Friday, July 28, 2023

Rifan Financindo Berjangka - EUR/USD Berhasil Naik Ke 1.1100 Setelah Keputusan The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pada jam perdagangan sesi Asia hari Kamis pagi, EUR/USD berhasil naik ke 1.1100 setelah pengumuman keputusan the Fed yang keluar sesuai dengan yang diperkirakan.

The Fed pada hari Kamis dinihari menaikkan tingkat bunga kuncinya sebesar 25 bps menjadi 5.25% – 5.50%, level  tertinggi dalam 22 tahun, sesuai dengan yang diperkirakan dengan alasan karena masih tingginya tingkat inflasi.

Kekuatiran akan potensi ECB menjadi dovish bersamaan dengan melemahnya dolar AS menahan kenaikan EUR/USD lebih lanjut.

Sebelum pengumuman keputusan FOMC the Fed, EUR/USD bertahan di keuntungan harian yang diperolehnya di atas 1.1050 di sekitar 1.1065 dengan aksi perdagangan masih sepi.

Menjelang keputusan tingkat bunga Federal Reserve’s AS, keputusan tingkat bunga Federal Reserve AS (the Fed) yang paling penting, dolar AS menemukan kesulitan untuk mengumpulkan kekuatannya sehingga membuat pasangan matauang ini tetap tinggal di warna hijau.

EUR/USD memperoleh daya tariknya pada pertengahan minggu dan stabil di atas 1.1050 dengan para investor menahan diri dari mengambil posisi yang besar sebelum Federal Reserve AS (the Fed) mengambil keputusan kebijakan moneternya pada pagi hari sekitar jam 02.00 hari Kamis.

Membaiknya sentimen terhadap resiko menyebabkan minat terhadap dolar AS hilang pada paruh ke dua perdagangan hari Selasa, membantu EUR/USD membalikkan arahnya. Data Consumer Confidence Index yang dipublikasikan oleh Conference Board menarik arus terhadap resiko dan indeks saham utama di Bursa Berjangka tetap ditutup dalam teritori yang positip.

The Fed diperkirakan akan menaikkan tingkat bunganya sebesar 25 bps ke rentang 5.25 – 5.5%. Karena keputusan ini sudah diperhitungkan di dalam harga, bahasa di dalam pernyataan kebijakan dan komentar dari ketua FOMC the Fed Jerome Powell akan outlook kebijakan ke depannya menggerakkan valuasi dari dolar AS.

Walaupun dotplot bulan Juni menunjukkan kebanyakan pembuat kebijakan melihat pantas untuk menaikkan tingkat bunga paling sedikit dua kali lagi dalam tahun 2023, angka inflasi yang rendah untuk bulan Juni membangkitkan optimisme bahwa the Fed telah mencapai tingkat bunga terminatl dengan kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli ini.

Namun dengan keluarnya data makro ekonomi baru – baru ini dari AS yang meneguhkan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat dan aktifitas ekonomi yang relatip sehat, investor

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.1050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1000 dan kemudian 1.0980. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1100  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1160 dan kemudian 1.1200 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Thursday, July 27, 2023

Rifan Financindo - Fed Naikkan Suku Bunga 0,25% Untuk Terus Tekan Inflasi Setelah Lewatkan Bulan Juni

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada dini hari tadi dan mengisyaratkan perlunya menekan inflasi tinggi lebih lanjut setelah melewatkan kenaikan bulan lalu.

Federal Open Market Committee, atau FOMC, komite penetapan suku bunga The Fed, menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 5,25% hingga 5,5%.Ini adalah kenaikan suku bunga kesebelas dalam siklus ini, membawa suku bunga ke level tertinggi dalam 22 tahun terakhir, ketua Federal Reserve Powell sangat ingin menjaga opsi kebijakan moneter bank sentral tetap fleksibel, dengan mengatakan bahwa kenaikan atau jeda akan dilakukan pada bulan September.

"Tentu saja ada kemungkinan kami akan menaikkan suku bunga lagi pada rapat September jika data mendukung, kata Powell. Ada kemungkinan bahwa kami akan memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada rapat tersebut... kami akan membuat penilaian yang cermat dalam rapat saya."

Pernyataan ini membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lagi di tahun ini, memberikan ruang yang cukup bagi The Fed untuk menyesuaikan kebijakan jika inflasi meningkat.

"Rapat The Fed kali ini adalah tentang fleksibilitas maksimum, memberi mereka kemampuan untuk melakukan kenaikan 25 bps lagi, tetapi tidak lebih dari itu," kata Phillip Colmar, ahli strategi global di MRB Partners kepada Yasin Ebrahim dari Investing.com dalam wawancara pada hari Rabu.

"Fed telah merevisi pernyataan resesi, yang menurut saya sudah tepat, tetapi Fed menyatakan bahwa inflasi tidak akan turun ke target 2% hingga 2025, yang memberikan mereka fleksibilitas dalam beberapa bulan ke depan," tambah Colmar.

Keengganan Powell untuk memberikan petunjuk lain tentang laju kenaikan suku bunga, membuat perkiraan pasar untuk kenaikan suku bunga bulan November hampir tidak berubah dari sebelum rapat di sekitar 40%, Jefferies mengatakan dalam sebuah catatan hari Rabu

Kami menduga Powell mungkin cukup senang dengan hal itu," tambahnya - - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, July 26, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Berjangka Berakhir Naik Jelang Keputusan Kebijakan Fed

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas berjangka menetap lebih tinggi pada hari Selasa (26/7), sehari menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve.

"Emas akan bergerak bebas selama 24 jam ke depan karena tidak ada hal lain yang benar-benar penting kecuali The Fed," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Emas untuk pengiriman Agustus naik $1,50, atau hampir 0,1%, yang menetap di level $1.963,70 per ons di Comex setelah turun 0,2% pada hari Senin untuk menandai penyelesaian kontrak paling aktif terendah sejak 17 Juli, data FactSet menunjukkan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber: Marketwatch

Tuesday, July 25, 2023

PT Rifan Financindo - Kenaikan Suku Bunga Fed Sudah Diperhitungkan, Tapi Prospeknya Tidak Pasti

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir rapat dua hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB, kendati pasar diharap telah memperhitungkan kenaikan tersebut.

Poin utama ketidakpastian bagi traders adalah apa yang akan disinyalkan oleh bank sentral terkait rencana kenaikan suku bunga di masa mendatang. Fed Fund future menunjukkan bank sentral diprediksi akan mengumumkan jeda yang lebih lama dalam siklus kenaikan suku bunga setelah beri kenaikan pada minggu ini.

Namun, mengingat inflasi AS masih berada di atas target tahunan the Fed, bank sentral itu masih berpotensi memberi sinyal setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Peningkatan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan yield seperti emas, karena kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan emas. Perdagangan ini memukul emas hingga 2022, dan telah membatasi kenaikan logam mulia sepanjang tahun ini.

Prospek emas juga masih belum pasti, pasalnya suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, July 24, 2023

PT Rifan - Nilai Dolar AS Terancam Utang Yang Menggunung

PT RIFAN BANDUNG - Mantan anggota Kongres AS, Ron Paul, telah menyuarakan kekhawatirannya tentang nilai dolar AS, dengan memperingatkan tentang penurunan besar yang akan segera terjadi akibat hutang negara yang tidak terkendali.

Dalam diskusi di channel YouTube-nya, Paul mengaitkan peningkatan cadangan emas bank sentral dan warga negara pribadi, seiring kian terkikisnya kepercayaan terhadap masa depan nilai dolar AS.

Paul meyakini bahwa eksistensi dolar AS hanya bersifat sementara, mirip dengan mata uang kertas lainnya sepanjang sejarah.

Meskipun tantangan dalam beralih ke mata uang cadangan baru besar, Paul menunjukkan bahwa sikap terhadap dolar AS telah berubah, yang berpotensi membuka jalan bagi perubahan dalam tatanan moneter global.

Nilai Dolar AS Terancam

Daily Hodl melaporkan bahwa, Ron Paul menyoroti tingkat hutang nasional yang mengkhawatirkan, dengan menunjukkan bahwa bunga atas utang federal saja diproyeksikan akan mencapai triliunan dolar AS dalam waktu singkat.

Dolar AS, yang telah berfungsi sebagai mata uang cadangan utama dunia sejak kesepakatan Bretton Woods pada tahun 1944, semakin diragukan karena tantangan keuangan yang semakin bertambah.

Paul mencatat bahwa suara-suara yang menentang sistem, yang berasal dari awal kesepakatan Bretton Woods, telah lama meramalkan kepunahan dolar AS.

"Itulah mengapa siapa pun yang memiliki sedikit akal sehat dan sedikit pengetahuan ekonomi dan sedikit naluri tentang hal ini, mereka akan mengatakan [bahwa] ini tidak dapat dilanjutkan. Tapi tentu saja orang-orang yang benar-benar memahami hal ini yang menentang seluruh sistem sejak awal, bahkan sejak awal Bretton Woods, mereka tahu itu akan datang," tambahnya.

Perubahan sikap yang signifikan terhadap dolar AS sudah terlihat, karena bank sentral dan individu semakin meningkatkan cadangan emas mereka.

“Satu hal yang pasti, sikap dan bahasanya sudah berubah. Bank sentral membeli emas, orang membeli emas, dan orang bersikap negatif terhadap dolar AS," ujar Paul.

Emas telah lama dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan popularitasnya yang meningkat menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap dolar AS semakin menurun.

Paul menekankan bahwa perubahan sentimen ini sangat penting, karena merupakan langkah pertama dalam mempertanyakan peran dolar yang telah lama menjadi mata uang cadangan utama dunia.

Jalur Menuju Mata Uang Cadangan Baru

Meskipun mengakui perubahan persepsi, Ron Paul menekankan bahwa menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia akan menjadi proses yang kompleks dan panjang.

Stabilitas mata uang AS sebagai pilar utama sistem keuangan global membuat sulit bagi mata uang baru untuk segera menggantikannya.

Selain itu, transisi semacam itu memerlukan kerja sama dan koordinasi antara negara-negara dengan kepentingan dan kebijakan ekonomi masing-masing.

Di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat tentang masa depan dolar, Paul mendesak para pembuat kebijakan untuk bertindak bijaksana dan berpikir ke depan.

Ketika dominasi dolar ditantang, penting untuk mempertimbangkan konsekuensi potensial dari setiap pergeseran dalam tatanan moneter global. Menjaga stabilitas keuangan dan kepercayaan investor selama periode transisi ini menjadi hal yang sangat penting.

Sementara kepunahan dolar AS tampak semakin mungkin terjadi, jangka waktu dan hasil pastinya tetap tidak pasti.

Para ahli ekonomi dan pembuat kebijakan di seluruh dunia dengan seksama memantau situasi ini, menyadari potensi dampak dari pergeseran semacam itu terhadap ekonomi global - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Friday, July 21, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Kenaikan Bunga Fed Bisa Minggu Depan, Fokus Sinyal Jeda

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pasar logam sebagian besar fokus rapat Fed yang akan datang, dan bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Namun pasar mengamati dengan seksama setiap sinyal kenaikan suku bunga di masa depan, setelah angka inflasi AS yang lebih lemah menambah harapan bahwa Fed akan mengumumkan jeda dalam siklus kenaikan suku bunga saat ini.

Ekspektasi jeda telah menghantam dolar dalam beberapa minggu terakhir, sekaligus menguntungkan pasar logam, terutama emas, karena prospek suku bunga melemah.

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan yield, yang mengurangi daya tarik emas sebagai sarana investasi. Namun, suku bunga yang lebih rendah dapat memacu lebih banyak capital flows ke logam mulia.

Meningkatnya permintaan safe haven, di tengah memburuknya kondisi ekonomi global, juga dapat mendorong capital flows ke emas dalam beberapa bulan mendatang - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, July 20, 2023

PT Rifan - Harga Emas Melonjak 24,40 Dolar AS karena Data Ekonomi Lebih Lemah

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (18/7/2023), menghapus seluruh kerugian sehari sebelumnya. Kenaikan harga ini karena data ekonomi AS lebih lemah dari perkiraan dan jatuhnya imbal hasil obligasi global mendorong investor mencari tempat berlindung potensial yang lebih baik seperti logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange melonjak 24,40 dolar AS atau 1,25 persen menjadi ditutup pada 1.980,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.988,30 dolar AS, puncak yang belum tersentuh sejak mencapai 2.000 dolar AS pada akhir Mei 2023.

Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (18/7/2023) bahwa penjualan ritel AS naik 0,2 persen menjadi 689,5 miliar dolar AS pada Juni, lebih lemah dari perkiraan. Ini menunjukkan bahwa konsumen AS terus ditekan oleh kendala dari biaya pinjaman yang lebih tinggi dan kenaikan harga-harga.

Federal Reserve melaporkan Selasa (18/7/2023) bahwa produksi industri AS turun 0,5 persen pada Juni. Penurunan itu di bawah ekspektasi pembacaan datar oleh para ekonom. Indeks National Association of Home Builders/Wells Fargo Housing Market naik tipis satu poin menjadi 56 pada Juli, kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut, memenuhi ekspektasi dari para ekonom.

Emas mungkin berjuang untuk mencapai level 2.000 dolar AS, tetapi itu bisa berubah jika imbal hasil obligasi terus turun dan Fed memberi sinyal bahwa mereka kemungkinan akan melakukan kenaikan minggu depan setelah memberikan satu kenaikan suku bunga seperempat poin terakhir," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Semua mata kini tertuju pada The Fed dan apa yang akan dilakukannya terhadap suku bunga ketika para pembuat kebijakan duduk kembali pada 26 Juli untuk memutuskan suku bunga. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mengadakan pertemuan pada 26 Juli. Investor memperkirakan satu kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan tersebut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September terdongkrak 23,80 sen atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 25,256 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 6,90 dolar AS atau 0,70 persen, menjadi menetap pada 994,40 dolar AS per ounce - PT RIFAN

Sumber : republika