Open Meeting Committee (FOMC) dini hari tadi memberi sinyal hanya akan ada penurunan bunga acuan satu kali tahun ini meski akan lebih banyak tahun depan berdasarkan dot plot terbaru.

Harga emas yang kemarin masih menanjak naik 0,34%, dini hari tadi bergerak melemah dan pagi ini terpantau kehilangan 0,21% nilainya dan bergerak melemah di US$2.313 per troy ounce pada pembukaan pasar Asia Pasifik, Kamis.

Keputusan Komite Terbuka Federal Reserve (FOMC) dini hari tadi memberi sinyal adanya penurunan bunga acuan satu kali tahun ini yang mengecewakan investor emas meski disambut meriah oleh pemegang surat utang dan saham.

Dari dot plot terbaru, The Fed mengisyaratkan hanya ada ada satu kali penurunan bunga acuan tahun ini dan berlanjut pada 2025 nanti sebanyak empat kali pemotongan, lebih banyak dibanding perkiraan sebelumnya hanya tiga kali.

Pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pasca pengumuman hasil FOMC juga cenderung dovish. "Pembacaan inflasi terbaru lebih baik daripada awal tahun ini, bagaimanapun, dan ada sedikit kemajuan lebih lanjut terhadap tujuan inflasi kami," kata Gubernur Jerome Powell pada Rabu waktu setempat di Washington atau Kamis dinihari waktu Jakarta.

Kami perlu melihat lebih banyak data yang baik untuk meningkatkan keyakinan kami bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2%," kata Powell.

Komite Pasar Terbuka Federal melakukan perubahan bahasa dengan menyebut telah ada "sedikit kemajuan lebih lanjut terhadap target inflasi 2%" dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pernyataan tersebut menunjukkan "kurangnya" kemajuan lebih lanjut.

Harga emas batangan di pasar dunia sudah mencatat kenaiakn 12% sepanjang tahun ini, sebagian didukung oleh permintaan yang tinggi dari bank sentral terutama China dan permintaan ritel - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Wednesday, June 12, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Faktor Ini Bisa Membebani Pasar Bullish Dan Mendorong Harga Emas Turun

PT RIFAN FINANCINDO BEJANGKA BANDUNG - Gold futures telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir, tetapi satu faktor dapat menghambat apresiasi lebih lanjut, setidaknya dalam jangka pendek: Pembelian China, yang telah "menopang demand" baru-baru ini. Jumat lalu, raksasa Asia ini melaporkan bahwa mereka tidak meningkatkan cadangan komoditasnya bulan lalu, sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai apakah jeda ini akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang dan apakah hal ini akan mempengaruhi reli logam mulia ini.

Seorang analis dari grup Swiss Julius Baer menyoroti dalam sebuah laporan yang dirilis kepada klien dan pasar pada hari Senin bahwa jika China terus tidak melaporkan pembelian dalam beberapa bulan mendatang, faktor ini "dapat membebani sentimen yang sedang sangat optimis di pasar emas, yang menyebabkan lebih banyak spekulan menyesuaikan posisi mereka."

Carsten Menke, kepala riset next-gen di Julius Baer, menganggap situasi ini sebagai "kemunduran jangka pendek," mengingat "keyakinan kuat terhadap pembelian yang terus-menerus oleh berbagai bank sentral dan kemauan yang lebih besar untuk membayar harga emas, yang didorong lebih banyak oleh faktor politik daripada faktor ekonomi."

Julius Baer juga memperingatkan bahwa China belum transparan atau konsisten mengenai topik ini di masa lalu, dan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat, People's Bank of China (PBoC) kemungkinan besar akan kembali pada suatu saat nanti untuk meningkatkan cadangan emasnya guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

"Meskipun pembelian emas dalam skala besar, persentase emas China dalam cadangan moneternya masih berada di bawah 5%. Ini dibandingkan dengan rata-rata global yang lebih dari 15% dan masih menyisakan keuntungan yang signifikan jika diukur dalam ton emas," pungkas Julius Baer, mengingat bahwa dalam aksi beli lainnya, pasar ini telah menunjukkan kepekaan terhadap harga sebelumnya - PT RIFAN FINANCINDO BEJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, June 11, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik, Tapi Masih Tertahan Di Zona Bearish

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan kemarin. Maklum, sebelumnya harga sang logam mulia sudah terperosok lumayan dalam.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.310,06/troy ons. Naik 0,74% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Kenaikan ini tercipta usai harga emas jatuh. Pada Jumat, harga emas ambruk lebih dari 3,5%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas masih turun 1,77% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga terpangkas 1,26%.

Pekan ini, investor menantikan rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Pasar memperkirakan Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat masih akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5-5,25%. Mengutip CME FedWatch, peluangnya mencapai 99,4%.

Namun rapat kali ini tidak hanya menentukan suku bunga acuan. Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru, baik itu inflasi, pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, hingga arah suku bunga acuan yang dicerminkan dengan dot plot.

Dalam dot plot terakhir, terlihat bahwa mayoritas anggota FOMC memperkirakan suku bunga acuan akan turun 75 basis poin (bps) pada tahun ini.

Kalau dot plot terbaru menjadi sangat tidak dovish, maka Anda akan melihat aksi jual massal (sell-off) terhadap emas,” tegas Kelvin Wong, Analis Senior OANDA, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terdampar di zona bearish, Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 45,34. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 23,03. Masih menghuni area jual (sold).

Meski demikian, harga emas sepertinya masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 2.326/troy ons, yang jika tertembus maka harga emas bisa mengarah ke US$ 2.332/troy ons. 

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 2.355/troy ons.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.306/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.296/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 2.263/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

 

Monday, June 10, 2024

PT Rifan - Emas Menuju Kenaikan Mingguan, Data Penggajian Nonpertanian Ditunggu

PT RIFAN BANDUNG - Emas spot ditetapkan untuk naik sekitar 2,6% minggu ini, karena pembacaan yang lemah pada ekonomi AS - terutama pasar tenaga kerja - mendorong ekspektasi penurunan suku bunga.

Pembacaan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum data utama penggajian non-pertanian, yang akan dirilis pada hari Jumat, dan akan memberikan isyarat yang lebih pasti tentang sektor tenaga kerja dan suku bunga.

Data gaji juga muncul menjelang pertemuan Fed minggu depan, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Namun, setiap sinyal mengenai kebijakan moneter akan diawasi dengan ketat, terutama setelah data ekonomi AS yang mendingin.

Logam mulia lainnya naik pada hari Jumat, namun berada pada performa mingguan yang beragam. Platinum futures naik 0,3% menjadi $1.014,40 per ons, sementara silver futures naik 0,8% menjadi $31,622 per ons -PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, June 7, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Tinggi Pada Masa Dagang Asia

RIFAN FINANCINDO BEJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Kamis, pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,53%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.334,80 dan resistance pada USD2.394,45.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,09% dan diperdagangkan pada USD104,13.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Juli naik 1,62% dan diperdagangkan pada USD30,56 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Juli naik 0,48% dan diperdagangkan pada USD4,65 per pon - RIFAN FINANCINDO BEJANGKA

Sumber : investing