Wednesday, July 31, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Tinggi Pada Masa Dagang Asia

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Selasa.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,24%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.398,20 dan resistance pada USD2.449,30.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,07% dan diperdagangkan pada USD104,39.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September naik 0,52% dan diperdagangkan pada USD28,01 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September jatuh 0,97% dan diperdagangkan pada USD4,05 per pon - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, July 30, 2024

PT Rifan Financindo - Data Inflasi PCE Amerika Kerek Harga Emas

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Data ekonomi di Amerika Serikat (AS) menopang kenaikan harga sang logam mulia.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.386,5/troy ons. Naik 0,96% dibandingkan hari sebelumnya.

Namun, kenaikan ini tidak bisa membantu kinerja harga emas sepanjang pekan lalu. Secara mingguan, harga emas membukukan koreksi 0,35%.

Maklum, harga komoditas ini sempat anjlok lebih dari 1% pada Kamis

Akhir pekan lalu, US Bureau of Economic Analysis merilis data Personal Consumption Expenditure (PCE). Ini adalah indikator inflasi yang menjadi referensi bank sentral Federal Reserve.

Pada Juni, laju inflasi PCE inti (core) berada di 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih tinggi dibandingkan Mei yang sebesar 0,1% mtm. Namun, angka 0,2% adalah yang kedua terendah sepanjang 2024.

Sementara laju PCE umum pada Juni berada di 0,1%. Juga lebih tinggi ketimbang Mei yang sebesar 0%. Akan tetapi, realisasi Juni juga menjadi yang terendah kedua pada tahun ini.

Sedangkan laju PCE inti tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni adalah 2,6%. Sama seperti posisi Mei, sehingga menjadi yang terendah sepanjang 2024.

Adapun laju PCE umum secara tahunan pada Juni ada di 2,5%. Melambat dibandingkan Mei yang sebesar 2,6% yoy dan menjadi yang terendah sejak Februari.

“Data yang mixed cenderung melambat ini menandakan tekanan inflasi dan aktivitas ekonomi mendingin. Ini membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan,” kata Fawad Razaqzada, Analis di Forex.com, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga acuan Negeri Paman Sam sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% pada September mencapai 87,7%. Kemudian Federal Funds Rate bisa turun 25 bps lagi pada November, dengan kemungkinan 63%.

Lalu suku bunga acuan bisa turun 25% lagi pada Desember, probabilitasnya 58.7%. Jadi, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan rekan bisa menurunkan suku bunga acuan 3 kali atau 75 bps sepanjang tahun ini.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52,72. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 26,42. Masih menghuni area jual (short).

Dalam waktu dekat, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 2.391/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.412/troy ons berpotensi menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.359/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas jatuh menuju US$ 2.328/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO
 
Sumber : bloomberg

 

Monday, July 29, 2024

PT Rifan - Harga Emas Bakal Bergerak Liar

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melonjak pada pada pembukaan perdagangan hari ini di menjelang rapat FOMC pada tengah pekan ini. Harga emas pun diperkirakan akan bergerak liar di tengah ekspektasi penurunan suku buna bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve atau The Fed.

Berdasarkan Refinitiv harga emas dunia di pasar spot pada Senin pukul 5.40 WIB tercatat US$2.396,7 per troy ons, naik 0,47% dibandingkan posisi sebelumnya.

Harga emas dunia diperkirakan akan bergerak penuh volatilitas karena pasar menantikan FOMC yang akan digelar pekan ini.

Pasar akan menyaksikan konferensi pers dari Federal Open Market Committee (FOMC). Masih di hari yang sama, akan ada rilis data klaim pengangguran awal dan berkelanjutan hingga PMI manufaktur AS periode Juli 2024.

Diketahui, PMI Manufaktur AS tercatat 48,5% pada bulan Juni, turun 0,2 poin persentase dari 48,7% yang tercatat pada bulan Mei. Perekonomian secara keseluruhan terus berkembang selama 50 bulan setelah satu bulan kontraksi pada bulan April 2020.
Dan pada akhir pekan Jumat (2/8/2024), terdapat rilis data ketenagakerjaan non-pertanian (Nonfarm payrolls) dan tingkat pengangguran AS periode Juli 2024.

Diketahui, jumlah penggajian nonpertanian meningkat sebesar 206.000 pada periode Juni 2024, lebih baik dari perkiraan Dow Jones sebesar 200.000 meskipun lebih rendah dari kenaikan yang direvisi turun sebesar 218.000 pada bulan Mei, yang dipotong tajam dari perkiraan awal sebesar 272.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran secara tak terduga naik menjadi 4,1%, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2021 dan memberikan tanda yang bertentangan bagi pejabat The Federal Reserve (The Fed) yang mempertimbangkan langkah mereka selanjutnya pada kebijakan moneter. Perkiraan sebelumnya adalah tingkat pengangguran akan tetap stabil di 4% - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Friday, July 26, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Rendah Pada Masa Dagang Eropa

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih rendah pada masa dagang Eropa pada Kamis.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 1,90%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.362,15 dan resistance pada USD2.448,40.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,02% dan diperdagangkan pada USD104,10.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 5,80% dan diperdagangkan pada USD27,62 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 0,73% dan diperdagangkan pada USD4,08 per pon - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, July 25, 2024

Rifan Financindo - Lonceng Bahaya Buat Emas Jika Trump Menang

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas cenderung turun usai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan diri kembali untuk menjadi Presiden AS untuk empat tahun mendatang. Pengumuman itu disampaikan Biden melalui akun resmi media sosialnya.

Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk melayani Anda sebagai seorang presiden," bunyi keterangan surat yang diunggah Biden dalam akun X miliknya seperti dilihat, Senin.

Usai Biden mundur, Wakil Presiden Kamala Harris kini disebut-sebut sebagai kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan presiden AS 2024.

Para investor emas dan pelaku pasar pun mempertanyakan, sejak mundurnya Presiden Biden dari pencalonan diri presiden AS periode berikutnya, harga emas justru cenderung turun.

Harga emas di pasar spot sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada 17 Juli 2024 di level US$ 2.483,6 per troy ons pada perdagangan intraday. Akan tetapi harga emas tidak mampu melanjutkan kenaikannya untuk menyentuh level psikologis US$ 2.500 per troy ons. Bahkan sejak kenaikan tertingginya, harga emas turun sebesar 4% ke level terendah pada 22 Juli 2024 di level US$ 2.383,79 per troy ons.

Penurunan emas disebabkan optimisme pasar bahwa Donald Trump dari Partai Republik akan mampu mengalahkan calon kandidat pengganti Biden yakni Harris.

Berdasarkan polling dari beberapa Lembaga di AS, persaingan untuk memperebutkan kursi presiden AS sangatlah ketat.

Pasar menilai, ekonomi AS akan menjadi lebih baik ketika Trump terpilih menjadi presiden AS. Jika ekonomi AS pulih dan tumbuh lebih cepat, tentu ini akan menjadi kabar buruk bagi pergerakan harga emas.

Diketahui Trump memimpin AS pada Januari 2017 hingga Januari 2021 atau selama empat tahun.

Pada awal ia memerintah, suku bunga The Federal Reserve (The Fed) berada di angka 0,50-0,75% dan mencapai puncaknya pada Desember 2018 hingga Juni 2019 yakni di level 2,25-2,50%.

Tingginya suku bunga tersebut bersamaan dengan inflasi yang menyentuh angka 2,7% (year on year/yoy) pada Februari 2017 hingga Juli 2018. Oleh karena itu suku bunga dinaikkan dengan cukup signifikan dan dalam waktu yang cukup singkat.

Kemudian suku bunga mengalami penurunan mulai dari Agustus 2019 dan konsisten di level yang cukup rendah yakni 0,00-0,25% pada Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Pemangkasan suku bunga The Fed pada 2019 merupakan pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir.

The Fed untuk pertama kalinya menurunkan suku bunga pada semester II-2019 karena tren ekonomi (lemahnya inflasi dan prospeknya), tetapi juga karena perubahan dalam keseimbangan risiko.

Ekonomi AS di Bawah Kepemimpinan Trump

Secara umum, ekonomi AS telah berkembang dengan langkah stabil di bawah pemerintahan Trump dan Biden. Produk Domestik Bruto (PDB), yang merupakan ukuran dari semua barang dan jasa yang diproduksi di negara tersebut, telah tumbuh sebesar 6,8% selama pemerintahan Trump, ketika pandemi memaksa ekonomi mengalami resesi tajam dan tiba-tiba.

Kendati demikian, ekonomi pulih dengan cepat berkat sebagian besar pada stimulus triliunan dolar dan sudah mulai tumbuh lagi pada saat Trump meninggalkan jabatannya.

Inflasi pun cenderung terkendali dan rendah pada era Trump. Posisi tertinggi tercapai pada Juni/Juli 2018 yang hampir menyentuh level 3%. Sementara pada era Biden, inflasi cenderung melonjak terkhusus setelah pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina.

Saat ini memang inflasi sudah jauh melandai bahkan berada di level 3% yoy, namun angka ini masih belum berada di target The Fed yakni di level 2%. Inflasi sempat terbang ke 9,1% (yoy) pada Juni 2022.

Adapun, tidak termasuk pada 2020, Trump juga mencatat periode pengangguran yang rendah, dengan tingkat pengangguran mencapai titik terendah sebesar 3,5 persen pada akhir 2019 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

 

 

 

Wednesday, July 24, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berputar Di Sekitar $2.400

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sedikit di perdagangan Asia pada hari Selasa, melayang di sekitar posisi terendah 11 hari karena para pedagang mencari kejelasan lebih lanjut tentang politik dan kebijakan moneter AS, terutama menjelang pertemuan Federal Reserve minggu depan.

Di antara logam industri, harga tembaga turun pada hari Selasa, memperpanjang penurunan tajam dalam beberapa sesi terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi di negara pengimpor tembaga terbesar di dunia, China.

Spot gold naik 0,1% menjadi $2.398,38 per ons, sementara gold futures naik 0,2% menjadi $2.399,40 per ons pada pukul 00.33 WIB (11.33 WIB) - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, July 23, 2024

PT Rifan Financindo - Sebelum Putuskan Jual Atau Beli, Cek Ramalan Harga Emas Hari Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.406,77/troy ons. Naik 0,48% dibandingkan akhir pekan lalu.

Lalu bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini? Berapa target harga yang mesti dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 54,89. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 5,78. Jauh di bawah 20 yang berarti jenuh jual

Oleh karena itu, peluang harga emas untuk naik masih terbuka. Cermati pivot point di US$ 2.409/troy ons. Jika tertembus, maka target resisten US$ 2.412-2.426/troy ons akan terkonfirmasi.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.399/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.382/troy ons.

Bertabur Sentimen Positif

Berbagai sentimen yang ada mendukung kenaikan harga emas. Pertama, Joseph ‘Joe’ Biden memutuskan untuk mundur dari kontestasi pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Biden mendorong Wakil Presiden Kamala Harris untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat untuk bertarung melawan Donald Trump dalam pilpres November mendatang.

Ketidakpastian meningkat saat ini. Kita tidak punya sejarah di mana ada kandidat yang maju tanpa prosedur yang semestinya. Jadi sekali lagi kita berada di situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Matt Maley, Chief Market Strategist di Miiler Tabak + Co, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Perkembangan ini membuat investor memilih menempatkan dana di aset yang dipandang aman (safe haven). Salah satunya adalah emas. Peningkatan permintaan akan membuat harga emas kian berkilau.

Kedua, masih terkait pilpres AS, ketidakpastian calon dari Partai Demokrat membuat jalan Trump kembali ke Gedung Putih sepertinya makin mulus. Ini menjadi beban bagi langkah dolar AS. 

Dalam wawancara dengan Bloomberg Businessweek bulan lalu, Trump menegaskan bahwa dolar AS yang kuat akan mengurangi daya saing Negeri Adikuasa di pasar global. Pernyataan senada kemudian juga dilontarkan oleh JD Vance, calon wakil presiden yang akan mendampingi Trump.

Reaksi yang langsung terjadi (dari pengunduran diri Biden di pilpres AS) adalah sentimen negatif bagi dolar AS. Namun rasanya terlalu cepat untuk menyimpulkan itu. Situasi akan tergantung dari kesan pertama terhadap Harris, siapa calon presiden pilihannya, dan bagaimana dinamika polling,” terang Olga Yangol, Head of Emerging Markets Research and Strategy di Credit Agricole, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Dolar AS dan emas memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Saat mata uang Negeri Adidaya melemah, biasanya harga emas malah naik.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Saat dolar AS terdepresiasi, maka emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas akan naik dan harga pun mengikuti.

Ketiga adalah arah suku bunga acuan AS. Mengutip CME FedWatch, peluang pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% pada September mencapai 92,6%. Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega pun kemungkinan masih akan menurunkan suku bunga acuan 25 bps lagi pada November, probabilitasnya adalah 63%.

Tidak selesai sampai di situ, suku bunga acuan Negeri Adidaya masih bisa turun lagi 25 bps pada Desember dengan kemungkinan 50,3%. Artinya, bukan tidak mungkin suku bunga turun 3 kali atau 75 bps ke 4,5-4,75% sampai akhir tahun.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun -PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

 

Monday, July 22, 2024

PT Rifan - Cetak Rekor Terus, Harga Emas Diramal Bakal Ke U$2.600/Troy Ons

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia diperkirakan akan terus gemilang sepanjang 2024 hingga awal 2025. Rekor-rekor baru akan diproyeksi akan terus tercipta.

Bank investasi JP Morgan pun meningkatkan target harga emasnya untuk tahun ini dan 2025.

Harga emas diperkirakan akan naik ke US$2,500 per Troy ons pada akhir 2024, menurut perkiraan JP Morgan Research.

Arah perjalanan masih lebih tinggi pada beberapa kuartal mendatang, memperkirakan harga rata-rata US$2,500/oz pada kuartal keempat 2024 dan US$2,600/oz pada 2025, dengan risiko masih condong ke arah yang melampaui batas sebelumnya," menurut Gregory Shearer, Kepala Strategi Logam Dasar dan Mulia di JP Morgan.

Sebagai catatan prediksi harga emas didasarkan pada perkiraan ekonomi JP Morgan yang memperkirakan inflasi inti AS akan melambat menjadi 3,5% pada tahun 2024 dan 2,6% pada tahun 2025.

Emas Dunia Kembali Catatkan Rekor Harta Tertinggi

Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal reserve atau The Fed.

Harga emas pada perdagangan Selasa ditutup di US$2.468,57 per troy ons, naik 1,92% dibandingkan posisi sebelumnya.

Emas melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa meskipun data penjualan ritel inti lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh Powell yang mengindikasikan kemarin bahwa The Fed semakin yakin bahwa inflasi kembali menuju targetnya," kata Tai Wong, pedagang logam independen berbasis di New York seperti dikutip Reuters.

Ini pada dasarnya menandai pemotongan harga pada bulan September kecuali bencana inflasi dalam beberapa minggu mendatang."

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Senin mengatakan tiga pembacaan inflasi AS selama kuartal kedua tahun ini "menambah keyakinan" bahwa laju kenaikan harga kembali ke target The Fed secara berkelanjutan, pernyataan yang menunjukkan peralihan ke penurunan suku bunga mungkin tidak akan lama lagi.

Berdasarkan perangkat Fedwatch, pasar menilai ada peluang bank sentral AS The Federal Reserve/The Fed mulai pangkas suku bunga pada September. Probabilitas mencapai 91,7 suku bunga turun pertama kali sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%-5,25%.

Pemangkasan tersebut berlanjut pada dua pertemuan berikutnya, masing-masing 25 basis poin pada pertemnuan November dan satu lagi pada Desember.

Sehingga pada akhir tahun suku bunga The Fed berada di kisaran target 4,50%-4,75% dengan penurunan tiga kali dalam setahun.

Optimisme ini yang membuat emas diperkirakan jadi komoditas yang berjaya pada 2024 hingga awal 2025 - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia

 

Friday, July 19, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Investor Belum Puas Profit Taking, Harga Emas Terbanting

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin. Sepertinya investor masih belum puas mengeruk keuntungan dari sang logam mulia, yang memang sebelumnya mengalami reli panjang.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di posisi US$ 2.444,2/troy ons Turun 0,7% dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan demikian, harga emas sudah turun 2 hari beruntun. Selama 2 hari tersebut, harga terpangkas 0,96%.

Koreksi ini terjadi usai harga emas mencetak rekor tertinggi. Pada Selasa, harga emas ditutup di US$ 2.468,3/troy ons yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Meski turun 2 hari berturut-turut, emas masih bertahan di tren positif. Selama seminggu terakhir, harga masih naik 1,19% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga bertambah 4,95%.

Oleh karena itu, tidak heran masih ada pelaku pasar yang memasang posisi ambil untung (profit taking). Sebab, keuntungan yang bisa dikeruk dari harga emas memang masih menggiurkan.

Aksi profit taking ini yang sepertinya menjadi beban bagi gerak harga emas.

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih setia di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 63,86. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 69.03. Menghuni area beli (long) dan cukup kuat.

Namun sepertinya fase konsolidasi harga emas belum selesai. Harga emas masih mungkin turun lagi, tetapi sudah kian terbatas.

Target support terdekat ada di US$ 2.441/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.411/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.465/troy ons. Ini sekaligus menjadi pivot point sehingga apabila tertembus maka target resisten US$ 2.477-2.485/troy ons akan terkonfirmasi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

 

Thursday, July 18, 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Tekor Usai Cetak Rekor

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin. Koreksi yang terjadi usai harga sang logam mulia menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.460,7/troy ons. Turun 0,31% dari hari sebelumnya.

Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa, dengan ditutup di US$ 2.468,3/troy ons.

Sepertinya investor mengambil posisi profit taking usai rekor tersebut. Harga emas juga sudah menjalani reli yang lumayan panjang,

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 3,72% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga terangkat 5,7%.

Namun sepertinya prospek harga emas masih cerah. Sebab, pemangkasan suku bunga acuan, terutama di Amerika Serikat (AS), rasanya sudah di depan mata.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% pada September adalah 95,9%. Naik dibandingkan kemarin yang 91,7%.

Kemudian, suku bunga acuan Negeri Paman Sam diperkirakan bisa turun 25 bps lagi pada November. Peluangnya adalah 61,2%.

Perkembangan itu dipicu oleh pernyataan terbaru dari pejabat teras The Fed. Christopher Waller, Anggota Dewan Gubernur The Fed, menyebut penurunan suku bunga acuan sudah kian dekat.

Saya meyakini bahwa data terakhir konsisten bahwa kita menuju soft landing. Memang kita belum sampai di tujuan, tetapi saya yakin kita semakin dekat dengan penurunan suku bunga,” tegas Waller dalam sebuah acara di Kansas City, seperti diwartakan Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 68,04. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun perlu menjadi perhatian, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh angka 100. Sudah paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, harga emas masih berisiko turun. Target koreksi terdekat adalah US$ 2.454/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.438/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target resisten terdekat adala US$ 2.471/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga emas naik lagi menuju US$ 2.483/troy ons - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

 

Wednesday, July 17, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Ketahanan Dolar Membatasi Kenaikan Emas, Trump Menjadi Fokus

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pemulihan pada dollar menghambat kenaikan emas, terutama karena greenback rebound dari level terendah lebih dari satu bulan minggu ini.

Dolar didukung terutama oleh meningkatnya spekulasi bahwa Trump akan mengamankan masa jabatan kedua. Hal ini terjadi karena upaya pembunuhan yang gagal terhadap mantan presiden tersebut tampaknya telah sangat meningkatkan popularitasnya, menempatkannya di depan Joe Biden dalam pemilihan presiden.

Trump diperkirakan akan memberlakukan lebih banyak kebijakan perdagangan proteksionis, yang berpotensi meningkatkan inflasi dan mendukung dolar - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing



Tuesday, July 16, 2024

PT Rifan Financindo - Soal Suku Bunga The Fed Mencair, Pemilik Emas Siap Pesta Pora

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik ke level tertinggi dalam dua bulan pada hari Senin, dibantu oleh harapan penurunan suku bunga dari Federal Reserve karena para pedagang menunggu komentar lebih lanjut dari pejabat Fed untuk mengukur waktu pemotongan tersebut.

Berdasarkan data Refinitiv pada awal perdagangan Selasa harga emas dunia tercatat US$2.422,04 per troy ons. Sama seperti penutupan perdagangan Senin yang naik 0,45%.

Jalur harga emas dan perak akan terus sideways menuju harga yang lebih tinggi dan saya tidak akan terkejut melihat rekor tertinggi baru di sini dalam beberapa minggu mendatang atau bahkan lebih cepat," kata Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Senin mengatakan tiga pembacaan inflasi AS selama kuartal kedua tahun ini "menambah keyakinan" bahwa laju kenaikan harga kembali ke target The Fed secara berkelanjutan, pernyataan yang menunjukkan peralihan ke penurunan suku bunga mungkin tidak akan lama lagi.

Pada kuartal kedua, sebenarnya, kami berhasil mencapai beberapa kemajuan" dalam mengendalikan inflasi, kata Powell pada sebuah acara di Economic Club of Washington. "Kami memiliki tiga pembacaan yang lebih baik, dan jika Anda menghitung rata-ratanya, itu adalah hasil yang cukup bagus."

Harga konsumen pada kuartal kedua naik pada laju tahunan sebesar 2,1%, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang bergejolak, dan indeks tersebut cenderung lebih tinggi daripada indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi yang disukai oleh The Fed. Data PCE untuk bulan Juni baru akan dirilis minggu depan.

Apa yang kami sampaikan adalah bahwa menurut kami tidak tepat untuk mulai melonggarkan kebijakan sampai kami memiliki keyakinan yang lebih besar" bahwa inflasi akan kembali stabil ke angka 2%, lanjut Powell. "Kami telah menunggu hal itu. Dan menurut saya kami tidak memperoleh kepercayaan tambahan apa pun pada kuartal pertama, namun tiga pembacaan pada kuartal kedua, termasuk satu dari minggu lalu, sedikit menambah kepercayaan diri - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cncbindonesia

 

 

Monday, July 15, 2024

PT Rifan - Obligasi Berjangka AS Turun, Dolar Menguat Di Tengah Ketidakpastian Pemilu

PT RIFAN BANDUNG - Di pasar keuangan hari ini, obligasi berjangka AS mengalami penurunan sementara dolar menguat, mencerminkan reaksi investor terhadap serangan baru-baru ini terhadap kandidat presiden AS Donald Trump. Para pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan kemenangan Trump pada pemilu mendatang yang lebih besar, yang telah menimbulkan ketidakpastian politik yang baru.

Kondisi perdagangan lebih sepi dari biasanya karena hari libur di Jepang, mengakibatkan aktivitas pasar yang terbatas di awal perdagangan. Dolar mengalami sedikit kenaikan, dan Treasury berjangka turun. Para investor sebelumnya telah menanggapi prospek kepresidenan Trump dengan menaikkan imbal hasil Treasury, mengantisipasi bahwa kebijakan ekonominya dapat berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi dan peningkatan utang.

Tarif impor yang diusulkan oleh Trump diperkirakan akan menyebabkan harga-harga yang lebih tinggi dan dapat mengurangi daya beli konsumen. Selain itu, pembatasan imigrasi yang diusulkan oleh Trump dapat memperketat pasar tenaga kerja dan memberikan tekanan ke atas pada upah.

Rong Ren Goh, seorang manajer portofolio di Eastspring Investments di Singapura, mencatat bahwa pasar cenderung bereaksi terhadap kemungkinan kepresidenan Trump dengan dolar AS yang lebih kuat dan kurva obligasi AS yang lebih curam. Pola ini mungkin akan terlihat di minggu depan jika peluang pemilihan Trump dianggap telah membaik setelah insiden tersebut.

Platform taruhan online PredictIT menunjukkan peluang kemenangan Partai Republik sebesar 66 sen, naik dari 60 sen pada hari Jumat, sementara peluang untuk Partai Demokrat mencapai 38 sen, menunjukkan bahwa Partai Republik saat ini dipandang dua kali lebih mungkin untuk memenangkan pemilu dibandingkan Partai Demokrat.

Dolar naik 0,3% terhadap yen Jepang, diperdagangkan pada 158,15, meskipun tetap di bawah puncak baru-baru ini di 161,96, yang mungkin dipengaruhi oleh dugaan intervensi. Euro turun ke $1,0883, dan indeks dolar naik tipis ke 104,20.

Futures untuk Treasury 10 tahun turun 13 tick, dengan obligasi tunai tetap tidak diperdagangkan karena hari libur Jepang. Indeks berjangka S&P 500 dan indeks berjangka Nasdaq menunjukkan sedikit perubahan. Meskipun Nikkei Jepang ditutup, kontrak berjangka diperdagangkan pada 41.300, sedikit di atas penutupan tunai terakhir di 41.190.

Minggu ini akan dipenuhi dengan data, dimulai dengan angka-angka PDB RRT untuk kuartal kedua, yang diperkirakan akan menunjukkan sedikit perlambatan pertumbuhan tahunan menjadi 5,1%. Penjualan ritel dan produksi industri untuk bulan Juni dari RRT juga diantisipasi, bertepatan dengan pertemuan politik krusial negara ini pada tanggal 15-18 Juli.

Di Amerika Serikat, rilis data akan mencakup penjualan ritel, produksi industri, pembangunan rumah baru, dan klaim pengangguran mingguan. Ketua Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan berbicara hari ini dan mungkin akan membahas angka inflasi minggu lalu yang lebih rendah dari perkiraan. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Fed di bulan September telah meningkat menjadi 94% dari 72% seminggu yang lalu.

Bank Sentral Eropa akan bertemu pada hari Kamis dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3,75%, dengan pemotongan lain diantisipasi pada bulan September.

Laporan keuangan perusahaan minggu ini akan menampilkan perusahaan-perusahaan besar seperti Goldman Sachs, BlackRock (NYSE: BLK), Bank of America, Morgan Stanley, Netflix (NASDAQ: NFLX), dan Taiwan Semiconductor Manufacturing.

Pada komoditas, emas mempertahankan posisinya di $2.408 per ons, mendekati level tertinggi minggu lalu di $2.424. Harga minyak mengalami sedikit kenaikan, dengan minyak mentah Brent naik 28 sen menjadi $85,31 per barel dan minyak mentah AS naik 31 sen menjadi $82,52 per barel, menyusul penurunan pada hari Jumat karena kemajuan dalam gencatan senjata antara Israel dan Hamas - PT RIFAN

Sumber : investing

 

Friday, July 12, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Ramalan Harga Emas Hari Ini: Sudah Overbought, Hati Hati Koreksi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan jelang siang hari ini. Ke depan, seperti apa prospek harga sang logam mulia?

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.405,15/troy ons. Turun 0,28% dibandingkan hari sebelumnya.

Koreksi ini terjadi setelah harga emas melonjak. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.413/troy ons. Melonjak 1,7% dan menjadi yang tertinggi sejak 21 Mei.

Harga emas pun tidak jauh dari level tertinggi sepanjang masa. Pada 20 Mei, harga emas menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di US$ 2.326,2/troy ons.

Bagaimana ramalan harga emas? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 61,95. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun, perlu diperhatikan bahwa indikator Stochastic RSI sudah berada di 93,08. Sudah di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Harga emas sudah menyentuh level US$ 2.405/troy ons, yang kebetulan merupakan pivot point. Dari sini, memang ada risiko harga akan turun.

Target support terdekat ada di US$ 2.389/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.368/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Apabila masih kuat naik, maka US$ 2.420/troy ons berpotensi menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik lagi menuju US$ 2.425/troy ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 
Sumber : bloomberg

 

Thursday, July 11, 2024

Rifan Financindo - Bullish, Emas Di Ambang Kenaikan 3 Hari Beruntun

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan pagi ini. Jika berhasil finis di jalur hijau, maka sang logam mulia akan membukukan kenaikan selama 3 hari beruntun.

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.374,88/troy ons. Naik 0,09% dibandingkan hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas ditutup naik 0,33% ke US$ 2.372,8/troy ons. Ini membuat harga emas naik 2 hari beruntun. Jadi kalau hari naik lagi, maka akan menjadi hari yang ketiga.

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 0,76% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 2,34%.

Harga emas naik di tengah ekspektasi akan perlambatan laju inflasi di Amerika Serikat (AS). Data inflasi akan dirilis malam ini waktu Indonesia.

Pasar memperkirakan inflasi inti Negeri Paman Sam pada Juni sebesar 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month). Sama dengan realisasi Mei, dan akan menjadi yang terendah sejak Agustus.

Sementara inflasi inti secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni diperkirakan sebesar 3,4%. Ini menjadi yang terendah dalam lebih dari 3 tahun terakhir.

Inflasi yang kian ‘jinak’ menebalkan keyakinan bahwa bank sentral Federal Reserve punya ruang untuk menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Mengutip CME FedWatch, kemungkinan pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% pada September mencapai 71,1%

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 56,69. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Adapun indikator Stochastic RSI berada di 72,97. Menghuni area beli (long) dan cukup kuat.

Saat ini harga emas berada di level US$ 2.374/troy ons, yang kebetulan merupakan pivot point. Oleh karena itu, investor patut waspada akan terjadinya pembalikan.

Target support terdekat ada di US$ 2.372/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.354/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.383/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik lagi menuju US$ 2.397/troy ons - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Wednesday, July 10, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - ETF Emas Mencatatkan Arus Masuk Di Bulan Juni, WGC Melaporkan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pada bulan Juni, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas secara fisik (ETF) global mengalami arus masuk selama dua bulan berturut-turut, terutama karena peningkatan kepemilikan oleh dana yang terdaftar di Eropa dan Asia, menurut World Gold Council (WGC). Tren ini merupakan perubahan yang penting setelah tiga tahun mengalami arus keluar yang konsisten, sebagian karena suku bunga global yang tinggi.

Permintaan investasi untuk emas, yang sering dilihat sebagai aset safe haven, telah signifikan, dengan logam mulia ini mencapai harga tertinggi sepanjang masa di $2.449,89 per ons pada 20 Mei, di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Arus masuk ke dalam ETF emas mencapai 17,5 metrik ton, setara dengan $1,4 miliar, di bulan Juni. Perkembangan ini telah menjadi sedikit penyangga terhadap kerugian yang terjadi pada paruh pertama tahun 2024, dengan WGC mencatat bahwa arus masuk hanya sedikit membatasi kemunduran ini.

Terlepas dari peningkatan minat investor baru-baru ini, total aset yang dikelola untuk ETF emas mencapai $233,3 miliar, dengan kepemilikan kolektif sebesar 3.105,5 ton, yang mendekati level terendah sejak tahun 2020.

Untuk periode Januari-Juni 2024, WGC melaporkan bahwa arus keluar mencapai $6,7 miliar, atau 120 ton, menandai kerugian terbesar untuk paruh pertama tahun ini sejak 2013. Arus keluar sebagian besar dipimpin oleh dana di Eropa dan Amerika Utara, sementara Asia menjadi satu-satunya wilayah dengan arus masuk bersih selama jangka waktu yang sama - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, July 9, 2024

PT Rifan Financindo - Emas Dihantam Profit Taking

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Sepertinya pelaku pasar mengambil posisi profit taking setelah harga sang logam mulia sempat mengalami reli.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.360,6/troy ons. Anjlok 1,26% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi koreksi harian terdalam sejak 21 Juni.

Aksi ambil untung alias profit taking rasanya sangat kental mempengaruhi kejatuhan harga emas. Maklum, harga aset ini mengalami reli sekitar 2 pekan terakhir.

Sepertinya aksi profit taking besar-besaran sedang terjadi. Pasar saham juga sedang kuat, sehingga mempengaruhi harga emas,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, seperti diberitakan Bloomberg News. Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks saham di New York ditutup di zona hijau. Indeks Nasdaq Composite bahkan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Ini menandakan investor sedang memiliki minat yang tinggi terhadap aset berisiko. Alhasil, aset aman (safe haven) seperti emas menjadi kurang seksi.

“Namun, saya meyakini harga emas bisa lebih tinggi lagi dengan ekspektasi The Fed (Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat/AS) akan menurunkan suku bunga,” lanjut Haberkorn.

Mengutip CME FedWatch, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat diperkirakan menurunkan Federal Funds Rate pada September dengan peluang 69,7%. Suku bunga acuan diperkirakan turun lagi pada Desember, dengan kemungkinan 47,1%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih berada di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 54,1. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI tercatat 58,17. Masih menghuni zona beli (long).

Dalam waktu dekat, sepertinya harga emas masih akan bergerak sideways. Ada peluang naik menuju titik resisten terdekat di US$ 2.370/troy ons. Namun kemungkinan titik ini akan menjadi pembalikan.

Sebab kemudian rasanya harga emas akan bergerak turun dengan US$ 2.346/troy ons sebagai target support. Jika tertembus, maka US$ 2.336/troy ons bisa menjadi target selanjutnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Monday, July 8, 2024

PT Rifan - Investor Cairkan Cuan, Harga Emas Hari Ini Turun

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Koreksi yang terjadi setelah harga melesat akhir pekan lalu.

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.385,3/troy ons. Turun 0,23% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sepertinya investor melakukan profit taking setelah harga sang logam mulia melesat. Pada Jumat, harga melonjak 1,44% ke US$ 2.390,8/troy ons, tertinggi sejak 21 Mei.

Sepanjang pekan lalu, harga emas membukukan kenaikan 2,51% secara point-to-point. Jadi tidak heran investor tergoda untuk mencairkan cuan.

Lonjakan harga emas dipicu oleh perkembangan di Amerika Serikat (AS). Akhir pekan lalu, US Bureau of Labor Statistics melaporkan data ketenagakerjaan periode Juni.

Bulan lalu, perekonomian Negeri Adidaya menciptakan 206.000 lapangan kerja  non-pertanian (non-farm payroll). Memang lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang memperkirakan di 190.000, tetapi lebih rendah ketimbang Mei yang direvisi dari 272.000 menjadi 218.000.

Angka non-farm payroll April juga direvisi ke bawah dari 165.000 menjadi 108.000. Sementara tingkat pengangguran Juni tercatat 4,1%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4%, 

Perkembangan ini menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Adikuasa mulai ‘mendingin’ akibat kebijakan moneter ketat, di mana suku bunga acuan saat ini berada di level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. Artinya, mungkin AS sudah butuh pelonggaran moneter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya resesi.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% pada September kini mencapai 72,5%. Naik dibandingkan kemarin yang sebesar 72,2%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas mantap menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 60,14. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun, perlu diperhatikan indikator Stochastic RSI sudah berada di 92,69. Sudah di atas 80. yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, harga emas sepertinya akan mengalami koreksi. Harga sudah menembus pivot point di US$ 2.387/troy ons. Oleh karena itu, sepertinya target support US$ 2.378-2.375/toy ons sudah terkonfirmasi.

Apabila masih kuat menanjak, maka US$ 2.388/troy ons berpotensi menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik lagi ke rentang US$ 2.392-2.394/troy ons - PT RIFAN

Sumber : bloomberg

 

Friday, July 5, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Tinggi Pada Masa Dagang Eropa

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Eropa pada Kamis.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,17%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.327,40 dan resistance pada USD2.374,50.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,19% dan diperdagangkan pada USD104,88.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 0,91% dan diperdagangkan pada USD30,56 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September naik 0,62% dan diperdagangkan pada USD4,56 per pon - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, July 4, 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Lebih Dari 1% Ke Level Tertinggi Dua Minggu

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik lebih dari 1% ke level tertinggi dalam hampir dua minggu pada hari Rabu. Naiknya harga emas dunia didorong oleh peningkatan spekulasi untuk penurunan suku bunga pada bulan September oleh Federal Reserve setelah data terbaru dari AS menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja melemah.

Kompleks logam mulia, serta logam dasar, mengalami reli di seluruh papan atas data ADP dan klaim pengangguran yang memperkuat narasi 'ekonomi melemah' yang kemungkinan akan mengarah pada penurunan suku bunga pertama pada bulan September," kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Aplikasi pertama kali untuk tunjangan pengangguran di AS meningkat minggu lalu, sementara jumlah orang yang menerima tunjangan pengangguran meningkat lebih jauh ke level tertinggi 2,5 tahun pada akhir Juni, sesuai dengan pendinginan bertahap di pasar tenaga kerja.

Ukuran aktivitas sektor jasa AS merosot ke level terendah empat tahun pada bulan Juni di tengah penurunan tajam dalam pesanan, yang berpotensi menunjukkan kehilangan momentum dalam ekonomi pada akhir kuartal kedua.

Setelah data AS, dolar tergelincir ke level terendah dalam dua minggu, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil pada surat utang pemerintah AS 10 tahun acuan turun - RIFAN FINANCINDO

Sumber  : liputan6

 

Wednesday, July 3, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Kemarin Turun Tipis, Simak Proyeksi Harga Emas Hari Ini

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan kemarin. Sepertinya pelaku pasar masih mencerna pernyataan terbaru dari Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.330,1/troy ons. Turun 0,09% dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, harga emas membukukan kenaikan 0,43% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang harga berkurang 0,88%.

Malam tadi waktu Indonesia, Gubernur The Fed Jerome ‘Jay’ Powell berbicara di forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal. Dalam kesempatan itu, Powell memberikan kisi-kisi soal arah kebijakan suku bunga acuan.

Inflasi di Negeri Paman Sam, kata Powell, memang sudah dalam laju menurun. Namun pihaknya masih ingin memastikan bahwa penurunan itu berkelanjutan.

Ekonomi AS kuat demikian pula pasar tenaga kerja. Kami punya waktu, dan itu yang akan kami lakukan,” tegas Powell, seperti diwartakan Bloomberg News.

Sepertinya investor membaca pernyataan itu sebagai sikap The Fed yang masih bersabar sebelum menurunkan suku bunga acuan. Akibatnya, pasar pun gamang apakah The Fed bisa menurunkan suku bunga acuan dalam rapat September mendatang.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), sebenarnya emas masih berada di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 50,39. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 59,47. Menempati area beli (long) dan lumayan kuat.

Namun, sepertinya harga emas masih akan mengalami koreksi terbatas. Target support terdekat adalah US$ 2.329-2.328/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.335/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun US$ 2.328/troy ons akan menjadi pivot point. Jika mampu bangkit, maka harga emas bisa naik menuju US$ 2.338/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

 

Tuesday, July 2, 2024

PT Rifan Financindo - Emas Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Semester I-2024

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi sepanjang Januari-Juni atau semester I-2024 sebesar 1,07%. Komoditas apa saja yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi?

Plt Sekretaris Utama BPS Imam Machdi mengumumkan komoditas dari kelompok harga bergejolak atau volatile foods lebih sering menjadi penyumbang inflasi. Menurut komoditas, ada 2 yang menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Komoditas emas perhiasan dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi komoditas penyumbang inflasi dalam 6 bulan berturut-turut," kata Imam.

Sebagai informasi, pada kuartal II-2024 harga emas dunia naik 4,12%. Pada semester I-2024, harga emas melonjak 12,69%.

Secara historis, lanjut Imam, secara umum inflais tengah tahun memang disumbangkan oleh komponen harga bergejolak. Ini terjadi dalam 6 tahun terakhir.

Hal ini ditunjukkan dari inflasi harga bahan makanan yang tinggi dalam 6 tahun terakhir," ujarnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

Monday, July 1, 2024

PT Rifan - Pemilik Emas Siap Siap Sport Jantung, Ada Kabar Genting Dari AS

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia dibuka melemah pada perdagangan hari ini jelang rilis risalah pertemuan bank sentral Amerika Serikat (FOMC) pekan ini. Investor juga menantikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga saat pidato kepala The Fed, Jerome Powell, di pekan ini.

Mengutip data Refinitiv harga emas dunia di pasar spot tercatat US$2.323,65 per troy ons, melemah 0,1% pada perdagangan Senin pukul 06.00 WIB.

Menjelang FOMC Minutes biasanya pasar akan cenderung lebih berombak, lantaran market menghadapi ketidakpastian lagi dari the Fed yang membuat pelaku pasar wait and see. Risalah FOMC sendiri diperkirakan akan dirilis pada Kamis.

Sejauh ini, soal suku bunga the Fed, dot plot terkini menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini dan empat kali penurunan pada tahun 2025.

Jerome Powell yang akan mengisi acara Diskusi Panel Kebijakan oleh Forum Bank Sentral Eropa (ECB) tentang Perbankan Sentral 2024 di Sintra, Portugal diharapkan para pelaku pasar dapat memberikan gambaran jelas mengenai kebijakan suku bunganya saat ini, 

Cukup penting diperhatikan bagaimana komentar Powell terhadap kondisi ekonomi global terkini dan prospek kebijakan moneter the Fed mendatang, terutama kini memasuki semester II/2024 sudah semakin dekat dengan pemilu AS.

Pada akhir pekan, Jumat, ada data penting dari AS yang masih terkait dengan pasar tenaga kerja, yakni jumlah pekerjaan tercatat selain pertanian atau Non Farm Payroll (NFP) dan tingkat pengangguran.

Menurut penghimpun data Trading Economic, NFP diperkirakan bisa turun ke 180.000 pekerjaan periode Juni 2024 dari bulan sebelumnya sebesar 272.000 pekerjaan. Sementara untuk tingkat pengangguran di periode yang sama diproyeksikan akan bertahan di 4%.

Jika melihat banyaknya data pasar tenaga kerja yang akan rilis di awal pekan bulan Juli ini sesuai dengan ekspektasi, ini akan memberikan harapan pada kebijakan bank sentral AS yang lebih baik terhadap prospek suku bunga. Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja masih lanjut tetap ketat, maka tren higher for longer masih tetap bertahan lama - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia