Thursday, December 28, 2023

Rifan Financindo - Emas Dunia Tembus Rekor

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Kamis di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung menguat sebesar Rp4.000 menjadi Rp1.141.000.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.039.000 per gram, naik Rp4.000.

Harga emas Antam terdorong kenaikan harga emas dunia yang melonjak setelah emas dunia mencetak rekor baru.

Pada perdagangan Rabu harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,51% di posisi US$ 2077,16 per troy ons. Harga tersebut menjadi rekor baru dan menumbangkan catatan sebelumnya di harga US$ 2.070,9 pada 1 Desember lalu. Dengan demikian, harga emas sudah mencetak rekor dua kali bulan ini.

Emas mencapai level tertingginya dalam tiga minggu pada perdagangan Rabu sejalan dengan meningkatnya optimisme pasar mengenai kebijakan dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (Teh Fed) pada tahun depan. Optimisme itu membuat dolar jeblok dan imbal hasil US Treasury AS jatuh.

Pada perdagangan Rabu indeks dolar AS anjlok 0,47% d level 100,98. Indeks dolar mencapai level terendah dalam lima bulan, dan mencatat penurunan tahunan pertama sejak tahun 2020, membuat emas batangan lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Patokan imbal hasil Treasury AS 10 tahun juga menyentuh level terendah sejak 24 Juli berada di level 3,79%.

Patokan harga emas London naik ke level tertinggi sepanjang masa di level US$2,069.40 per troy ounce, melampaui rekor sebelumnya yang dicatat pada Agustus 2020, menurut London Bullion Market Association - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbc

 

Wednesday, December 27, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Sideways Di Tengah Perdagangan Sepi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sideways di tengah sepinya perdagangan pada hari Liburan Natal. Pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam, harga emas bergerak stabil di rentang perdagangan yang sempit di sekitar $2,058 per troy ons.

Setelah melanjutkan kenaikannya ke sekitar $2,060 pada jam perdagangan sesi Asia  hari Selasa, karena turunnya yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun ke teritori negatip di bawah 3.9% setelah keluarnya data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang lemah, harga emas bergerak sideways di sekitar $2,058, sampai kepada jam perdagangan sesi AS hari Selasa malam.

Melemahnya dolar AS sebagai akibat dari melemahnya inflasi AS, setelah keluarnya data inflasi PCE AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan, memberikan dukungan naik terhadap harga emas.

Core PCE price index tahunan turun ke 3.2% dari yang diperkirakan konsensus di 3.3% dan lebih rendah daripada angka sebelumnya pada bulan Oktober di 3.5%. Secara basis bulanan, inflasi ukuran Federal Reserve AS (the Fed) ini naik 0.1% dibandingkan dengan yang diperkirakan di 0.2%.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $2,045 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,027 dan kemudian $2,000.

Resistance terdekat menunggu di $2,072 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,100 dan kemudian $2,150 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Tuesday, December 26, 2023

PT Rifan Financindo - Januari, Emas Bersinar Karena The Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas mengawali perjalanan tahun ini di posisi US$ 1.839,494 per troy ons dan langsung menguat tajam sebesar 1,6% dalam dua hari.

Penguatan disebabkan oleh kekhawatiran resesi serta kebijakan suku bunga The Fed yang hanya menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Desember setelah mengerek suku bunga 75 bps pada empat pertemuan sebelumnya.

Kebijakan suku bunga yang dovish menekan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS yang membuat emas semakin menarik.

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga penurunan yield membuat emas semakin dicari investor. Pelemahan dolar AS juga membuat emas semakin terjangkau sehingga meningkatkan permintaan.

Memasuki pertengahan Januari, harga emas terbang 1,1% di posisi US$ 1.896,86 per troy ons pada 12 Januari 2023. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 26 April 2022 atau hampir sembilan bulan terakhir - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

Friday, December 22, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Kamis Berakhir Turun, Data Ekonomi AS Berikan Sinyal Dovish Kebijakan The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Kamis setelah PDB AS dan laporan Fed Philadelphia yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sinyal dovish bagi kebijakan Fed. Selain itu, penguatan saham pada hari Kamis mengurangi permintaan likuiditas terhadap dolar AS.

Indeks dolar AS berakhir turun 0,63% pada 101,75.

Berita ekonomi AS pada hari Kamis memberikan dampak yang beragam terhadap dolar. Di sisi bearish, survei prospek bisnis Philadelphia Fed bulan Desember secara tak terduga turun -4,6 hingga -10,5, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan ke -3,0. Selain itu, laporan PDB AS Kuartal 3 direvisi turun sebesar -0,3 menjadi 4,9% (kuartalan tahunan), lebih lemah dari ekspektasi sebesar 5,2%. Selain itu, indikator-indikator utama bulan November turun -0,5% m/m, indikator-indikator tersebut mengalami penurunan selama dua puluh bulan berturut-turut. Sebaliknya, klaim pengangguran awal mingguan naik +2.000 menjadi 205.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dibandingkan ekspektasi kenaikan menjadi 215.000.

Pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar -25bp sebesar 14% pada pertemuan FOMC berikutnya pada 30-31 Januari dan sebesar 94% pada pertemuan berikutnya pada 19-20 Maret.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak lemah dengan perlambatan ekonomi AS memberikan sinyal dovish bagi kebijakan The Fed. Juga jika malam nanti data PCE Price Index November terealisir turun, akan menekan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,51-101,26. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,22-102,68 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Thursday, December 21, 2023

Rifan Financindo - Ekspektasi Pangkas Suku Bunga Maret Lanjut Meskipun The Fed Peringatkan Sebaliknya

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Warning dari beberapa pejabat The Fed - bahwa harapan atas penurunan suku bunga awal dari bank sentral terlalu dibesar-besarkan - tidak banyak menghalangi ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga paling cepat Maret 2024.

Fed Fund Futures menunjukkan traders memperkirakan 67,5% peluang untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Maret, naik dari 62,7% peluang yang terlihat sehari sebelumnya. Hal ini terjadi bahkan ketika beberapa pejabat Fed memperingatkan bahwa Fed tetap tidak yakin soal waktu pemotongan suku bunga, di tengah inflasi AS yang masih tinggi.

Ketahanan ekonomi AS juga dapat memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Namun, emas tetap diuntungkan dari tingkat suku bunga yang lebih rendah, mengingat suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.

Namun, naiknya emas bisa tertahan oleh meningkatnya minat aset risiko, terutama jika ekonomi AS menunjukkan lebih banyak tanda-tanda menuju soft landing. Skenario seperti itu juga diperkirakan akan mendorong permintaan safe haven untuk logam mulia - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, December 20, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Mulai Naik Lagi Pelan-Pelan, Ternyata Karena Ini

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas di pasar spot dibuka lebih tinggi pada awal perdagangan pagi ini, berusaha melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari sebelumnya. Kenaikan harga emas didorong oleh aksi pembelian kembali para investor emas saat penurunan harga pada pekan lalu dan menanti data inflasi indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS) periode November 2023.

Pada perdagangan Senin harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,44% di posisi US$ 2026,99 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Selasa, harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,03% di posisi US$ 2027,52 per troy ons.

Emas menguat pada perdagangan Senin karena para investor emas membeli emas batangan saat penurunan harga pada Jumat pekan lalu, sementara fokus mereka beralih pula ke data inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk mendapatkan sinyal mengenai arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pasca kecenderungan dovishnya baru-baru ini.

Diketahui, tingkat inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) tahunan di AS menurun menjadi 3% pada periode Oktober 2023, tingkat terendah yang belum pernah terlihat sejak Maret 2021, dari 3,4% pada periode September 2023, dan sesuai dengan perkiraan.

"Pasar berada dalam mode jeda menunggu data atau berita ekonomi fundamental utama berikutnya, namun ini adalah mentalitas buy-the-dip di kalangan pedagang emas dengan postur teknis bullish," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, dilansir dari Reuters.

Faktor-faktor mendasar yang menjaga pasar emas tetap bertahan adalah melemahnya dolar AS, kebijakan moneter yang lebih longgar dan beberapa permintaan safe-haven dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pekan lalu, The Fed mempertahankan suku bunganya tidak berubah dan mengindikasikan bahwa pengetatan kebijakan moneter bersejarah kemungkinan besar akan berakhir karena inflasi turun lebih cepat dari perkiraan.

Namun Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral AS tidak berkomitmen untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat dan cepat.

Para pelaku pasar memperkirakan peluang 69% penurunan suku bunga The Fed pada bulan Maret 2024, menurut alat CME FedWatch.

Imbal hasil obligasi dan suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang obligasi tanpa bunga.

Patokan imbal hasil Treasury AS 10 tahun berada di dekat level terendah sejak Juli. Pada perdagangan Senin (18/12/2023) imbal hasil Treasury AS 10 tahun jatuh dalam sebesar 2,55% di level 3,93%.

Para pelaku pasar kini menunggu serangkaian data ekonomi AS, termasuk laporan indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti bulan November pada hari Jumat mendatang.

Tren penurunan suku bunga AS sering kali disertai dengan pergerakan bullish yang lebih kuat pada emas dan tren asimetris ini mungkin akan terus berlanjut dan menguntungkan emas, terutama pada semester pertama tahun depan dan harga bisa mencapai rata-rata US$2,050 per troy ons pada tahun 2024, menurut Intesa Sanpaolo dalam sebuah catatan.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

 

Tuesday, December 19, 2023

PT Rifan Financindo - The Fed Diperkirakan Akan Pangkas Suku Bunga Pada Awal 2024

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saat ini berspekulasi mengenai kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga. Fed Fund futures mengarah lebih dari 70% kemungkinan bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Maret 2024.

Goldman Sachs memperkirakan bank akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sebanyak tiga kali, dalam tiga rapat berturut-turut yang dimulai pada Maret 2024.

Pemangkasan suku bunga juga terjadi di tengah meningkatnya optimisme atas soft landing untuk ekonomi AS, meskipun tanda-tanda ketahanan ekonomi - terutama dalam inflasi dan pasar tenaga kerja - dapat menunda penurunan suku bunga The Fed.

Sementara emas mendapat keuntungan dari suku bunga yang lebih rendah, peningkatan minat risiko juga berpotensi menarik modal dari logam mulia dan beralih ke aset berimbal hasil tinggi yang lebih berisiko - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing