Wednesday, July 15, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Penurunan Penjualan Ritel China Dorong Aksi Memburu Aset Aman Emas


HARGA EMAS HARI INI mendapatkan dorongan beli baru dari pasar Asia setelah data penjualan ritel dan pertumbuhan industri China yang dirilis kemarin malam tumbuh di bawah ekspektasi pasar. Melambatnya pemulihan ekonomi di negara kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut membangkitkan kembali kekhawatiran mengenai prospek pertumbuhan global tahun ini. Dampaknya hari ini adalah terjadinya perpindahan modal dari aset-aset berisiko tinggi seperti saham komoditas dan mata uang regional ke dalam aset safe haven logam mulia.

Kenaikan harga emas hari ini juga didukung oleh penurunan tipis pada bursa saham regional yang mulai mengalami koreksi teknis setelah mencapai level tertinggi barunya. Para pelaku pasar melihat emas sebagai instrumen yang paling tepat untuk melindungi nilai modal mereka di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global yang sedang berlangsung. Permintaan fisik terhadap emas batangan dari investor ritel di kawasan Asia Timur dilaporkan melonjak secara signifikan dalam beberapa jam terakhir.

Namun, penguatan emas ini masih dibatasi oleh pernyataan beberapa pejabat bank sentral Eropa yang mengisyaratkan bahwa inflasi inti masih menjadi ancaman utama yang harus diwaspadai. Kebijakan moneter ketat yang diperkirakan akan bertahan lebih lama di Eropa membuat sebagian investor tetap menahan dana mereka dalam bentuk deposito berjangka. Pertarungan antara sentimen perlambatan ekonomi dan suku bunga tinggi ini menciptakan volatilitas harian yang cukup menarik bagi para trader berjangka.

Forecast untuk sesi malam nanti menunjukkan bahwa emas memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terbatas jika rilis data persediaan bisnis AS nanti malam mengecewakan pasar. Namun, jika indeks dolar AS tiba-tiba menguat akibat aksi beli teknis pada mata uang tersebut, keuntungan emas di sesi siang bisa terkikis dengan cepat. Para pelaku pasar direkomendasikan untuk menetapkan batasan risiko yang ketat mengingat volatilitas yang sering meningkat secara mendadak pada sesi New York - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Sumber: Newsmaker

No comments:

Post a Comment