RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik selama perdagangan di sesi Asia, menghentikan penurunan selama delapan hari berturut-turut dan menjauh dari level terendah dalam tujuh bulan. Ini terjadi setelah data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu penurunan nilai dolar AS.
Pasar emas sering bereaksi terhadap data ekonomi AS, terutama data ketenagakerjaan, karena hal ini dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve dan imbal hasil obligasi. Data ISM Services PMI AS yang menunjukkan perlambatan di sektor jasa serta data Employment Change yang mengecewakan dari ADP telah memicu ekspektasi pasar tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, yang mungkin akan mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga yang lebih rendah.
Namun, harga emas tetap berada di bawah tekanan karena imbal hasil obligasi jangka panjang yang lebih tinggi dan kewaspadaan seputar kebijakan suku bunga Federal Reserve AS. Yields obligasi AS yang meningkat dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga, dan harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan nilai dolar AS.
Pada hari Jumat, data klaim pengangguran dan laporan nonfarm payrolls AS akan menjadi sorotan. Angka-angka ini dapat memiliki dampak signifikan pada pasar obligasi dan nilai tukar dolar AS, yang pada gilirannya akan mempengaruhi pergerakan harga emas. Volatilitas bisa meningkat di pasar keuangan jika data tersebut mengejutkan pasar - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing

No comments:
Post a Comment