Wednesday, January 18, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - EUR/USD Tertekan Turun Karena Rumor ECB

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasangan matauang EUR/USD menghadapi tekanan jual sementara berusaha naik ke atas 1.0800 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0787 pada awal jam perdagangan sesi Asia hari Rabu.

EUR/USD turun pada jam perdagangan sesi AS meskipun dollar AS mengalami penurunan yang luas. Turunnya Euro disebabkan adanya pembicaraan pasar yang mengatakan bahwa para pejabat European Central Bank (ECB) sedang mempertimbangkan untuk memperlambat kecepatan pengetatan moneter.

Rumor yang beredar mengatakan bahwa Presiden ECB, Christine Lagarde dan teman-temannya akan cenderung menaikkan 50 bps tingkat bunga pada bulan Februari, mengurangi kenaikan tingkat bunga sebesar 25 bps mulai bulan Maret.

Tekanan turun atas EUR/USD karena rumor ini lebih kuat daripada melemahnya USD.

Dolar AS mengalami tekanan jual ditengah turunnya yields obligasi pemerintah setelah keluar rumor dari European Central Bank (ECB). Yields obligasi 10 tahun Itali turun lebih dari 15% dalam sehari, mendorong tingkat bunga obligasi 10 tahun AS ke 3.52% dari ketinggian intraday di 3.58%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di 1.0745 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0690 dan kemudian 1.0640. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0825 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0870 dan kemudian 1.0910 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Tuesday, January 17, 2023

PT Rifan Financindo - Bursa Eropa Alami Penguatan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa mengalami penguatan pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,46 persen, di saat bursa saham di Amerika Serikat tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Hari Martin Luther King Jr.

Seperti dilaporkan Reuters, angka indeks naik ke level tertinggi sejak April 2022 berkat melonjaknya saham sektor keuangan dan kesehatan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 16 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 7.860,07. Indeks DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 47,52 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 15.134,04.

Indeks IBEX 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 10,60 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 8.871,10. Indeks CAC 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 19,81 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 7.043,31.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,221 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,01 persen menjadi 1,1280 euro per pound.

Harga Emas Berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2023 turun 0,1 persen menjadi US$1.919,10 per ons. Indeks dolar AS naik 0,2 persen - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, January 16, 2023

PT Rifan - Harga Emas Berjangka Diprediksi Naik Awal Pekan, Ini Penopangnya

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka diprediksi menguat pada awal pekan depan menyusul sejumlah sentimen global sepanjang minggu lalu. Pada akhir pekan ini, harga emas di pasar Amerika Serikat berada di level USD1.920,67 per troyounce. 

Perdagangan Senin depan harga emas dunia akan menguat di rentang USD1.910 per troyounce hingga USD1.930 per troyounce," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi

Ibra mengamati harga emas terdongkrak karena inflasi yang surut membuat imbal hasil / yield obligasi dan dolar menjadi lebih rendah, sehingga membuat logam kuning menjadi lebih digemari.  

Peluang kenaikan harga emas juga hadir di tengah ekspektasi bahwa bank sentral AS / Federal Reserve dapat mengurangi laju suku bunga mereka.

Diketahui inflasi AS naik 6,5% yoy di periode Desember. Angka itu lebih rendah sejak Oktober 2021, sebagaimana tersaji dalam laporan Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada akhir pekan lalu, dolar merosot ke level terendah tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang lainnya. Tren inflasi yang melunak berpeluang menggeser retorika hawkish The Fed.

Penutupan harga emas di USD1.920 per troyounce menjadi sinyal penguatan di akhir bulan ini. Bisa saja harga emas akan menuju level tertinggi di USD1.985 per troyounce apabila tembus di level USD1.947 per troyounce," kata Presiden dan Founder Astronacci, Gema Merdeka Goeryadi - PT RIFAN

Sumber : 

 

Friday, January 13, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melonjak Setelah Inflasi AS Sesuai Ekspektasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tajam mendekati level psikologis 1.900 dolar pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencatat keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut setelah pertumbuhan harga konsumen AS pada Desember melambat seperti yang diperkirakan, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga yang lebih kecil. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 19,90 dolar AS atau 1,06 persen menjadi ditutup pada 1.898,80 dolar AS per ounce, setelah menembus tertinggi sesi di 1.906,50 dolar AS, level tertinggi sejak Mei, ketika mencapai puncak 1.910,20 dolar AS. 

Emas berjangka terkerek 2,40 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.878,90 dolar AS pada Rabu (11/1/2023), merosot 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.876,50 dolar AS pada Selasa (10/1/2023), setelah terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.877,80 dolar AS

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (12/1/2023) bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran biaya hidup AS, turun 0,1 persen pada Desember, sesuai dengan perkiraan penurunan oleh para ekonom. Tingkat tahunan indeks turun untuk bulan keenam berturut-turut menjadi 6,5 persen dari 7,1 persen, level terendah dalam lebih dari setahun.

Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Oktober 2021,” kata Departemen Tenaga Kerja dalam rilis berita. 

Analis pasar mencatat penurunan tersebut mungkin mengindikasikan bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya. Untuk keputusan suku bunga berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral mengumumkan kenaikan yang lebih kecil lagi sebesar 25 basis poin.  

Berbicara secara virtual dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bankir Wisconsin pada Kamis (12/1/2023), Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen secepatnya untuk memastikan tekanan harga ditundukkan.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun setelah data inflasi dirilis, memberikan dukungan terhadap emas.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/1/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 1.000 ke penyesuaian musiman 205.000 di pekan yang berakhir 7 Januari. Data yang lebih baik dari perkiraan membatasi kenaikan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 52,3 sen atau 2,23 persen, menjadi menetap pada 24,004 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, ditutup pada 1.084,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

Thursday, January 12, 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Melonjak Jelang Laporan Inflasi AS

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya menjadi bertengger di level tertinggi delapan bulan di tengah spekulasi bahwa laporan inflasi AS yang akan dirilis dalam 24 jam ke depan akan mendorong Federal Reserve memperlambat kenaikan suku bunganya. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange terkerek 2,40 dolar AS atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 1.878,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.890,90 dolar AS dan terendah sesi di 1.870,90 dolar AS. 

Emas berjangka merosot 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.876,50 dolar AS pada Selasa (10/1), setelah terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi 1.877,80 dolar AS pada Senin (9/1), dan melonjak 29,10 dolar AS atau 1,58 persen menjadi 1.869,70

Kontrak berjangka emas pada Rabu (11/1) ditutup pada penyelesaian tertinggi sejak 6 Mei, dan telah meningkat sekitar 3,0 persen sejak awal tahun, memperpanjang kenaikan hampir 4,0 persen dari Desember dan reli 7,0 persen dari November.  

Reli emas bertepatan dengan kenaikan saham di Wall Street karena para pedagang di seluruh pasar bertaruh pada penurunan angka inflasi yang cukup besar dari laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. 

Pembacaan IHK Desember akan menentukan apakah Federal Reserve akan terus menurunkan kenaikan suku bunganya pada pertemuan kebijakan 1 Februari. Para pedagang memperkirakan nada kurang hawkish dari Federal Reserve dalam kebijakan moneternya.

"Reli emas baru-baru ini telah mencapai level tertinggi delapan bulan dan dapat berlanjut lebih jauh jika tren disinflasi tetap kuat," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

Emas juga mendapat dukungan, karena pencabutan pembatasan COVID-19 China dan pembukaan kembali ekonomi dapat meningkatkan permintaan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,4 sen atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 23,481 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 4,2 dolar atau 0,39 persen, menjadi menetap pada 1.084,30 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

Wednesday, January 11, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Saham AS Naik, Investor Tunggu Data Inflasi & Langkah Suku Bunga Fed Berikutnya


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham AS naik pada Selasa malam dan investor menantikan data inflasi minggu ini dan langkah suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve.

Pukul 21.43 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 70 poin atau 0,2%, S&P 500 naik 0,1% dan NASDAQ Composite naik 0,1%.

Ketua Fed Jerome Powell berpidato sebelum bel pembukaan perdagangan dari sebuah konferensi di Swedia, di mana para pejabat berkumpul untuk berbicara mengenai independensi bank sentral. Powell mengatakan para pengambil kebijakan membutuhkan kebebasan dari pengaruh politik saat mereka membuat keputusan soal kebijakan moneter, yang seringkali tidak populer.

The Fed telah mencoba meredam inflasi dengan menaikkan suku bunga stabil selama setahun terakhir, yang telah membebani sektor saham teknologi dan menyebabkan penurunan di pasar saham umumnya. The Fed juga mengakui bahwa tingkat pengangguran, sekarang ada di level terendah 50 tahun, akan naik saat mencoba mendinginkan ekonomi.

Namun, jatuhnya pasar saham dan meningkatnya pengangguran merupakan tema sensitif bagi para politisi. Para presiden sering kali marah pada tindakan Fed di masa lalu yang tampaknya tidak meningkatkan modal politik mereka.

"Tidak adanya kontrol politik langsung atas keputusan kami memungkinkan kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan ini tanpa mempertimbangkan faktor politik jangka pendek," kata Powell dalam sambutan yang disiapkan, Reuters melaporkan.

Powell tidak secara langsung membahas pemikiran Fed saat ini tentang ke mana arah suku bunga di AS, meskipun pasar tampaknya setuju bahwa peluang lebih banyak kenaikan suku bunga. Trader mengharapkan kenaikan 25 bps ketika Fed bertemu berikutnya pada bulan Februari.

Minggu ini menampilkan rilis data inflasi untuk bulan Desember yang dapat memberi The Fed lebih banyak pembenaran untuk menaikkan suku bunga sebesar jumlah tersebut, yang akan menjadi langkah yang lebih lambat dari kenaikan sebelumnya tatkala harga menunjukkan tanda-tanda pendinginan.

Laba bank besar akan menutup minggu ini pada hari Jumat. Bank-bank seharusnya dapat menunjukkan keuntungan dari kenaikan suku bunga, yang membantu mereka mendapatkan lebih banyak keuntungan dari pinjaman. Tetapi pasar modal dan aktivitas tercapainya kesepakatan dapat menghasilkan pendapatan yang diredam dari beberapa perusahaan terbesar di Wall Street.

Saham Bed Bath & Beyond Inc (NASDAQ:BBBY) naik 11% meskipun kerugian dan pendapatan kuartalannya lebih buruk dari perkiraan laba. Peritel perlengkapan rumah tangga ini telah mengindikasikan sedang menjajaki opsi strategis, termasuk kemungkinan pengajuan kepailitan.

Minyak WTI naik 0,9% di $75,31 per barel, sementara minyak Brent naik 0,7% ke $80,23 per barel. Emas berjangka naik 0,2% menjadi $1.880 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, January 10, 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Bukan Main, Investor Wajib Mencermati Data Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada Senin (9/1) menuju ke level tertinggi tujuh bulan setelah tanda-tanda pasar pekerjaan yang mendingin.

Perdagangan pasar Eropa jam 19.30 WIB, Senin (9/1) harga emas dunia di level di USD 1873,58 per troyounce. Sedangkan dalam perdagangan di hari Selasa harga emas Dunia akan di perdagangkan menguat di rentang USD 1863,36 per troyounce – USD 1888,70 per troyounce. Data pekerjaan Amerika Serikat (AS) mendorong harapan untuk pembacaan inflasi AS yang lebih lembut pada minggu ini.

Hal itu berpengaruh besar dan akhirnya mengubah retorika hawkish Federal Reserve (The Fed). Harga logam kuning pun melonjak pada hari Jumat setelah data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan nonfarm payrolls AS tumbuh pada laju paling lambat dalam setahun pada Desember 2022. Pembacaan untuk dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah, sementara pertumbuhan upah juga mereda.

Pembacaan tersebut meredakan kekhawatiran bahwa pasar pekerjaan AS yang terlalu panas akan mencegah pelonggaran inflasi lebih lanjut tahun ini. Keadaan itu mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melunakkan sikap hawkishnya lebih cepat dari yang diperkirakan, membiarkan tekanan pada emas dan aset non-yielding lainnya.

Fokus pasar beralih ke data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Kamis untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur suku bunga AS," ungkap President and Founder at Astronacci Aviatio Gema Merdeka Goeyardi dalam catatan hariannya. Menurut Gema, inflasi CPI diperkirakan akan turun ke level terendah pada Desember 2022. Hal itu menunjukkan bahwa serangkaian kenaikan suku bunga yang tajam oleh Fed pada 2022 memiliki efek yang diharapkan.
 
Kenaikan suku bunga ini memukul harga emas tahun lalu, karena mendorong biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, logam kuning mengalami kebangkitan minat selama sebulan terakhir, dengan permintaan safe haven juga kembali bermain di tengah kekhawatiran potensi resesi pada 2023. The Fed sekarang diharapkan untuk lebih memperlambat laju kenaikan suku bunga, dengan mayoritas pedagang memperkirakan kenaikan hanya 25 basis poin pada bulan Februari. "Tetapi bank sentral telah memperingatkan bahwa itu dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com