Monday, March 15, 2021

PT Rifan - Tertekan Dolar AS, Harga Emas Dijual USD1.719/Ounce

PT RIFAN BANDUNG - Hemas sedikit melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Turunnya harga emas menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terkikis USD2,80 atau 0,16% menjadi USD1.719,80 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis, emas berjangka naik tipis USD0,8 atau 0,05% menjadi USD1.722,60. 

Harga emas berjangka menguat USD4,9 atau 0,29% menjadi USD1.721,80 per ounce pada Rabu , setelah melonjak USD38,9 atau 2,32% menjadi USD1.716,90 pada Selasa dan anjlok USD20,5 atau 1,21% menjadi USD1.678,00 pada Senin.

Kami telah melihat sedikit kelemahan dalam (indeks) dolar AS, yang merosot dari sekitar 92 menjadi 91,6 sekarang. Ada sedikit risiko dari sentimen dan saya menduga tingkat psikologis USD1.700 di mana orang tidak benar-benar siap untuk turun menghasilkan sedikit rebound di pasar emas," ujar Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 1,642% atau menjadi puncak kenaikan dalam satu tahun. Sementara itu, indeks dolar memangkas keuntungan, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik komoditas non-imbal hasil. 

Harga emas juga mendapat tekanan tambahan ketika University of Michigan melaporkan bahwa indeks sentimen konsumen awal naik menjadi 83 poin pada Maret, dari 76,8 pada Februari.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 28,20 sen atau 1,08% menjadi USD25,911 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD2,00 atau 0,17% menjadi USD1.200,30 per ounce - PT RIFAN

Sumber : okezone.com

Friday, March 12, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Tertahan Kenaikan Bunga Obligasi AS

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut dan bertahan di level tertinggi dalam seminggu terakhir, meski pertumbuhannya terganjal kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah data klaim pengangguran lebih baik dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis USD0,8 atau 0,05% menjadi ditutup pada USD1.722,60 per ounce. 

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun sekarang telah bangkit lagi, yang telah menstabilkan dolar dan mengambil beberapa kenaikan dari emas," kata seorang pedagang di bank investasi BMO di New York Tai Wong dilansir dari Antara.

Kami mungkin telah melihat posisi terendah jangka pendek di 1.680 dolar AS per ounce, tetapi lingkungan imbal hasil yang lebih tinggi kemungkinan akan mencegah reli yang signifikan; Mungkin kisaran USD1.700 - USD1.800 dalam waktu dekat karena pasar mencoba menemukan ekuilibrium dalam imbal hasil.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu turun ke level terendah empat bulan. Angka ekonomi yang lebih baik dari perkiraan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun di atas 1,5%, sementara indeks dolar bergerak menjauh dari level terendah satu minggu.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis membatasi pertumbuhan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 712.000 mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 6 Maret, lebih rendah dari yang diharapkan 725.000 dan angka yang direvisi untuk minggu sebelumnya 754.000.

Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pembukaan pekerjaan AS naik menjadi 6,9 juta dari 6,7 juta pada Januari, sebuah tanda bahwa ekonomi sedang membaik. 

Imbal hasil obligasi telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran tentang inflasi tinggi yang muncul karena ekonomi utama dunia telah mengaktifkan keran uang mereka selama setahun terakhir," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dari stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tahun ini telah mengancam status tersebut karena diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan pada Kamis untuk mempercepat pembelian obligasi di bawah program pembelian darurat pandemi untuk menghentikan kenaikan biaya pembiayaan utang yang tidak beralasan.

Tetapi, ECB mempertahankan total pembelian obligasinya tidak berubah pada 1,85 triliun euro dan juga membiarkan suku bunga acuan tidak berubah. Emas juga berada di bawah tekanan tambahan karena ketiga indeks utama saham di Amerika Serikat naik.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 6,3 sen atau 0,24% menjadi ditutup pada USD26,193 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD0,50 atau 0,04% menjadi menetap di USD1.202,30 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okezone.com

Wednesday, March 10, 2021

PT Rifan Fianancindo Berjangka - Anggota DPR Dukung Pemerintah Kaji Pembentukan Bank Emas

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pemerintah menyatakan tengah mengkaji pembentukan Bullion Bank atau bank emas. Dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan inisiasi pembentukan bank emas guna meningkatkan konsumsi emas yang tergolong masih rendah. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendukung rencana pengembangan Bullion Bank agar dikaji secara menyeluruh.

Pembentukan bank ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem industri jasa keuangan Tanah Air. Apalagi, kita ketahui bersama, Indonesia menyimpan potensi kekayaan mineral emas yang melimpah yang mencapai 30,2 juta ounces. Sehingga, begitu potensi ini dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut, harapannya bisa memberikan manfaat yang besar,” kata Puteri melalui keterangan tertulisnya yang diterima Parlement.

Untuk diketahui, Bullion Bank merupakan bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia seperti emas, perak, maupun logam mulia lainnya. Dalam paparannya, Menko Perekonomian menjelaskan bahwa pembentukan bank tersebut dapat bermanfaat dalam mendukung pengelolaan emas dalam negeri. Terlebih, selama ini Indonesia juga dikenal sebagai salah satu pemain besar emas dunia dengan produksi emas mencapai 130 juta ton per tahun sepanjang 2020 lalu.

Tahun lalu, ekspor emas mencatat kinerja positif yang mencapai 5.280 juta dolar AS. Tetapi, kita pun juga dihadapkan dengan tren impor emas yang juga meningkat. Sehingga, ketika bank emas ini nantinya dibentuk, kita pun juga harus mendorong industri hilir emas agar dapat mengoptimalkan pengolahan komoditas emas dalam negeri, baik untuk investasi maupun perhiasan misalnya, tutur politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Puteri pun menambahkan agar pemerintah juga mempelajari praktik terbaik atas pengembangan bank emas dari berbagai negara. “Praktik ini sudah lazim di dunia. Sehingga, benchmarking saya kira perlu dilakukan untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman terkait bank emas ini. Mulai dari regulasi, model bisnis, manajemen risiko, kelembagaan, hingga mekanisme pengawasannya. Termasuk mempertimbangkan nilai manfaat yang akan dihasilkan pada pasar, industri, dan masyarakat secara umum,” tegasnya.

Menutup keterangannya, meski investasi pada instrumen emas dinilai relatif aman, legislator dapil Jawa Barat VII itu mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan volatilitas dan pergerakan pasar emas maupun barang berharga lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan pendirian bank emas di Tanah Air.

Meski harga emas cenderung naik selama pandemi, tetapi kita tetap perlu waspada akan fluktuasi harga akibat disrupsi pasar global seiring pergerakan instrumen investasi lain, dinamika geopolitik, serta kondisi pandemi saat ini. Tetap diperlukan kehati-hatian dan kajian menyeluruh dengan melibatkan perspektif berbagai entitas seperti BI, OJK, LPS, pakar, industri, dan masyarakat,” tutup Puteri - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : dpr.go.id

Tuesday, March 9, 2021

PT Rifan Financindo - Ramalan Emas Drop Ke Bawah US$ 1.700

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terus tertekan belakangan ini. Bahkan harga logam mulia tersebut kini sudah berada di bawah level psikologis US$ 1.700/troy ons. Hanya dalam kurun waktu 7 bulan sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, emas langsung ambles. 

Harga emas hanya menguat tipis pada perdagangan pagi hari ini, Selasa. Di arena pasar spot emas dihargai US$ 1.683,45/troy ons atau menguat 0,13% dibanding posisi penutupan kemarin. 

Pemicu utama harga emas jatuh adalah kenaikan yield surat utang pemerintah AS dan penguatan greenback. Imbal hasil nominal surat utang Paman Sam tenor 10 tahun sudah semakin mendekati 1,6%. 

Indeks dolar yang mengukur keperkasaan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang lain juga mengalami apresiasi. Indeks dolar saat ini berada di posisi tertingginya sejak 24 November 2020. 

Baik dolar AS dan US Treasury keduanya adalah aset yang memiliki korelasi negatif dengan emas. Artinya harga emas cenderung berbanding terbalik dengan pergerakan kedua aset keuangan tersebut. 

Emas merupakan salah satu aset yang tak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu minat investor untuk memegang aset ini tentu sangat tergantung pada opportunity costnya dibanding dengan aset lainnya. 

Kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat opportunity cost memegang emas menjadi lebih tinggi sehingga emas kurang begitu menarik di mata para investor. Lagipula pasar juga sudah mulai mengantisipasi adanya pemulihan ekonomi di tahun 2021.

Hal tersebut tercermin dari pasar saham. Saat pandemi Covid-19 dan lockdown marak terjadi rotasi yang sangat kentara dalam berinvestasi di saham. Sektor teknologi menjadi idola dan buruan semua orang karena dinilai lebih resilien. 

Namun saat ada kemungkinan ekonomi pulih, investor kembali melakukan rebalancing dan mengalihkan uangnya ke sektor-sektor tradisional. Itulah mengapa indeks Nasdaq Composite cenderung terkoreksi tajam belakangan ini. 

Ketika ekonomi berada dalam kondisi yang baik maka risk appetite investor juga pulih. Emas bukan lagi menjadi aset yang dilirik walau secara fundamental sebenarnya emas masih kuat didukung dengan kebijakan makro yang akomodatif.

Prospek ekonomi yang lebih cerah juga didukung dengan diloloskannya RUU, Dengan stimulus tersebut ekonomi AS yang sudah bergeliat diharapkan bisa bangkit. 

Analis Wall Street dan investor ritel di mainstreet kompak meramal harga emas akan cenderung turun minggu ini.

Survei yang dilakukan Kitco menunjukkan bahwa 57% analis Wall Street memperkirakan harga emas bakal lebih rendah minggu ini. Sementara bagi responden main street sebanyak 44% menganggap harga emas bakal turun.

Apabila harga emas kembali turun ke bawah US$ 1.700 dan gagal mempertahankan posisinya di US$ 1.675 maka peluang emas untuk anjlok semakin dalam kian terbuka lebar - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Monday, March 8, 2021

PT Rifan - Harga Emas Spot Menguat 0,7% Ke US$ 1.712/Ons Troi Jelang Siang Ini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bangkit kembali pada perdagangan hari ini setelah menyentuh level terendah dalam sembilan bulan di sesi sebelumnya. Penguatan datang usai dolar Amerika Serikta (AS) melemah, selain itu daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi kembali memancar.  Senin  pukul 09.45 WIB, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 1.712,46 per ons troi, setelah mencapai level terendah sejak 8 Juni di US$ 1.686,40 per ons troi

Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 naik 0,7% menjadi US$ 1.709,90 per ons troi.

Keperkasaan emas datang setelah sentimen paket stimulus US$ 1,9 triliun lewat. Selain itu, penurunan indeks dolar AS turut membantu penguatan harga emas, kata ahli strategi DailyFX Margaret Yang.

Seperti diketahui, Senat AS pada hari Sabtu (6/3) mengesahkan rencana bantuan Covid-19 yang diinisiasi Presiden Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun, dengan tagihan akhir termasuk US$ 400 miliar untuk pembayaran satu kali dan sebesar US$ 1.400 kepada warga AS.

"Inflasi pasti akan naik" karena harga minyak dan logam dasar juga naik, kata Yang, menambahkan bahwa beberapa cek individu juga bisa masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa investasi emas
untuk melindungi nilai terhadap inflasi di masa depan. 

Dolar jatuh terhadap mata uang eksportir komoditas utama yang meningkatkan taruhan pada negara-negara yang mau mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak, logam, dan lainnya
barang.

Serupa, yield US Treasury tenor 10 tahun juga turun dari level puncak-nya lebih dari satu tahun pada hari Jumat, juga memberikan dukungan bagi harga emas.

"Emas telah dilemahkan oleh optimisme ekonomi yang ceria atas prospek pemulihan ekonomi yang kuat dan peningkatan yang lebih cepat dari yang diantisipasi imbal hasil obligasi," ujar Stephen Innes, kepala strategi pasar global Axi, mengatakan dalam sebuah catatan.

Namun," pasar (emas) mungkin telah jatuh terlalu tajam juga dengan cepat," tambahnya - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

PT Rifan - Efek Yield UST Naik, Bikin Harga Emas Ambles


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian kompak melemah pada Sabtu. Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS berbagai satuan, tetapi hanya emas UBS yang menunjukkan perubahan harga.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, emas Antam masih tidak tersedia. Sementara itu, harga emas Antam retro melemah rata-rata 0,37%. Satuan terkecil (0,5 gram) dibanderol Rp 433.000/batang atau turun 0,46%, sementara satuan terbesar (100 gram) naik 0,13% (Rp 315.000) ke Rp 86.499.000/batang,

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018. Emas retro juga menjadi jenis emas Antam yang paling fluktuatif harganya.

Sementara itu, emas Antam batik satuan 0,5 gram dihargai Rp 605.000/batang atau melemah 0,49% dibandingkan harga kemarin. Satuan 8 gram juga turun di Rp 8.416.000/batang. Emas batik merupakan jenis emas Antam yang termahal, dengan satuan 0,5 gram, 1 gram, dan 8 gram,

Terakhir, emas UBS harganya turun rata-rata sebesar 0,37%,

Penguatan harga emas di Pegadaian ini berkebalikan dari harga di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang justru menguat mengikuti kenaikan harga emas di pasar spot dunia. Hal ini wajar terjadi karena harga emas Pegadaian biasanya tertinggal 2 hari dari tren di pasar Antam.

Harga emas Antam sendiri pada Kamis melemah 0,54% ke Rp 923.000 per gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,45% bagi yang pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9% bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Kemerosotan harga emas hari itu terjadi akibat naiknya imbal hasil (yield) obligasi (Treasury) pemerintah Amerika Serikat (AS) atau UST. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 5,54 basis poin ke 1,4704%, sebelumnya bahkan sempat menyentuh level 1,498%.

Terus menanjaknya yield, yang dilatarbelakangi prospek pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi, membuat pasar keuangan global kembali dihantui oleh tapering (pengurangan program pembelian aset atau quantitative easing The Fed) yang dapat memicu taper tantrum.

Taper tantrum juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga emas akan semakin merosot. Sebab saat itu terjadi dolar AS akan menjadi perkasa. Harga emas dunia pernah merasakan keganasan taper tantrum pada periode 2013-2015 - PT RIFAN

Sumber : cncbindonesia.com

Friday, March 5, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Spot Dekati Level Terendah Dalam 9 Bulan Terseret Pidato Jerome Powell

 


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun mendekati level terendah dalam sembilan bulan pada hari ini. Hal tersebut juga membuat minyak berada di jalur pelemahan mingguan ketiga berturut-turut.

Sentimen yang menyeret harga emas datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan yield US Treasury yang perkasa usai pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell.  

Harga emas spot stabil di US$ 1.697,60 per ons troi, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak 8 Juni di US$ 1.686,40 per ons troi. Untuk minggu ini, emas sudah anjlok 2%.

Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 turun 0,5% menjadi US$ 1.692,90 per ons troi. 

Powell kembali menegaskan janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar. Sayangnya, dia juga bilang bahwa The Fed tidak harus campur tangan untuk menjatuhkan yield US Treasury. 

"Jelas, pernyataan Powell tidak cukup dovish untuk pasar semalam dan, dalam beberapa hal, menyoroti yield US Treasury yang lebih tinggi dengan mengatakan dia merasa nyaman dengan itu," kata analis pasar senior OANDA Jeffrey Halley.

"Semua tanda menunjukkan bahwa penguatan obligasi berlanjut," tambah Halley. Hal ini membuat emas diprediksi kembali jatuh ke bawah level saat ini dan memungkinkan menuju wilayah US$ 1.600 per ons troi.

Yield US Treasury tenor 10 tahun bertahan di atas 1,5%, sedangkan dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan. 

"Pernyataan Powell hanya memperkuat kesan bahwa The Fed secara perlahan bergerak ke arah menyesuaikan diri dengan tidak ada dukungan kebijakan lebih lanjut yang substansial untuk pasar," kata ahli strategi mata uang DailyFX Ilya Spivak.

Pasar juga mulai memperhitungkan, dengan meningkatkan vaksinasi, paket fiskal AS yang meningkatkan ekspektasi inflasi, The Fed mungkin mempertimbangkan pengetatan lebih cepat dari yang mereka harapkan, kata Spivak - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.com