Thursday, April 6, 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Sedikit Turun Tapi Masih Di Atas USD2.000/Ounce

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menurun pada perdagangan Rabu, menyusul aksi ambil untung dari kenaikan dalam dua sesi berturut-turut. Harga emas tetekan dolar AS yang menguat.

Meski demikian, harga emas masih berada di atas level psikologi USD2.000 di tengah lebih banyak tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange menyusut USD2,60 atau 0,13% menjadi USD2.035,60 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di USD2.049,20 dan terendah di USD2.026,10. 

Para analis pasar menilai faktor perdagangan teknis membantu menjaga emas di atas dukungan psikologis USD2.000 per ounce pada perdagangan Rabu. Penurunan ini juga tidak berkaitan dengan komentar Presiden Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester bahwa suku bunga AS akan terus naik meskipun ekonomi melemah.

Namun demikian, data aktivitas manufaktur yang lemah, ditambah dengan tanda-tanda pendinginan di pasar pekerjaan AS, membuat investor meragukan seberapa besar ruang yang harus dimiliki Fed untuk terus menaikkan suku bunga. Indikator ekonomi ini pun mendorong kekhawatiran akan resesi dan mendorong aliran safe haven ke emas. 

Data ekonomi yang dirilis juga mendukung emas. The Automated Data Processing Inc. melaporkan bahwa gaji swasta AS naik 145.000 pada Maret, turun dari 261.000 pada Februari dan jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 210.000.  

Indeks Aktivitas Bisnis PMI (Indeks Manajer Pembelian) Jasa-jasa AS final dari S&P Global yang disesuaikan secara musiman tercatatr 52,6 pada Maret, naik dari 50,6 pada Februari tetapi di bawah perkiraan pasar 53,8. 

Sementara itu, Institute of Supply Management (ISM) melaporkan bahwa indeks manajer pembelian jasa-jasa tercatat pada 51,2% pada Maret, 3,9 poin persentase lebih rendah dari pembacaan Februari sebesar 55,1%.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 6,40 sen atau 0,25% menjadi USD25,037 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli tergelincir USD21,60 atau 2,10% menjadi USD1.007,40 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

 

Wednesday, April 5, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Makin Mahal, Tembus USD2.000

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut dan bertahan di atas level psikologi 2.000 dolar AS, karena dolar AS melemah di tengah tanda-tanda bahwa pasar kerja mungkin mulai mendingin. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 37,80 dolar AS atau 1,89% menjadi ditutup pada 2.038,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.043,40 dolar AS dan terendah di 1.994,00 dolar AS.  

Emas berjangka terangkat 14,20 dolar AS atau 0,71% menjadi 2.000,40 dolar AS pada Senin (3/4/2023), setelah tergelincir 11,50 dolar AS atau 0,58% menjadi 1.986,20 dolar AS pada Jumat (31/3/2023), setelah terangkat 13,20 dolar AS

Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (4/4/2023) karena data AS terbaru memicu kekhawatiran atas perlambatan ekonomi, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,5% menjadi 101,5858.  

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa (4/4/2023) lebih lanjut mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa lowongan pekerjaan AS turun dari 10,6 juta pada Januari menjadi 9,9 juta pada Februari, paling sedikit sejak Mei 2021 dan tanda bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai mendingin. 

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan AS untuk barang manufaktur turun 0,7% pada Februari, penurunan ketiga dalam empat bulan terakhir. Para ekonom memperkirakan untuk penurunan 0,6%.

"Kenaikan terbaru emas adalah tanda bahwa pedagang tidak beranjak dari pandangan mereka bahwa suku bunga AS berada pada atau mendekati puncaknya dan memperkirakan akan turun tahun ini," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Langkah itu akan membawa rekor tertinggi di sekitar 2.070 dolar AS ke dalam fokus yang tajam, tetapi itu mungkin bergantung pada ekspektasi suku bunga di masa depan yang dikupas lebih jauh dan beberapa penghindaran risiko di pasar," katanya.

The Fed telah menambahkan 475 basis poin ke suku bunga AS selama 13 bulan terakhir, membawanya ke puncak 5,0%.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 1,08 dolar AS atau 4,50%, menjadi ditutup pada 25,101 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli melonjak 32,60 dolar AS atau 3,27%, menjadi menetap pada 1.029,00 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

Monday, April 3, 2023

PT Rifan - Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Tertinggi

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia diprediksi di rentang USD1,942.65 per troyounce – USD1,997.92 per troyounce pada perdagangan besok Senin. Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas naik 9% untuk dua kuartal berturut-turut karena memori krisis perbankan Amerika Serikat (AS) bulan ini.

Sehingga ini membuat safe haven tetap diminati, bahkan saat aset berisiko rebound dari posisi terendah baru-baru ini.

Selain itu, emas untuk pengiriman Juni di Comex New York menyelesaikan hari perdagangan terakhir untuk bulan Maret di USD1.986,20 per ons, turun USD11,50, atau 0,6%. 

Untuk minggu ini, patokan kontrak berjangka emas AS juga turun, turun USD15,50, atau 0,8%, dibandingkan dengan penyelesaian Jumat sebelumnya di USD2.001,70. Tapi untuk bulan itu, itu naik 8%, dan, yang lebih penting, untuk kuartal itu, itu memiliki keuntungan USD160 yang diterjemahkan menjadi kemenangan hampir 9%

Lebih lanjut dia menuturkan, keuntungan kuartalan itu sangat signifikan karena data menunjukkan bahwa ini adalah pertama kalinya emas membukukan kenaikan kuartalan yang besar secara berurutan.

Pada kuartal sebelumnya antara September dan Desember, emas berjangka membukukan USD154, atau keuntungan 9,2%," kata Ibrahim - PT RIFAN

Sumber :  okefinance.com

 

 

Friday, March 31, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Menguat 13,20 Dolar Terangkat Pelemahan Greenback

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ditutup di level tertinggi sejak 10 Maret 2022, berbalik menguat dari penurunan sesi sebelumnya didorong oleh dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah menjelang laporan data inflasi AS.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,20 dolar AS atau 0,67 persen menjadi ditutup pada 1.997,70 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.002,40 dolar AS dan terendah di 1.971,60 dolar AS.


Emas berjangka merosot 5,90 dolar AS atau 0,30 persen menjadi 1.984,50 dolar AS pada Rabu (29/3/2023), setelah terangkat 19,70 dolar AS atau 1,01 persen menjadi 1.973,50 dolar AS pada Selasa (28/3/2023), dan jatuh 30 dolar AS atau 1,51 persen menjadi 1.953,80 dolar AS pada Senin


Dolar AS melemah pada Kamis (30/3/2023) karena para pelaku pasar menantikan laporan inflasi utama AS dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tergelincir 0,48 persen menjadi 102,1516.


Berbicara di sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh National Association for Business Economics, Presiden Fed Boston, Susan Collins mengatakan pada Kamis (30/3/2023) bahwa dia memperkirakan bank sentral AS untuk menerapkan satu lagi kenaikan suku bunga seperempat poin dalam pertempurannya melawan inflasi yang tinggi, meskipun masih ada kekhawatiran tentang stabilitas sistem perbankan.

Saya saat ini mengantisipasi beberapa pengetatan kebijakan tambahan yang moderat, dan kemudian bertahan hingga akhir tahun ini," katanya.


Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Kamis (30/3/2023) juga mendukung emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,6 persen di kuartal keempat tahun 2022, setelah meningkat 3,2 persen pada kuartal ketiga.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran meningkat 7.000 ke penyesuaian musiman 198.000 untuk pekan yang berakhir 25 Maret, tertinggi dalam tiga minggu.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 52,30 sen atau 2,23 persen, menjadi ditutup pada 23,989 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 19,50 dolar AS atau 2 persen, menjadi menetap pada 996,90 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Thursday, March 30, 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Tergelincir Diserang Aksi Ambil Untung

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas dunia berbalik melemah karena aksi ambil untung. Melansir Antara, Kamis (30/3/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD5,90 atau 0,30% menjadi USD1.984,50 per ounce. 

Dolar AS menguat pada perdagangan Rabu (29/3), di tengah pelemahan yen Jepang, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,21% menjadi 102,6478.

Pedagang juga mengambil untung, karena emas berjangka gagal diperdagangkan di atas level resistensi 1.990 dolar AS.

Sementara itu, National Association of Realtors (NAR) melaporkan Rabu (29/3), indeks penjualan rumah tertunda AS -- kontrak penjualan telah ditandatangani namun belum diselesaikan -- naik 0,8% pada Februari ke level tertinggi sejak Agustus, meredam emas.

Selera risiko perlahan kembali ke pasar minggu ini. Tetapi sentimen saat ini untuk emas masih bullish, karena para pedagang khawatir tentang prospek industri perbankan dan fokus pada kemungkinan resesi, menurut analis pasar.  

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 4,60 sen atau 0,20%, menjadi ditutup pada USD23,466 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat USD5,50 atau 0,57%, menjadi menetap pada USD977,40 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

Tuesday, March 28, 2023

PT Rifan Financindo - Bursa AS Menguat Usai Kesepakatan SVB Kurangi Kekhawatiran Sektor Bank

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Saham-saham AS naik dan sektor perbankan juga kembali menguat setelah tercapainya kesepakatan akhir pekan untuk deposito dan aset-aset Silicon Valley Bank.

Pukul 20.54 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 275 poin atau sebesar 0,8%, S&P 500 naik 0,6% dan NASDAQ Composite menguat 0,5%.

First Citizens BancShares Inc (NASDAQ:FCNCA), dari Raleigh, N.C., membeli saham-saham Bank Silicon Valley yang gagal beberapa minggu setelah kegagalannya mendorong kekhawatiran yang lebih besar mengenai kemungkinan penularan dalam sistem perbankan. Saham First Citizens melonjak sebesar 43% pada hari Senin.

First Republic Bank (NYSE:FRC), bank regional lain yang berada di bawah tekanan, juga melonjak 23%. Bank-bank lain termasuk JPMorgan juga naik. Saham JPMorgan Chase & Co (NYSE:JPM) naik 2,5%, dan saham Wells Fargo & Company (NYSE:WFC) naik lebih dari 3%.

Trader futures terbagi soal ke mana arah langkah Federal Reserve selanjutnya. Tekanan pada sistem perbankan, yang dapat merembet ke kondisi kredit yang lebih ketat, dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian yang lebih luas karena Fed terus memerangi inflasi.

Hal ini membuat The Fed harus mempertimbangkan seberapa besar kenaikan suku bunga yang akan dilakukan saat rapat berikutnya di bulan Mei, jika memang akan dilakukan. Lebih dari separuh trader futures memperkirakan jeda kenaikan suku bunga dalam rapat berikutnya hari ini. Hal ini terjadi meskipun the Fed mengisyaratkan minggu ini bahwa akan ada kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Di antara data ekonomi minggu ini yakni laporan kepercayaan konsumen, data terakhir dari pertumbuhan produk domestik bruto kuartal keempat, dan laporan inflasi yang akan membantu the Fed membuat keputusan pada bulan Mei.

Saham Novartis AG (SIX:NOVN) naik 7% setelah produsen farmasi ini menyatakan akan melakukan tes yang menjanjikan untuk obat uji coba kanker payudara, Kisqali. Sementara itu, BioNTech SE (NASDAQ:BNTX), yang bermitra dengan Pfizer (NYSE:PFE) untuk vaksin COVID, turun 3,7% setelah mengatakan bahwa mereka memperkirakan pendapatan akan turun lebih besar karena permintaan untuk vaksin tersebut menurun.

Minyak WTI melonjak 1,7% di $70,52 per barel dan minyak Brent naik 1,6% ke $75,78 per barel. Emas berjangka jatuh 1,7% di $1.966 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, March 27, 2023

PT Rifan - Harga Emas Kembali ke $2.000, Dolar Jatuh Ke Jurang Pasca Fed

PT RIFAN BANDUNG - Dolar jatuh ke dalam jurang pasca Fed dan emas memanfaatkannya sebaik mungkin, Logam mulia kembali ke level $2.000/oz pada hari Kamis pasalnya emas untuk penyerahan April berakhir di $1.994,10/oz di Comex New York, atau naik 2,28%. Kontrak acuan gold futures mencapai level tertinggi sesi di atas $2.001, mengejar level tertinggi satu tahun pada hari Senin di hampir $2.015.

Harga emas spot, yang lebih banyak diikuti daripada kontrak berjangka oleh beberapa trader, ditutup di $1.991,76 atau naik 1,13%. Emas spot mencapai level tertinggi sesi di $2.003,36.

"Kami mendapatkan kembali energi untuk naik menuju $2010, yang akan menjadi pemberhentian pertama emas spot setelah ini," ungkap Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknikal di SKCharting.com.

Emas mendapatkan kembali momentum kenaikan setelah penurunan dua hari karena Indeks Dolar, yang mengukur mata uang AS dengan sejumlah enam mata uang utama yang bersaing yang mencakup euro dan yen, melanjutkan perjalanannya ke selatan pada penutupan Rabu setelah pesan yang beragam tentang prospek suku bunga oleh Federal Reserve.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps seperti yang diharapkan pada Rabu setempat dalam rapat bulan Maret, menegaskan kembali komitmennya untuk menurunkan inflasi dan tidak menurunkan suku bunga setidaknya untuk tahun ini.

Namun, setelah krisis perbankan AS yang telah mengguncang pasar keuangan selama dua minggu terakhir, bank sentral juga mengisyaratkan adanya potensi jeda dalam siklus kenaikan suku bunga, yang memicu spekulasi bahwa bank sentral akan melakukan satu kali kenaikan lagi.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak sembilan kali selama 12 bulan terakhir, menambah 475 basis poin pada suku bunga, yang kemudian dipangkas menjadi hanya 25 basis poin setelah melewati pandemi virus corona yang merebak pada Maret 2020. Jeda dalam kenaikan Fed dapat menjadi malapetaka bagi dolar dan menjadi sangat positif bagi emas, yang merupakan perdagangan kontrarian terhadap mata uang AS.

"Emas menjadi perdagangan favorit di Wall Street karena banyak trader masih khawatir pasca Fed dan seberapa cepat otoritas AS dapat menahan gejolak perbankan lebih lanjut," sebut Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

"Emas akan bersinar di sini dan tampaknya diposisikan untuk menemukan rumah di atas level $2.000. Lari menuju rekor tidak terlalu jauh dan dapat terjadi jika masalah stabilitas keuangan tidak mereda."

Komoditas akhir pekan ini, nikel naik 5% pada penutupan Sabtu, timah naik 1,98% Jumat di ICE London, dan tembaga turun 1,2%.

Sementara, karet naik 0,31% pada Jumat di Singapura, batubara Newcastle di ICE London mencapai 173,00, kakao AS naik 0,24% hingga Sabtu.

Adapun, kopi robusta di London naik 3,90%, kopi AS naik 2,94% pada Sabtu dan gas alam naik 1,25% - PT RIFAN

Sumber : investing.com