Monday, October 18, 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Seiring Menguatnya Dolar AS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Senin pagi di sesi Asia dan menutup beberapa kerugian setelah mengalami aksi jual besar selama sesi sebelumnya seiring penguatan dolar AS. 

Harga emas berjangka turun tipis 0,08% di $1.766,95/oz pukul 11.43 WIB menurut data Investing.com setelah turun 1,6% pada hari Jumat.

Sementara itu, dolar AS, yang biasanya bergerak berbanding terbalik dengan emas, naik 0,18% di 94,105. Namun, indeks turun 0,6% dari level tertinggi 2021 minggu lalu, sehingga membatasi kerugian logam kuning.

Meskipun investor berspekulasi bahwa inflasi bisa memberikan arti kenaikan suku bunga Federal Reserve AS lebih awal dari perkiraan, bank sentral lain mungkin kurang agresif selama siklus pengetatan. Namun, Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan pada hari Minggu bahwa bank sentral sedang mempersiapkan kenaikan suku bunga karena meningkatnya risiko inflasi.

Dalam indikator sentimen lainnya, SPDR Gold Trust (P:GLD) GLD (NYSE:GLD) mengatakan kepemilikannya turun 0,3% menjadi 980,1 ton pada hari Jumat dari 982,72 ton sehari sebelumnya.

Sementara itu, data dari China yang dirilis sebelumnya menunjukkan PDB tumbuh lebih kecil dari perkiraan 0,2% untuk kuartal ke kuartal dan 4,9% tahun ke tahun pada kuartal III tahun 2021. Data juga menunjukkan bahwa produksi industri tumbuh sebesar 3,1% tahun ke tahun, {{ecl-465| |penjualan ritel}} tumbuh 4,4% tahun ke tahun di bulan September dan tingkat pengangguran berada di 4,9%.

Di logam mulia lainnya, perak naik tipis 0,04% di 23,358 pukul 11.50 WIB. Platinum turun 0,58% di 1.054,30 dan palladium turun 0,67% ke 2.064,50 - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Friday, October 15, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun, Tapi Kerugian Dibatasi Pelemahan Dolar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada Jumat pagi di sesi Asia, namun mencatatkan minggu terbaiknya selama lebih dari lima bulan. Pergerakan dolar dan imbal hasil Treasury AS juga membatasi kerugian logam kuning bahkan ketika Federal Reserve AS bersiap untuk memulai pengurangan aset.

Harga emas berjangka turun tipis 0,10% di $1.796,05 per troy ons pukul 11.05 WIB menurut data Investing.com, setelah mencapai level tertinggi satu bulan di $1,800,12 pada hari Kamis. Harga masih naik 2,1% untuk sepanjang minggu ini. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun tipis 0,01% pada hari Jumat. 

Meskipun pemulihan di pasar kerja AS dipandang cukup bagi The Fed untuk mulai mengurangi pembelian aset seperti yang direncanakan pada November 2021, perpecahan tetap terjadi bahkan di kalangan pejabat bank sentral.

Pengambil kebijakan global seharusnya terus memantau dinamika harga dengan cermat, tetapi juga "melihat" tekanan inflasi yang bersifat sementara dan akan memudar seiring kembali normalnya ekonomi, kata komite pengarah Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis.

Data AS yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan indeks harga produsen naik 0,5% bulan ke bulan di bulan September, dan angka lebih rendah dari perkiraan 293.000 iklaim pengangguran awal diajukan sepanjang minggu. Data lebih lanjut, termasuk penjualan ritel serta sentimen konsumen Universitas Michigan dan indeks ekspektasi konsumen Michigan, akan dirilis hari ini.

Sementara itu, penambang Barrick Gold Corp. (NYSE:GOLD) pada hari Kamis melaporkan kenaikan hampir 5% untuk produksi emas kuartal III dari tiga bulan sebelumnya, berkat peningkatan produksi di tambang Veladero di Argentina.

Dalam logam mulia lainnya, perak naik 0,3% tetapi bersiap untuk meraih kenaikan mingguan terbesar dalam tujuh minggu. Platinum turun 0,18% pukul 11.10 WIB, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 Agustus di $1.062,50 pada hari Kamis, sementara palladium naik tipis 0,16% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Thursday, October 14, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Melejit 2 Persen Berkat Ini


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia meroket 2 persen ke level tertinggi hampir satu bulan pada perdagangan Rabu, setelah dolar dan imbal hasil US Treasury melemah.

Harga emas di pasar spot melonjak 1,8 persen menjadi USD1.791,41 per ounce, sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 2 persen lebih tinggi menjadi USD1.794,70 per ounce.

Logam mulia lainnya juga naik, dengan perak spot melejit 2,5 persen menjadi USD23,09 per ounce, platinum meningkat 1,2 persen menjadi USD1.019,54 per ounce dan paladium meroket 3,5 persen menjadi USD2.116,68 per ounce.

Emas hanya mengikuti imbal hasil saat ini. Reaksi awal setelah data IHK (indeks harga konsumen) adalah lonjakan besar dalam imbal hasil, yang sekarang mulai memudar," kata Daniel Pavilonis, analis RJO Futures.

Emas pada awalnya memangkas kenaikan karena imbal hasil US Treasury 10-tahun melesat di atas 1,6 persen menyusul data yang menunjukkan IHK Amerika meningkat secara solid pada September dan siap untuk penguatan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Tetapi kemunduran dalam imbal hasil, yang mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga, mendorong reli yang kuat pada logam mulia.

Logam tersebut juga mendapat dukungan dari penurunan dolar dan kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi akan memukul pertumbuhan ekonomi global.

Petinggi Federal Reserve memberi isyarat bahwa mereka dapat mulai mengurangi dukungan era krisis untuk ekonomi pada pertengahan November, meski mereka tetap terpecah mengenai seberapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh lonjakan inflasi dan seberapa cepat mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga sebagai tanggapan, demikian isi risalah pertemuan kebijakan 21-22 September - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

 

 

Wednesday, October 13, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Tipis, Ekspektasi Kebijakan Tapering Fed Meningkat

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Selasa, setelah diperdagangkan mendatar saat sesi Asia dibuka. Dolar AS juga naik tipis di tengah meningkatnya ekspektasi luas bahwa Federal Reserve AS akan memulai pengurangan aset pada November 2021.

Harga emas berjangka naik 0,17% ke $1.758,65/oz pukul 10.55 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,02% ke 94,343 dan tetap mendekati level tertinggi satu tahun yang disentuh pada bulan September. Lonjakan harga energi dan ekspektasi luas bahwa Federal Reserve AS akan segera memulai pengurangan aset mendorong reli dolar.

Investor juga akan memantau komentar dari Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, yang akan dirilis hari ini, dan risalah pertemuan terbaru Fed, yang akan dirilis pada hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Namun, di seberang Atlantik, nadanya sedikit berbeda. Tingkat inflasi saat ini di zona euro tidak akan memicu tindakan kebijakan moneter karena pertumbuhan harga jasa dan upah tetap lemah, kepala ekonom European Central Bank (ECB) Philip Lane mengatakan pada hari Senin.

Bank of Korea juga mempertahankan suku bunga tidak berubah sebesar 0,75% saat menerbitkan keputusan kebijakan sebelumnya.

Di logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,2%, sementara platinum turun 0,18% pukul 10.57 WIB.

Palladium turun 0,69% setelah mencapai level tertinggi sejak 10 September di $2,182,67 pada hari Senin. Nornickel Rusia, produsen logam terbesar global, memangkas perkiraan defisit untuk pasar palladium global pada 2021 dan hingga 2022 karena pemulihan yang lesu di sektor otomotif, kata seorang eksekutif senior kepada Reuters - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, October 12, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hancur Hancuran, Menyamai Titik Terendah Pada 1 April 2021

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas acuan kembali jatuh ke angka Rp 855 ribu per gram, Dipantau dari laman resmi Pegadaian.co.id harga emas kembali anjlok ke titik terendah sejak Mei 2021. Angka itu turun lagi dibandingkan kemarin, Senin Rp 856 ribu per gram.

Harga emas hari ini menyamai titik terendah 2021 pada 1 April 2021, yakni Rp 855 ribu per gram,
Sementara itu di gerai Pegadaian emas cetakan Antam 0,5-1 gram belum tersedia. Harga emas 24 karat cetakan UBS dibanderol dengan harga Rp 483 ribu dan Rp 905 ribu.

Kemudian, harga emas Antam cetakan terkecil yakni dua gram dibanderol Rp 1.837.000, sementara cetakan UBS Rp 1.795.000. Harga emas cetakan Antam ukuran lima gram dihargai Rp 4.515.000 dan emas UBS Rp 4.434.000

Lalu, harga emas cetakan Antam ukuran 10 gram dijual Rp 8.971.000 dan cetakan UBS Rp 8.821.000, Harga emas batangan 24 karat ukuran 25 gram cetakan Antam Rp 22.297.000 dan UBS Rp 22.007.000. Sementara itu, harga emas batangan 50 gram cetakan Antam dihargai Rp 44.512.000 dan UBS Rp 43.923.000. Lalu, emas batangan cetakan Antam ukuran 100 gram dihargai Rp 88.942.000 dan UBS Rp 87.810.000 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com

Monday, October 11, 2021

PT Rifan - Kabar Gembira, Harga Emas Terkini Meroket

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas acuan hari ini terpantau meroket hingga Rp 49 ribu per gram,

Dipantau dari laman Pegadaian.co.id, harga emas hari ini mencapai Rp 905.000 per gram. Harga itu membaik setelah kemarin anjlok dengan harga Rp 856 000 per gram.

Kemudian, untuk harga di outlet hari ini emas ukuran 0,5-1 gram cetakan Antam belum tersedia.
Harga emas UBS ukuran 0,5-1 gram dibanderol Rp 483.000 dan Rp 906.000. Harga emas Antam ukuran dua gram dibanderol Rp 1.837.000 dan Rp 1.796.000.

Kemudian, harga emas 24 karat cetakan UBS ukuran dua gram Rp 1.796.000. Harga emas 24 karat cetakan Antam ukuran lima gram Rp 4.515.000 dan UBS dibanderol Rp 4.437.000.

Lalu, harga emas batangan 10 gram dibanderol Rp 8.971.000 dan UBS dihargai Rp 8.826.000,
Harga emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp 22.297.000 dan cetakan UBS 25 gram Rp 22.021.000. Harga emas batangan 50 gram cetakan Antam dihargai Rp 44.512.000. Harga emas batangan cetakan UBS ukuran 50 gram dibanderol Rp 43.949.000 - PT RIFAN

Sumber : jpnn.com

Friday, October 1, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Data Ketenagakerjaan AS Anjlok, Harga Emas Dunia Meroket

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia meroket lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis, setelah dolar AS jatuh karena data ketenagakerjaan mingguan Amerika yang anjlok.

Harga emas di pasar spot melonjak 1,7 persen menjadi USD1.755,56 per ounce setelah melesat 2,2 persen ke level tertinggi satu pekan di awal sesi.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melejit 2 persen menjadi USD1.757 per ounce.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat pekan lalu, data menunjukkan pada Kamis, yang dapat mendorong kekhawatiran perlambatan pasar tenaga kerja.

Ini juga menyebabkan ketidakpastian tentang tapering The Fed, karena mereka ingin pasar tenaga kerja yang solid untuk mengumumkan tapering ," kata konsultan independent, Robin Bhar, menambahkan penundaan apapun bisa berdampak positif bagi emas.

Emas juga "bergerak menuju beberapa pembelian fisik baru, dengan sejumlah investor mencari lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, kenaikan inflasi," ucap Bhar.

Tetapi meningkatnya prospek tapering The Fed, yang secara luas diperkirakan dimulai pada November, dan peluang imbal hasil US Treasury terus menguat, diprediksi menambah lebih banyak tekanan pada emas yang tidak memberikan bunga, papar Han Tan, Kepala Analis Exinity.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil surat utang pemerintah lebih tinggi, meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi adalah kombinasi beracun bagi emas," kata Commerzbank dalam sebuah catatan - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  suara.com