Thursday, January 7, 2021

Rifan Financindo - Turun Karena Aksi Ambil Untung & Naiknya USD

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka turun pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat karena aksi ambil untung yang normal dari para trader berjangka dan konsolidasi grafik tehnikal setelah emas menyentuh ketinggian selama dua bulan dalam perdagangan semalam. Emas berjangka kontrak bulan Februari diperdagangkan turun $45.00 pada $1,909.30 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS  bervariasi mengarah kepelemahan pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Naiknya kembali USD, setelah sebelumnya sempat tertekan turun dengan nominasi partai Demokrat memimpin atas nominasi partai Republikan dalam pemilihan anggota Senat di Georgia,

Sekalipun kemenangan terlihat berbau kecurangan yang pekat, menambah tekanan turun bagi metal berharga. Prospek akan dikeluarkannya paket stimulus multi-triliun yang baru yang akan membuat uang mengalir lebih banyak ke ekonomi AS dan global sehingga membuat dolar AS yang safe-haven semakin tidak diperlukan. Indeks saham AS juga mengalami tekanan turun dengan berita diatas karena Kongres yang dikontrol Demokrat kemungkinan akan membawa kepada kenaikan pajak.

Harga minyak mentah berjangka naik ke ketinggian 10 bulan dan diperdagangkan sekitar $50.30 per barel.

Penurunannya selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,889.10 dan kemudian $1,873.00. Kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,941.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,950.00 dan kemudian $1,962.50 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Tuesday, January 5, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Kompak Meroket

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas semakin jauh dari kata murah, termasuk emas Antam (JK:ANTM) dan UBS yang keduanya kompak mengalami kenaikan pada hari ini. Dilansir dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam berukuran 2 gram terbang dari Rp1.963.000 menjadi Rp1.974.000 pada Selasa, 5 Januari 2021.

Lonjakan harga emas Antam juga berlaku untuk ukuran lainnya. Per hari ini, emas Antam berukuran 5 gram dipatok sebesar Rp4.854.000, di mana harganya kemarin hanya Rp4.791.000. Sementara itu, emas Antam berukuran 10 gram juga naik menjadi sebesar Rp9.649.000.

Pada saat yang bersamaan, harga emas UBS juga naik meski tak terlalu signifikan. Emas UBS dibanderol mulai dari Rp500 ribuan.

Untuk ukuran terkecil 0,5 gram hari ini dihargai lebih tinggi dari Rp518.000 menjadi Rp519.000. Kemudian, emas UBS berukuran 1 gram dipatok sebesar Rp973.000, di mana kemarin hanya Rp959.000 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, January 4, 2021

PT Rifan - Jepang Berada Di Ambang Darurat, Indeks Nikkei Memerah


PT RIFAN BANDUNG - Ledakan pandemi Covid-19 yang kembali menghantam Jepang membuka peluang bagi Negara Sakura itu untuk mengumumkan keadaan darurat di Tokyo dan tiga wilayah sekitarnya. Kabar tersebut alhasil menjadi sentimen kurang baik bagi pergerakan indeks Nikkei.

Dilansir dari RTI, Nikkei kini menjadi satu-satunya indeks Asia yang memerah dengan koreksi -0,36%. Adapun tiga indeks Asia lainnya kini menghijau, yaitu Hang Seng naik 0,51%, Shanghai naik 0,33%, dan Strait Times naik 0,05%.

Perlu diketahui, Fuji TV melaporkan pada Senin bahwa virus corona kembali meningkat dan membebani sistem medis negara tersebut. Jepang tercatat mengalami rekor 4.520 kasus pada 31 Desember 2020 dalam gelombang baru infeksi sehingga mendorong ibu kota dan prefektur tetangga untuk meminta pemerintah mengumumkan deklarasi darurat.  Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Nasib Harga Emas Antam (JK:ANTM) Senin, 4 Januari 2021: Terang Benderang!

Namun, seruan tersebut masih ditolak oleh Perdana Menteri Yoshihide Suga karena mempertimbangkan kerusakan ekonomi. Sebagai tindakan sementara, aktivitas bisnis restoran dan tempat hiburan diminta tutup pada pukul 8 malam, sedangkan untuk bisnis yang menyediakan alkohol harus tutup pada pukul 7 malam.

Jika diumumkan, ini akan menjadi kedua kalinya bagi Jepang memasuki keadaan darurat karena pandemi Covid-19. Yang pertama berlangsung selama lebih dari sebulan musim semi lalu ketika sekolah dan bisnis yang tidak penting diminta untuk tutup - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Wednesday, December 30, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Makin Naik Ditengah Pelemahan Dolar AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kian naik pada hari Rabu di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat. Investor juga mencerna berita bahwa Ketua Mayoritas Senat AS Mitch McConnell menunda pemungutan suara untuk meningkatkan jumlah dana stimulus AS.

Harga emas berjangka naik 0,34% ke $1.889,25 per ons pukul 12.11 WIB dan XAU/USD naik 0,37% ke $1.885,34 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS makin melemah 0,24% di 89,698.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) melonjak Rp2.000 dari Rp967.000 pada Selasa menjadi Rp965.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.34 WIB.

Dolar yang lebih lemah cukup menciptakan momentum kenaikan kecil untuk kepercayaan untuk dipertahankan dalam emas," kata direktur AirGuide Michael Langford kepada CNBC.

McConnell menunda pemungutan suara untuk meningkatkan jumlah dana stimulus dari $600 menjadi $2.000 pada hari Selasa, setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Presiden AS Donald Trump keduanya menyetujui kenaikan tersebut awal pekan ini.

Namun, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa distribusi dana stimulus $600 yang disetujui akan dimulai secepatnya pada Selasa malam.

Federal Reserve juga memperpanjang tanggal berakhirnya Program Pinjaman Jalan Utama delapan hari hingga 8 Januari, untuk memproses banyak pengajuan yang diterima sejak Mnuchin mengakhiri fasilitas kredit darurat bank sentral pada November.

Semua mata sekarang tertuju kepada pemilihan umum putaran kedua di Georgia, yang akan berlangsung pada 5 Januari, yang akan menentukan apakah Partai Demokrat atau Partai Republik akan menguasai kursi mayoritas Senat.

Jika pemilihan itu menghasilkan kemenangan bagi Demokrat, ekspektasi kebijakan fiskal yang berlanjut akan membebani dolar dan menjadi bullish untuk logam mulia, manajer komoditas senior Phillip Futures Avtar Sandu mengatakan dalam catatan.

Sementara itu, peluncuran vaksin COVID-19 terus berlanjut secara global, dengan Uni Eropa bersiap untuk membeli 100 juta dosis BNT162b2 lagi, vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc (NYSE:PFE) dan BioNTech SE (F:22UAy).

Jumlah kasus COVID-19 global terus meningkat. AS juga telah melaporkan kasus pertama virus COVID-19 jenis B177, pertama kali terlihat di tenggara Inggris pada bulan September - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, December 29, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Anjlok Jelang Tutup Tahun

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia turun imbas pulihnya dolar AS dan pasar saham yang melanjutkan penguatannya., Harga emas di pasar spot sedikit melemah menjadi 1.875,99 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,2 persen menjadi 1.880,40 dolar AS per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY) rebound, setelah tergelincir ke level terendah satu pekan di awal sesi, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang paket bantuan pandemi dan pengeluaran senilai 2,3 triliun dolar AS untuk memulihkan tunjangan pengangguran bagi jutaan rakyat Amerika.

Emas melesat sebanyaknya 1,3 persen ke level tertinggi sejak 21 Desember di 1.900,04 dolar AS per ounce selama jam perdagangan Asia, tetapi kemudian mengupas keuntungan dalam perdagangan yang tidak stabil karena liburan.

Emas tertekan oleh sentimen risiko yang optimistis, dengan indeks utama Wall Street menyentuh rekor tertinggi.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, masih melambung lebih dari 23 persen sepanjang tahun ini di tengah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya yang digelontorkan secara global.

Logam lainnya, perak melejit 1,8 persen menjadi 26,32 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi satu pekan di awal sesi, yakni 26,75 dolar AS per ounce.

Sedangkan, platinum melonjak 1 persen menjadi 1.033,74 dolar AS per ounce dan paladium naik 0,6 persen menjadi 2.335,52 dolar AS per ounce, setelah meroket ke tingkat tertinggi sejak 11 November di 2.470,43 dolar AS per ounce pada awal sesi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

PT Rifan - Harga Emas Dunia Melemah Tipis

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Senin (28/12), saat dolar pulih dan pasar saham AS melanjutkan reli mereka. Sementara penandatanganan rancangan undang-undang bantuan pandemi yang telah lama ditunggu-tunggu oleh Presiden AS menawarkan dukungan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, turun 2,8 dolar AS atau 0,15 persen menjadi ditutup pada 1.880,40 dolar AS per troi ons. Indeks dolar rebound, setelah tergelincir ke level terendah satu minggu sebelumnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kami akan memasuki liburan. Pada kenyataannya, tidak menerima banyak gerakan sekarang,

Trump menandatangani undang-undang bantuan pandemi dan paket pengeluaran 2,3 triliun dolar AS, memulihkan tunjangan pengangguran bagi jutaan orang Amerika. "Paket stimulus lain yang akan disahkan akan menambah inflasi dan meningkatkan emas di masa mendatang. Anda harus benar-benar membeli emas pada kemunduran ini," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

Emas naik sebanyak 1,3 persen ke level tertinggi sejak 21 Desember di 1.900,04 dolar AS selama jam perdagangan Asia tetapi kemudian mengupas keuntungannya dalam perdagangan yang tidak stabil karena liburan.

Emas tertekan oleh sentimen risiko yang positif, dengan indeks-indeks utama Wall Street menyentuh rekor tertinggi. Ketiga indeks pasar saham di Amerika Serikat diperdagangkan positif pada Senin, seperti halnya sebagian besar indeks pasar saham di seluruh dunia. Analis percaya tanda tangan Presiden AS Donald Trump atas kesepakatan bantuan Covid-19 yang disahkan oleh Kongres AS memberikan dukungan ke pasar saham.

Emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, masih meningkat lebih dari 23 persen sepanjang tahun ini di tengah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilepaskan secara global. Minggu ini diperkirakan akan menjadi minggu yang tenang bagi pasar karena sebagian besar manajer tingkat atas di institusi masih berlibur.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 63,1 sen atau 2,44 persen menjadi ditutup pada 26,539 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 14,2 dolar AS atau 1,38 persen menjadi menetap di 1.043,10 dolar AS per ounce - PT RIFAN

Sumber : republika.com

Friday, December 25, 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Kembali Berkilau, Dolar AS Merana

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi), bangkit dari penurunan tiga hari berturut-turut karena dolar AS yang lebih lemah dan data ekonomi negatif, sementara investor tetap berharap atas paket stimulus AS bahkan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk tidak menandatangani rancangan undang-undang bantuan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, naik USD7,8 atau 0,42% menjadi ditutup pada USD1.878,10 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (22/12/2020), emas berjangka merosot USD12,50 atau 0,66% menjadi USD1.870,30.

Emas berjangka jatuh USD6,10 atau 0,32% menjadi USD1.882,80 pada Senin (21/12/2020), setelah turun USD1,5 atau 0,08% menjadi USD1.888,90 pada Jumat (18/12/2020) dan melambung USD31,3 atau 1,68% menjadi USD1.890,40 pada Kamis (17/12/2020).

"Data ekonomi hanya memperkuat keyakinan bahwa ekonomi sedang melambat dan itu akan membantu negosiasi dengan stimulus. Sangat mungkin bahwa beberapa jenis kesepakatan stimulus masih akan dilakukan," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis.

Dolar yang sedikit lebih lemah telah memberikan pergerakan lebih tinggi untuk emas," kata Moya, menambahkan kesepakatan stimulus dan perkembangan positif di front Brexit diperlukan untuk lebih memperkuat kasus bullish emas.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konsumen turun 0,4 persen pada November setelah naik 0,3 persen pada Oktober, penurunan pertama dalam dalam tujuh bulan. Analis pasar berpendapat bahwa ini merupakan tanda yang mengkhawatirkan bagi ekonomi AS.

Departemen Perdagangan lebih lanjut melaporkan bahwa pendapatan pribadi AS merosot 1,1 persen pada November. Kemerosotan yang jauh lebih dari yang diharapkan. 

Meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lain, indeks dolar turun 0,3 persen, sementara investor memperkirakan penurunan lebih lanjut pada 2021.

Trump pada Selasa (22/12/2020) mengancam untuk tidak menandatangani RUU bantuan virus corona senilai 892 miliar dolar AS, yang dipandang sebagai penyelamat bagi ekonomi negara yang dilanda pandemi, dengan mengatakan jumlah bantuan langsung tunai harus ditingkatkan.

"Bahkan jika Donald Trump menolak untuk menandatangani RUU tersebut, secara luas diharapkan bahwa Biden akan meloloskannya dan oleh karena itu kami tidak melihat penurunan apapun pada emas saat ini," kata analis Natixis, Bernard Dahdah.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran tetap tinggi tetapi membukukan penurunan tak terduga minggu lalu.

Emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat lebih dari 23 persen tahun ini, mendapatkan keuntungan dari stimulus besar-besaran dilepaskan secara global.

Tanda bahaya tentang varian baru virus corona yang sangat menular telah memicu gelombang larangan perjalanan, menyoroti kekhawatiran atas pemulihan ekonomi setelah pandemi.

Logam mulia lainnya, p​​​erak untuk pengiriman Maret naik 38,6 sen atau 1,51 persen menjadi ditutup pada 25,921 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 7,7 dolar AS atau 0,76 persen menjadi menetap di 1.017,1 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com