Friday, April 16, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Dollar Menuju Kerugian Mingguan Kedua Di Tengah Sikap Kebijakan FED

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Dolar menuju penurunan mingguan back-to-back terburuk tahun ini di tengah penurunan jangka panjang dalam imbal hasil Treasury karena investor semakin percaya pada desakan Federal Reserve untuk menjaga sikap kebijakan akomodatif untuk sementara waktu lebih lama.

Imbal hasil Treasury 10-tahun merosot ke level terendah satu bulan di 1,528% semalam, bergerak lebih jauh dari level tertinggi satu tahun di 1,776% yang dicapai pada akhir bulan lalu, bahkan dalam menghadapi data penjualan ritel dan ketenagakerjaan yang diharapkan pada hari Kamis.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, merosot ke level terendah hampir satu bulan di 91,487 pada hari Kamis sebelum stabil ke 91,654 di sesi Eropa.

Ini bersiap untuk penurunan 0,5% untuk minggu ini, memperpanjang penurunan 0,9% dari minggu sebelumnya.

Dolar diperdagangkan pada 108,94 yen, menuju kerugian 0,8% untuk minggu ini, menyusul penurunan 0,9% pada minggu sebelumnya - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  reuteurs.com

Thursday, April 15, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Jatuh Lagi Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali turun karena imbal hasil obligasi AS yang kembali naik, harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi 1.736,02 dolar AS per ounce.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,6 persen menjadi 1.736,30 dolar AS per ounce.

Kenaikan imbal hasil obligasi tampaknya menambah tekanan yang sangat ringan ke pasar (emas) kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Tetapi kemunduran emas terlihat lebih bersifat teknikal dengan 1.750 dolar AS menjadi level resistance teknikal dan psikologis dalam jangka pendek," kata Meger.

Emas melonjak sebanyaknya 0,9 persen pada sesi Selasa setelah indeks harga konsumen Amerika naik paling tinggi dalam lebih dari delapan setengah tahun pada periode Maret, memulai apa yang diprediksi menjadi periode singkat dari inflasi yang lebih tinggi.

Sebelumnya, Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan mengurangi pembelian obligasi bulanan sebelum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga, mengklarifikasi urutan perubahan kebijakan moneter yang masih berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di masa mendatang.

The Fed melaporkan dalam "Beige Book" terbarunya, pemulihan ekonomi Amerika berakselerasi ke kecepatan sedang dari akhir Februari hingga awal April.

Sementara itu logam lainnya, perak naik 0,2 persen menjadi 25,38 dolar AS per ounce dan platinum melonjak 1,2 persen menjadi 1.170,13 dolar AS per ounce. Paladium menyusut 0,6 persen menjadi 2.674,34 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Wednesday, April 14, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Karena Data Inflasi Lebih Tinggi Dari Perkiraan

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mengalami rally ke ketinggian harian setelah keluarnya laporan Consumer Price Index (CPI) AS yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan dan kekuatiran akan inflasi yang bermasalah. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $14 ke $1,746.70 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.583 ke $25.45 per ons.

Laporan mengatakan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS naik 0.6% pada bulan Maret, setelah kenaikan sebesar 0.4% pada bulan Februari. Data ini sedikit lebih kuat daripada yang diperkirakan. Konsensus memperkirakan kenaikan sebesar 0.5%. Kenaikan bulanan di bulan Maret ini adalah kenaikan terbesar sejak kenaikan 0.6% pada bulan Agustus 2012. Laporan ini juga mengatakan bahwa angka inflasi tahunan umum naik 2.6% pada bulan Maret. Dengan mengeluarkan harga energi dan makanan yang volatile, inflasi inti naik 0.3% yang juga lebih tinggi daripada yang diperkirakan oleh para ekonom sebesar 0.2%.

Dollar AS telah naik duluan sebelum data CPI dikeluarkan, naik bersamaan dengan naiknya yields obligasi AS, karena ekspektasi akan naiknya data CPI AS. Dengan dollar AS telah naik duluan sebelum data CPI keluar, maka pada saat data CPI keluar, bahkan apabila angkanya naik sesuai dengan yang diperkirakan maka dollar AS akan berbalik turun karena pasar mengalami apa yang dinamakan dengan “buy the rumor, sell the fact”.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, karena konsolidasi tehnikal dari keuntungan yang tinggi sebelumnya, dimana indeks saham mencetak rekor harga diketinggian.

Support terdekat menunggu di $1,730.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,721.60 dan kemudian $1,700.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,756.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775.00 dan kemudian $1,800.00 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Tuesday, April 13, 2021

PT Rifan Financindo - Saham Berjangka Eropa Mayoritas Turun, PDB Inggris Mengecewakan Jelang Data Inflasi AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham berjangka di Eropa beragam pada petang setelah beberapa data pertumbuhan yang tidak merata dari Inggris tetapi tren umumnya masih tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi utama AS.

Pada pukul 15.31 WIB, DAX futures Jerman menguat 0,10% ke 15.271,0 menurut data Investing.com, CAC 40 futures Prancis turun 0,74% di 6.116,0 dan FTSE 100 futures Inggris turun tipis 0,05% di 6.846,8. Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,36% di 5.927,44 hingga pukul 15.15 WIB.

PDB Inggris Raya tumbuh hanya 0,4% di bulan Maret, di bawah perkiraan 0,6%, dan masih turun sebesar 7,8% pada tahun ini, menandai pemulihan yang lambat dari kerusakan akibat pandemi virus korona.

Angka ini mengikuti data perdagangan yang kuat dari China, menunjukkan pemulihan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan terus mengumpulkan momentum karena berusaha keluar dari kemerosotan yang disebabkan oleh Covid-19.

Ekspor China tumbuh sebesar 30,6% tahun ke tahun di bulan Maret, sementara pertumbuhan impor melonjak ke level tertinggi empat tahun, sebesar 38,1% tahun ke tahun bulan lalu.

Eropa juga akan mencatat rilis data sentimen ekonomi ZEW Jerman yang diawasi ketat pada hari Selasa nanti, tetapi sebagian besar atensi pada hari Selasa akan tertuju pada rilis indeks harga konsumen AS untuk Maret, pada pukul 8:30 AM ET (1330 GMT). Angka ini diharapkan menunjukkan peningkatan inflasi sebesar 0,5% pada bulan tersebut, atau 2,5% tahun ke tahun, naik dari 1,7% pada bulan Februari.

Pejabat Federal Reserve telah berulang kali mengatakan mereka siap untuk melihat melalui periode kenaikan inflasi di atas ambang batas 2% tanpa mengubah sikap kebijakan akomodatif mereka, karena mereka melihat episode ini bersifat sementara.

Namun, terakhir kali angka IHK tahunan berada di angka 2,5% adalah pada Januari 2020, sebelum pandemi Covid, dan angka yang jauh di atas ini tentunya akan memberi tekanan pada The Fed.

Kembali di Eropa, jumlah kematian di seluruh benua akibat virus Covid-19 melewati tonggak suram satu juta orang pada hari Senin.

Dalam berita perusahaan, Givaudan (SIX:GIVN) kemungkinan akan menjadi sorotan setelah perusahaan Swiss tersebut mengonfirmasi target jangka menengahnya setelah penjualan naik 7,7% pada kuartal pertama, dibantu oleh permintaan yang kuat untuk produk parfum dan kecantikannya.

Airbus (PA:AIR) juga akan menjadi fokus setelah produsen maskapai penerbangan itu mengumumkan perombakan pada hari Senin. Kepala pertahanan dan teknologinya akan mundur dan seorang chief operating officer baru akan ditunjuk.

Harga minyak kian naik pada Selasa petang, dibantu oleh data perdagangan China yang kuat, yang menunjukkan berlanjutnya pemulihan ekonomi di negara importir minyak mentah terbesar dunia itu, dan ketegangan di Timur Tengah setelah gerakan Houthi yang berbasis di Yaman mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke situs minyak Saudi.

Perhatian pada hari Selasa juga akan tertuju kepada data pasokan minyak WTI AS dari American Petroleum Institute (API), akan dirilis hari ini, dan data pasokan EIA diumumkan sehari kemudian.

Harga minyak WTI kian naik 0,25% ke $59,85 per barel dan harga minyak Brent naik 0,30% ke $63,47 per barel pukul 15.40 WIB.

Adapun, harga emas berjangka turun 0,32% di $1.727,15 per troy ons, sementara EUR/USD turun tipis 0,08% di 1,1900 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, April 12, 2021

PT Rifan - Harga Emas Masih Segitu Segitu Aja, Masih Kurang Katalis

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas tak bertahan lama berada di level US$ 1.750/troy ons. Hanya dalam sehari emas berhasil melampaui level psikologis tersebut tetapi setelahnya melorot. Namun dalam sepekan terakhir harga emas tercatat mengalami apresiasi 0,82%.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah 0,73% ke US$ 1.743,1/troy ons. Jika harga emas tak turun maka niscaya dalam sepekan emas telah naik lebih dari 1%.

Penguatan harga emas didukung oleh penurunan yield dan indeks dolar. Keduanya adalah musuh utama emas saat ini. Saat yield surat utang pemerintah AS menguat dan juga diikuti oleh kenaikan indeks dolar harga emas tertekan. 

Kenaikan yield mencerminkan kenaikan opportunity cost memegang emas sebagai aset yang tak memberikan imbal hasil apapun. Hal inilah yang menyebabkan mengapa emas cenderung ditinggalkan oleh investor.

Selain itu prospek perekonomian yang lebih cerah juga turut menahan harga emas dari apresiasi lanjutan. Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi naik pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini menjadi 6%. 

Emas sebagai aset safe haven biasanya diburu ketika selera terhadap risiko pelaku pasar memburuk. Namun saat ekonomi bangkit risk appetite pulih emas cenderung dilepas oleh pemegangnya.

Bank investasi Wall Street JPMorgan mencatat adanya outflow dari emas senilai US$ 20 miliar dan inflow ke Bitcoin mencapai US$ 7 miliar. Ini menunjukkan bahwa mulai banyak investor yang agresif memburu risiko guna memperoleh cuan lebih tebal walaupun seringkali malah cenderung spekulatif. 

The Fed dalam risalah rapatnya masih akan tetap membeli obligasi pemerintah guna membantu menggeliatkan kembali perekonomian yang masih lesu. Suku bunga akan dibiarkan rendah untuk waktu yang cukup lama. 

Inflasi akan meningkat memang. Namun The Fed mengatakan hal tersebut hanya akan bersifat temporer.

dan mengupayakan penciptaan lapangan kerja maksimal untuk perekonomian. 

Dengan kebijakan The Fed tersebut sebenarnya ada peluang membuat dolar AS melemah. Saat dolar AS mengalami pelemahan terhadap mata uang lain, greenback juga cenderung melemah terhadap bullionNamun dalam kondisi saat ini emas sebenarnya kekurangan katalis yang kuat untuk membantunya melesat - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Friday, April 9, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Dolar Dan Imbal Hasil Obligasi AS Melemah, Harga Emas Kembali Naik

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melesat ke level tertingginya karena dolar dan imbal hasil obligasi AS melemah

Harga emas di pasar spot melonjak 1,11 persen menjadi 1,756,56 dolar AS per ounce sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 1 Maret di 1.758,45 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melejit sekitar 1 persen menjadi 1.758,2 dolar AS per ounce.

Dolar dan imbal hasil Amerika turun dan itulah katalis utama saat ini. Jumlah data pekerjaan yang tidak terlalu mengesankan juga membantu mendorong emas lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Dolar tergelincir ke level terendah lebih dari dua pekan, sementara imbal hasil US Treasury turun, membuat emas lebih menarik dibandingkan investasi alternatif seperti obligasi.

Klaim baru untuk tunjangan pengangguran di Amerika naik secara tak terduga minggu lalu, data menunjukkan.

Ini semakin menyoroti komitmen The Fed untuk mendukung ekonomi sampai pemulihannya lebih aman, berdasarkan risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral tersebut yang dirilis Rabu.

Pelaku pasar sekarang menunggu pidato Chairman The Fed Jerome Powell pada konferensi Dana Moneter Internasional virtual, Kamis malam.

Logam lainnya, perak melambung 1,4 persen menjadi 25,47 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua pekan di 25,60 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  suara.com

 

Thursday, April 8, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Terkoreksi Pada Perdagangan Kamis

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi. Pukul 07.35 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.737,70 per ons troi, turun 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.741,60 per ons troi.

Koreksi harga emas dipicu oleh fluktuasi pasar keuangan., Risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru yang dirilis Rabu bahkan tidak memberikan tekanan untuk logam mulia. Pejabat The Fed melihat perlu beberapa waktu sebelum  kondisinya memungkinkan untuk mengurangi pembelian aset bulanan secara besar-besaran.

Mereka juga mengindikasikan setiap lonjakan inflasi, yang meningkatkan harga emas cenderung bersifat sementara.

Sementara itu, investor terus keluar dari ETF yang didukung emas. 

Harga emas tertekan di tahun ini karena meningkatnya optimisme pemulihan ekonomi pasca pandemi di AS, yang telah meningkatkan yield obligasi dan dolar.

Meningkatnya imbal hasil US treasury mengurangi daya tarik emas batangan, Emas berjuang untuk mempertahankan tren naik era pandemi, di tengah periode arus investasi yang sangat rendah," jelas analis TD Securities Bart Melek dalam sebuah catatan yang dikutip Bloomberg.

Menurut TD Securitires, emas mungkin masih mendapatkan dukungan dari minat beli baru dari bank sentral - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id