Wednesday, February 2, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Menguat Tipis Menuju Kebijakan Bank Sentral

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat agak tipis pada hari Senin pagi di Asia, tetapi untuk logam kuning akan mengalami sejumlah  penurunan bulanan terbesar sejak  bulan September 2021. Para Investor sekarang menunggu beberapa keputusan akan kebijakan bank sentral yang akan diumumkan pada  sepanjang minggu ini.

Harga emas berjangka sendiri juga  naik tipis sebesar 0,03% di harga  $1.785,45/oz pada pukul 11.04 WIB. Logam mulia lainnya  tetap di dekat level $1.779,20 pada  sesi sebelumnya, titik paling terendah sejak tanggal 16 Desember 2021. Harga ini juga telah turun lebih dari 2% pada  sepanjang bulan Januari.

Mata uang Dolar AS, yang biasanya bergerak secara  terbalik terhadap emas, sedikit melemah sebesar 0,13% ke 97,135 pada hari Senin tetapi tetap terus mendekati level tertinggi 18 bulan terakhir  selama minggu lalu.

Pihak The Fed atau Federal Reserve AS mengisyaratkan tentang kenaikan suku bunga mulai bulan Maret 2022 dalam sebuah keputusan kebijakan yang terbaru, dilansir selama pekan lalu. Para Investor sekarang juga menunggu keputusan kebijakan dari pihak Reserve Bank of Australia, yang telah dijadwalkan pada hari Selasa. Pihak European Central Bank dan  juga Bank of England juga akan mengumumkan sejumlah keputusan kebijakannya pada hari Kamis nanti.

Di tempat lain seperti di Asia Pasifik, negara China merilis sejumlah data pada hari Minggu yang menunjukkan tentang indeks manajer pembelian (PMI) tercatat sebesar 50,1, dan PMI non-manufaktur sebesar 51,1 pada bulan Januari.

Di negara tetangga seperti Jepang, data yang telah dirilis sebelumnya menunjukkan jumlan produksi industri berkontraksi sebesar 1% dari bulan ke bulan, sementara itu untuk penjualan ritel tumbuh sebesar 1,4% untuk periode dari tahun ke tahun, pada bulan Desember lalu.

Di sisi jumlah permintaan, negara dengan pusat utama Asia komoditas ini seperti China mencatat sejumlah permintaan yang kuat untuk emas fisik selama minggu lalu karena setiap para pembeli bersiap untuk menjalani rangkaian liburan Tahun Baru Imlek. Di India, pembeli telah menunda pembelian sebelum rilis sebuah data angka Anggaran Belanja negara itu, yang rencanaya akan diterbitkan pada tanggal 1 Februari.

Walaupun harga emas menguat, namun perak turun sebesar 0,19% di 22,258 pada  pukul 11.15 WIB, sementara untuk  platinum naik tipis 0,07%. Palladium juga turun sebesar 0,92% tetapi bakal mencatat sebuah kenaikan bulanan terbaik sejak bulan Februari 2008 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : inforexnews.com

Monday, January 31, 2022

PT Rifan - Dolar Dekati Level Tertinggi 18-Bulan Jelang Momen Bank Sentral

 

PT RIFAN BANDUNG - Dolar mendekati level tertinggi satu setengah tahun terhadap euro pada hari Senin dengan volatilitas pasar ekuitas diperkirakan akan mendorongnya lebih tinggi dalam jangka pendek karena para pedagang mengamati pertemuan bank sentral Australia, Inggris dan Eropa yang akan datang.

Euro berada di $ 1,1148, tak jauh dari terendah Jumat lalu di $ 1,1119, terlemah sejak Juni 2020. Dolar Aussie berada di $ 0,6991, juga mendekam di dekat level terendah 18-bulan Jumat, sementara sterling berada di $ 1,34015, dekat level terendah satu bulan terakhir. pekan.

Greenback mengalami minggu terbaiknya dalam tujuh bulan pekan lalu didukung oleh investor yang mencari keamanan di tengah aksi jual aset berisiko dan oleh analis yang meningkatkan perkiraan kenaikan suku bunga AS.

Indeks dunia utama 50 negara MSCI menuju bulan terburuk sejak dimulainya pandemi.

Penetapan harga pasar sekarang menunjukkan peluang lebih dari 90% dari setidaknya empat kenaikan suku bunga pada akhir tahun dan peluang 67% setidaknya lima.

“USD ‘tersenyum’ lagi, mengacu pada kombinasi harga yang berubah-ubah dan sentimen risiko yang jauh lebih lemah,” kata analis di Barclays.

Ke depan, mereka mengatakan ekuitas yang lemah dan bergejolak dapat mendukung dolar tetapi potensi kenaikan dolar lebih lanjut berdasarkan ekspektasi kenaikan suku bunga terbatas, karena pergerakan minggu lalu berarti “siklus normalisasi agresif” sekarang diperhitungkan.

Indeks dolar , yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berada di 97,205, tepat di bawah puncak 18 bulan Jumat di 97,441.

Yen berada di 115,23 per dolar, di tengah kisaran baru-baru ini, diterpa oleh angin sakal dari kenaikan suku bunga AS dengan sedikit prospek kenaikan suku bunga di dalam negeri, tetapi didukung oleh beberapa permintaan untuk itu sebagai tempat berlindung yang aman.

Sementara angka penggajian AS keluar pada hari Jumat, fokus minggu ini bergeser sedikit dari Fed ke bank sentral lainnya.

Pengamat Australia menunggu pertemuan bank sentral Selasa, di tengah meningkatnya ekspektasi untuk pengumuman akhir program pelonggaran kuantitatif. Itu akan diikuti oleh pidato gubernur RBA pada hari Rabu dan pernyataan tentang kebijakan moneter pada hari Jumat.

Minggu “akan pergi jauh untuk menentukan psikologi pasar untuk beberapa bulan ke depan,” kata analis Westpac. “QE akan berhenti tidak akan mengejutkan, jadi fokus sebenarnya adalah pada pergeseran pandangan ekonomi RBA dan implikasinya terhadap tingkat tunai (benchmark).”

Bank of England juga mengadakan pertemuan pada hari Kamis, dengan jajak pendapat ekonom Reuters yang memprediksi kenaikan suku bunga kedua dalam waktu kurang dari dua bulan, karena BOE membalikkan lebih banyak stimulus pandemi, setelah inflasi melonjak ke level tertinggi dalam hampir 30 tahun.

Bank Sentral Eropa juga mengadakan pertemuan kebijakan Kamis. Meskipun tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan, analis mulai memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga yang mendekati dari Fed akan mengecilkan jendela tindakan ECB.

Dalam cryptocurrency, Bitcoin berada di $37.700, setelah akhir pekan yang tenang untuk aset digital - PT RIFAN

Sumber : inforexnews.com

Friday, January 28, 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Datar Di Asia, Menuju Penurunan Mingguan Terbesar 10 Pekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas datar di perdagangan Asia pada Jumat pagi dan menuju penurunan mingguan paling tajam sejak November, karena pasar mencerna rencana pengetatan kebijakan Federal Reserve (Fed) AS yang mendorong indeks dolar ke level tertinggi dalam beberapa bulan.


Harga emas di pasar spot tidak berubah diperdagangkan di 1.796,41 dolar AS per ounce pada pukul 01.09 GMT, sementara emas berjangka AS sedikit menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.796,00 dolar AS per ounce.


Logam kuning ini telah merosot sekitar 2,0 persen untuk minggu ini, penurunan terburuk sejak 26 November.


Indeks dolar melonjak ke level tertinggi yang terakhir terlihat pada Juli 2020 terhadap mata uang utama lainnya, setelah The Fed mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya dapat memberikan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.


Pertumbuhan ekonomi AS meningkat pada kuartal keempat dengan mencatat kinerja terbaiknya dalam hampir empat dekade pada tahun 2021

Para pedagang di pasar berjangka dana federal bergeser memperkirakan hampir lima kenaikan suku bunga tahun ini setelah pernyataan Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu, dimulai dengan pertemuan Maret. Kontrak berjangka telah memperkirakan sekitar 30 basis poin pengetatan.


Kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.
Harga emas akan melayang lebih rendah pada tahun 2022 dan 2023, karena bank-bank sentral menaikkan suku bunga, mengangkat imbal hasil obligasi dan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil kurang menarik, jajak pendapat Reuters menunjukkan.


Sementara itu ekspor emas Swiss naik tahun lalu ke level tertinggi sejak 2018, karena permintaan emas di China dan India, pasar konsumen terbesar, pulih dari kejatuhan di awal pandemi COVID-19, data bea cukai Swiss menunjukkan.


Harga logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 22,69 dolar AS per ounce. Platinum naik 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.023,49 dolar AS per ounce dan paladium tetap tidak berubah di 2.375,18 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Thursday, January 27, 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Anjlok Imbas Komentar Bos The Fed


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia kembali jatuh pada perdagangan hari Rabu setelah dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat cukup signifikan usai sikap hawkish bank sentral AS The Fed.

Sejumlah petinggi The Fed "berpikiran" untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 Maret, Powell mengatakan pada konferensi pers setelah rilis pernyataan kebijakan terbaru The Fed, memicu lonjakan yield surat utang dan dolar.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,6 persen menjadi USD1.818,66 per ounce setelah meluncur sebanyaknya 1,8 persen ke level terendah dalam seminggu di USD1.815,06 per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melorot 1,2 persen menjadi USD1.829,70 per ounce. Perak menyusut 1 persen menjadi USD23,59 per ounce.

Komentar hawkish Powell pada dasarnya hampir menjamin kenaikan suku bunga Maret, menekankan kekuatan ekonomi dan mencatat bahwa balance sheet The Fed terlalu besar dan perlu dikurangi," kata trader logam mulia independen yang berbasis di New York, Tai Wong.

Kenaikan suku bunga meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kendati permintaan fisik dan ETF tetap kuat, komentar hawkish Powell tampaknya akan membatasi emas di kisaran USD1.850 dalam jangka pendek." Tambah dia.

Sementara itu paladium naik 6,1 persen menjadi USD2.334,89 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 8 September di USD2.382,82, sedangkan platinum naik 0,8 persen menjadi USD1.033,72 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

 

Wednesday, January 26, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Sebelum Keputusan Fed, Ketegangan Ukraina Tekan Minat Risiko

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada hari Rabu, setelah mencapai titik tertinggi lebih dari dua bulan imbas kekhawatiran geopolitik atas Ukraina menurunkan minat risiko. Investor juga menunggu keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve AS.  Harga emas berjangka turun 0,28% di $1.847,25/oz pukul 12.05 WIB menurut data Investing.com, setelah mencapai level tertinggi sejak 19 November 2021, di $1,852,65.  Rusia menyatakan "keprihatinan besar" setelah AS menempatkan 8.500 tentara dalam keadaan siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi invasi Rusia ke Ukraina. Inggris juga mendesak negara sekutu Eropanya untuk menyiapkan sanksi jika terjadi eskalasi.  Logam kuning safe haven bertindak sebagai "peralihan ke perdagangan yang aman" dalam skenario menunggu dan amati sampai setelah pengumuman Fed, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan kepada Reuters.  Pengumuman itu, yang dijadwalkan pada sesi hari ini, akan dipantau dengan cermat untuk mencari petunjuk tentang seberapa agresif The Fed selama sisa tahun 2022 dan apakah akan memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih banyak untuk mengatasi inflasi, tambahnya.  The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Maret 2022, diikuti oleh tiga kenaikan lagi sepanjang tahun.  "Meskipun Fed kemungkinan akan mengumumkan dimulainya siklus kenaikan suku bunga AS minggu ini, emas terus bertahan dengan baik. Dukungan untuk logam kuning berasal dari inflasi yang tinggi dan peningkatan volatilitas pasar," kata Analis UBS Giovanni Staunovo kepada Reuters.  "Kecuali jika Fed mengejutkan dengan pernyataan yang lebih hawkish, emas bisa tetap didukung," karena secara historis, emas mengungguli ekuitas ketika volatilitas pasar meningkat, Staunovo menambahkan.  Bank of Canada juga akan menerbitkan keputusan kebijakannya hari ini, diikuti oleh South African Reserve Bank pada hari Kamis. Di Asia Pasifik, Reserve Bank of Australia akan mengeluarkan keputusan kebijakannya pada minggu depan.  Di logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,45%, sementara platinum stabil dan paladium turun 0,8% - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

Sumber : investing.com

Thursday, January 13, 2022

Rifan Financindo - Bappebti: Animo Masyarakat Terhadap Investasi Emas Digital Cukup Tinggi


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Koordinator Pemeriksa PBK Ahli Madya Bappebti, Diah Sandita Arisanti, menyatakan bahwa animo masyarakat terhadap investasi emas digital terbilang cukup tinggi.

Untuk animonya sendiri cukup tinggi. Ini sebenarnya sudah lama dengan perdagangan emas ini, tetapi untuk digital baru mulai di 2019 diterbitkan aturannya," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Baca Juga: Bappebti: Baru Dua Pedagang Fisik Emas Digital yang Sudah Kantongi Izin

Ia menyebut pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pedagang emas fisik digital yang telah memperoleh izin dari Bappebti. Adapun kedua perusahaan yang dimaksud adalah PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) dan Sakumas.

"Kami akan melihat dari perdagangan emas yang sudah diizinkan, bagaimana peningkatan transaksi yang akan timbul," ujarnya.

Karena terbilang baru baru, Diah mengaku belum bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai transaksi emas digital. Saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan volume transaksi dari nilainya di perdagangan emas fisik digital.

Namun, Diah menambahkan, masih dibutuhkan adanya edukasi dan sosialisasi terkait emas digital ini. Pasalnya, investasi memiliki pilihan yang banyak dan masyarakat harus bijak dalam memilih alternatif investasi.

Emas pun ada pilihan dari konvensional atau digital, tergantung kebutuhan masyarakat. Namun, kami lihat ke depan pertumbuhannya makin meningkat," tandasnya - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Tuesday, January 11, 2022

PT Rifan Financindo - Emas Melemah Karena Naiknya Yields Obligasi AS

 


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka sedikit melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Naiknya yields obligasi pemerintah AS adalah elemen bearish bagi pasar emas yang safe-haven. Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $3.00 ke $1794.00 per troy ons. Sementara perak Comex turun $0.59 ke $22.35 per ons.

Naiknya yields obligasi AS ditengah kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral – bank sentral utama dunia menjadi salah satu sumber yang mendorong turunnya harga emas dunia.

Pada hari Jumat minggu lalu Bureau of Labor Statistics AS mengeluarkan publikasi bulanan dari Non-Farm Payrolls bulan Desember yang hanya menambah pekerjaan sebanyak 199.000, jauh di bawah dari yang diperkirakan sebesar 400.000 pekerjaan. Walaupun dollar AS menghadapi tekanan jual yang baru karena angka NFP yang mengecewakan ini, yields obligasi treasury AS 10 tahun lompat ke level terkuat sejak bulan Januari 2020 mendekati 1.8%, mengakibatkan naiknya dollar AS yang pada gilirannya menekan harga emas turun.

Minggu lalu, Federal Reserve mengatakan akan menaikkan tingkat bunga AS paling sedikit sebanyak 3 kali pada tahun 2022, dalam rangka untuk menekan kenaikan inflasi yang telah menjadi problematik.

Partisipan pasar memperkirakan the Fed tetap pada jalur pengetatannya karena inflasi dari upah yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan rendahnya tingkat pengangguran.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko dari para trader dan investor tidak tinggi pada awal minggu ini, namun minat terhadap resiko juga tidak ada.

Support” terdekat menunggu di $1,785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750

Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,811 dan kemudian $1,825 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com