Thursday, March 25, 2021

Rifan Financindo - Emas Minat Beli Terkendala Kuatnya Dolar AS

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Minat beli terhadap emas tetap terkendala oleh kuatnya dollar AS dan jatuhnya pasar minyak mentah.

Kapal container terbesar dunia terdorong kepinggir oleh angin yang besar pada hari Selasa sehingga terdampar di Kanal Suez Mesir, dan merintangi pengapalan global yang kemungkinan akan berlangsung selama berhari – hari. Laporan mengatakan bahwa 10% dari perdagangan minyak mentah global berlangsung melalui Kanal Suez. Berita ini membuat harga minyak mentah mengalami rebound ke $60.65 setelah terpukul kerugian yang kuat yang mendorong harga minyak mentah AS sempat turun ke level terendah dalam 6 minggu pada hari Selasa kemarin di $57.00.

Emas berjangka kontrak bulan April naik $3.10 ke $1,732.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.078 ke $25.31 per ons.

Pasar saham global bervariasi mengarah turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Jerman, Perancis dan Itali baru – baru ini telah memperpanjang atau mengenakan kembali restriksi karena gelombang infeksi Covid – 19 yang baru, serbuan ke rumah sakit dan kematian. Sementara penduduk telah frustrasi dengan lockdown dan dengan lambatnya penangan vaksin di Uni Eropa.

Naiknya infeksi Covid – 19 di Eropa yang mengakibatkan ditutupnya kegiatan bisnis dan sebagian kekuatiran akan gelombang ketiga memukul AS, telah memicu sedikit kenaikan atas keengganan terhadap resiko di pasar pada minggu ini.

Di AS, naiknya harga juga menjadi perhatian yang tinggi. Jerome Powell, Gubernur Federal Reserve AS mengatakan bahwa inflasi kemungkinan naik di bulan – bulan yang akan datang, namun kemungkinan tidak akan berlangsung terus. Powell mengulangi jaminannya untuk mendukung ekonomi AS, khususnya dengan masih ada sekitar 9.5 juta orang Amerika masih belum mendapatkan pekerjaan.

Sementara Treasury Secretary Janet Yellen juga berjanji untuk membantu pemulihan ekonomi, namun tetap bisu mengenai rencana infrastruktur dari pemerintah. Menurut laporan, dana belanja infrastruktur senilai $3 triliun akan didanai sebagian dari kenaikan pajak. Laporan ini memberikan kontribusi bagi buruknya sentimen dan membuat arus masuk ke dollar AS yang safe-haven.

Suppor terdekat menunggu di $1,726.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,747.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,754.20 dan kemudian $1,775.00 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Wednesday, March 24, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Intip Peluang Kenaikan Harga Emas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Tahun 2021 berdasarkan astrologi China, merupakan tahun kerbau. Hal ini ternyata berpengaruh terhadap harga emas. Ahli Feng Shui, Suhu Yo menyampaikan prediksi harga emas di tahun ini akan melonjak tinggi. “Di tahun Kerbau ini, harga emas akan naik

Dirinya mengatakan ada tiga faktor yang membuat harga emas naik. Pertama karena terjadinya bencana alam dan kekeringan.

Pertama karena adanya bencana alam, gunung meletus, longsor, banjir dan bisa kemungkinan tsunami. Serta di akhir tahun juga akan ada kekeringan dan kemarau yang panjang,” ujarnya.

Kedua, karena krisis ekonomi yang menyebabkan redupnya usaha dan banyak orang kehilangan pekerjaan. 

Lalu karena adanya krisis ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Sehingga banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan usaha,” ujarnya.

Kemudian ketiga, karena pandemi yang berkepanjangan. PSBB juga terus dilakukan sampai akhir tahun 2021. Sehingga membuat perdagangan dan usaha terpuruk. Sehingga tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk investasi emas karena diproyeksikan harganya bakal terus merangkak naik - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  okezone.com

 

 

Tuesday, March 23, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Spot Ditutup Melemah Tipis 0,3% Ke US$ 1.739 Per/Troi, Ini Penyebabnya

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas tergelincir hampir 1% pada perdagangan di awal pekan ini sebelum akhirnya berhasil memangkas pelemahan usai koreksi pada dolar Amerika Serikat (AS) dan yield US Treasury yang melonggar karena penguatan di pasar saham.

Harga emas spot ditutup turun 0,3% menjadi US$ 1.739,03 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka melemah 0,2% ke level US$ 1.738,1 ons troi. 

Harga emas seharusnya bisa menguat tetapi tidak. Itu benar-benar menunjukkan pasar emas lemah jika korelasi normal (seperti dolar yang lebih lemah) terjadi," kata David Madden, analis di CMC Markets Inggris. 

Dia menambahkan, dengan posisi saat ini, emas bisa tergelincir lebih jauh jika dolar AS dan imbal hasil pada obligasi AS menguat. 

Emas sempat anjlok 1% karena investor berbondong-bondong masuk ke dolar AS dan obligasi pemerintah, di tengah ketakutan karena keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengganti Gubernur Bank Sentral Turki setelah tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

"Jika warga (Turki) khawatir bahwa lira lemah,mereka ingin membeli dolar AS atau emas, tetapi di sinilah ketakutan datang - bahwa kontrol modal akan menghentikan masuknya uang negara, mungkin sulit bagi orang untuk mendapatkan untuk dolar, dan sebagai gantinya emas, dalam beberapa minggu ke depan," jelas Madden.

Keuntungan di Wall Street juga menekan harga emas.

Pedagang ingin melihat emas di atas US$ 1.750 dan bertahan di sana sebelumnya mulai masuk ke mata pada perdagangan ini," ungkap Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior RJO Futures - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.com

Monday, March 22, 2021

PT Rifan - Harga Emas Kembali Naik Ditopang Pelemahan Imbal Hasil Obligasi AS


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kembali naik pada Jumat petang seiring melemahnya imbal hasil obligasi AS. Dan, logam kuning ini tampaknya akan mencatatkan kenaikan untuk sepekan ini.

Harga emas berjangka kembali naik 0,40% ke $1.739,45 per troy ons pukul 14.01 WIB dan XAU/USD turun 0,23% ke $1.740,63 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS turun tipis 0,08% di 91,793 dan yield obligasi AS untuk tenor 10 tahun jatuh 2,10% di 1,693 sampai pukul 13.58 WIB

Imbal hasil Treasury 10 tahun AS naik di atas 1,75% untuk pertama kalinya dalam 14 bulan pada hari Kamis pasca Federal Reserve AS berjanji untuk memantau tingkat inflasi dan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga setidaknya akhir tahun 2023 ketika mengumumkan keputusan kebijakan pada hari Rabu.

Di sisi data, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim menganggur selama seminggu terakhir tanpa diduga naik menjadi 770.000. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memprediksi 700.000 klaim tercatat, sementara 725.000 klaim telah dilaporkan pada minggu sebelumnya. Namun, kemajuan peluncuran vaksin COVID-19 di AS dapat membuat pasar tenaga kerja negara itu mendapatkan kembali pijakannya saat bisnis mulai dibuka kembali.

Bank of Japan mempertahankan suku bunganya tidak berubah sebesar 0,10% dalam keputusan rapat kebijakan sebelumnya.

Di Eropa, Bank of England juga mempertahankan suku bunga tidak berubah di 0,10% saat mengumumkan keputusannya pada hari Kamis. Bank sentral ini mengatakan meskipun pemulihan ekonomi Inggris dari COVID-19 semakin cepat, para pejabat tetap terpecah soal prospek pemulihan jangka panjang. Komentar tersebut juga memberikan ekspektasi untuk pembalikan langkah-langkah stimulus.

Bank sentral Eropa (ECB) kemungkinan perlu waktu sebelum percepatan pencetakan uang yang baru-baru ini disepakati, kata Presiden Christine Lagarde pada hari yang sama.

Di sisi penawaran, Swiss pada bulan Februari mengirim emas ke China untuk pertama kalinya sejak September 2020. Pengiriman ke India dan Thailand juga tercatat di level tertinggi beberapa tahun.

Untuk logam mulia lainnya, palladium anjlok 2,11% ke 2.616,50 pukul 14.09 WIB. Nornickel Rusia, produsen logam terbesar, memangkas perkiraan produksi dan memicu kekhawatiran pasokan. Perak turun 0,48% di 26,225 dan platinum turun tipis 0,02% di 1.210,85.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) anjlok Rp10.000 dari Rp935.000 pada Kamis menjadi Rp925.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.13 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Friday, March 19, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik 5,2 Dolar Meski Terganjal Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas berjangka naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya karena investor mencerna pengumuman hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS, namun kenaikannya terganjal lonjakan imbal hasil obligasi AS dan dolar yang lebih kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat 5,40 dolar AS atau 0,31 persen menjadi ditutup pada 1.732,50 dolar AS per ounce. setelah jatuh lebih dari 10 dolar AS ke sesi terendah di bawah 1.717 dolar AS.

Sehari sebelumnya, Rabu, emas berjangka tergerus 3,8 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.727,10 dolar AS. Emas berjangka menguat 1,7 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.730,90 dolar AS per ounce pada Selasa, setelah terangkat 9,40 dolar AS atau 0,55 persen menjadi 1.729,20 dolar AS pada Senin.

Namun di pasar spot, emas diperdagangkan lebih rendah, karena para investor mencoba menyesuaikan dengan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh sikap dovish Federal Reserve terhadap kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Baca juga: Jelang pengumuman hasil pertemuan FOMC, emas tergerus 3,80 dolar

Harga spot emas turun 0,70 persen menjadi 1.732,99 dolar AS per ounce pada pukul 01.49 sore waktu setempat (1749 GMT), setelah menyentuh level tertinggi sejak 1 Maret di 1.755,25 dolar AS.

Ketidakpastian investor tumbuh setelah Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu menolak memberikan petunjuk tentang bank sentral yang membeli lebih banyak obligasi untuk menurunkan imbal hasil yang melonjak sejak awal tahun. Kenaikan imbal hasil telah membatasi reli aset-aset berisiko.

Powell mengatakan tingkat pengangguran AS kemungkinan akan terus menurun dari 6,2 persen pada Februari sementara inflasi meningkat 2,4 persen dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi pesat 6,5 persen saat pandemi virus corona merega. Tetapi itu masih belum cukup untuk menaikkan suku bunga, kata Ketua Fed.

Baca juga: Imbal hasil obligasi AS berkurang, harga emas terangkat 9,4 dolar

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan melonjak di atas 1,74 persen untuk pertama kalinya sejak Januari 2020, sementara dolar naik 0,5 persen.

Ketua Fed pada Rabu mengulangi janjinya untuk menahan suku bunga mendekati nol dalam upaya untuk menjaga pemulihan ekonomi pada jalurnya sekalipun inflasi menembus target 2,00 persen tahun ini.

“Komentar Powell kemarin tentang suku bunga sangat mendukung emas, tetapi di sisi lain fakta bahwa imbal hasil obligasi 10-tahun terus meningkat telah membatasi kenaikan emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dipicui langkah-langkah stimulus, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik dari komoditas-komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Di satu sisi, rezim tidak menjadi pertanda baik untuk aliran investasi ke emas, dan itu menciptakan tekanan ke sisi penurunan. Di sisi lain, kami melihat beberapa pembeli berkurang,” kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 29,3 sen atau 1,12 persen menjadi ditutup pada 26,351 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 18,20 dolar AS atau 1,52 persen menjadi menetap di 1.217,50 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Thursday, March 18, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Naik 1% Didukung Kebijakan Bank Sentral AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik 1% pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Harga emas naik usai Federal Reserve AS menegaskan kembali kebijakan moneter yang melemahkan dolar.

Harga emas di Spot naik 0,8% menjadi USD1.743.93 per ounce. Emas berjangka AS ditutup turun 0,2% menjadi USD1.727,10. 

Federal Reserve mengulangi janjinya untuk menjaga suku bunga acuan rendah mendekati nol untuk beberapa tahun ke depan. Bank Sentral juga memperkirakan ekonomi AS tumbuh 6,5% tahun ini atau terbesar sejak 1984. Kemudian pada tingkat pengangguran turun menjadi 4,5% pada tahun ini.

"Salah satu jalan keluar yang perlu dilihat oleh Fed menghasilkan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan lapangan kerja sebelum mereka pindah ke tingkat kenaikan dan bukan prakiraan dan seharusnya mendukung emas dalam waktu dekat," kata Senior Market Analis OANDA

Dolar turun 0,5% sehingga membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Salah satu alasan utama adalah pasar obligasi sangat jauh tidak terlalu terkesan, yang bisa membantu mendukung dolar dan menempatkan penutup reli emas," tulisnya.

Sementara itu, logam mulia lainnya seperti perak naik 1,3% menjadi USD26,30 per ounce. Sedangkan platinum berada pada level USD1.211,81. Palladium naik 2,8% menjadi USD2.568,61 setelah mencapai puncaknya tertinggi satu tahun di USD2.578,31 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Tuesday, March 16, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Spot Ditutup Menguat Ke US$ 1.731/Ons Troi

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Keunggulan emas datang setelah yield US Treasury mundur dari level tertingginya dalam 13 bulan dan investor bergerak hati-hati sambil menanti isyarat dari pertemuan Federal Reserve yang berlangsung tengah pekan ini.

Harga emas spot ditutup naik 0,3% menjadi US$ 1.731,67 per ons troi. Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 melesat 0,5% ke level US$ 1.729,20 per ons troi. 

Penurunan emas baru-baru ini dipandang sebagai peluang membeli oleh sebagian besar orang," kata David Meger, Director of Metals Trading High Ridge Futures.

Tetapi saat ini pertanyaan besarnya adalah apakah kenaikan yield US Treasury di belakang optimisme atas pemulihan ekonomi, akan kembali menekan emas, atau jika stall pertumbuhan atau kenaikan inflasi, dapat mendukung emas lebih lanjut, Meger menambahkan.

Asal tahu saja, yield US Treasury AS turun dari posisi puncak, dan hal ini memulihkan beberapa daya tarik instrumen investasi non-bunga seperti emas. 

Pergerakan yield US Treasury yang mencapai puncak akan kembali menjadi menyeret harga emas ke dasar, ujar Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures.

Emas juga mendapat dukungan dari penandatanganan paket stimulus US$ 1,9 triliun yang menjadi Undang-Undang. Hal tersebut memicu ketakutan lonjakan inflasi, karena emas batangan digunakan untuk lindung nilai terhadap kenaikan harga.

Pelaku pasar kini menunggu pertemuan The Fed yang akan berlangsung dua hari dan dimulai pada Selasa, dengan fokus pada lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini, yang turut menimbulkan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan prospek ekonomi di Negeri Paman Sam.

Logam mulia akan disandera oleh pasar Treasury sebagai pendekatan reaktif The Fed terhadap penurunan suku bunga yang bisa menyebabkan capital outflow pada investasi," jelas TD Securities mengatakan dalam sebuah catatan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id