PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Lebih dari Rp2 triliun dana nasabah Indonesia diperkirakan masuk ke lembaga investasi asing ilegal sejak maraknya perdagangan investasi melalui channel digital. Angka tersebut diperkirakan bakal terus naik, tanpa ada edukasi tentang risiko produk berjangka.
Direktur Jakarta Future Exchange (JFX) Andreas Tanadjaya mengatakan, pangsa pasar investasi yang diambil lembaga investasi ilegal di Indonesia sangat tinggi. Bahkan, secara angka setiap tahunnya terus meningkat, dengan nilai triliun rupiah.
"Pangsa pasar yang sudah diambil lembaga investasi asing di Indonsia
mencapai triliunan, mungkin sekitar Rp2 triliun. Itu pun baru angka
berdasarkan survei kasar, kalau didasarkan penelitian secara menyeluruh,
bisa lebih dari itu," jelas Andreas pada media gathering PT Rifan
Financindo Berjangka di Hotel Crown Plaza, Kota Bandung
Menurut dia, lembaga investasi asing
tersebut beroperasi secara online. Sehingga mudah diakses oleh
masyarakat Indonesia. Padahal, mereka belum memiliki ijin dari Bapepti
untuk melakukan trading di Indonesia. Beberapanya bahkan perusahaan investasi palsu .
Menurut dia, masyarakat tertarik lantaran tawaran keuntungan
lebih besar dan kemudahan akses. Padahal, potensi risikonya sangat
besar dan tak ada perlindungan. "Makanya perlu edukasi dan langkah
konkret antara Bapepti dan Kemenkominfo untuk menindak ini," imbuh dia.
Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Bandung, Anthony Martanu mengatakan, pihaknya dirugikan oleh lembaga investasi berjangka ilegal . Hal itu menyebabkan lembaga investasi legal yang selama ini bereputasi baik terkena imbasnya.
Padahal, kata dia, investasi berjangka di Indonesia
saat pendemi ini cukup baik. PT Rifan Financindo Berjangka mengalami
pertumbuhan kinerja di tahun 2020 meski di tengah pandemi COVID-19.
Total volume transaksi tumbuh 6,59 persen menjadi 1,6 juta lot. Sampai
akhir Desember tahun lalu, Rifan Financindo Berjangka masih memuncaki
posisi teratas untuk kategori perusahaan pialang gabungan teraktif.
Kami mampu menguasi pangsa pasar
sekitar 19 persen, atau masih menjadi pemimpin pasar di Bursa Berjangka
Jakarta. Kinerjanya, dnegan nasabah mencapai 4.713 orang, naik 17,62
persen dibandingkan tahun 2019," beber dia.
PT Rifan Financindo
Berjangka Bandung menetapkan target nasabah baru sebanyak 1000 nasabah
di tahun 2021, naik 67% persen dari tahun sebelumnya sebanyak 599
nasabah. Optimisme ini didasarkan pada tingkat kepercayaan nasabah yang kian meningkat dan komitmen Perseroan untuk menjaga kualitas layanan transaksi di industri Perdagangan Berjangka Komoditi.
Sementara itu, Corcom PT KBI Giri Hatmoko mengatakan, tahun 2021 diproyeksikan akan tumbuh melebihi pencapaian tahun 2020. Data dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyebutkan, sepanjang tahun 2020 volume transaksi Kontrak SPA di JFX mencapai 7.767.855,4 lot, sedangkan Kontrak Primer mencapai 1.678.267 Lot. Sedangkan 2019 transaksi Kontrak Sistem Perdagangan Alternatif mencapai 6.501.246,7 Lot dan Kontrak Primer mencapai 1.467.516,0 Lot - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : sindonews.com
No comments:
Post a Comment