Wednesday, April 20, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Tertekan Naiknya Dolar Dan Imbal Hasil Obligasi AS


 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas merosot lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik melemah dari sesi sebelumnya karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menghalangi arus masuk safe-haven  ke logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok 27,4 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi ditutup di 1.959,00 dolar AS per ounce. Emas berjangka meningkat 11,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.986,40 dolar AS per ounce pada Senin

Emas berjangka tergelincir 9,8 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Kamis menjelang libur Paskah, setelah terangkat 8,6 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.984,70 dolar AS pada Rabu, dan melonjak 27,9 dolar AS atau 1,43 persen menjadi 1.976,10 dolar AS pada Selasa

Indeks dolar mencapai puncaknya selama lebih dari dua tahun, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya, karena peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya.

Presiden Fed St Louis,James Bullard pada Senin  mengulangi pernyataannya untuk meningkatkan suku bunga menjadi 3,5 persen pada akhir tahun untuk mengendalikan inflasi.Komentar-komentar hawkish dari para pejabat Fed mendorong suku bunga nominal dan riil di AS naik, sehingga membebani emas," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Namun, "inflasi tinggi jangka pendek dan risiko geopolitik kemungkinan masih mendukung arus masuk ke produk emas dan kemungkinan akan mempertahankan perdagangan emas di sekitar level saat ini selama beberapa minggu mendatang," tambah Staunovo.
Rusia meluncurkan serangan habis-habisan di Ukraina timur pada Selasa
Tapi sementara emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama krisis politik dan ekonomi, serta kenaikan inflasi, suku bunga yang lebih tinggi diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam waktu dekat, kita mungkin melihat beberapa penurunan emas. Mungkin akan turun hingga 1.920 dolar AS," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Dia menambahkan bahwa emas juga tertekan oleh imbal hasil riil yang berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com 

Tuesday, April 19, 2022

PT Rifan Financindo - Emas Capai Tertinggi 1 Bulan Karena Inflasi Naik Dan Perang Ukraina

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas menguat ke level tertinggi satu bulan akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), hanya sedikit dari level 2.000 dolar AS per ounce, karena kekhawatiran seputar konflik Rusia-Ukraina dan meningkatnya tekanan inflasi mengangkat permintaan terhadap aset aman logam mulia.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, bertambah 11,5 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.986,40 dolar AS per ounce. Emas berjangka tergelincir 9,8 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Kamis menjelang libur Paskah.


Berakhirnya konflik Rusia-Ukraina tampaknya semakin jauh, setelah tenggelamnya kapal utama Armada Laut Hitam Rusia pekan lalu, mendorong investor untuk memburu aset-aset aman.
Kenaikan emas tertahan di akhir sesi oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun dan kenaikan lebih lanjut dolar, yang memperlemah selera terhadap emas di antara pembeli luar negeri.

Peningkatan kecil dalam ketegangan karena perang Rusia-Ukraina bersama tekanan inflasi meningkatkan permintaan safe-haven untuk emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.


Kekhawatiran atas pukulan ekonomi dari pembatasan yang diakibatkan COVID di China juga mendukung logam mulia, kata Meger.


Meskipun kekhawatiran kenaikan inflasi meningkatkan daya tarik safe-haven emas, kenaikan suku bunga untuk meredam harga yang lebih tinggi dapat menekan permintaan logam karena peluang yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.


Federal Reserve AS diperkirakan akan mempercepat laju pengetatan kebijakannya ketika bertemu berikutnya, dengan kenaikan 50 basis poin yang diharapkan pada pertemuan Mei dan Juni.


Logam mulia lainnya, p​​​​​​Perak untuk pengiriman Mei naik 45 sen atau 1,75 persen, menjadi ditutup pada 26,15 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 26,3 dolar atau 2,65 persen, menjadi ditutup pada 1.020,5 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : anataranews.com


 

Monday, April 18, 2022

PT Rifan - Harga Emas Turun Tapi Naik Minggu Ini Dalam Kekhawatiran Inflasi Dan Perang Ukraina

PT RIFAN BANDUNG  - Harga emas turun pada Kamis (14/04) di Asia. Namun, logam kuning akan mengalami kenaikan mingguan kedua berturut-turut kala perang di Ukraina dan meluasnya tekanan inflasi memberikan logam safe haven dorongan.

Harga emas berjangka turun 0,53% menjadi $1.974,10/oz pukul 13.09 WIB, atau naik sekitar 1,7% sejauh ini dalam minggu ini. Pasar AS, Australia, dan Hong Kong akan ditutup libur pada hari Jumat. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, terus turun 0,29% di 99,620 pada hari Kamis dan turun dari level tertinggi Mei 2020.

Imbal hasil acuan Treasury 10 tahun turun pada hari Rabu, menyusul kenaikan stabil di awal bulan saat investor memperkirakan Federal Reserve AS akan agresif memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi yang tinggi.

Di Asia Pasifik, People's Bank of China (PBOC) diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun pada hari Jumat, kedua kalinya melakukannya pada tahun 2022 hingga saat ini. PBOC juga diperkirakan akan segera menurunkan rasio persyaratan cadangan.

Bank of Korea menaikkan suku bunganya menjadi 1,5% dalam keputusan kebijakan terbarunya. Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan European Central Bank, yang akan dirilis hari ini.

Sementara itu, perang di Ukraina, yang berlangsung sejak invasi Rusia pada 24 Februari, terus berlanjut. AS pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka akan mengirim bantuan militer tambahan senilai $800 juta ke Ukraina, menjelang serangan Rusia yang diperkirakan di bagian timur negara itu.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) naik 1% menjadi 1.104,42 ton pada hari Rabu. Pada logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,05% di 26,017, platinum turun tipis 0,04% ke 987,45 dan palladium melonjak 2,07% di 2.359,02 - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Thursday, April 14, 2022

Rifan Financindo Berjangka - Bursa Eropa Beragam, Masalah Inflasi Dan Tesco Jadi Fokus

 
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa beragam pada Rabu (13/04) petang. Investor mempertimbangkan risiko terkait dengan melonjaknya inflasi, kebijakan bank sentral, dan konflik Ukraina yang tengah berlangsung.

Pada pukul 14.45 WIB, DAX Jerman melemah 0,5%, sedangkan FTSE 100 Inggris naik 0,1% dan CAC 40 di Prancis naik 0,2%. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,67% ke 7.262,78 sampai pukul 15.15 WIB.

Harapan akan segera diakhirinya perang di Ukraina mendapat pukulan pada Selasa malam setempat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah untuk melanjutkan invasi dan menyatakan bahwa perundingan damai dengan Ukraina menemui “jalan buntu,” sementara juga mengisyaratkan rencana serangan selama tujuh minggu.

Presiden AS Joe Biden mengatakan untuk pertama kalinya bahwa invasi Moskow ke Ukraina sama dengan genosida, dan Amerika Serikat dilaporkan akan mengumumkan bantuan militer tambahan senilai $750 juta. Ini menjadi tanda bahwa perang diperkirakan akan berlarut-larut.

Konflik dan sanksi terkait yang dikenakan pada Rusia, negara pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, telah mengguncang pasar komoditas, menambah tekanan inflasi dan mendorong bank sentral untuk mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter.

Indeks harga konsumen AS yang sangat diantisipasi naik 8,5% tahun ke tahun di bulan Maret, level tertinggi sejak akhir 1981, hampir memperkuat pondasi kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh Federal Reserve AS di bulan Mei.

IHK Inggris meningkat ke level tertinggi 30 tahun, data menunjukkan Rabu, naik 7% pada tahun ini di bulan Maret dan naik 1,1% pada bulan tersebut.

Bank of England telah memulai jalur kebijakan pengetatannya, meningkatkan suku bunga pada tiga pertemuan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak tahun 1997, dan fokus sekarang beralih ke European Central Bank, yang akan mengadakan pertemuan penetapan kebijakan terbaru pada hari Kamis.

Dalam berita perusahaan, saham Tesco (LON:TSCO) turun 5,3% setelah jaringan supermarket yang berbasis di Inggris itu mengingatkan bahwa labanya kemungkinan akan turun pada tahun ini, membebani rencananya untuk membeli kembali saham senilai 750 juta pound ($975 juta).

Saham LVMH (PA:LVMH) naik 1,6% setelah produsen barang mewah Prancis melaporkan permintaan yang kuat untuk produk Louis Vuitton dan Dior, sehingga membantu meningkatkan penjualan di kuartal I.

Harga minyak sempat turun pada Rabu setempat, mengembalikan beberapa kenaikan besar dan kuat sesi sebelumnya dengan adanya kekhawatiran tersisa mengenai pasar yang menjadi lebih ketat jika pasokan Rusia semakin berkurang.

Komentar Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa perundingan damai menemui jalan buntu telah menimbulkan kekhawatiran Uni Eropa dapat mengembargo minyak mentah Rusia untuk menghukum Moskow lebih lanjut.

Persediaan minyak mentah AS naik 7,8 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute melaporkan Selasa, tetapi persediaan bensin turun 5 juta barel, indikasi permintaan bahan bakar AS yang kuat.

Data pasokan minyak mentah resmi dari EIA akan dirilis sesi hari ini.

Pada 14.45 WIB, harga minyak mentah AS berjangka diperdagangkan turun 0,3% ke $100,30 per barel, sedangkan kontrak Brent turun 0,4% menjadi $104,23 per barel. Kedua tolok ukur naik lebih dari 6% di sesi sebelumnya.

Selain itu, harga emas berjangka turun 0,2% menjadi $1,971,60/oz, sementara EUR/USD diperdagangkan naik 0,1% di 1,0837 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com 

Wednesday, April 13, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Inflasi AS Meroket, Harga Emas Hari Ini Cerah

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa, Emas menguat lebih dari satu persen lantaran terimbas berkurangnya imbal hasil obligasi pemerintah AS pascadata inflasi AS meroket ke tertinggi 40 tahun. Inflasi AS diprediksi akan menurunkan kemungkinan pengetatan kebijakan agresif jangka panjang oleh Federal Reserve (The Fed).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD 27,9 atau 1,43 persen menjadi ditutup pada USD 1.976,10 per ounce. Harga emas berjangka terdongkrak USD 2,6 atau 0,13 persen menjadi USD 1.948,20 pada Senin, setelah terangkat USD 7,8 atau 0,4 persen menjadi USD 1.945,60 pada Jumat.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen AS dan ukuran inflasi melonjak 8,5 persen dari tahun lalu.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan tergelincir setelah data menunjukkan inflasi meningkat pada Maret. Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, kenaikan harga-harga dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga, mendorong imbal hasil obligasi dan meningkatkan peluang kerugian memegang emas dengan imbal hasil nol.
 
Jika kita akan terus melihat inflasi inti tidak melonjak pada tingkat yang sama (seperti inflasi utama), The Fed mungkin tidak seagresif ketika inti bergerak lebih tinggi," kata Kepala strategi komoditas di TD Securities Bart Melek
 
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan upaya gabungan pemangkasan neraca dan serangkaian kenaikan suku bunga akan membantu menurunkan inflasi. Menurut analis pasar senior di OANDA Edward Moya, The Fed masih diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan depan untuk menjinakkan inflasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : jpnn.com
 
 

Friday, April 8, 2022

Rifan Financindo Berjangka - Inflasi Dan Krisis Ukraina Makin Mengkhawatirkan, Harga Emas Terkerek Naik

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Kamis kemarin karena kekhawatiran atas naiknya laju inflasi dan krisis Ukraina.

harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD1.934,69 per ounce. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,8 persen menjadi USD1.937,80.

Begitu inflasi mulai memanas lagi, yang saya pikir akan terjadi, itu bakal menguntungkan (emas), bahkan dalam menghadapi kebijakan moneter Fed yang agresif," kata Jim Wycoff, analis Kitco Metals.

Risalah pertemuan Fed bulan Maret menunjukkan kekhawatiran yang mendalam di antara pembuat kebijakan bahwa inflasi terus membebani ekonomi. The Fed sendiri dengan tengah bersiap untuk menaikkan suku bunga dalam kenaikan 50 basis poin dalam beberapa pertemuan berikutnya.

Naiknya suku bunga AS meningkatkan opportunity cost memegang emas sambil meningkatkan dolar.

Indeks Dolar (Indeks DXY) tergelincir dari level tertinggi hampir dua tahun yang disentuh di awal sesi, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun juga mendekati level puncak multi-tahun pada sesi Rabu.

Sementara itu Ukraina meningkatkan seruan bagi sanksi keuangan yang cukup melumpuhkan untuk memaksa Moskow mengakhiri perang, sementara anggota NATO setuju untuk memperkuat dukungan ke Kyiv.

Kemudian logam lainnya paladium melambung sebanyaknya 3,7 persen menjadi sekitar USD2.278 per ounce, perak naik 0,6 persen menjadi USD24,58 per ounce dan platinum bertambah 0,9 persen menjadi USD961,53 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Wednesday, April 6, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Tergelincir Di Asia Terseret Dolar AS Yang Bertahan Kuat


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas tergelincir di perdagangan Asia pada Selasa sore, karena dolar bertahan kuat di tengah meningkatnya prospek sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve AS untuk mengendalikan tekanan inflasi.

Emas di pasar spot merosot 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.929,31 dolar AS per ounce pada pukul 07.21 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS naik tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.935,50 dolar AS per ounce.

Semakin likuid sesuatu, semakin sedikit volatilitasnya. Dan, jika pasar lari dari risiko ... dolar kemudian menjadi surga alami," kata Ilya Spivak, ahli strategi mata uang di DailyFX.

Sekarang secara riil, imbal hasil tersebut masih negatif setelah kami mendiskon titik impas. Dan saya pikir itulah mengapa emas tidak turun lebih signifikan, tetapi jika penilaian ulang untuk Fed yang lebih <em>hawkish</em> ini berlanjut dan kami mendapatkan suku bunga riil yang positif, saya pikir emas akan terlihat sangat tidak menarik.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya stabil setelah tiga sesi berturut-turut naik karena pembicaraan tentang sanksi lebih lanjut terhadap Moskow meningkat.

Dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil surat utang negara dua tahun AS naik ke level tertinggi sejak awal 2019 dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun bergerak lebih tinggi pada Senin. Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga

"Selama masa-masa yang tidak pasti ini, emas tetap didukung sebagai lindung nilai portofolio penting yang akan bersinar pada saat yang paling menantang ketika tekanan inflasi tetap kuat tetapi pertumbuhan melambat," Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management, mengatakan dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Logam mulia lainnya di pasar spot, perak naik 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 24,64 dolar AS per ounce, platinum turun 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 980,36 dolar AS per ounce dan paladium terangkat 1,2 persen menjadi diperdagangkan di 2.301,05 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com