Thursday, February 9, 2023

Rifan Financindo - Emas Kian Berkilau Ditopang Dolar AS Yang Lebih Lemah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kian bersinar, kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis (9/2/2023) pagi WIB, memperpanjang keuntungan untuk sesi ketiga berturut-turut didorong oleh dolar AS yang lebih lemah setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menyatakan proses disinflasi telah dimulai.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan April di Divisi Comex New York Exchangeterdongkrak 5,9 dolar AS, atau 0,31 persen menjadi ditutup pada 1.890,70 dolar AS per ouncesetelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.898,90 dolar AS dan terendah 1.881,40 dolar AS.

Emas berjangka bertambah 5,30 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.884,80 dolar AS pada hari Selasa (7/2/2023) setelah terkerek 2,90 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.879,50 dolar AS pada hari Senin (6/2/2023), dan anjlok 54,20 dolar AS atau 2,81 persen menjadi 1.876,60 dolar AS pada hari Jumat (3/2/2023).

Ketua Fed menunjukkan sedikit tanda tekanan hawkish terhadap pasar tenaga kerja yang tangguh di Amerika Serikat, meningkatkan harapan bahwa suku bunga mungkin tidak akan naik lebih jauh.Dalam sesi tanya jawab di hadapan Economic Club of Washington pada hari Selasa (7/2/2023), Powell mengakui bahwa suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang diharapkan jika kondisi ekonomi tetap kuat tetapi menegaskan kembali bahwa dia merasa proses disinflasi sedang berlangsung.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Rabu (8/2/2023), Presiden Federal Reserve New York John Williams yakin Federal Reserve perlu mempertahankan suku bunga restriktif selama beberapa tahun untuk mengendalikan inflasi, dan harapan untuk suku bunga Fed akan berada pada tingkat 5-5,25 persen.

Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengatakan bahwa pada hari Rabu (8/2) laporan pekerjaan pada bulan Januari yang kuat telah meningkatkan harapannya untuk soft landing, menambahkan bahwa dia yakin kembali ke target inflasi 2,0 persen dapat dicapai tanpa peningkatan besar dalam pengangguran.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari yang sama bahwa persediaan grosir AS naik tipis 0,1 persen pada bulan Desember, kenaikan terkecil sejak Juli 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Maret naik 24,3 sen atau 1,1 persen menjadi ditutup pada 22,42 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan April bertambah satu dolar AS atau 0,1 persen, menjadi menetap pada 987,20 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : republika.co.id

 

 

Wednesday, February 8, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Naik Tipis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa proses disinflasi telah dimulai dan dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, bertambah USD5,30 atau 0,28% menjadi USD1.884,80 dolar AS per ounce.

Dalam pidatonya di Economic Club of Washington, D.C., Powell mengatakan Federal Reserve perlu terus menaikkan suku bunga. Tapi dia memperkirakan perlambatan inflasi, dengan mengatakan proses disinflasi telah dimulai, meski prosesnya akan memakan waktu cukup lama dan tidak akan mulus.

Jika laporan pasar tenaga kerja yang kuat atau laporan inflasi yang lebih tinggi terus berlanjut, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih dari harga saat ini," kata Powell.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 450 basis poin selama setahun terakhir, membawanya ke puncak 4,75% dari hanya 0,25% setelah wabah COVID-19 pada Maret 2020. 

Risiko sebenarnya adalah berapa banyak kenaikan suku bunga yang bisa kita lakukan, daripada jumlah kenaikan berikutnya," kata Saira Malik, kepala investasi di manajer aset Nuveen.

Para ekonom bertaruh pasar pekerjaan yang tidak stabil akan memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lebih banyak daripada yang diantisipasi Powell.

Sementara itu, dolar AS tergelincir pada Selasa (7/2/2023) dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19% menjadi 103,4120 pada pukul 20.00 GMT, memberikan dukungan lebih lanjut terhadap emas.

Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (7/2/2023) bahwa defisit perdagangan AS secara keseluruhan naik 12,2% menjadi mendekati satu triliun dolar pada 2022.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 6 sen atau 0,27%, menjadi ditutup pada USD22,177 per ounce. Platinum untuk pengiriman April bertambah USD11,6 atau 1,19%, menjadi menetap pada USD986,20 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

Tuesday, February 7, 2023

PT Rifan Financindo - Emas Global Bangkit Dari Pekan Terburuk Dalam Tujuh Bulan Terakhir

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (7/2/2023) pagi WIB, berbalik menguat dari kerugian selama tiga hari berturut-turut. Ini karena investor memburu harga murah setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang lebih kuat dari perkirakan untuk Januari memicu aksi ambil untung akhir pekan lalu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terkerek 2,90 dolar AS atau 0,15 persen menjadi ditutup pada 1.879,50 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.894,00 dolar AS dan terendah 1.873,20 dolar AS.

Harga emas berjangka menetap di level terendah dalam lebih dari tiga minggu dan jatuh 2,7 persen minggu lalu mencatatkan minggu terburuknya dalam tujuh bulan. Setelah meluncur hampir 5,0 persen dari level tertingginya minggu lalu, emas rebound dalam sebuah koreksi harga.

Emas berjangka anjlok 54,20 dolar AS atau 2,81 persen menjadi 1.876,60 dolar AS pada Jumat (3/2/2023), setelah tergelincir 12 dolar AS atau 0,62 persen menjadi 1.930,80 dolar AS pada Kamis (2/2/2023) dan melemah 2,50 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.942,80 dolar AS

Namun demikian, kenaikan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS membatasi kenaikan emas.

Pasar sekarang menunggu lebih banyak isyarat ekonomi dari diskusi dengan Ketua The Fed, Jerome Powell di Economic Club of Washington D.C. pada Selasa waktu setempat. Setiap komentar tentang data tenaga kerja baru-baru ini dan jalur inflasi akan diawasi dengan ketat.

Para pelaku pasar juga menunggu Presiden AS Joe Biden yang akan menyampaikan pidato kenegaraannya pada Selasa malam.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 16,8 sen atau 0,75 persen, menjadi ditutup pada 22,237 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 5,70 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup menetap pada 974,60 dolar AS per ounce.

Namun demikian, kenaikan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS membatasi kenaikan emas.

Pasar sekarang menunggu lebih banyak isyarat ekonomi dari diskusi dengan Ketua The Fed, Jerome Powell di Economic Club of Washington D.C. pada Selasa waktu setempat. Setiap komentar tentang data tenaga kerja baru-baru ini dan jalur inflasi akan diawasi dengan ketat.

Para pelaku pasar juga menunggu Presiden AS Joe Biden yang akan menyampaikan pidato kenegaraannya pada Selasa malam.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 16,8 sen atau 0,75 persen, menjadi ditutup pada 22,237 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 5,70 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup menetap pada 974,60 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : republika.com

Monday, February 6, 2023

PT Rifan - Emas Berusaha Bangkit Usai Jatuh, Dolar Rebound Sebelum Rilis Nonfarm Payroll

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik pada hari Jumat setelah turun dari level tertinggi sembilan bulan pada sesi sebelumnya kala dolar bergerak rebound untuk mengantisipasi rilis data utama nonfarm payrolls, sementara angka ekonomi lainnya menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja.

Meksi Federal Reserve baru ini mencatat inflasi turun, pasar khawatir bahwa ketahanan di pasar tenaga kerja dapat membuat tekanan harga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama lagi. Klaim pengangguran tak terduga turun pada minggu sebelumnya, sedangkan data lain menunjukkan penjualan mobil AS tumbuh pada Januari.

Dolar sempat rebound dari level terendah sembilan bulan setelah rilis tersebut, mengingat inflasi yang relatif tinggi dapat membuat Fed tetap menaikkan suku bunga tahun ini - skenario negatif untuk pasar emas dan logam.

Emas spot naik 0,2% di $1.915,37/oz, sebaliknya emas berjangka turun 0,1% di $1.929,50/oz pukul 07.16 WIB. Kedua instrumen tersebut sempat anjlok hampir 2% pada hari Kamis setelah melonjak ke level tertinggi sembilan bulan di awal sesi, dan akan turun 0,6% minggu ini.

Logam kuning menampilkan pergerakan liar dalam beberapa sesi terakhir, dan akan mematahkan kenaikan beruntun selama enam minggu tatkala investor mengevaluasi kembali ekspektasinya terhadap kebijakan moneter AS.

Angka klaim pengangguran yang lebih baik dari perkiraan, ditambah dengan rasa khawatir akan data nonfarm payroll yang kuat hari ini, membuat para investor mengevaluasi kembali ekspektasinya bahwa inflasi akan melambat dengan laju lebih cepat dari perkiraan.

Hal ini membuat dolar menguat terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis. Greenback juga dibantu oleh pelemahan euro dan poundsterling, setelah masing-masing bank sentral mengisyaratkan potensi berakhirnya siklus kenaikan suku bunga mereka.

Logam mulia lainnya juga cenderung turun minggu ini, dan tidak banyak bergerak pada hari Jumat. Platinum stabil di sekitar $1.032,15, sementara perak bertahan di $23,615.

Di antara logam industri, harga tembaga stabil pada hari Jumat, tetapi akan mengalami kerugian mingguan besar di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi global tahun ini.

Tembaga berkualitas tinggi naik 0,3% ke $4,0968, tetapi masih jatuh nyaris 3% minggu ini saat pasar khawatir bahwa kenaikan suku bunga akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Data ekonomi beragam dari China juga meningkatkan ketidakpastian mengenai waktu pemulihan ekonomi di negara importir tembaga terbesar di dunia tersebut - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Tuesday, January 31, 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Imbas Greenback Yang Lebih Kuat

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut terseret oleh dolar AS yang lebih kuat ketika para pelaku pasar menunggu serangkaian pertemuan bank-bank sentral utama pekan ini. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, merosot 6,40 dolar AS atau 0,33% menjadi ditutup pada 1.939,20 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.950,10 dolar AS dan terendah 1.936,20 dolar AS.

Emas berjangka menyusut 0,60 dolar AS atau 0,03% menjadi 1.929,40 dolar AS pada Jumat (27/1/2023), setelah anjlok 12,6 dolar AS atau 0,65% menjadi 1.930,00 dolar AS pada Kamis (26/1/2023), dan bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37% menjadi 1.942,60 dolar AS

Harga emas mempertahankan kenaikan tipis hampir 0,1% minggu lalu, kenaikan mingguan keenam berturut-turut. Investor juga melakukan aksi ambil untung setelah membukukan kenaikan mingguan selama enam pekan terakhir beruntun.  

Dolar AS menguat pada Senin (30/1/2023) menjelang pertemuan kebijakan bank-bank sentral utama, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,35% menjadi 102,2850

Pertemuan kebijakan moneter dua hari Federal Reserve akan berakhir Rabu (1/2/2023). Investor memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin dan diikuti oleh pernyataan kebijakan Ketua Fed Jerome Powell dalam sebuah konferensi pers.

Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris juga akan menggelar pertemuan minggu ini. Para pelaku pasar memperkirakan kedua bank sentral tersebut akan memberikan kenaikan suku bunga masing-masing 50 basis poin.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret terdongkrak 11,1 sen atau 0,47%, menjadi menetap pada 23,733 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 3,80 dolar AS atau 0,37%, menjadi ditutup pada 1.020,60 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

Monday, January 30, 2023

PT Rifan - Emas Bersandar di Sekitar $1.930, Menuju Pekan Tenang Jelang Inflasi PCE

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas masih bergerak sedikit pada hari Jumat saat pasar logam merosot sebelum terbitnya pengukur inflasi pilihan Federal Reserve, sementara pemulihan dolar juga menekan harga menyusul angka pertumbuhan ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Harga emas turun dari level tertinggi sembilan bulan pada hari Kamis setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih dari perkiraan pada kuartal IV, bahkan ketika tren yang mendasarinya mengisyaratkan lebih banyak pelemahan. Namun hasil tersebut masih memicu pemulihan minat risiko, dan membantu dolar pulih dari level terendah delapan bulan terhadap sejumlah mata uang.

Fokus saat ini tertuju pada data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi inti untuk bulan Desember, yang diperkirakan akan turun lebih jauh dari bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut masih diperkirakan akan jauh di atas target tahunan Fed sebesar 2%.

Emas spot stabil di $1.929,82/oz, sedangkan emas berjangka turun tipis ke $1.929,80/oz pukul 09.02 WIB. Kedua instrumen ini turun 0,8% pada hari Kamis, dan akan naik sekitar 0,2% minggu ini.

Perpaduan antara permintaan safe haven dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang tidak terlalu parah menopang emas selama enam minggu terakhir, di mana logam kuning sekarang menutup sebagian besar kerugiannya hingga 2022. Harga emas juga diperdagangkan sekitar $140 di bawah rekor tertinggi tahun 2022.

Harga emas saat ini diperkirakan akan bergerak di antara dua faktor utama, yaitu tanda-tanda resesi global dan sinyal baru mengenai kebijakan moneter dari The Fed. Bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ketika bertemu minggu depan.

Logam mulia lainnya juga naik pada hari Jumat setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Platinum naik 0,2%, dan perak naik 0,3%.

Di antara logam industri, harga tembaga turun pada hari Jumat, tetapi bersiap untuk mengalami kenaikan minggu keenam berturut-turut pasalnya data PDB AS membantu mencegah kekhawatiran akan resesi yang akan segera terjadi.

Tembaga kualitas tinggi turun 0,3% di $4,2713, tetapi akan naik 0,7% minggu ini.

Logam merah ini telah mengalami penurunan di tengah meningkatnya optimisme atas pemulihan ekonomi di China, negara importir tembaga terbesar di dunia. Perekonomian negara tersebut juga diperkirakan akan terdongkrak oleh musim libur selama seminggu setelah China melonggarkan sebagian besar pembatasan anti-COVID - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Thursday, January 26, 2023

Rifan Financindo - Emas Naik Tipis Di High 9 Bulan, Dolar Terus Turun Fokus Beralih Ke Data AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas naik tipis pada hari Rabu (26/01) dan dolar melemah saat investor terus menyoroti data ekonomi AS yang akan datang yang dapat mempengaruhi rapat kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.

Emas spot turun tipis 0,05% di $1.940,49/oz pukul 08.44 WIB. Emas berjangka AS ditutup naik 0,17% di $1.945,95/oz menurut data Investing.com. Harga telah turun hingga 0,6% di awal sesi kemarin dan berakhir turun 0,2%.

Beberapa pergerakan harga korektif dan aksi ambil untung dari trader adalah alasan atas sedikit mundurnya emas hari ini, yang "dapat dikatakan sehat untuk memperpanjang tren naik," tegas Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals seperti yang dilansir Reuters Kamis pagi ini.

Harga emas naik ke level tertinggi sembilan bulan pada hari Selasa. Pasalnya, kekhawatiran atas resesi global dan harapan seputar kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari bank sentral AS meningkatkan daya pikatnya.

Dolar AS kembali turun 0,06% di 1.945,95, setelah ditutup melemah 0,26% dari sesi sebelumnya sehingga membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang asing.

Departemen Perdagangan AS diperkirakan akan mengumumkan perkiraan awal produk domestik bruto (PDB) kuartal IV pada hari Kamis, yang dapat mengatur nada kebijakan rapat Fed pada 31 Januari - 1 Februari mendatang.

Klaim pengangguran awal mingguan AS, penjualan rumah baru, dan pesanan barang tahan lama juga masuk radar untuk hari Kamis.

Trader melihat tingkat kebijakan bisa mencapai puncaknya sebesar 4,91% pada bulan Juni, meskipun pengambil kebijakan Fed telah berulang kali mendukung pengambilan tingkat di atas tingkat 5%.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com