Presiden Federal Reserve Bank of New YorkJohn Williams mengatakan
dalam pidato pada Senin (28/11) di Economic Club of New York bahwa suku
bunga perlu naik lebih lanjut dan tetap tinggi hingga tahun depan tetapi
dapat diturunkan selama 2024.
Williams memperkirakan pengangguran akan naik menjadi 4,5 persen hingga
5,0 persen pada akhir tahun depan dari 3,7 persen sekarang, dan inflasi
melambat dari tingkat antara 5,0 persen hingga 5,5 persen pada akhir
tahun menjadi 3,0 persen hingga 3,5 persen tahun depan.
Di sisi lain, MarketWatch, Presiden Fed St Louis James Bullard
mengatakan Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga sedikit lebih jauh
dan kemudian menahannya di sana sepanjang 2023 hingga 2024 untuk
mengendalikan inflasi dan menurunkannya kembali ke target bank sentral
AS 2,0 persen.
Investor juga menunggu rilis serangkaian data ekonomi AS minggu
ini, termasuk pembacaan PDB kuartal ketiga pada Rabu (30/11), indeks
harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Kamis (1/12), dan data
pekerjaan bulanan pada Jumat (2/12).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New
York Exchange, tergelincir USD 13,70 atau 0,78 persen menjadi ditutup
pada USD 1.740,30 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi
sesi di USD 1.763,50 dan terendah di USD 1.738,20.
Emas berjangka terangkat USD 8,40 atau 0,48 persen menjadi USD
1.754,00 pada Jumat (25/11), setelah terdongkrak USD 5,70 atau 0,33
persen menjadi USD 1.745,60 pada Rabu - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : jpnn.com
Sumber : jpnn.com

No comments:
Post a Comment